My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 88 Membaik


__ADS_3

Luca mengusap lembut punggung Tiffany dengan perasaan yang campur aduk. Sekarang mereka ada di rumah sakit. Tepatnya di depan pintu laboratorium yang menjadi tempat pemeriksaan obat penawar yang dibawa oleh Luca.


Sebagai orang tua, Luca dan Tiffany berharap besar kalau penawar itu memang obat yang selama ini mereka cari untuk menyembuhkan Putri mereka. Jika sampai tidak cocok mereka tidak tahu lagi harus berbuat apa.


Bukan hanya mereka berdua saja yang ada di sana. Xander, Malvin dan Nichole juga terlihat cemas. Sampai-sampai mereka tidak bisa untuk duduk dengan tenang.


Hari ini kondisi Quinn kembali memburuk. Wanita itu ada di ICU dan tidak boleh dijenguk oleh siapapun. Keadaan itu yang membuat semua orang sangat sedih.


"Aku yakin anak kita adalah wanita yang kuat. Dia pasti sembuh. Kita semua akan berkumpul lagi," ucap Tiffany sambil memeluk erat tubuh suaminya. Luca sendiri tidak bisa berkata apa-apa lagi sekarang. Dia juga sangat mengkhawatirkan putrinya.


Pintu laboratorium terbuka lebar. Dokter Fei muncul dengan selembar kertas di tangannya. Xander langsung saja berjalan mendekatinya. Diikuti oleh yang lain.

__ADS_1


"Bagaimana hasilnya? Apa penawar itu cocok?" Xander sangat-sangat penasaran.


Dokter Fei diam sejenak. Di sela keadaan yang begitu genting, pria itu masih sempatnya membenarkan kaca mata yang kini ia kenakan.


"FEI!" umpat Xander mulai emosi.


"Ya. Hasilnya cocok. Ini adalah penawar yang kita cari. Kami akan segera memberikannya kepada Quinn," ucap Dokter Fei. Semua orang bisa bernapas lega setelah mendengar penjelasan Dokter Fei. Tiffany dan Luca saling berpelukan karena bahagia.


Dokter Fei mengangguk. Tapi entah kenapa ekspresi wajah pria itu terlihat tidak senang. Xander menyadari akan hal itu. Dia cepat-cepat menarik dokter Fei untuk menjauh dari yang lain.


"Apa lagi yang kau pikirkan? Kenapa wajahmu seperti itu? Kau tidak senang jika Quinn segera sembuh?" tuduh Xander.

__ADS_1


"Aku sangat senang ketika pertama kali aku mengetahui kalau penawar ini cocok dengan racun yang ada di dalam tubuh Nona Quinn. Yang aku pikirkan adalah Dimitri. Dimana dia sekarang. Nomornya tidak bisa lagi dihubungi. Dia juga tidak memberi kabar apapun kepada kita. Bahkan mungkin dia tidak tahu kalau sebenarnya penawar ini cocok di tubuh Nona Quinn. Bagaimana denganmu? Apakah kau bisa menghubungi nomor Dimitri?" tanya Dokter Fei penuh harap.


"Aku juga sudah berulang kali mencoba untuk menghubunginya tetapi hasilnya sama saja. Sejak kemarin aku ingin memberitahu soal bawahan Joa yang berkhianat. Aku tidak mau sampai Dimitri celaka karena ada lagi yang berkhianat dan berniat untuk mencelakainya," jawab Xander apa adanya.


"Bukankah kau lebih banyak tahu tentang Dimitri. Aku minta padamu untuk mencari tahu keberadaan Dimitri saat ini. Bagaimanapun juga kita bertiga sudah seperti saudara."


Xander menepuk pelan pundak Dokter Fei sambil tersenyum. "Kau tenang saja. Aku pasti akan berusaha mencari informasi tentang Dimitri. Sekarang cepat temui Quinn dan sembuhkan dia. Kami semua hanya bisa berharap padamu."


"Baiklah." Dokter Fei segera pergi meninggalkan Xander dan yang lainnya. Ketika Dokter Fei sudah menjauh, Xander cepat-cepat mengambil ponselnya lalu menekan nomor Dimitri. Namun hasilnya tetap sama. Pria tangguh itu masih belum bisa dihubungi. Kini harapan Xander satu-satunya adalah Quinn.


"Aku tidak bisa memikirkan cara lain lagi. Setelah Quinn sadar aku akan memintanya untuk melacak keberadaan Dimitri!"

__ADS_1


__ADS_2