My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 82 Siapa Dia?


__ADS_3

"Xander, apa yang terjadi? Kenapa kau berlari dengan wajah ketakutan seperti itu?" tanya Dokter Fei ketika pria itu baru saja keluar dari lift dan melihat Xander berlari dengan wajah panik.


"Quinn! Cepat periksa Quinn!" ujarnya sambil menarik paksa tangan Dokter Fei. Pria berseragam putih itu tidak bisa bicara lagi. Dia melangkah lebih cepat agar bisa segera tiba di ruangan tempat Quinn di rawat.


Ketika tiba di dalam kamar, Xander bisa sedikit lega karena Quinn masih berbaring di sana dalam keadaan sadar. Dua pria itu segera berlari menghampiri Quinn. Dokter Fei awalnya bingung melihat tiga mayat tergeletak di lantai serta jendela yang pecah. Namun sekarang bukan waktu yang tepat untuk bertanya dan menagih penjelasan dari Xander.


"Nona Quinn, apa yang anda rasakan?" Dokter Fei segera memeriksa denyut nadi Quinn.


"Napasku sesak," jawabnya kesulitan. Quinn memandang ke arah Xander lagi. "Dimana Mommy?"


"Quinn, aku akan mencari Tante Tiffany." Xander memandang ke arah Dokter Fei. "Apa kau bisa menjaga Quinn? Sebentar saja. Aku tidak tahu kenapa jaringan hari ini rusak."


"Aku akan meminta perawat untuk mengurus semua ini. Xander, kau harus menjelaskan semuanya nanti," sahut Dokter Fei masih dengan posisi memeriksa ke Quinn.

__ADS_1


"Baiklah." Setelah menepuk pundak dokter Fei, Xander segera pergi meninggalkan ruangan itu.


"Nona, bisakah kita sembunyikan saja senjata ini? Sangat berbahaya jika di genggam seperti itu." Dokter Fei berusaha melepas pistol yang ada di genggaman Quinn. Tetapi Quinn sama sekali tidak keberatan. Wanita itu percaya kalau Dokter Fei tidak akan mungkin mencelakainya.


"Anda terlalu banyak bergerak hingga racun yang ada di tubuh anda kembali bereaksi, Nona. Ini bahaya. Anda harus segera meminum penawarnya." Wajah Dokter Fei terlihat sangat khawatir. Kali ini pria itu sibuk sekali mengupayakan agar kondisi Quinn tetap stabil.


Quinn memandang ke pintu ketika seseorang muncul dengan balok kayu di tangannya. Ada senyum kecil di bibir Quinn ketika melihat pria berusia 17 tahun itu muncul.


"Kak, apa kakak baik-baik saja? Salah satu pengawal yang ada di rumah sakit pulang ke rumah dan memberitahuku kalau keadaan di rumah sakit tidak aman."


"Dok, apa kakakku bisa sembuh?" tanya Nichole khawatir. Dia mengusap rambu kakaknya dengan wajah sedih. Kalau saja dia seorang wanita, mungkin air matanya sudah menetes sejak tadi. Nichole sangat tidak tega melihat kakaknya sakit seperti itu.


"Tentu saja. Tidak ada yang tidak mungkin. Apa kau bisa membantuku untuk memindahkan Nona Quinn ke ruangan lain? Keadaan di sini sangat buruk."

__ADS_1


"Baiklah." Nichole menjatuhkan balok kayu yang dia bawa lalu menggendong Quinn. Sedangkan Dokter Fei membantu Nichole dengan cara membawa botol infus.


"Apa ini harus aku bawa juga?" tanya Dokter Fei sambil menunjuk balok kayu yang tadi di bawah oleh Nichole.


"Tentu. Benda itu akan menjadi senjata kita kalau ada musuh di depan." Nichole melangkah maju. Diikuti oleh Dokter Fei yang kini terlihat kesulitan karena harus membawa peralatan medis, balok kayu serta botol infus milik Quinn.


Di lantai bawah, Xander mencari-cari keberadaan pengawal yang seharusnya berjaga di rumah sakit. Memang Xander tidak terlalu akrab dengan para pengawal urusan Luca tersebut. Akan tetapi dia tahu seperti apa penampilan para pengawal.


"Kenapa kosong? Dimana mereka? Biasanya aku melihat mereka berdiri di setiap sudut." Detik itu Xander mulai merasa ada yang aneh. Namun dia tidak mau terlalu panik dan gegabah. Xander mengeluarkan ponselnya lagi lalu melihat jaringan telepon yang sudah tersedia. Dia segera menekan nomor Dokter Fei.


"Apa semua baik-baik saja?" tanya Xander sambil berjalan ke kantin tempat Tiffany biasa membeli makanan.


"Ya. Ada adik Quinn di sini."

__ADS_1


"Aku meras ada yang aneh di sini. Aku akan segera kembali. Tetap di sana." Xander segera memutuskan panggilan teleponnya meskipun Dokter Fei belum menjawab. Pria itu bersembunyi di balik dinding melihat sosok yang mencurigakan muncul di hadapannya. "Siapa mereka? kenapa penampilan mereka terlihat sangat mencurigakan."


__ADS_2