My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 132 Peiyu


__ADS_3

Sherin pada akhirnya harus menuruti permintaan Zack Lee untuk makan siang. Dia kalah saat itu. Seorang pria muncul dan membawa segala bukti yang menunjukkan kalau mall itu memang benar milik Zack Lee. Bukan hanya berkas-berkas saja yang sudah dipenuhi oleh tanda tangan Zack Lee.


Tetapi ada juga beberapa rekaman video yang menunjukkan proses pembangunan Mall tersebut sampai jadi. Semua itu tidak terjadi dalam waktu dekat. Di berkas itu terlihat jelas kalau tanggal mall tersebut dibangun adalah 5 tahun yang lalu.


"Apa anda suka makan seafood, Nona?" tawar Zack Lee. Pria itu memperhatikan Sherin yang sejak tadi menunduk dengan gelisah.


"Ya." Sherin sebenarnya tidak nyaman berada di dalam mobil bersama dengan Zack Lee seperti itu. Tetapi mau bagaimana lagi. Dia bukan tipe wanita yang suka ingkar janji. Toh sejauh ini Zack Lee belum ada menunjukkan tanda-tanda kalau dia memiliki niat jahat terhadap Sherin.


"Anda takut pada saya?" tanya Zack Lee masih dengan posisi memandang Sherin.


"Tidak!" sahut Sherin tanpa memandang.


"Lalu, kenapa tidak mau memandang saya?"

__ADS_1


Sherin segera memandang ke arah Zack Lee dengan tatapan yang tajam. "Untuk apa?"


Zack Lee membisu melihat Sherin memandangnya seperti itu. Lagi-lagi dia ingat dengan kenangan manisnya bersama dengan Peiyu. Dengan cepat Zack Lee memalingkan wajahnya. Justru kini pria itu yang tidak berani menatap wajah Sherin secara langsung. Bahkan dia tidak lagi mengeluarkan kata rayuan untuk Sherin.


"Pria aneh. Kenapa sikapnya langsung berubah? Apa aku salah bicara? Tapi, itu lebih bagus. Setidaknya aku tidak perlu menjawab pertanyaannya yang tidak bermutu," ketus Sherin di dalam hati.


"Namanya Peiyu. Dia wanita yang cantik dan energik. Rambutnya panjang. Senyumnya manis. Suaranya sangat lembut. Tapi, jika dia marah seisi dunia bisa takut melihatnya. Dia baik."


"Kami berjanji untuk menikah di hari valentine nanti. Semua sudah dipersiapkan," sambil Zack Lee lagi. Kedua mata pria itu berkaca-kaca. Terlihat jelas kalau hatinya sakit ketika kembali mengenang tentang Peiyu.


"Lalu, kenapa dia pergi? Apa dia sakit?" Sherin bicara dengan sangat hati-hati.


Zack Lee menggeleng. "Dia berkhianat," jawab Zack Lee. Tiba-tiba saja pria itu mengangkat kedua tangannya lalu menunduk. "Aku yang sudah menembaknya. Dengan kedua tangan ini. Masih aku ingat jelas bagaimana air matanya menetes ketika aku mengarahkan pistol ke wajahnya.

__ADS_1


Dia bisa saja menghindar dan kabur. Tetapi entah kenapa dia masih berdiri di sana seperti sedang menunggu kematiannya tiba. Aku berulang kali bertanya padanya dan berharap dia tidak menjawab dengan kata iya. Tetapi dia terus saja mengatakan kalau memang benar dia mengkhianatiku!"


Zack Lee memejamkan matanya. Dia berusaha menekan kesedihan yang kini membuatnya sesak. "Tapi semua sudah berlalu. Mungkin memang ini yang terbaik," ucap Zack Lee pada akhirnya.


Sherin memegang tangan Zack Lee lalu mengusapnya lembut. Dia bisa tahu bagaimana yang sekarang dirasakan oleh Zack Lee. "Meskipun kita tidak akrab, tetapi aku tahu apa yang sekarang kau rasakan. Tuan, jangan bersedih. Sebaiknya sekarang anda memikirkan masa depan anda. Terjebak di masa lalu membuat anda sulit untuk melangkah maju."


Zack Lee tersenyum mendengarnya. Pria itu mengeluarkan sebuah foto dari dalam sakunya. "Lihatlah. Bukankah wajah kalian mirip?"


Sherin menerima foto tersebut. Wanita itu juga kaget ketika melihat foto Peiyu yang memang sangat mirip dengan wajahnya. Bedanya Peiyu berambut panjang sedangkan Sherin menyukai rambut pendek.


"Apa ini Peiyu?"


"Ya. Bukankah kalian mirip. Apa mungkin kau ini memang Peiyu?"

__ADS_1


__ADS_2