
Sherin tersenyum bahagia mendengar cerita yang baru saja disampaikan oleh Joa. Kini wanita itu bisa kembali bernapas lega karena Zack Lee tidak lagi memandangnya sebagai Peiyu. Peiyu yang asli masih hidup.
"Joa, itu berarti kau sudah bertemu dengan Peiyu langsung. Lalu bagaimana wajahnya? Apa dia benar-benar mirip denganku?"
"Sebenarnya jika diperhatikan lebih dekat lagi wajah kalian memiliki perbedaan. Peiyu memiliki rambut yang panjang dan lebat sedangkan kau lebih pendek. Tinggi badan kalian juga jauh berbeda. Peiyu memiliki postur tubuh yang tinggi. Sedangkan kau-" Joa menahan kalimatnya karena tidak ingin menyinggung perasaan Sherin. Ditambah lagi kini tatapan wanita itu sangat tajam hingga membuat Joa menjadi takut. "Tetapi kau memiliki wajah yang jauh lebih cantik daripada Peiyu!" puji Joa agar Sherin tidak marah dengannya karena sejak tadi dia terus saja memuji dan membandingkan Peiyu dengan Sherin.
Sherin menghela napas panjang. "Akhirnya ada juga yang bisa aku banggakan."
"Sekarang apakah kau ingin pulang atau aku antarkan ke perusahaan? Robin sudah mengatur semuanya. Mulai besok perusahaanmu akan bekerjasama dengan perusahaan kami. Segala berkas-berkas kontrak sudah diurus langsung oleh Robin dan sekretaris pribadimu." Joa memandang ke arah Sherin sejenak sebelum kembali fokus kepada laju mobilnya.
"Aku ada janji dengan Kak Xander siang ini," jawab Sherin tidak bersemangat.
Deg.
Joa langsung mematung mendengarnya. Pria itu kembali ingat dengan apa yang dikatakan oleh Quinn dan Dimitri. Dia berpikiran kalau kali ini Xander mengajak Sherin bertemu karena ingin membahas soal perjodohan mereka. Joa tidak mau jika sampai Sherin dan Xander menikah. Dia ingin Sherin menjadi miliknya.
"Untuk apa?"
"Untuk apa?" tanya Sherin bingung. "Apa maksudmu Joa? Berbicaralah dengan jelas agar aku mengerti." Sherin terlihat protes.
"Maksudku untuk apa kalian bertemu?" sahut Joa tanpa memandang.
Sherin diam sejenak sebelum tertawa geli mendengar pertanyaan Joa. "Kami ini kakak adik lalu apa salahnya jika Kak Xander mengajakku bertemu? Bukan hanya siang ini saja, kami sudah sering bertemu sebelumnya. Memangnya ada yang salah?" Sherin kembali memperjelas.
"Apa selama ini kalian sering pergi berduaan atau melakukan sesuatu yang hanya kalian lakukan berdua saja?" Joa terus menyelidiki untuk mengetahui sampai di mana kedekatan Xander dan Sherin.
"Kami sering berenang bersama di rumah. Sesekali Kak Xander juga menemaniku belanja. Kami sering sekali makan di luar berdua. Aku juga pernah menemani Kak Xander pergi ke luar kota untuk rapat. Sebenarnya ada banyak lagi hal-hal lain yang pernah kami lakukan berdua. Tetapi aku hanya ingat sebagian saja," ucap Sherin dengan wajah yang begitu polos. Dia masih belum sadar kalau kini ada seorang pria yang sedang cemburu berat.
"Sepertinya kalian berdua cocok," ucap Joa mulai kesal.
Sherin tertawa geli mendengar perkataan Joa. "Bisa jadi. Mungkin jika kami bukan kakak adik kami berdua sudah berjodoh. Joa, apakah kau tahu kalau kami berdua itu memiliki banyak kesamaan. Jika sudah mengobrol kami bisa sampai menghabiskan waktu berjam-jam lamanya. Kak Xander juga sangat pengertian. Dia tahu betul bagaimana cara memperlakukan adik perempuannya." Sherin terus saja memuji Xander di depan Joa tanpa menyadari perasaan Joa saat ini.
__ADS_1
"Kalau begitu kenapa kalian tidak memutuskan untuk menikah saja!" ketus Joa semakin kesal karena Sherin sama sekali tidak peka dengan perasaannya.
Sherin mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan Joa. "Joa, apa yang kau katakan? Kenapa kau bicara seperti itu? Kau ini benar-benar menyebalkan. Inilah yang membuatku malas untuk mengobrol denganmu karena ujung-ujungnya pasti akan bertengkar!" ketus Sherin kesal. Wanita itu sampai memalingkan wajahnya karena tidak mau memandang wajah Joa lagi. "Jika kau keberatan untuk mengantarkanku untuk bertemu dengan Kak Xander, turunkan saja aku di pinggiran jalan. Aku bisa ke sana dengan menggunakan taksi."
"Aku akan mengantarkanmu!" ucap Joa. Pria itu menambah laju mobilnya. Dia ingin segera tiba di lokasi tempat Xander dan Sherin mengatur pertemuan.
...***...
Zack Lee masih tidak menyangka dengan apa yang ia lihat. Kini wanita yang sangat ia cintai itu telah ada di depannya. Menyentuhnya dan merawatnya dengan baik. Meskipun belum mengatakan penjelasan apapun tetapi dengan hadirnya Peiyu di sana sudah membuat Zack Lee jauh lebih tenang sekarang.
"Makanlah. Kau terlihat kurusan sekarang," ucap Peiyu dengan suara yang sangat lembut. Dia menyendokkan makanan dan memberikannya di depan mulut Zack Lee.
Zack Lee membuka mulutnya lalu mengunyah makanan yang diberikan oleh Peiyu. Satu tangannya menggenggam tangan Peiyu agar wanita itu tidak pergi lagi. Dia tidak mau kehilangan Peiyu seperti yang pernah ia rasakan sebelumnya.
"Jangan pergi lagi. Aku tidak sanggup jauh darimu," bujuk Zack Lee. Dia mengecup punggung tangan Peiyu dengan penuh cinta.
Peiyu masih diam saja. Wanita itu terus menyuapi Zack Lee sampai makanan yang di piring habis. Setelah habis, Peiyu memberikan segelas air dan obat yang memang harus diminum oleh Zack Lee siang itu.
Peiyu menunduk dengan mata berkaca-kaca. Sepertinya wanita itu tidak sanggup untuk mengatakan yang sebenarnya terjadi. Dia merasa malu dan jijik dengan tubuhnya sendiri sampai-sampai memutuskan untuk berpisah dan menjauh dari Zack Lee selama-lamanya.
Zack Lee menggenggam tangan Peiyu. "Aku sudah mengetahui semuanya. Aku sudah melihat apa yang kau lakukan bersama dengan Aigu. Aku juga sudah mengetahui bagaimana Chen Li memperlakukanmu dengan sangat kejam. Sayang, Chen Li tewas di tanganku. Aku tidak ingin kita berpisah. Aku ingin memulai semuanya dari awal lagi. Kita buka lembaran baru dan kita lupakan kenangan buruk yang pernah terjadi. Aku mohon." Zack Lee berusaha membujuk Peiyu agar tetap bertahan di sisinya. Dia tidak mau setelah ini Peiyu pergi lagi.
Peiyu menatap wajah Zack Lee. Buliran air mata menetes di wajahnya. "Aku ini wanita yang sangat kotor. Aku sangat malu. Sebagai seorang wanita aku sangat buruk karena tidak bisa menjaga harga diriku sendiri. Sebenarnya malam itu saat aku menemui Aigu, aku ingin memberitahunya kalau Chen Li terus saja memaksaku dan merayuku.
Aku benar-benar frustasi saat itu hingga memutuskan untuk mabuk. Seharusnya jika aku memang ingin mabuk, aku tidak perlu datang ke kamar Aigu. Aigu mencintaiku. Dia pasti tidak bisa menahan dirinya hingga akhirnya kami-"
Lagi-lagi buliran air mata menetes. Bahkan Peiyu tidak sanggup untuk memandang wajah Zack Lee lagi sekarang.
"Jika kau tidak sanggup. Kau tidak perlu menceritakan semuanya. Aku juga tidak ingin mengetahui semuanya lagi." Zack Lee berusaha memberi pengertian. Dia tidak mau membuat Peiyu menderita seperti ini.
Peiyu menggeleng kepalanya tidak setuju. Dia harus menceritakan semuanya agar kedepannya tidak ada lagi rahasia yang harus dia sembunyikan dari Zack Lee. Peiyu juga ingin bernapas lega tanpa harus menutupi luka lama yang pernah ia hadapi.
__ADS_1
"Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata saat itu kamera Aigu dalam kondisi merekam. Aigu sangat ceroboh. Hingga akhirnya video itu bisa jatuh ke tangan Chen Li. Lalu dia menggunakan video itu untuk mengancamku. Awalnya dia hanya ingin memintaku untuk menceritakan semua rahasia yang pernah kau katakan padaku.
Tetapi aku tahu jika sampai rahasia itu diketahui oleh Chen Li, maka kau akan pergi meninggalkan Jepang. Aku tidak mau sampai hal itu terjadi. Karena emosi, Chen Li memukulky. Saat itu aku sudah berusaha untuk melawannya dan memberontak. Akan tetapi tenaga Chen Li sangat kuat. Ditambah lagi saat itu aku sedang dalam pengaruh obat.
Chen Li memaksaku untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Dia benar-benar menyiksaku dan menjadikanku wanita paling buruk di dunia. Dia memperkosaku dan memperlakukanku seperti seorang pelacur. Setelah Chen Li membebaskanku, aku merasa kalau diriku ini tidak jauh berbeda dengan kotoran hewan.
Aku sangat membenci diriku sendiri. Bahkan tidak sanggup lagi untuk bertemu denganmu. Bukan aku tidak pernah memiliki niat untuk menceritakan semua kesedihanku kepadamu. Tetapi aku hanya tidak sanggup untuk melihat kekecewaan di matamu.
Wanita yang selama ini kau jaga seperti berlian yang sangat berharga pada akhirnya rusak di tangan orang-orang terdekatmu sendiri. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kecewaanmu saat mengetahui semua ini. Hingga akhirnya aku memutuskan untuk mengakui diriku sebagai seorang penghianat.
Saat itu Aigu marah besar karena aku sudah mengambil keputusan yang sangat di luar akal sehat. Tapi memang saat itu aku lebih memilih mati. Aku tidak mau mati bunuh diri karena itu sama sekali tidak bermanfaat. Jadi aku putuskan untuk menjadi seorang penghianat agar kau menembakku dan aku mati di tanganmu. Itu semua adalah ungkapan rasa bersalahku terhadapmu dan aku sama sekali tidak menyalahkanmu atas keputusan itu.
Tetapi ternyata Aigu memiliki rencana lain. Dia memintaku untuk pergi sejauh mungkin dari kehidupanmu dan tidak pernah muncul lagi. Awalnya aku menolak karena untuk hidup saja aku sudah tidak bersemangat lagi. Tetapi Aigu terus meyakinkanku sampai akhirnya aku setuju.
Aku berhasil selamat karena menggunakan pakaian anti peluru. Semua sudah diatur oleh Aigu. Dia segera membawaku pergi dari lautan dan mengganti dengan jasad wanita lain. Saat itu tidak ada yang curiga ketika jasadku dimasukkan ke dalam peti oleh anak buah Chen Li. Karena salah satu anak buah Chen Li juga sudah bekerja sama dengan Aigu. Jadi selamanya dipikiran Chen Li, jasadku sudah dikebumikan dan aku memang benar-benar sudah mati.
Aku sangat sedih ketika mengetahui kabar kalau Aigu telah tewas. Tetapi entah kenapa aku juga merasa senang karena satu-satunya orang yang mengetahui rahasia keberadaanku juga sudah tiada. Itu berarti selama-lamanya kita berdua tidak akan pernah berjumpa lagi.
Tetapi takdir berkata lain. Beberapa hari yang lalu seorang pria datang menemuiku. Namanya Joa. Aku tidak tahu seperti apa hubunganmu dengan Joa. Dia terus meyakinkanku agar segera menemuimu. Awalnya aku menolak keras. Bahkan aku hampir memiliki niat untuk membunuh Joa karena dia sudah mengetahui identitasku dan keberadaanku. Tetapi semua penjelasan Joa membuatku sadar kalau keputusan yang selama ini aku ambil bukan membuatmu bahagia justru membuatmu semakin tersiksa. Zack Lee, Aku tidak mau kau tersiksa. Aku hanya ingin kau hidup bahagia dan tenang."
"Tapi kau tahu sendiri kalau aku bahagia hanya ketika aku berada di sisimu. Jika kau sudah tiada di sisiku, maka selama-lamanya aku tidak akan pernah bahagia lagi. Peiyu, tolong jangan pergi lagi. Kita akan segera menikah. Aku hanya ingin kau selalu ada disisiku. Aku akan menerima semua masa lalumu.
Karena semua yang terjadi padamu karena kesalahanku juga. Aku terlalu sepele dengan keadaan sampai-sampai aku percaya dengan semua orang. Aku berpikir kalau semua yang ada di sekelilingku bisa menjagamu dengan baik. Bahkan aku tidak memiliki banyak waktu untukmu karena terlalu fokus dengan wilayah kekuasaan saat itu. Aku benar-benar pria yang tidak berguna." Zack Lee kini justru menyalahkan dirinya sendiri setelah mendengar penjelasan dari Peiyu.
Peiyu menggeleng sambil mengusap pipi Zack Lee. "Tidak sayang. Tidak. Kau pria yang sangat hebat. Jangan pernah menyalahkan dirimu seperti ini."
"Berjanjilah padaku untuk tidak pernah pergi lagi meninggalkanku seperti kemarin." Tatapan Zack Lee seperti orang yang sedang memohon.
Peiyu mengangguk. Wanita itu segera memeluk Zack Lee karena memang sejak tadi hanya hal itu saja yang ingin ia lakukan. Namun belum sanggup untuk ia lakukan. "Maafkan Aku. Aku sangat mencintaimu. Aku sangat merindukanmu."
Zack Lee memejamkan matanya dengan perasaan lega. Pria itu memeluk erat tubuh wanita yang kini sangat ia rindukan dan sangat ia dambakan. "Terima kasih Joa. Berkatmu aku bisa kembali bertemu dengan Peiyu," ucap Zack Lee di dalam hati.
__ADS_1