
Zack Lee membaca informasi yang baru saja masuk ke dalam emailnya. Pria itu kini baru tahu kalau dia dan Sherin memiliki musuh yang sama. Yaitu Chen Li. Ada senyum puas dibibir Zack Lee ketika dia tahu kalau adik kesayangan Chan Li tewas di tangan Sherin.
"Pada akhirnya kau juga merasakan apa yang pernah aku rasakan. Bagaimana rasanya Chen Li? Sakitkan?"
Zack Lee memandang ke luar jendela dengan ekspresi yang serius. Pria itu kembali melirik ke atas meja ketika ponselnya berdering karena ada pesan yang masuk. Cepat-cepat dia buka video yang baru saja dikirimkan oleh seseorang. Pria itu sendiri tidak tahu siapa yang sudah mengirim video tersebut.
"Peiyu?" celetuk Zack Lee. Dia membenarkan posisi duduknya untuk memperhatikan video di dalam ponselnya dengan serius. Betapa kagetnya Zack Lee ketika melihat Peiyu dalam kondisi terikat.
Hal yang membuat Zack Lee semakin marah, wanita itu dalam keadaan yang sangat menyedihkan. Pakaian yang seharusnya dikenakan oleh Piyu kini berserak di lantai. Seperti dibuka paksa oleh seseorang. Hanya ada selembar selimut yang menutupi tubuh polos Peiyu.
"Peiyu sayang, jangan menangis. Bukankah kau ini wanita yang murah. Semalam kau tidur dengan Aigu. Kelihatannya kau sama sekali tidak merasa bersalah saat itu. Lalu sekarang kenapa kau harus menangis seperti ini? Bagaimana permainanku? Apakah kau puas? Apakah aku jauh lebih baik dari Zack Lee dan Aigu? Aku ingin tahu seperti apa reaksi Zack Lee ketika tahu kalau wanita yang selama ini dia jaga sudah dipakai oleh orang lain. Aku Akan mengirim video skandalmu dengan Aigu sekarang juga," ancam Chen Li.
"Jangan. Jangan kirimkan video itu kepada Zack Lee. Aku mohon," lirih Peiyu.
"Ckckckck. Kau masih menjaga perasaannya?" Chen Li menjambak rambut Peiyu hingga wanita itu merintih kesakitan. "Sekarang cepat katakan padaku rahasia yang selama ini disembunyikan oleh Zack Lee."
"Aku tidak tahu apa-apa. Dia tidak pernah cerita apapun padaku!" ujar Peiyu.
PLAAKKK
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Peiyu. Namun wanita itu tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menangisi hidupnya yang kini menyedihkan. "Aku akan laporkan semua perbuatanmu ini kepada Zack Lee. Dia pasti akan langsung membunuhmu! Aku akan katakan padanya kalau kau adalah pria yang jahat."
Chen Li tertawa mendengar ancaman yang baru saja keluar dari mulut Peiyu. "Kau mengancamku dan apa kau pikir ini semua akan berhasil?" Chen Li meletakkan ponselnya di atas nakas yang dekat dengan posisi Peiyu berbaring. Pria itu segera membuka pakaian yang ia kenakan lalu segera memperkosa Peiyu dengan begitu kejam.
Peiyu terus berteriak minta tolong namun dilihat dari lokasinya, Zack Lee tahu kalau kini Peiyu dibawa ke markas milik Chen Li hingga tidak ada satu orang pun yang berani untuk menolongnya.
Zack Lee menggenggam kuat ponselnya dengan wajah dipenuhi amarah. Pria itu memejamkan matanya sejenak sebelum melemparkan ponselnya ke lantai karena tidak sanggup lagi mendengar jeritan Peiyu yang begitu menyedihkan.
"Chen Li! Kau harus mati ditanganku!" umpat Zack Lee dengan penuh dendam.
...***...
Malam harinya semua orang yang diundang sudah tiba di lokasi. Salah satu dari tamu undangan terlihat ada Chen Li yang kini duduk di samping seorang wanita seksi. Pria itu dijaga oleh pengawalnya dengan sangat ketat. Chen Li terlihat sangat angkuh karena mendapat perlakuan yang istimewa. Sampai-sampai dia duduk paling depan dan di kursi khusus. Sedangkan kamu lainnya duduk di belakang Chen Li.
Sejak berita kalau Chen Lee berhasil mengalahkan Zack Lee menyebar, sejak saat itu juga beberapa pemimpin geng mafia mengakui kalau Chen Li ini adalah pria yang hebat. Padahal sebenarnya yang terjadi saat itu Zack Lee pergi begitu saja tanpa mau bertarung dengan Chen Lee.
Dia sengaja melepas wilayah kekuasaannya karena ia ingin melupakan Peiyu untuk selama-lamanya. Dia juga sangat kecewa dengan pengkhianatan yang dilakukan oleh Penyu hingga tidak mau lagi mengenal tempat itu untuk selama-lamanya.
Tetapi bagi sebagian orang justru tidak mengetahui yang sebenarnya terjadi dan kini mereka semua mengakui Chen Li adalah sosok pemimpin yang sangat sulit untuk dikalahkan. Ditambah lagi kini pria itu bekerja sama dengan Yakuza.
"Tuan, apa Anda ingin minum?" tawar wanita seksi yang kini duduk di samping Chen Li. "Acaranya 5 menit lagi baru dimulai. Anda pasti akan merasa bosan. Apa anda mau saya pijat?" tawar wanita seksi itu lagi. Dia seperti sengaja menggoda Chen Li agar pria tersebut tertarik kepadanya.
__ADS_1
Akan tetapi Chen Li justru tidak tertarik dengan wanita seksi tersebut. Dia mengibaskan tangannya sebagai kode agar wanita itu pergi dari sisinya. Wanita seksi itu terlihat jutek melihat penolakan Chen Li. Namun ia tidak memiliki pilihan lain selain pergi dari sana.
Chen Li melirik jam di pergelangan tangannya. Seorang pria tiba-tiba berjalan menghampiri Chen Li dan membisikkan sesuatu.
"Zack Lee ada di sini? Apa dia mengikutiku?" tanya Chen Li untuk kembali memastikan.
"Tidak, Bos. Dia hadir di sini karena dia salah satu tamu undangan," jawab pria itu apa adanya.
Chen Li kembali memandang ke depan. "Baiklah. Aku ingin tahu sampai dimana kekayaan pria itu saat ini. Pastikan semua barang yang ingin di ambil Zack Lee kita rebut. Aku ingin semua yang dia inginkan tidak pernah dia dapatkan!"
"Baik, Bos."
Di sisi lain, Sherin dan Joa baru saja muncul dan duduk di salah satu kursi yang sudah disediakan. Mereka muncul dengan menggunakan identitas palsu. Dengan mudahnya Joa mendapatkan informasi bahwa ada tamu undangan yang tidak hadir dan dia segera memanfaatkan kesempatan itu.
Malam itu Sherin juga tidak muncul dengan apa adanya. Wanita itu menggunakan topeng agar wajah aslinya tidak langsung dilihat oleh Chen Li. Sherin takut jika Chen Li mengetahui kehadirannya di tempat pelelangan itu.
Baru juga duduk Sherin sudah menemukan Zack Lee duduk tidak jauh dari posisinya berada. Lagi-lagi wanita itu mendengus kesal karena harus bertemu dengan Zack Lee dan duduk di dekat pria itu. Meskipun begitu Sherin kembali mengingat apa yang dikatakan oleh Quinn untuk menganggap Zack Lee seperti orang yang tidak dia kenali.
"Apakah kau mau minum?" tawar Joa sambil menyodorkan segelas air berisi anggur merah.
Sherin tersenyum lalu menerima minuman tersebut. "Terima kasih." Wanita itu menerima minuman yang diberikan oleh Joa lalu meneguknya secara perlahan. Joa memandang ke arah samping. Kali ini pria itu juga menemukan keberadaan Zack Lee. Namun ia tidak bereaksi apa-apa. Pria itu kembali memandang ke depan dan fokus dengan Chen Li yang kini posisi duduknya sudah terlihat jelas.
Tiba saatnya acara pelelangan itu dibuka. Dimulai dari barang-barang antik hingga senjata api yang dianggap seperti barang berharga. Harga barang yang dilelang nominalnya cukup fantastis. Memang malam itu yang datang di acara perlelangan rata-rata konglomerat yang memiliki harta berlimpah. Beberapa barang antik sudah dipinang.
"Kenapa dia tidak juga memilih. Apa dia tidak tertarik dengan barang yang dilelang malam ini!" umpat Chen Li di dalam hati.
Kali ini mereka mengeluarkan sebuah mahkota. Harga di buka dengan nominal 1 milliar dollar. Chen Li mengetuk-ngetuk meja di depannya. Dia tahu kalau mahkota itu sudah lama di incar oleh Zack Lee.
"1,5 miliar!" ujar seorang pria yang tidak lain adalah bawahan Zack Lee.
Chen Li tersenyum puas mendengarnya. pria itu segera memandang bawahannya dan meminta nya agar memenangkan mahkota tersebut. "Aku ingin mahkota itu menjadi milikku."
"Baik, Bos." Pria itu menunduk hormat lalu mengangkat satu tangannya ke udara. "2 Miliar!" teriaknya.
"Oke, 2 Miliar. Apa ada lagi?" tanya pria di panggung. Dia memandang semua tamu undangan berharap mendapat harga tertinggi.
"5 Miliar!" sahut anak buah Zack Lee.
Sherin melebarkan kedua matanya mendengar tawaran yang dilayangkan oleh Zack Lee. "Apa dia gila? Dia rela mengeluarkan uang sebanyak 5 miliar hanya untuk sebuah mahkota! Bukankah dia ini adalah seorang pria? Untuk apa mahkota itu?" protes Sherin. Joa yang mendengar ocehan Sherin hanya diam saja sambil memandang ke depan.
"8 Miliar," teriak anak buah Chen Li.
__ADS_1
Chen Li sempat kaget mendengar penawaran yang dilayangkan anak buahnya. Meskipun begitu, dia tidak bisa berbuat apa-apa karena tujuan utamanya untuk memenangkan mahkota tersebut agar menjadi miliknya.
"Apa ada lagi?" tanya pria di depan.
Anak buah Zack Lee tidak berani melakukan penawaran lagi karena Chen Li sudah memberikan penawaran dengan nominal yang begitu fantastis. Dia kini memandang ke arah Zack Lee dan meminta pendapat dari bosnya tersebut.
"Lakukan saja sesuai dengan perintah awal," ucap Zack Lee hingga membuat bawahannya itu mengajukan sebuah penawaran.
"10 Miliar!" teriak anak buah Zack Lee. Sebenarnya ia merasa takut ketika menyebutkan nominal itu. Tetapi semua ini permintaan Zack Lee sendiri.
Chen Li mengetuk-ngetuk meja yang ada di hadapannya. 10 miliar dolar untuk sebuah mahkota merupakan harga yang sangat tidak masuk akal. Akan tetapi Chen Li tidak mau kalah. Terutama kalah dari Zack Lee. Pria itu memandang ke arah bawahannya yang ada di samping.
"15 Miliar. Aku yakin kali ini dia tidak bisa menawar lagi karena uangnya tidak akan ada sebanyak itu," ucap Chen Li penuh dengan kesombongan.
"Baik, Bos." Pria itu kembali mengacungkan tangannya untuk menyebutkan nominal yang baru saja disebutkan oleh Chen Lee. "15 Miliar Dollar!"
Semua tamu undangan yang ada di sana tertegun mendengar penawaran yang baru saja diucapkan oleh anak buah Chen Li. Mereka semua semakin segan dengan Chen Li dan berpikir kalau Chen Li adalah pria dengan harta yang begitu berlimpah. Beberapa orang justru tertarik untuk memandang ke arah Zack Lee. Mereka semua ingin tahu apakah Zack Lee masih sanggup untuk mengalahkan harga yang baru saja diucapkan oleh Chen Li atau tidak.
Zack Lee tersenyum puas mendengar penawaran yang disebutkan oleh anak buah Chen Li. Kali ini pria itu meminta bawahannya untuk tidak menawar lagi. Dia merasa puas malam ini karena berhasil membuat Chen Li kehilangan uang sebanyak 15 miliar dolar.
Dari arah samping, Joa tersenyum ketika mengetahui rencana yang sudah diatur oleh Zack Lee. "Tidak bisa dipungkiri lagi. Ternyata dia adalah pria yang sangat cerdas," gumam Joa di dalam hati.
Chen Li berdiri lalu menyapa beberapa tamu undangan dengan wajah yang begitu sombong karena dia baru saja memenangkan mahkota yang tadi ia perebutkan bersama dengan Zack Lee. Pria itu masih belum sadar kalau ini semua adalah trik yang dibuat oleh Zack Lee.
Transaksi segera dimulai. Anak buat Chen Li mentransfer uang senilai 15 juta dolar ke rekening yang sudah ditentukan. Setelah itu mereka akan menerima mahkota yang tadi dilelang.
Tetapi tiba-tiba lampu menjadi padam. Namun dalam hitungan detik lampu itu kembali menyala. Mahkota yang seharusnya dipegang oleh Chen Li kini hilang entah ke mana.
"Dimana mahkotanya?" tanya Chen Li panik. Begitupun dengan anak buah Chen Li yang kini ada di sisinya. Mereka semua segera berpencar untuk menangkap seseorang yang sudah berhasil mencuri mahkota tersebut.
Joa dan Sherin masih duduk santai di bangku tamu. Mereka melihat ke arah Zack Lee yang kini memutuskan untuk meninggalkan gedung. Dari raut wajah Zack Lee, Joa sudah bisa menilai kalau hilangnya mahkota tersebut ada hubungannya dengan Zack Lee.
"Joa, kapan kita melakukan penyerangan? Kenapa dari tadi kita duduk saja di sini," protes Sherin kesal karena sejak tadi mereka tidak melakukan tindakan apapun. "Lalu di mana Quinn dan juga Dimitri? Kenapa sejak tadi mereka tidak juga masuk ke dalam."
Joa segera berdiri dan memegang tangan Sherin. "Ayo ikut aku. Sudah saatnya," ujar Joa.
Chen Li menggertakan giginya karena emosi. Pria itu semakin marah ketika tahu Zack Lee pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan ekspresi wajah yang begitu bahagia.
"Tangkap dia. Aku yakin dia dalang dari semua ini!" perintah Chen Li kepada anak buahnya.
Mereka semua segera mengejar Zack Lee dan juga anak buahnya. Chen Li yang tidak mau ketinggalan juga segera pergi meninggalkan tempat tersebut. Mereka tidak mau sampai kehilangan jejak Zack Lee begitu saja.
__ADS_1
"Kali ini aku akan benar-benar menghabisimu! umpat Chen Li di dalam hati.