
Audy memperhatikan pemandangan diluar melalui jendela. Saat ini dia tidak sedang memikirkan cara untuk kabur dari sana. Satu-satunya yang ia khawatirkan adalah keselamatan Xander. Bagaimanapun juga Aldo bukan orang biasa.
Dengan uang dia bisa membayar mata-mata untuk menyelidiki identitas Xander. Dan jika Aldo sampai tahu kalau Xander adalah pria yang dicintai Audy, entah seperti apa nasip pria itu nantinya.
"Kau belum tidur?"
Audy awalnya terlihat tenang mendengar suara Xander. Namun ketika dia sadar kalau sekarang dia berada di mansion Aldo, wanita itu langsung terperanjat kaget.
"Apa yang kau lakukan di sini? Bagaimana kalau ada yang melihat?" Audy segera menarik Xander dan menutup jendela rapat-rapat.
"Aku tidak bisa tidur. Aku ingin mendiskusikan cara kita untuk kabur. Bukankah itu solusi yang bagus?" tanya Xander tanpa beban sedikitpun.
"Tidak semudah itu. Justru ketika Aldo tidak ada di mansion ini, semakin banyak sniper yang mengawasiku," jawab Audy lemas.
__ADS_1
"Benarkah? Dimana? Aku tidak melihatnya." Xander ingin berdiri di depan jendela. Namun dengan cepat Audy menarik tangan pria itu dan memaksanya duduk.
"Jangan ceroboh! Mereka bisa saja menembakmu." Audy juga duduk di samping Xander. "Pergilah. Jangan membahayakan nyawamu seperti ini."
"Kau takut aku mati?" ledek Xander dengan senyuman dibibirnya.
Audy mendengus kesal. "Kau tidak memikirkan keluargamu? Mereka pasti akan menangis sepanjang hari ketika mendapatkan kabar kematianmu. Belum lagi mereka akan menyalahkanku dan mengatakan kalau aku ini wanita pembawa sial. Sedangkan kau? Kau sudah tidur dengan tenang di dalam kuburan!" ketus Audy kesal. "Boro-boro belain. Mau bangkit dari kubur aja nggak bisa!" Kali ini Audy benar-benar kesal karena Xander sama sekali tidak mau mendengarkan perkataannya.
"Menikah atau tidak itu adalah urusanku. Yang pasti aku tidak mau kau ada di sini!" sahut Audy.
"Audy, kenapa sekarang kau berubah pikiran? Bukankah waktu itu kau terus memaksaku untuk menikahimu? Bahkan kau rela jika nikah kontrak?" ketus Xander. "Oke, memang aku akui. Aku yang salah. Tapi aku menyesal sudah melakukan semua itu. Audy, maafkan aku."
Audy merasa tidak tega melihat Xander seperti sekarang. Sebenarnya dia sangat ingin menikah dengan Xander. Tapi, semua sudah terlambat. Dia sudah menghancurkan keluarga Leonzio. Bahkan sampai detik ini Leonzio belum tahu keberadaan adik kandungnya. Dia tidak mau menyusahkan hidup Leonzio lagi.
__ADS_1
Setelah menikah dengan Aldo, dia akan meminta Aldo untuk membantunya mencari adik kandung Leonzio yang ditukarkan dengannya saat masih bayi dulu. Audy merasa yakin kalau Aldo pasti bisa melakukannya. Meskipun dia tidak tahu pasti, kapan hatinya siap menikah dengan Aldo. Tapi untuk sekarang itulah rencana yang ada dipikiran Audy.
"Kenapa kau diam saja, Audy! Katakan sesuatu!" ketus Xander karena Audy tidak memberikan respon.
"Aku tidak marah. Aku juga sudah memaafkanmu. Hanya saja, aku tidak tahu keputusan apa yang harus aku ambil. Jika kau dan Aldo sampai bermusuhan, aku tidak bisa bayangkan berapa banyak nyawa yang harus dikorbankan," jawab Audy.
"Itu berarti kau setuju menikah dengannya?" Xander terlihat kecewa.
"Aku juga tidak siap menikah dengannya. Tapi, aku tidak mau bermusuhan dengannya!" Audy segera beranjak. "Xander, pergilah dari kamar ini. Aku tidak mau ada masalah baru. Aku ingin menenangkan pikiranku!" usir Audy tanpa memandang.
"Kau harus ingat satu hal Audy. Aku tidak akan pergi dari sini jika kau tidak ikut bersamaku." Xander segera pergi meninggalkan kamar tersebut. Audy memegang dadanya yang terasa sakit sambil memejamkan mata.
"Andai saja aku dan Aldo bisa bersahabat. Mungkin masalah ini akan segera menemukan solusinya," batin Audy di dalam hati.
__ADS_1