My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 153 Pertarungan


__ADS_3

Zack Lee ingin masuk ke dalam mobil tetapi anak buah Chen Li sudah mengepungnya. Mereka semua menodongkan senjata api. Tidak memberikan celah sedikitpun bagi Zack Lee untuk pergi meninggalkan lokasi tersebut.


Zack Lee sudah tahu hal ini akan terjadi. Dan memang inilah yang ia tunggu-tunggu. Pria itu melirik anak buahnya yang hanya berjumlah beberapa orang saja sebelum mencari keberadaan Chen Li.


"Serahkan padaku mahkotanya jika kau ingin pergi dari sini!"


Zack Lee mengukir senyuman tipis sebelum memandang Chen Li yang kini sudah ada di depannya. "Kau bukan hanya pria yang serakah. tetapi kau pria bodoh yang sangat tidak berguna!" hina Zack Lee.


Chen Li mengepal kuat tangannya. "Berani sekali kau bicara seperti itu! Apa Kau pikir aku tidak tahu kalau kau lah yang sudah mencuri mahkota itu dariku," ujar Chen Li. "Aku tahu bagaimana akal licikmu itu, Zack Lee!"


Meskipun sekarang mereka bermusuhan tetapi setidaknya mereka pernah bersahabat. Chen Li tahu betul kalau untuk mencuri, Zack Lee jagonya. Benda apapun yang ingin dia miliki, pasti akan dengan mudah dia dapatkan tanpa diketahui oleh pemiliknya.


"Apa kau memiliki bukti?" Zack Lee masih tetap tenang saat menghadapi Chen Li. Meskipun sebenarnya kini hatinya sudah tidak sabar untuk menghajar Chen Li habis-habisan. Tetapi Zack Lee tidak mau sampai gegabah.


"Aku tidak perlu bukti! Kali ini kau akan tewas di tanganku!" Chen Li maju lebih dulu untuk melakukan penyerangan.


Begitupun anak buah Chen Li yang saat itu ingin menyerang anak buah Zack Lee. Mereka semua sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Zack Lee sudah menyiapkan sebuah jebakan. Anak buah Zack Lee sudah bersembunyi di lokasi parkir. Dan sekarang adalah waktu yang tepat untuk mereka semua muncul dan melakukan perlawanan.


Melihat anak buah Zack Lee jauh lebih banyak dari anggota yang dia bawa, Chen Li segera mengirim kode bahaya ke pasukan Yakuza. Ternyata pria itu tidak bodoh. Sebelum pergi ke London dia meminta Yakuza agar ikut dengannya. Namun keberadaan mereka sangat rahasia hingga akhirnya Zack Lee sendiri tidak mengetahui hal itu.


Zack Lee segera memukul wajah Chen Li ketika pria itu sudah sangat dekat dengannya. Zack Lee saat itu berhasil menghindar. !amun pukulan kedua yang tidak disangka-sangka kembali meluncur hingga membuat rahang pria itu memar.


"Kau pria brengsek! Aku pasti akan menghabisimu malam ini!" ujar Zack Lee penuh dengan dendam.


Chen Li tidak mau diam saja. Dia segera memberi perlawanan. Kali ini Chen Li berencana untuk menendang perut Zack Lee dengan kaki. Satu tangannya sudah memegang belati yang sangat tajam. Jika ada kesempatan dia akan segera menancapkan benda berbahaya itu di tubuh Zack Lee.


Zack Lee kembali waspada. Dia menahan kaki Chen Li sebelum menariknya dan menyeretnya di tanah. Belatih yang sempat digenggam Chen Li hampir saja mendarat di tangan Zack Lee saat itu. Namun dengan cepat Zack Lee melepas kaki Chen Li.


Karena posisinya saat itu Chen Li sedang tergeletak di tanah, dengan mudahnya Zack Lee naik di atas tubuh pria itu lalu menghajarnya dengan kuat. "Ini untuk Peiyu! Berani sekali kau menyentuhnya!" umpat Zack Lee. Ini semua adalah momen yang sangat dia nanti sejak tadi.


Chen Li kaget bukan main. Dia sama sekali tidak menyangka kalau pada akhirnya Zack Lee mengetahui rahasia itu. Padahal tadinya Chen Li berniat untuk menyimpan rapat rahasia itu sejak Peiyu dinyatakan tewas.


"Apa yang kau katakan? Aku tidak pernah menyentuh Peiyu," ucap Chen Li membela diri.


Zack Lee mengangkat tangannya tinggi-tinggi sebelum menghajar wajah Chen Li. Bukan hanya sekali. Tetapi pria itu melakukannya hingga berulang kali sampai wajah Chen Li babak belur.


Anak buah Chen Li mulai panik melihat keadaan Chen Li. Namun mereka semua juga tidak bisa berbuat apa-apa karena kini posisinya anak buah Zack Lee juga sedang mengancam nyawa mereka.

__ADS_1


Di saat Zack Lee sedang asyik memberi perhitungan kepada Chen Li. Di saat itulah anggota Yakuza yang sempat dikabari oleh Chen Li muncul. Dengan pedang di tangan, mereka siap menghajar dan mengalahkan pasukan yang dimiliki oleh Zack Lee.


Zack Lee masih tidak peduli. Target pria itu saat ini adalah membuat Chen Li menderita. Dia ingin Chen Li merasakan apa yang pernah dirasakan oleh Peiyu.


"Seharusnya sejak awal aku sudah menghajarmu seperti ini. Semua ini karenamu. Peiyu mati karenamu, Chen Li!" teriak Zack Lee menyalahkan.


"Karena aku? Apa kau lupa kalau kau sendirilah yang sudah menembak Peiyu! Dia tewas dengan penuh rasa kecewa. Kau menelan tuduhan itu mentah-mentah tanpa mau menyelidiki kebenarannya. Peiyu tidak bersalah. Dia sengaja mengatakan semua itu Karena sudah tidak sanggup untuk hidup di dunia ini lagi. Dia wanita yang cukup sadar diri. Wanita seperti dia memang tidak pantas untuk hidup dan berkeliaran di muka bumi!" teriak Chen Li tanpa beban sedikitpun. Seolah-olah dia bangga sudah mengatakan kalimat seperti itu di depan Zack Lee.


Bug.


Zack Lee kembali mendaratkan pukulan di wajah Chen Li. Pria itu mengambil belatih miliknya karena ingin menyiksa Chen Li lebih kejam lagi. Akan tetapi, sebelum belatih itu mendarat sempurna. Tiba-tiba sebuah samurai sudah berada di depan leher Zack Lee. Pria itu hanya bisa mematung ketika menyadari kalau kini musuh sudah mengepungnya.


Chen Li tersenyum puas melihat kemunculan anggota Yakuza. Dia segera mendorong tubuh Zack Lee agar menyingkir dari tubuhnya. Bersamaan dengan itu Chen Li berdiri di hadapan Zack Lee.


"Dalam sekejap posisinya sudah terbalik. Sekarang kau bisa lihat sendiri siapa yang paling lemah di antara kita. Oh iya, tadi kau sempat membahas soal Peiyu. Biar aku ceritakan yang sebenarnya terjadi. Setidaknya nanti kau tidak akan mati penasaran!" Chen Li melipat kedua tangannya dan memandang Zack Lee dengan tatapan jijik. Bahkan pria itu kini memijak bahu Zack Lee dan memaksanya berlutut.


"Bukan hanya aku. Tapi Aigu juga sudah pernah menikmati tubuh kekasihmu itu. Bukankah itu artinya dia wanita yang sangat murahan? Zack Lee, kita tidak perlu bermusuhan hanya karena seorang wanita. Wanita seperti dia sangat muda untuk didapatkan!" Chen Li tertawa riang seolah ada yang lucu di sana. Pria itu semakin puas.


Zack Lee masih diam tanpa melakukan perlawanan sedikitpun. Pria itu memperhatikan satu persatu anak buahnya yang mulai gugur karena diserang para anggota Yakuza.


"Peiyu wanita yang sangat seksi. Ya, aku akui." Chen Li berjongkok di depan Zack Lee lalu memandang pria itu dengan senyuman kemenangan. "Dia sangat menggoda. Aku masih bisa mengingat jelas setiap inci tubuhnya yang mulus. Apa kau tahu bagaimana dia merintih ketika aku menidurinya? Suara itu masih terngiang di telingaku. Dia benar-benar wanita yang membuatku ketagihan."


Chen Li memandang tangan Zack Lee yang berdarah karena menggenggam samurai yang tajam. Anggota Yakuza yang tadi memegang samurai ingin merebut kembali samurai miliknya dan memberi pelajaran kepada Zack Lee. Akan tetapi dia tidak berhasil ketika ingin merebut samurai itu. Zack Lee menarik paksa samurai tersebut sampai telapak tangannya terkoyak lebar.


Setelah Zack Lee berhasil merebut samurai, Chen Li segera melangkah mundur. Pria itu mengeluarkan senjata api lalu menembak kaki Zack Lee. Hasilnya tetap sama. Zack Lee masih bisa berdiri tegak dan berjalan untuk mendekati Chen Li.


Chen Li tidak menyerah. Pria itu memberi tembakan lagi di tangan Zack Lee. Dia tidak mau sampai Zack Lee mendekatinya. Namun hasilnya tetap sama. Kini Zack Lee yang ada di hadapan Chen Li. Pria berjalan dengan sorot mata yang dipenuhi dengan dendam. Dia seperti robot yang tidak bisa merasakan sakit. Pria itu terus berjalan dengan tatapan yang tajam dengan samurai di tangannya.


Anggota Yakuza berdiri di depan Zack Lee untuk menghalangi pria itu. Mereka bertarung dengan menggunakan samurai. Tetapi dalam waktu singkat, mereka semua kalah. Kini Zack Lee kembali memandang Chen Li.


"Aku akan membunuhmu Chen Li. Malam ini kau harus mati ditanganku!" ujar Zack Lee. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk membunuh Chen Li.


Dari kejauhan, Joa, Sherin, Quinn dan Dimitri memandang pertarungan itu. Mereka belum mengambil tindakan apapun karena saat ini situasi masih dikuasai oleh Zack Lee. Rasanya keadaan ini sangat menguntungkan bagi mereka. Jika Zack Lee berhasil membunuh Chen Li, itu berarti mereka tidak perlu repot-repot mengotori tangan mereka untuk mengalahkan Chen Li.


"Joa, lihatlah dia. Aku bisa lihat dari cara dia menatap Chen Li. Pasti Chen Li pria yang jahat. Tatapannya dipenuhi dendam namun ada juga kesedihan," ucap Sherin.


Joa memandang ke depan lagi. Sebenarnya pria itu sudah tidak sabar untuk turun tangan dan membantu Zack Lee. Tapi kini di sana ada Dimitri. Mereka tidak bisa melakukan hal apapun tanpa perintah dari Dimitri.

__ADS_1


"Sayang, lihatlah. Apa mereka orang yang akan membantu Chen Li? Dia sudah kehabisan anggota. Apa mungkin dia bisa mengalahkan orang sebanyak itu?" tanya Quinn khawatir.


Dimitri memandang ke arah mobil yang baru saja tiba. Puluhan pria bersenjata turun dari mobil dan siap untuk menyerang Zack Lee. Sebagian dari mereka sudah melindungi Chen Li agar terlindung dari ancaman yang diberikan Zack Lee.


Chen Li segera pergi meninggalkan lokasi ketika anggota Yakuza berhasil melindunginya. Joa merasa tidak tenang melihat Chen Li kabur begitu saja. Bagaimanapun juga, target utama mereka malam ini adalah Chen Li.


"Bos, ijinkan saya mengejarnya," pinta Joa. Dimitri hanya menjawab dengan anggukan. Tanpa pikir panjang, Joa segera berlari menuju ke sepeda motor yang terparkir lalu mengejar mobil yang ditumpangi oleh Chen Li.


Dimitri mengambil sniper miliknya lalu membidik satu persatu musuh yang baru saja muncul. Satu persatu musuh berhasil dikalahkan oleh Dimitri.


Zack Lee merasa ada yang menolongnya secara sembunyi-sembunyi. Pria itu mencari ke segala arah sebelum melawan segerombolan orang yang kini menghalangi jalannya.


"Sekarang saatnya," ujar Dimitri. Dia memandang ke arah Quinn dan Sherin. "Berhati-hatilah."


Quinn mengangguk. Wanita itu memandang Nichole lalu mereka semua turun untuk menyerang. Sherin yang tidak mau ketinggalan juga segera melakukan perlawanan.


Zack Lee merasa aneh karena tiba-tiba Sherin dan yang lainnya muncul untuk menolongnya. Lagi-lagi pria itu memanfaatkan kesempatan yang ada agar bisa kabur dari sana.


Sherin mendengus kesal melihat Zack Lee kabur dengan mobil yang terparkir di sana. "Dasar pria tidak tahu terima kasih," umpat Sherin kesal.


Quinn mencari posisi yang aman sebelum menembak satu persatu musuh yang ada. Wanita itu dilindungi oleh Dimitri. Dia merasa senang karena setiap kali ada yang mendekatinya, musuhnya akan segera tewas sebelum berhasil menyentuhnya.


"Quinn, aku harus pergi. Aku ingin bersama Joa," ujar Sherin. Wanita itu pergi begitu saja meskipun Quinn belum memberi izin. Quinn ingin mencegah, namun saat ini dia juga dihadapkan musuh yang sangat banyak. Pada akhirnya wanita itu kembali fokus dengan lawannya agar tidak sampai celaka.


Chen Li melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Kali ini dia akan pergi sejauh mungkin untuk bersembunyi dari Zack Lee. Dia tahu kalau Zack Lee tidak akan mungkin membebaskannya. Dari cara Zack Lee memandangnya Chen Li sudah tahu kalau kali ini dia akan benar-benar kalah.


Chen Li mengernyitkan dahi melihat Joa mengejarnya di belakang. Meskipun tidak kenal dengan Joa dan tidak tahu apa tujuan Joa mengerjakannya. Akan tetapi Chen Li memilih tetap waspada. Pria itu menambah laju mobilnya agar Joa tidak berhasil mengejarnya.


Joa terlihat kesal ketika sepeda motor yang ia tumpangi tiba-tiba mesinnya mati. Pria itu segera berhenti lalu menendang sepeda motor itu dengan wajah geram. Bersamaan dengan itu, Zack Lee muncul. Pria itu berhenti di samping Joa.


"Masuklah," perintah Zack Lee. Tanpa pikir panjang, Joa segera masuk ke dalam mobil. Zack Lee memandang ke arah Joa sejenak sebelum menginjak gas mobilnya. Pria itu tidak mau sampai kehilangan jejak Chen Li.


Chen Li terus saja fokus dengan mobil yang kini dikemudikan oleh Zack Lee. Pria itu mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.


"Aku butuh pasukan yang lebih banyak lagi!" perintah Chen Li.


"Aku sudah mengirim mereka semua untuk membantumu. Apa belum cukup juga?" protes pria di telepon.

__ADS_1


"Sial!" umpat Chen Li. Pria itu memutuskan panggilan teleponnya sebelum memandang ke belakang lagi. "Tidak! Aku tidak boleh kalah. Aku harus mencari cara agar bisa lolos dari Zack Lee."


__ADS_2