
Leonzio tertawa setelah beberapa detik Joa tidak juga mengeluarkan suara. Pria itu lalu memerintahkan anak buahnya untuk memeriksa orang yang ada di dalam mobil yang tadi ditumpangi oleh Joa. Namun dengan cepat Jia menghentikannya. Satu tembakan ia lepas ke arah kaki lawan agar tidak ada satupun yang berani mendekati mobilnya dan mengusik keberadaan Sherin dan Xander di dalam sana.
"Kau cari mati!" ancam Leonzio. Pria itu marah melihat Joa menembak kaki anak buahnya.
"Bukankah negosiasi kita belum membuahkan hasil? Lalu kenapa Anda sudah mengambil keputusan secara sepihak?" Joa menurunkan senjata apinya dan memandang Leonzio dengan ekspresi wajah yang sangat tenang. "Aku tidak mungkin menikahinya karena aku akan menikah dengan wanita pilihanku. Aku melindunginya karena kasihan. Dia berkata kalau keluarganya tidak ada yang peduli dengan perasaannya. Dia tidak menyukai perjodohan ini! Jika perjodohan Ini dibatalkan, saya sendiri yang akan memaksa Audy untuk pulang."
"Perjodohan ini tidak akan mungkin pernah terjadi jika dia tidak membuat masalah. Audy sudah mengganggu putri dari salah satu pemimpin mafia yang sangat ditakuti. Karena ulah Audy, gadis berusia 17 tahun itu tewas karena bunuh diri. Sebelum tewas ia menuliskan sebuah pesan di selembar surat. Anda mau tahu isinya apa?
Dia meminta keluarganya untuk membunuh Audy. Membalas rasa sakit yang selama ini dia rasakan. Dengan kekuatanku yang sekarang mungkin aku bisa mengalahkan mereka demi melindungi adikku. Lalu apa yang terjadi jika pada akhirnya mereka tidak juga menyerah dan terus mengganggu keluarga kami.
Jadi aku putuskan untuk menjodohkan dia dengan seorang pria yang bisa melindunginya dari orang-orang yang mengincar nyawanya. Sebenarnya kalau dipikir-pikir lagi Audy tidak perlu menolak perjodohan ini. Dia tidak dijodohkan dengan pria tua atau memiliki istri. Aku tidak sembarangan memilih calon suami adikku. Tetapi nyatanya Audy pergi sebelum bertemu dengan pria pilihanku. Jika dalam waktu dekat ini Audy tidak juga kembali maka perjodohan ini akan berakhir."
__ADS_1
Joa mengangguk. "Itu masalah yang mudah. Kita tidak perlu menjodohkan Audy dengan pria pilihan anda. Saat ini tujuan utama kita hanya satu. Menghabisi orang yang mengincar nyawa Audy. Dengan begitu semua masalah akan selesai!" ucap Joa memberi solusi.
Leonzio seperti tertarik dengan tawaran Joa kali ini. Namun dia bukan tipe pria yang mudah percaya dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Apalagi Joa adalah orang yang asing di matanya.
"Apa jaminannya kalau anda akan membantu saya sampai akhir? Bagaimana kalau setelah saya membebaskan Anda, Justru Anda kabur dan tidak pernah kembali lagi. Kita semua tahu kalau sampai Anda kembali ke wilayah kekuasaan anda, maka saya tidak akan mudah untuk menangkap anda di sana," tanya Leonzio dengan serius.
"Kalau begitu kita selesaikan masalah ini sekarang juga. Saya akan tetap ada di sini. Tetapi izinkan dua orang yang kini ada di dalam mobil saya untuk pergi ke bandara." Joa tidak mau Sherin dan Xander terlibat dalam masalah ini.
Di dalam mobil, Sherin sudah tidak tenang melihat pemandangan di depan sana. Ingin sekali dia segera turun dan menolong Joa. Namun Xander terus mencegahnya sembari menghubungi pasukan White Snake yang ada di pesawat.
Memang Joa yang memerintahkan mereka untuk menunggu di pesawat. Zack Lee tidak mau terlalu banyak orang yang mengetahui tempat tinggalnya yang sekarang. Joa sendiri menghargai permintaan Zack Lee hingga hanya dia dan Xander yang menjemput Sherin.
__ADS_1
Joa masuk ke dalam mobil untuk memberitahu informasi tersebut. Sherin segera memegang tangan Joa seperti tidak mau ditinggal lagi.
"Ada apa? Siapa mereka?"
"Dia kakak Audy," jawab Joa. Dia memandang ke arah Xander. "Pergilah ke bandara bersama Sherin. Aku akan tetap di sini."
"TIDAK!" tolak Sherin mentah-mentah. "Jika kau di sini. Aku juga di sini!"
"Sherin, tapi ini terlalu berbahaya," bujuk Joa.
"Tidak, Joa. Aku tetap di sini!" Sherin tiba-tiba turun dari mobil.
__ADS_1
"Sherin!" teriak Xander. Dua pria itu segera turun dari mobil.