My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 196 Butuh Pahlawan


__ADS_3

Xander membuka kedua matanya secara perlahan. Sejenak dia termenung sembari menahan rasa sakit disekujur tubuhnya. Pria itu kembali mengingat apa yang terjadi. Terutama ketika Audy menawarkan diri di depan Aldo.


Ada senyum terpaksa dibibir Xander. Pria itu kecewa dan sakit hati. Dia lebih memilih mati daripada Audy harus mengorbankan dirinya seperti itu.


Pintu penjara terbuka lebar hingga cahaya sedikit masuk ke dalam. Xander kembali memejamkan mata agar seseorang yang datang tidak tahu kalau sebenarnya dia sudah sadar.


"Kita harus mengeluarkan pria ini. Bos Aldo bilang dia sudah tidak berguna lagi di sini," ucap salah satu pria.


Xander semakin lemas mendengarnya. Jika Aldo sudah meminta anak buahnya untuk membebaskan Xander. Itu berarti dia dan Audy sudah ....


Rasanya Xander ingin sekali berteriak. Namun dia tidak memiliki kekuatan lagi. Pria itu tetap pasrah ketika dua pria bersenjata membuka rantai yang mengikat kaki dan tangannya. Rasanya percuma saja dia menyerang lagi. Toh, dia pasti akan kalah. Kali ini Xander berpikir lebih cerdas agar berhasil membawa Audy pergi dari sana.


Ketika ikatan pada kaki dan tangan Xander terlepas, pria itu di seret dengan kasar. Tubuh Xander semakin remuk rasanya. Dia diperlakukan seperti binatang. Namun Xander masih berusaha tenang dan pura-pura tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Melihat wajah Bos Aldo seperti tadi, aku sangat takut. Selama bekerja dengannya, aku tidak pernah melihat dia semarah ini. Selama ini Bos Aldo selalu tenang menghadapi masalah apapun," ucap salah satu pria.


"Kau benar. Ini semua karena seorang wanita. Tapi sepertinya sebentar lagi Bos Aldo dan wanita itu akan menikah. Kau lihat saja tadi, bahkan wanita itu sudah mau berduaan dengan Bos Aldo. Kalau saja sejak awal wanita itu tidak cari masalah, mungkin semua ini tidak akan terjadi," sahut rekannya.


Xander seperti ingin memberontak mendengarnya. "Audy, kenapa kau tega melakukan semua ini? Apa benar sekarang kau sudah menjadi milik pria lain? Tapi, bagaimanapun keadaanmu. Aku akan tetap menerimamu. Aku mencintaimu Audy. Aku mencintaimu," batin Xander.


Sebuah mobil sudah menunggu Xander dan dua pria yang membawanya. Xander dimasukkan ke dalam bagasi mobil lalu mobil itu berjalan cepat meninggalkan mansion melalui pintu belakang. Sepertinya kali ini Aldo tidak mau sampai Xander membuat masalah lagi. Sampai-sampai Xander tidak diperbolehkan lewat gerbang depan.


Xander tergeletak dengan posisi telungkup. Melihat Xander tidak memberi reaksi sedikitpun, anak buah Aldo segera pergi meninggalkannya.


Setelah lokasi tersebut sunyi, Xander membuka kedua matanya dan mulai menggerakkan seluruh tubuhnya. Perlahan Xander duduk dengan tangan yang menopang tubuh. Saat ingin berdiri, ternyata dia merasakan seluruh tulang dalam tubuhnya remuk. Hancur seperti sudah tidak sanggup untuk menyokong tubuhnya agar berdiri.


"Apa yang sudah mereka lakukan? Kenapa aku tidak bisa bergerak seperti ini," umpat Xander. Dia merogoh saku celananya. Sayangnya ponselnya sudah hilang entah kemana. Pria itu memandang kegelapan malam dengan pikiran yang sangat kacau. Hingga pada akhirnya.

__ADS_1


"AAARGGHHH!" Xander berteriak sekeras-kerasnya. Seumur hidupnya, inilah penderitaan yang terasa begitu berat.


"****! ****!" umpatnya lagi. Xander memukul tanah dengan penuh amarah. "Aku pasti akan membalasmu. Aku akan membuatmu menyesal Aldo!"


Dari kejauhan, ada sebuah mobil yang akan melewati jalan tersebut. Karena posisi Xander sedikit menjauh dari jalan lintas, mau tidak mau pria itu merangkak menuju ke jalan. Dia harus mencari bantuan untuk bisa bebas dari sana.


Sisa tenaga yang dimiliki Xandar dia keluarkan sampai akhir dia berhasil berada di tengah jalan. Mobil itu melaju dengan sangat cepat. Xander khawatir justru aksinya ini akan menjadi aksi bunuh diri. Sampai sorot lampu mobil semakin dekat dan Xander mulai panik.


Saat jarak sisa beberapa meter lagi, mobil itu berhenti. Seseorang keluar dari mobil seperti ingin memaki Xander karena sudah menghalangi jalannya.


Xander masih belum bisa melihat jelas wajah pengemudi mobil tersebut. Sorot lampu yang begitu terang membuat penglihatannya terganggu.


"Tuan Xander? Kenapa anda bisa ada di sini?"

__ADS_1


__ADS_2