My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 127 Terbebas


__ADS_3

Joa sama sekali tidak keberatan ketika membalas uluran tangan pria di depannya. "Saya Joa. Senang bertemu dengan anda," jawab Joa dengan sopan. Dia tidak tahu senjata apa yang mereka miliki.


Untuk mencari aman kali ini Joa berusaha mengatur egonya. Tidak selamanya pertarungan bisa menyelesaikan masalah. Apa lagi sekarang ada Sherin yang harus dilindungi oleh Joa.


"Tuan Joa?" Zack Lee mengangguk. Lalu dia memandang ke arah Sherin dan mengulurkan tangannya. "Lalu, siapa nama anda Nona?"


Sherin melirik ke arah Joa. Wanita itu segera berjabat tangan dengan Zack Lee. "Saya Sherin," jawab Sherin dengan suara pelan.


Tiba-tiba saja Zack Lee menarik Sherin dan melakukan gerakan berputar yang sangat cepat. Joa yang memang sejak tadi waspada segera menarik Sherin kembali. Hingga akhirnya Zack Lee kalah dan melepaskan tangan Sherin dari genggamannya.


"Hahahaha!" Zack Lee tertawa kencang. Dia mengambil sebatang rokok lalu menghidupkannya. "Anda pria yang hebat, Tuan Joa. Maafkan saya karena sudah membuat anda marah. Nona Sherin sangat mirip dengan tunangan saya. Namanya Peiyu. Dia sudah meninggal."


Zack Lee memandang pria bertato yang tadi bertarung dengan Joa. "Aigu, bawa tamu kita ke vila. Sepertinya mereka kelaparan dan butuh tempat berteduh!" perintah Zack Lee.


"Tidak, Tuan. Saya hanya butuh sebuah kapal. Saya tidak mau merepotkan anda." Joa berusaha untuk menghindari pertengkaran selanjutnya. Dia juga tidak mau sampai terjebak jika nanti menuruti permintaan Zack Lee.


"Secepat itu? Mungkin saja ada bisnis yang bisa kita bicarakan," ujar Zack Lee tidak setuju.


"Tidak, Tuan," tolak Joa lagi. "Saya hanya ingin membawa Sherin ke rumah. Dia sudah cukup ketakutan selama ini." Joa terpaksa menggunakan Sherin dalam negosiasinya. Entah kenapa dia merasa kalau Zack Lee akan luluh.


Zack Lee memandang ke arah Sherin lagi. Tatapan pria itu terlihat jelas seperti tatapan seorang pria yang sedang merindu. Dia seperti tidak tega untuk melukainya. "Baiklah. Hanya sebuah kapal, bukan?"


Aigu terlihat tidak suka. "Bos, kenapa anda membebaskan mereka? Bagaimana kalau mereka mengkhianati kita?"


"Anda tenang saja, Tuan Aigu. Saya tidak akan pernah membahas tempat ini kepada siapapun. Privasi anda akan aman," ujar Joa.

__ADS_1


"Aigu, kau dengar sendiri bukan? Tuan Joa ini pria yang baik." Zack Lee mengukir senyuman.


Aigu tidak bisa berbuat banyak. Ia segera menyiapkan kapal yang diminta oleh Joa. Setelah itu Berdiri di samping Zack Lee sambil menatap tajam ke arah Joa.


"Terima kasih, Tuan. Saya tidak akan pernah melupakan kebaikan anda," ucap Joa.


Zack Lee hanya tersenyum saja. Dia lagi-lagi memandang ke arah Sherin. "Nona Sherin, saya harap di lain waktu kita bertemu lagi."


Joa tidak mau ambil pusing. Dia ingin segera masuk ke kapal dan pergi meninggalkan pulau itu. Tangannya menggenggam tangan Sherin dengan kuat. Dia tidak mau sampai Sherin terlepas.


Sherin hanya diam saja. Dia mengikuti Joa yang kini membawanya menuju ke kapal. Sebelum naik Sherin sempat menahan langkah kakinya dan memandang wajah Zack Lee lagi. "Entah kenapa aku merasa ini bukan akhir dari segalanya," gumam Sherin di dalam hati.


...***...


"Joa, kau yakin kalau mereka tidak sedang menjebak kita? Bagaimana kalau di kapal ini ada bom dan akan meledak sebentar lagi?" tanya Sherin sambil memandang Joa.


"Itu semua tidak akan pernah mungkin terjadi," jawab Joa tanpa memandang.


"Tidak mungkin kau bilang? Bukankah mereka semua adalah orang jahat. Alasan apa yang sudah membuat mereka berubah pikiran dan membebaskan kita? Joa, kau ini kan pria hebat. Kenapa mudah sekali tertipu. Ayo kita lompat saja dari kapal ini sebelum ada jebakan yang akhirnya akan mencelakai kita berdua." Wajah Sherin terlihat panik. Wanita itu lagi-lagi merangkul lengan Joa dan memaksanya untuk segera meninggalkan kapal.


Kali ini Joa memandang ke arah Sherin yang sudah berdiri di sampingnya. "Pria tadi tidak akan mungkin mencelakaimu."


"Tidak akan mungkin mencelakaiku?" tanya Sherin sambil menunjuk wajahnya sendiri. "Tapi kenapa? Bukankah aku dan dia tidak saling kenal. Untuk apa dia melindungi nyawaku?"


"Karena kau mengingatkannya pada kekasihnya yang sudah lama pergi," jawab Joa sebelum kembali fokus kepada laju kapalnya. "Yang aku khawatirkan bukan saat ini. Tetapi setelah kita tiba di kota nanti. Dari tatapan pria itu menunjukkan kalau dia tidak akan pernah mau melepaskanmu begitu saja. Aku tidak pernah mengkhawatirkan nyawaku, yang aku takutkan kau pergi diambil oleh orang lain," batin Joa di dalam hati.

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya Joa dan Sherin tiba di pelabuhan. Mereka berdua sangat bahagia ketika melihat Robin dan Nichole sudah ada di dermaga tersebut. Mereka bersiap-siap untuk naik ke kapal dan mencari keberadaan Joa dan Sherin. Tidak hanya dua pria itu saja, tetapi pasukan White Snake juga sudah ada di sana dengan senjata lengkap yang mereka miliki.


"Joa! Kau benar-benar gila!" umpat Robin kesal. Pria itu memeluk Joa karena bahagia. Dia tidak lupa untuk memukul Joa karena kesal. "Apa yang sudah terjadi? Jangan bilang kalian baru saja bersenang-senang."


"Tidak seperti itu. Justru tadi kami-"


"Aku tahu kalian pasti datang. Tapi sekarang tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi. Kami baik-baik saja. Ayo kita pergi dari tempat ini." Joa segera memotong perkataan Sherin karena dia tidak mau sampai Robin dan yang lainnya tahu akan masalah yang baru saja mereka hadapi.


Sherin kembali diam. Dia tahu kalau Joa tidak suka jika dia cerita. Wanita itu memandang ke arah Nichole. "Apa Quinn yang memberi tahu kalian?"


"Ya, Kak." Nichole segera mengeluarkan ponselnya. "Sebaiknya sekarang Kak Sherin segera menghubungi Kak Quinn dan yang lainnya agar mereka semua tidak khawatir lagi."


"Nichole, terima kasih. Memang benda ini yang aku butuhkan sekarang karena aku ingin memberitahu Tante Viana akan keberadaanku. Dia pasti sangat khawatir terutama Kak Xander." Sherin segera mengambil ponsel yang ditawarkan oleh Nichole dan melangkah menjauh dari mereka semua.


Joa memperhatikan Sherin dengan begitu serius. Robin mulai merasa curiga karena dia tahu kalau kini ada sesuatu yang sengaja disembunyikan oleh Joa darinya.


"Apa sekarang kau dalam bahaya?" tanya Robin yang saat itu berusaha menyelidiki agar Joa mau menceritakan yang sebenarnya terjadi.


"Tidak. Aku baik-baik saja. Ayo kita pulang. Kepalaku sudah pusing mengurus wanita itu," ucap Joa. Pria itu segera melangkah menuju mobil.


Sedangkan Robin hanya geleng-geleng kepala saja sebelum menghampiri Sherin dan mengajaknya untuk segera pergi dari sana.


Dari kejauhan seorang pria sejak tadi mengamati Joa dan yang lainnya. Pria itu juga mengambil foto lokasi tersebut terutama wajah Sherin lalu mengirimkannya kepada Zack Lee


"Bos, aku tidak tahu siapa mereka. Tetapi sepertinya mereka bukan orang biasa!" ketik pria itu sebelum dikirimkan ke ponsel Zack Lee.

__ADS_1


__ADS_2