
Melihat Zack Lee dalam bahaya, membuat Joa segera turun dari mobil. Pria itu juga membawa senjata api. Sherin yang tidak mau ketinggalan juga turun dari mobil. Mereka sama-sama berjalan menghampiri Zack Lee dan pasukannya.
"Apa yang akan kita lakukan? Apa kita akan bertarung untuk menyelamatkan dia? Kau yakin?" Sherin masih berusaha untuk memperingati Joa.
"Bagaimanapun juga dia yang sudah menyelamatkan kita keluar dari pulau. Entah dia baik atau jahat kita tidak perlu memikirkannya. Sekarang ada musuh di depan mata dan kita harus segera menghabisinya." Joa menatap ke arah Sherin yang masih terlihat bingung. "Apakah kau masih belum sadar juga. Sekarang siapa yang kita hadapi?" Wajah Joa semakin serius hingga membuat Sherin berpikir keras.
"Aku tidak tahu." Sherin menggeleng kepalanya karena memang dia tidak tahu.
"Sudah ku duga. Mereka adalah orang-orang terpilih yang dikirim oleh pemimpin Yakuza. Sepertinya kali ini kau dan Zack Lee memiliki musuh yang sama. Jadi tidak ada salahnya kita memanfaatkan kesempatan ini untuk bekerja sama dengan Zack Lee agar bisa menyingkirkan para Yakuza itu. Karena cepat atau lambat mereka juga akan kembali datang untuk menangkapmu."
Sherin tidak bisa banyak bicara lagi. Ketika Joa melangkah, dia juga ikut melangkah. Senjata api segera ia angkat ke atas. Kali ini dia tidak mau menembak sembarangan karena jika sampai salah sasaran justru anak buah Zack Lee yang akan tewas. Ditambah lagi semua pria yang ada di hadapannya hampir rata-rata menggunakan jaket hitam. Sherin benar-benar pusing untuk membedakan mana pasukan Yakuza dan mana anak buah Zack Lee.
Zack Lee membalas pukulan seseorang yang baru saja menendang perutnya. Pria itu terlihat sangat bersemangat ketika membalas pukulan musuh. Sesekali ia memandang ke arah Joa yang sudah bertarung. Sebelum akhirnya tatapan Zack Lee terhenti kepada Sherin yang hanya berdiri mematung tanpa melakukan apapun.
__ADS_1
"Apa yang dia lakukan? Ternyata dia bukan hanya menyebalkan tetapi juga sangat bodoh! Apa dia sedang mengantar nyawanya?" umpat Zack Lee di dalam hati. Pria itu sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya Sherin jago bela diri.
Seorang pria yang saat itu memegang sebuah belati di tangannya segera berlari menghampiri Sherin. Zack Lee terlihat semakin khawatir. Ditambah lagi kini posisinya sangat sulit untuk keluar dari lingkaran musuh. Berbeda dengan Joa yang justru tertarik untuk melihat kemampuan Sherin. Meskipun ada sedikit rasa khawatir di hatinya. Tetapi dia lebih memilih untuk membiarkan Sherin mengasah kemampuannya sendiri.
"Ternyata aku tidak diperbolehkan untuk diam saja sebagai penonton. Baiklah aku juga sudah lama tidak berolahraga. Ini waktu yang tepat untuk mengeluarkan keringat." Sherin mengambil posisi sebelum menghajar musuhnya lebih dulu. Gerakan Sherin yang sangat cepat membuat Zack Lee tertegun. Pria itu masih tidak menyangka dengan apa yang dia lihat.
"Peiyu?"
Gaya bertarung Sherin memang kembali mengingatkan Zack Lee terhadap Peiyu. Pria itu kini tidak lagi fokus dengan pertarungannya. Di waktu yang bersamaan seorang pria muncul dengan balok kayu di tangannya. Tanpa menunggu lama pria itu mengayunkan balok kayu yang ia genggam lalu menghantamkannya ke tubuh Zack Lee.
Ketika pukulan berikutnya ingin dilayangkan kembali, Joa segera berlari dan menghantam pria itu. Dengan mudahnya Joa merebut balok kayu yang sempat digenggam dan menggunakan benda keras tersebut sebagai senjata.
Sherin masih tetap fokus dengan pertarungannya sendiri. Bahkan wanita itu tidak tahu kalau kini Zack Lee terluka parah. Posisi Sherin sedikit menjauh dari posisi Joa dan Zack Lee saat itu.
__ADS_1
"Sepertinya kami tidak perlu susah-susah mencari anda, Nona. Apa anda memang sedang menyerahkan diri?" ledek seorang pria sembari memperhatikan Sherin dengan tatapan penuh dendam.
"Aku tidak pernah bersembunyi. Kalian saja yang bodoh! Menangkap satu wanita saja tidak beres!" ledek Sherin gantian. Wanita itu merasa puas meskipun dia tidak tahu bagaimana nasipnya saat ini.
Pria yang ada di depan Sherin mulai geram. Dia segera berlari menghampiri Sherin karena ingin memukul wanita itu. Tetapi dengan cepatnya Sherin menjatuhkan tubuhnya ke belakang saat pisau yang digenggam pria itu hampir menusuk dadanya.
Sherin segera berdiri dan menghajar pria itu. Dia memegang tangan musuhnya lalu memelintirnya ke belakang hingga belati yang sempat dipegang musuh terlepas. Sayangnya Sherin tidak berhasil menandingi kekuatan pria itu. Dengan mudahnya pria itu mengangkat tubuh Sherin ke udara lalu membantingnya dengan begitu kejam.
"Kenapa kau diam saja! Tidak bisakah kau menolongnya!" teriak Zack Lee. Pria itu kini sangat khawatir dengan keadaan Sherin. Sedangkan Joa hanya berdiri sembari memperhatikan Sherin dari kejauhan. Dia ingin tahu, sampai dimana kemampuan Sherin.
Sherin tertawa sambil berbaring. Saat pria itu ingin menusukkan belatih tersebut ke perut Sherin, Sherin segera memutar tubuhnya dan menahan tangan pria itu. Satu tendangan dilayangkan Sherin ke bagian vital pria tersebut.
Saat pria itu merintih kesakitan, di saat itulah Sherin menggunakan senjata apinya. Satu tembakan didaratkan Sherin ke kepala musuhnya. Tidak hanya satu tembakan. Sherin memberi musuhnya beberapa peluru panas lagi karena terlalu geram. Dia ingin memastikan kalau musuhnya benar-benar tewas saat itu.
__ADS_1
Joa tersenyum melihat aksi Sherin. "Dia wanitaku!" puji Joa.