
Sherin dan Peiyu baru saja selesai makan siang. Di meja makan itu tidak terlihat keberadaan Zack Lee. Pria itu pergi entah kemana dan sampai sekarang belum kembali. Peiyu sendiri tidak terlalu khawatir karena memang sejak dulu seperti itulah kehidupan Zack Lee. Peiyu sendiri memang sering ditinggal hingga akhirnya dia terbiasa.
Sherin yang sejak tadi belum juga menyelesaikan makan siangnya membuat Peiyu bingung. Wanita itu kembali mencicipi masakannya untuk memastikan kalau lauk yang ia masak enak.
"Ada apa? Apa kau mau makan yang lain?" tawar Peiyu.
Sherin mengangguk tidak bersemangat. "Dimana Joa? Kenapa dia tidak juga datang untuk menjemputku?"
"Dia masih di jalan. Sebentar lagi juga akan kembali. Bersabarlah," sahut Peiyu sembari meneguk segelas air putih.
"Peiyu, apa kau tidak merindukan Zack Lee?"
"Uhuk uhuk!" Peiyu sampai tersedak mendengar pertanyaan Sherin barusan. "Kenapa aku harus merindukannya?"
"Dia tidak ada di sini untuk makan siang bersama kita," jawab Sherin dengan wajah yang serius. Karena seperti itulah yang dirasakan Sherin setelah dia jatuh cinta sama Joa. Sedetik saja berpisah dari Joa rasanya seperti bertahun-tahun.
"Sherin, aku percaya dia mencintaiku dan dia pria yang setia. Meskipun sekarang dia tidak ada di sini. Tapi aku yakin dia akan menjaga hatinya," jawab Peiyu dengan senyuman.
"Ya, kau benar. Sepertinya aku saja yang terlalu berlebihan." Sherin berusaha memasukkan makanan ke dalam mulutnya. Akan tetapi ada lagi yang ingin dia tanyakan ke Peiyu. "Peiyu, mulai sekarang lebih baik buat sebuah kesibukan agar kau tidak merasa kesepian."
"Terima kasih Sherin. Kau sangat perhatian padaku. Aku akan berjualan di toko roti. Toko roti itu milikku," jawab Peiyu dengan penuh semangat.
"Benarkah? Apa kau bisa membuat roti? kenapa tidak membuatkannya untukku?" Sherin memajukan bibirnya.
Peiyu segera menggenggam tangan Sherin. "Nanti saat Joa tiba di sini. Menginaplah beberapa hari lagi agar kalian bisa datang di peresmian toko rotiku."
"Tapi aku dan Joa mau menikah," jawab Sherin. Dia sangat sedih karena tidak bisa menghadiri acara peresmian toko roti milik Peiyu.
"Kau benar. Kau dan Joa akan segera menikah. Kalau begitu datang lagi ke sini saat kalian sudah menikah. Bagaimana? Nanti akan aku carikan tempat bulan madu yang bagus," tawar Peiyu.
Sherin mengangguk sambil tersenyum. "Ide yang bagus. Tapi Peiyu, apa benar kau dan Zack Lee tidak bisa datang ke pesta pernikahan kami?"
__ADS_1
"Kau tahu sendiri niat awal kami menetap di sini untuk bersembunyi. Jika kami sering-sering muncul, nanti musuh bisa mengetahui keberadaan kami. Itu berarti hidup kami tidak akan pernah tenang." Peiyu berusaha menjelaskan berharap Sherin mau mengerti.
Saat ingin mengeluarkan kata lagi, tiba-tiba mereka melihat Zack Lee yang baru saja tiba. Pria itu membawa beberapa macam buah-buahan hingga membuat Peiyu tersenyum melihatnya.
"Habis panen di ladang ya?" ledek wanita itu.
Zack Lee tersenyum mendengarnya. Pria itu meletakkan buah yang ia bawa sebelum memeluk Peiyu dan mengecupnya. "Maafkan aku karena pulang terlambat. Tadi ada tetangga kita yang mengajakku untuk memanen buah-buahan ini. Aku tidak mungkin menolaknya."
"Benarkah?" Peiyu memandang buah yang ada di meja. "Buahnya sangat banyak. Apa mereka tidak tahu kalau kau ini bos mafia? Berani sekali mereka mengajakmu memanen buah."
Zack Lee menaikan satu alisnya. "Kau meledekku, sayang?"
Peiyu tertawa setelahnya. Dia mengambil tisu lalu membersihkan keringat yang ada di dahi Zack Lee. "Kau pasti kelelahan. Sekarang cepat mandi. Akan aku siapkan makan siang untukmu?"
Zack Lee mengecup bibir Peiyu sebelum berjalan ke kamar. Pria itu bahkan tidak menyapa Sherin sama sekali.
"Apa kau mau makan buah, Sherin?" tawar Peiyu sembari mengeluarkan buah yang di bawa Zack Lee dari kantung plastiknya.
"Apa dia marah padaku?" batin Peiyu.
...***...
Sherin duduk di tepi pantai sembari memandang lautan lepas yang ada dihadapannya. Berulang kali wanita itu melempar cangkang kerang yang ia temukan di pasir ke laut. Dia bosan, dia kesal, dia marah karena Joa tidak juga tiba.
"Bisa-bisanya mereka bermesraan di hadapanku. Apa mereka tidak tahu kalau sebenarnya aku ini sangat merindukan Joa. Mereka membuatku iri saja."
"Sherin."
Sherin memutar tubuhnya ketika seseorang memanggil namanya. Wanita itu melebarkan kedua matanya melihat Xander dan Joa sudah berdiri di sana.
"Kakak? Joa?" Sherin segera berdiri dan berlari menghampiri dua pria yang sangat dia rindukan itu. Orang yang pertama kali dipelihara Sherin adalah Xander. Dia memang sangat merindukan Xander.
__ADS_1
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Xander khawatir.
Sherin mengangguk. Wanita itu melepaskan pelukannya lalu memandang ke arah Joa tanpa melakukan apapun. "Kau lama sekali!"
Joa diam sejenak sebelum menarik Sherin dan memeluknya. "Ini karena Zack Lee. Dia mengerjai kami!"
"Benarkah?" tanya Sherin tidak percaya.
"Kalian sudah tiba?" Zack Lee dan Peiyu muncul bersama-sama. Pria tangguh itu memeluk pinggang Peiyu dengan mesra sembari menahan tawa melihat Xander dan Joa.
"Kau bilang kalian ada di Kota Perugia! Kenapa sekarang ada di Roma?" ketus Joa kesal.
"Apa ini bukan di Perugia?" tanya Sherin dengan wajah polosnya.
"Di Perugia tidak ada pantai. Apa kau tidak menyadarinya sejak awal Sherin?" tanya Xander dengan serius.
"Benarkah?" sahut Sherin dengan wajah polosnya. Dia benar-benar tidak tahu dimana sekarang dia berada. Yang Sherin ingat, saat turun dari pesawat mereka naik mobil. Saat itu Sherin tertidur karena lelah sebelum akhirnya mereka tiba di tempat mereka yang sekarang.
"Itu trik kecil untuk memastikan musuh tidak mengikuti kalian, Joa. Aku tidak mau kediamanku ini diketahui oleh orang lain," sahut Zack Lee apa adanya. "Tapi sekarang kalian sudah tiba di sini dengan selamat. Sepertinya tidak ada masalah lagi."
"Ayo masuk. Aku akan buatkan minum," gawat Peiyu.
"Zack Lee, terima kasih atas kebaikan kalian. Aku sangat berterima kasih karena kalian sudah melindungi Sherin dan Mr. Zeno. Tapi sekarang kami harus pulang. Pesta pernikahan sudah dekat. Kami tidak bisa mengulur waktu lagi," ucap Joa.
Zack Lee mengangguk. Dia juga tidak bisa memaksa Joa lebih lama lagi di sana. "Selamat berbahagia Joa!"
Joa mengulurkan tangannya. "Terima kasih, Zack Lee!"
Dari kejauhan, seorang pria mengamati mereka dengan serius. Satu pria yang duduk di balik kemudi terlihat siaga.
"Apa kau tidak salah lihat? Apa benar dia pria yang sudah melindungi Nona Audy? Lalu kenapa dia ada di sini?" tanya si supir tidak percaya.
__ADS_1
"Aku yakin itu dia. Kami sempat bertatap muka. Sekarang ayo kita pergi temuin Bos!" sahut rekannya. Mereka pun segera pergi meninggalkan lokasi tersebut.