My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 164 Wanita Misterius


__ADS_3

Xander hari ini terlihat tidak bersemangat karena sopir pribadi yang bisa mengantarnya berpergian tiba-tiba harus jatuh sakit. Di waktu yang sangat mepet dia tidak bisa mencari sopir baru. Tadinya Xander sempat memiliki pemikiran untuk meminta Joa agar mengirim anak buahnya untuk dijadikan sopir. Akan tetapi Xander telah memiliki jadwal dengan klien penting pagi ini dan dia tidak boleh datang terlambat.


Setibanya di restoran, Xander berjalan dengan sangat cepat menuju ke dalam. Hingga akhirnya pria itu menabrak seorang wanita dan membuat semua barang yang dibawa wanita itu berserakan di jalanan.


"Maafkan saya," ucap Xander. Pria itu segera berjongkok dan membantu wanita itu untuk membereskan semua barang-barang yang berserak.


"Tuan, lain kali berjalanlah dengan hati-hati. Lihatlah semua berkas yang saya bawa kotor. Atasan saya pasti akan marah pada saya," ucap wanita itu dengan wajah yang sangat sedih.


Xander segera berdiri ketika susunan berkas itu telah ada di tangan wanita yang tadi ia tabrak. "Maafkan Aku. Aku bisa membantumu untuk menjelaskan kejadian ini kepada atasanmu bila perlu."


Wanita itu menggeleng. Ia memandang ke arah Xander lalu tersenyum. "Anda do'akan saja semoga saya tetap bisa bekerja." Wanita itu segera masuk ke dalam restoran yang sama dengan Xander.


Sambil melirik jam di pergelangan tangannya. Melihat waktu sudah sangat mepet membuatnya kembali berlari masuk ke dalam.


Xander mencari kursi yang sudah ia pesan. Di sana ia melihat sekretaris pribadinya sudah berbincang-bincang dengan seorang wanita. Xander segera berjalan menuju ke meja tersebut.


Sekretaris pribadi Xander menunduk hormat ketika melihat sandal sudah ada di sana. "Tuan, ini adalah Nona Elin. Beliau tertarik dengan penawaran yang kita berikan," ucap sekretaris pribadi Xander.


Xander mengulurkan tangannya untuk menyapa Nona Elin. Tatapan pria itu terhenti kepada wanita yang kini berdiri di samping Nona Elin. Wanita itu adalah wanita yang ia tabrak di depan tadi. Xander melirik berkas yang sudah tersusun rapi di atas meja. Pria itu tersenyum sebelum duduk di kursi.


"Tuan, sebelumnya saya ingin minta maaf kepada Anda. Tadi tanpa sengaja sekretaris pribadi saya terjatuh hingga akhirnya semua berkas ini menjadi kotor. Jika Anda tidak berkenan kita bisa mengatur ulang jadwal kerja sama ini," ucap Nona Elin dengan wajah yang sangat khawatir. Tawaran yang diberikan Xander sangat menguntungkan bagi perusahaannya. Dia tidak mau sampai gagal.


"Nona Elin, Anda tidak perlu khawatir. Saya bisa memakluminya," ucap Xander tanpa mau mengakui kalau sebenarnya dia yang sudah menabrak wanita itu tadi.


Sekretaris Nona Elin segera menjelaskan keuntungan yang nantinya akan didapatkan oleh perusahaan Sanders jika perusahaan mereka bekerja sama.


Dari penjelasan wanita itu Xander sama sekali tidak tertarik. Entah kenapa tiba-tiba ia memiliki firasat kalau jika bekerja sama dengan perusahaan Nona Elin itu hanya akan membuat perusahaannya menjadi rugi. Tetapi Xander kembali melirik sekretaris pribadi Nona Elin. Ia takut jika wanita itu mendapat masalah jika hari ini dia sampai menolak kerjasamanya bersama dengan Nona Elin.


"Bagaimana Tuan? Apakah Anda tertarik dengan penawaran yang kami berikan?" tanya Nona Elin dengan penuh harap.


"Di sini Anda mengajak saya untuk bekerjasama selama 1 tahun. Tetapi saya tidak bisa melakukan kontrak kerja dalam waktu yang begitu lama. Saya ingin kita bekerja sama selama 6 bulan saja dan jika itu menguntungkan bagi saya, saya sendiri yang akan memperpanjang kontraknya. bagaimana?" tawar Xander.


Nona Elin terlihat sedih karena dia berharap besar kalau sandar akan menerima tawaran kerjasamanya selama 1 tahun. Segala keuntungan sudah diperhitungkan oleh Nona Elin. Dan jika mereka hanya kerjasama selama 6 bulan saja maka Nona tidak merasa diuntungkan di sana.


"Tuan, saya mohon untuk menerima penawaran kami. Saya berjanji tidak akan mengecewakan Anda." Nona Elin memohon agar Xander mau menandatangani surat kontrak sesuai dengan apa yang sudah ia buat.


Xander memandang ke arah sekretaris pribadinya. Pria itu selalu memiliki prinsip. Jika ia bilang tidak maka hasilnya akan tetap tidak. Itulah yang membuat bisnis Xander selalu berkembang setiap tahunnya.


"Nona Elin maafkan kami. Tetapi kami tidak bisa menyetujuinya. Jika Anda mau, kami hanya bekerja sama dengan Anda selama 6 bulan saja. Tetapi jika Anda menolak penawaran kami maka Anda bisa mencari perusahaan lain untuk diajak bekerja sama," ucap sekretaris pribadi sander.

__ADS_1


"Baiklah. Saya akan membuat surat kontrak yang baru. Nanti sekretaris pribadi saya yang akan mengirimkannya ke perusahaan Anda," ucap Nona Elin pada akhirnya.


Santo segera beranjak dari kursi yang ia duduki. Pria itu tidak lupa untuk mengulurkan tangannya di depan Nona Elin. "Saya harap kerjasama kita selama 6 bulan ini bisa berjalan lancar."


Nona Elin mengangguk lalu membalas uluran tangan Xander. Xander dan sekretaris pribadinya segera pergi meninggalkan restoran. Ketika Xander sudah tidak ada lagi di sana Nona Elin segera memandang sekretaris pribadinya dengan wajah menahan amarah.


"Ini semua pasti karena ulahmu! Kenapa berkas ini bisa sampai kotor? Saat aku datang ke perusahaan Tuan Xander, dia terlihat tidak keberatan dengan penawaran yang aku berikan. Kenapa sekarang tiba-tiba dia berubah pikiran? Kau ini benar-benar wanita pembawa sial. Aku tidak mau melihat wajahmu lagi. Sekarang juga pergilah dari hadapanku!" usir Nona Elin.


"Nona. Maafkan saya. Saya sama sekali tidak sengaja. Tolong beri saya kesempatan. Saya sangat membutuhkan pekerjaan ini." Sekretaris Nona Elin memelas.


Namun, Nona Elin segera beranjak dari kursinya. Wanita itu mengambil tas dan berkas yang ada di meja lalu pergi. Ia sama sekali tidak menghiraukan bujukan yang keluar dari mulut sekretaris pribadinya itu.


"Sekarang aku harus bagaimana? Padahal baru saja aku mendapat pekerjaan sekarang sudah dipecat lagi." Tiba-tiba wanita itu ingat dengan Xander. Ia segera berlari menuju ke parkiran berharap Xander belum pergi.


Xander mengangkat telepon dari Sherin. Pria itu tidak langsung masuk ke dalam mobil. Nona Elin segera berjalan menghampiri Xander. Ternyata tujuan utama Nona Elin bukan untuk bekerja sama dengan Xander. Tetapi ia ingin memikat hati Xander. Wanita itu sangat tergila-gila kepada Xander hingga ingin menjadi kekasih Xander.


"Apa Anda sedang menunggu seseorang?" tanya Nona elin dengan senyum yang sangat ramah.


"Nanti aku hubungi lagi," ucap Xander sebelum memutuskan panggilan teleponnya dengan Sherin.


"Nona Elin? Di mana sekretaris Anda? Kenapa sekarang Anda sendirian?" tanya Xander.


Nona Elin diam sejenak. Wajahnya terlihat panik. Sama sekali tidak menyangka kalau Xander justru menanyai keberadaan sekretaris pribadi yang baru saja ia pecat beberapa menit yang lalu.


"Kalau begitu saya permisi dulu. Karena masih ada beberapa urusan penting yang harus saya selesaikan." Ketika Xander ingin masuk ke dalam mobil tiba-tiba Nona Elin menarik tangan Xander hingga pria itu kembali berhenti.


"Tuan, apa Anda bisa menolong saya? Mobil saya tiba-tiba rusak. Tetapi saya harus menemui klien penting setengah jam lagi. Jika saya sampai terlambat maka proyek yang seharusnya saya terima akan gagal," ucap Nona Elin dengan ekspresi wajah yang sangat meyakinkan.


"Anda mau ke mana?" tanya Xander.


"Saya mau ke...." Nona Elin seperti orang yang kebingungan karena memang setelah ini dia tidak ada jadwal untuk bertemu dengan klien manapun. Semua kalimat yang baru saja ia katakan semata-mata hanya ingin mendapat perhatian dari sana agar ia bisa duduk di dalam mobil pria tampan itu.


Tiba-tiba sekretaris pribadi Nona Elin muncul. Kemunculan wanita itu membuat Nona Elin panik. Ditambah lagi kini wanita itu terlihat sangat ketakutan. Ia bersembunyi di balik tubuh Xander.


"Audy! Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak sopan seperti itu!" Nona Elin segera menarik tangan Audy dengan paksa sampai wanita itu terjatuh.


"Nona, tolong saya," ucap Audy ketakutan. Wanita itu memandang ke arah dua pria yang kini berjalan menghampirinya. Karena sangat ketakutan Audi kembali berdiri dan bersembunyi di balik tubuh Xander. "Tuan, tolong saya. Mereka ingin menangkap saya dan membawa saya pergi. Saya tidak mau pergi dengan mereka."


Dua pria itu berdiri di hadapan Xander. Dilihat penampilannya mereka seperti bukan warga kota tersebut. "Lepaskan wanita itu. Kami tidak memiliki urusan dengan Anda!"

__ADS_1


"Bagaimana kalau aku tidak mau melepaskannya? Apa yang ingin kalian lakukan?" tantang Xander. eskipun kemampuan bela dirinya tidak sehebat Dimitri tetapi jika harus melawan dua orang yang ada di hadapannya dia masih sanggup.


"Kau sendiri yang memintanya!" Salah satu pria yang ingin menangkap Audy. Mereka segera melayangkan sebuah pukulan ke wajah Xander. tlTetapi dengan mudahnya Xander menangkis pukulan itu dan memberi perlawanan balik.


Nona Elin melangkah mundur karena ketakutan. Ia menarik tangan Audy dan mencengkeramnya dengan sangat kuat. "Audy, apa yang sudah kau lakukan? Kenapa kau membuat Tuan Xander celaka seperti ini? Siapa mereka? Kenapa mereka ingin menangkapmu? Sejak awal aku sudah curiga kalau kau ini bukan wanita baik-baik!" ketus Nona Elin dengan tatapan tidak suka.


"Maafkan saya, Nona. Saya sama sekali tidak menyangka jika mereka bisa mengejar saya sampai ke kota ini." Audy kembali memandang ke arah sandar yang masih sibuk bertarung. wanita itu merasa bersalah karena sudah membuat sander dalam posisi seperti ini. Dia berlari menghampiri Xander.


"Tolong hentikan! Tuan Xander sama sekali tidak terlibat. Kalian tidak seharusnya memukul Tuan Xander seperti ini." Audy memekik.


"Pergilah dari sini. Aku bisa menghadapi mereka. Kau tidak perlu mengkhawatirkanku!" ucap Xander. Pria itu tidak mau sampai wanita yang ada di depannya ditangkap oleh dua pria tersebut.


"Tapi Tuan-" Audy sebenarnya tidak sanggup untuk meninggalkan Xander sendirian di sana bersama dengan dua orang pria yang ingin menangkapnya. Namun dia juga tidak mau sampai tertangkap lagi. Hingga akhirnya ia putuskan untuk segera pergi meninggalkan Xander.


Nona Elin yang tidak mau terlibat di dalam pertengkaran itu juga memutuskan untuk segera pergi. Dia masuk ke dalam mobilnya dan melajukannya dengan cepat. Berbeda dengan Audy yang kini justru kabur sambil berjalan kaki.


Joa dan Sherin tidak sengaja lewat di jalan yang tidak jauh dari posisi Xander berada. Mereka berdua sangat kaget ketika melihat Xander sedang bertarung dengan seseorang.


"Coba lihatlah itu Kak sander! Apa yang sebenarnya terjadi?" ujar Sherin dengan wajah yang khawatir. Joa segera memberhentikan mobilnya di tepian jalan. Tanpa pikir panjang lagi pria itu segera turun dari mobil untuk membantu Xander.


Begitupun dengan Sherin. Wanita itu turun dari mobil dan mengejar joa dari belakang.


"Joa kenapa kau bisa ada di sini? Tapi baguslah. Sekarang cepat habisi mereka berdua!" Perintah Xander sambil menunjuk dua musuh yang masih belum terkalahkan yang kini ada di hadapannya.


Joa tidak perlu lagi menagih penjelasan dari sander. Setelah mendengar perintah dari calon kakak iparnya itu tanpa menunggu lagi ia segera menghajar orang-orang yang ada di hadapannya. Hanya dalam hitungan menit saja 2 pria yang tadi sempat menantang Xander kini tergeletak di tanah. Mereka semua mulai sadar kalau kini Joa bukan tandingan mereka lalu memutuskan untuk segera pergi dari sana.


"Kak Xander sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Xander bisa berkelahi seperti ini? Apa mereka adalah musuh Kak Xander? Kenapa Kak Xander tidak pernah cerita kepada kami jika Kak Xander memiliki musuh?" Sherin membanjiri Xander dengan begitu banyak pertanyaan.


"Aku tadi menolong seseorang. Mereka ingin menangkap wanita itu." Xander memandang ke segala arah untuk mencari keberadaan Audy. Tetapi ternyata wanita itu sudah tidak ada di sana.


"Kak Xander mencari siapa?"Sherinsering juga memandang ke arah parkiran namun ia tidak melihat siapapun di sana.


"Tidak ada. Aku ingin segera pergi karena masih ada urusan penting yang harus aku selesaikan." Xander segera masuk ke dalam mobil dengan sangat terburu-buru. Pria itu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Sherin menggerutu kesal melihat Xander pergi begitu saja tanpa mau menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. "Aku yakin Kak Xander sekarang sudah memiliki musuh. Pria sukses seperti dia pasti banyak sekali orang yang memiliki niat untuk menjatuhkannya. Joa mulai sekarang kita harus menjaga Kak Xander dengan sebaik mungkin jangan sampai dia celaka," ucap Sherin.


Joa tersenyum melihat Sherin marah-marah seperti itu. "Sekarang ayo kita masuk ke dalam mobil. Soal Kak Xander akan menjadi urusanku. Tentu aku tidak akan membebaskan dua pria tadi begitu saja. Aku pasti akan menyelidiki mereka karena aku ingin tahu sebenarnya mereka siapa dan berasal dari mana."


Sherin langsung tersenyum mendengar jawaban dari Joa. "Sekarang ayo kita pergi. Aku sudah tidak sabar untuk memilih gaun pengantin yang akan aku kenakan di acara pernikahan nanti."

__ADS_1


Joa hanya mengangguk saja mereka berdua lalu sama-sama masuk ke dalam mobil dan meninggalkan lokasi tersebut. Dari kejauhan Audy mengintip dengan sangat ketakutan. Ternyata wanita itu hanya bersembunyi di balik mobil yang ada di lokasi parkir.


"Kenapa mereka semua bisa tahu kalau aku ada di kota ini? Siapa pria hebat tadi? Apa dia teman Tuan Xander. Sepertinya aku harus mencari informasi tentang dia. Aku yakin dia pasti bisa menolongku," batin Audy dalam hati.


__ADS_2