My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 138 Alasan Sherin


__ADS_3

"Kenapa kau bertanya padaku? Bukankah Yakuza itu organisasi yang sama seperti kalian? Pasti mereka mengincar nyawa kalian. Coba ingat-ingat lagi, kalian pernah melakukan kesalahan apa sampai Yakuza turun tangan seperti ini." Sherin justru tidak mau mengakui apa yang sebenarnya terjadi. Wanita itu memilih untuk mencari alasan agar tidak ketahuan.


Joa kembali terdiam. Sebenarnya apa yang dikatakan Sherin cukup masuk akal. Mereka adalah geng mafia yang selalu memiliki musuh. "Terakhir kali pertarungan kami melawan Gabriel. Apa mungkin ini bagian dari orang Gabriel yang berhasil lolos dan berniat balas dendam?" batin Joa bingung.


"Bos, kita mau kemana? Apa ke markas saja?" tanya supir di depan.


Joa kembali memandang ke Sherin. "Tapi kenapa tadi mereka bilang kalau mereka menginginkanmu!' Ada satu poin yang membuat Joa yakin kalau Yakuza datang untuk menangkap Sherin.


"Itu karena aku ini wanita yang cantik. Mungkin mereka ingin aku ikut dengan mereka," dusta Sherin.


Joa memegang tangan Sherin dan menatapnya dengan tajam. "Jika kau berani menyembunyikan sesuatu, aku tidak akan pernah mau menolongmu. Apa lagi melindungimu!" ancam Joa. Kali ini ancaman Joa membuat Sherin terlihat gelisah.

__ADS_1


"Joa, kenapa kau jahat sekali?" protesnya.


"Untuk apa aku menolong orang yang suka berbohong? Bisa-bisa aku yang terjebak karena tidak tahu sumber masalahnya?" Joa memandang supir di depan. "Kita ke markas."


"Baik, Bos!" Mobil itu kembali melaju cepat. Sedangkan Sherin masih duduk diam dengan ekspresi wajah bimbang.


Tidak butuh waktu lama, mobil yang mereka tumpangi tiba di markas White Snake. Joa segera turun. Begitupun dengan Sherin yang juga turun dan mengejar Joa yang kini melangkah cepat.


"Joa, tunggu!" Sherin menarik tangan Joa.


Sherin mengepal kuat kedua tangannya. Dia tidak mau Joa cuek seperti ini. "Ya. Mereka mengincarku. Mereka ingin menangkapku. Sekarang, apa kau puas?" teriak Sherin kesal.

__ADS_1


Joa menahan langkah kakinya. "Karena apa?"


Sherin segera berjalan menghampiri Joa. Wanita itu berdiri di hadapannya. "Waktu itu aku memang benar-benar ceroboh." Sherin memejamkan mata untuk mengenang kembali kesalahan yang pernah diperbuat. "Waktu itu aku membeli senjata api. Aku ingin seperti Quinn yang jago menembak. Tanpa sengaja aku menembak seorang wanita yang ternyata dia adalah orang yang sangat penting bagi Yakuza. Aku yakin sekali kalau mereka tidak melihat wajahku. Aku lalu pergi ke kota ini untuk bersembunyi."


"Bukankah kau ke sini karena bisnis?" tanya Joa bingung.


"Sebenarnya itu hanya sebagai alasan saja. Aku memang menyukai dunia bisnis. Tetapi tidak pernah terbesit ingin mengembangkan bisnis di kota ini. Karena keadaannya sudah seperti itu, mau tidak mau aku memutuskan menetap di sini. Tadinya aku pikir masalah ini sudah selesai. Ternyata tidak. Mereka pasti menginginkan nyawaku."


Wajah Sherin berubah sedih. Dia hanya seorang wanita yang baru saja belajar bela diri dan menembak. Ilmunya sangat jauh dibawah rata-rata. Jelas saja Joa menjadi tidak tega setelah mendengar cerita Sherin. Dia juga tidak mau sampai wanita didepannya itu celaka.


"Lalu sekarang apa yang kau inginkan? Menghabisi mereka, sama saja dengan mencari masalah baru!"

__ADS_1


Sherin menatap wajah Joa dengan serius. "Biar aku yang menghadapi mereka. Biar aku yang datang dan menemui mereka. Aku tidak mau kalian semua terlibat. Aku harus bertanggung jawab."


Sherin segera berlalu pergi meninggalkan Joa. Joa memejamkan mata sejenak sebelum memegang tangan Sherin dan menahannya. "Kita hadapi bersama!"


__ADS_2