
Xander pada akhirnya berhasil menemukan keberadaan Joa. Pria itu segera berlari menghampiri Joa untuk menyampaikan kabar buruk ini. Joa sendiri juga kaget ketika melihat Xander kembali muncul di hadapannya. Padahal tadi jelas-jelas dia meminta calon kakak iparnya itu pulang dan istirahat.
"Joa, gawat!" ujar Xander meskipun jaraknya masih jauh.
"Gawat? Ada apa?" Joa menjadi khawatir.
"Sherin hilang," jawab Xander. "Dia pergi saat kita pergi. Aku yakin dia mengikuti kita. Aku kenal Sherin. Astaga! Kenapa aku tidak kepikiran!" umpatnya menyalahkan dirinya sendiri.
"Sherin hilang?" Rasanya Joa semakin kesulitan bernapas. Masalah satu saja belum selesai kini sudah datang masalah baru. Sekarang Joa bingung mana dulu yang harus diselesaikan karena dua-duanya sama-sama penting.
"Joa, tidak ada waktu. Sekarang ayo kita temui Dimitri," ajak Xander.
"Bagaimana dengan Nona Quinn? Nona Quinn hamil," jawab Joa bingung.
"Justru itu. Kita butuh bantuan Quinn untuk mengetahui keberadaan Sherin. Lagian Quinn itu hamil, bukan sakit jantung. Dia pasti bisa membantu kita tanpa harus jatuh sakit!" Xander segera masuk ke dalam mobil. Joa sendiri tidak mau banyak protes. Keselamatan Sherin juga hal yang utama baginya.
...***...
Hanya dalam hitungan menit saja Joa dan Xander sudah tiba di kediaman Dimitri dan Quinn. Kedatangan mereka membuat penjaga di sana bingung. Meskipun mereka berdua orang yang sangat dekat dengan Dimitri. Tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk berkunjung.
"Bos, Bos Dimitri sudah tidur," ucap salah seorang pengawal yang kenal dengan Joa. "Anda yakin ingin membangunkan Bos Dimitri?"
__ADS_1
Joa mengangguk. "Ini masalah yang sangat penting. Izinkan aku masuk."
Pengawal itu segera membukakan pintu. Joa dan Xander masuk ke dalam. Mereka melihat rumah yang sudah gelap karena lampu sudah dimatikan. Namun dari lantai atas terlihat Dimitri yang sedang menggendong Quinn untuk turun ke bawah. Dilihat dari gayanya, sepertinya Quinn tidak bisa tidur malam itu.
Dimitri kaget melihat Joa dan Xander ada di rumahnya. Begitupun dengan Quinn. Mereka segera menghampiri tamu mereka.
"Ada apa?" Dimitri menurunkan Quinn. Dia mendudukkan istrinya di sofa.
"Sherin hilang," jawab Xander cepat. Dia sangat tidak tenang dan ingin Sherin segera ditemukan.
"Sherin hilang? Sejak kapan?" tanya Quinn.
Quinn mengangguk. "Tentu." Wanita itu meminta pelayan untuk mengambilkan laptopnya.
Dimitri justru penasaran dengan Joa. Sejak tadi hanya Xander yang bicara. Anak buahnya itu justru banyak diam seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Ada yang ingin kau sampaikan lagi, Joa?" tanya Dimitri.
Joa memandang Dimitri dengan perasaan takut-takut. Namun dia tidak bisa menyimpan masalah ini sendirian. "Bos, Mr. Zeno hilang!"
"HILANG?" Sama dengan Quinn ketika mendengar Sherin hilang. Kini Dimitri juga terlihat sangat panik. "Aku sudah bilang untuk menjaganya dengan ketat! Kenapa ini bisa terjadi Joa!"
__ADS_1
Dimitri sampai beranjak dari sofa yang ia duduki. Bersamaan dengan itu pelayan muncul dan meletakkan laptop Quinn di meja.
"Dimitri, ini kesalahanku. Aku yang seharusnya bertanggung jawab," ucap Xander. Jelas saja dia tidak mau Joa menanggung kesalahan yang sama sekali tidak ia perbuat.
"Sayang, sudahlah. Kita selesaikan satu persatu. Oke?" Quinn memaksa Dimitri agar kembali duduk.
"Joa, kau ini!" Dimitri masih tidak habis pikir dengan Joa dan semua orang yang ada di markas White Snake. Akan tetapi dia tidak bisa marah-marah karena Quinn ada di sampingnya. Wanita itu juga sedang mengandung anaknya.
"Maaf, Bos." Hanya itu kalimat yang bisa dia katakan. Pria itu masih menunduk dengan perasaan campur aduk.
"Apa kau pikir Joa menginginkan semua ini terjadi? Berhentilah untuk menyalahkan orang lain." Quinn kembali protes. Dia mulai melacak keberadaan Sherin melalui ponsel wanita itu. Beberapa CCTV berhasil menangkap gambar Sherin.
"Sayang, apa itu Sherin?" tanya Dimitri ketika Quinn memutar sebuah rekaman cctv yang ada di bandara.
"Ya. Sherin terbang menuju ke Perugia siang ini bersama dengan seorang pria," jawab Quinn. Hanya sampai situ penyelidikannya. Karena setelah itu dia tidak memiliki petunjuk lagi.
"Seorang pria? Siapa?" Joa kaget dan segera beranjak dari sofa. Pria itu berdiri di samping Dimitri sembari menunggu Quinn yang kini berusaha menampilkan foto pria yang pergi bersama Sherin.
"Ini dia," ucap Quinn.
Dimitri dan Joa sama-sama tertegun melihatnya. "Mr. Zeno?"
__ADS_1