
"Nio? Kau tahu dia ada di mana?" Dimitri belum juga melepaskan cekalan tangannya di leher Sherly.
Saking kuatnya cekikan di leher Sherly, membuat wanita itu tidak dapat menjawab. Jangankan untuk menjawab pertanyaan Dimitri, bernapas saja Sherly kewalahan. Dimitri menyipitkan mata. Dia mengamati keadaan Sherly yang kedua tangannya terlihat lemas.
"Cih!" Dimitri melepaskan leher Sherly. Sehingga kini tubuh Sherly terbanting ke lantai dengan keras. Wanita itu terbatuk berulang kali. Sungguh kematian sangat dekat.
"Waktumu tidak banyak! Cepat katakan siapa orang yang menyuruhmu!" bentak Dimitri.
"Uh." Sherly menundukkan kepala.
Bagaimana dia menjelaskannya pada Dimitri? Sedangkan Sherly hanya mengetahui nama orang yang ia takuti. Selebihnya ia terus berhubungan dengan Zero. Seseorang yang terus mengawasi Sherly.
"Kenapa kau diam saja wanita si*lan! Cepat katakan siapa orang keji itu! Kau jangan menyembunyikan sesuatu dariku. Karena aku bisa menggantung mayatmu di taman kota!" ancam Dimitri.
"Aku tidak tahu!" lirih Sherly.
"Apa? Kau bilang apa barusan?" ulang Dimitri.
__ADS_1
"Sungguh! Aku tidak tahu di mana dia! Aku hanya tahu namanya saja karena kami hanya bertemu 2x sepanjang aku di bawah tekanannya!" ungkap Sherly.
Plak! Dimitri menampar Sherly dengan keras. Wanita itu merasakan nyeri luar biasa di pipinya. Dimitri kemudian mencengkram kerah leher Sherly.
"Lalu, bagaimana caramu mendapatkan tugas itu ha? Itu mustahil jika kau tidak tahu keberadaannya!" bentak Dimitri.
"Terserah kau mau percaya atau tidak! Aku sudah mengatakan yang sebenarnya! Aku hanya berhubungan dengan Zero. Dia selalu mendatangiku. Aku tahu dia pasti sudah mengawasiku sehingga selalu datang kapan saja saat aku sendiri. Kalau aku berhubungan dengan mereka secara langsung, mengapa aku bahkan tidak bisa melindungi diriku dari dia waktu itu? Sedangkan aku setiap saat selalu dihantui kematian yang bisa merenggutku kapan saja!" Sherly terisak.
Sungguh kehidupannya tidak pernah tenang. Wanita itu selalu takut jika Nio membunuhnya kapan saja. Di mana dia selalu berbahagia saat bersama Quinn.
"Kau…"
"Kau harusnya meminta perhitungan pada Tuan Luca! Aku yakin jika Quinn juga pasti akan melindungimu. Tidak mungkin Quinn akan membiarkan sahabatnya terluka. Apakah kau tidak pernah memikirkan hal itu? Yang bersalah adalah Tuan Luca. Mengapa Quinn yang harus menanggung semuanya? Jangan mencari pembelaan! Ada banyak pilihan untukmu. Kau memiliki banyak jalan tergantung kau ingin melewati bagian yang mana. Apapun yang kau lakukan ini sangatlah salah! Karena Quinn sangat menyayangimu!" Dimitri sedikit melunak. Namun, yakinlah bahwa Dimitri sedang mencari cara supaya Sherly mau mengatakan semuanya.
Karena Dimitri merasa Sherly masih menyembunyikan sesuatu. Sepertinya wanita itu tidak peduli lagi dengan nyawanya. Dimitri dapat membaca gerak-gerik orang lain. Untuk itulah Dimitri tahu jika Sherly memiliki petunjuk penting yang sangat dicarinya.
"Sudahlah. Percuma saja kita berdua berdebat. Mengapa kau tidak langsung membunuhku? Apakah ini permintaan dari Quinn? Kalau begitu kita tidak memiliki pembicaraan apapun lagi. Silahkan saja jika kau ingin membunuhku." Sherly memasrahkan diri pada Dimitri. Wanita itu telah bersiap jika Dimitri akan mencabut nyawanya.
__ADS_1
"Quinn tidak pernah menyuruhku. Dan aku juga tidak tertarik mendengarkan ceritamu. Karena bagiku itu tidak penting. Sayangnya kau sudah berbicara panjang lebar padaku sebelum aku mendapatkan informasi." Dimitri mengungkapkan kenyataannya.
"Mengapa semua orang begitu peduli kepada Quinn? Padahal jelas-jelas di sini akulah yang paling menderita," ujar Sherly.
"Ternyata kau adalah orang yang egois. Kau melihat kehidupanmu dan membandingkannya dengan kehidupan Quinn. Kalau begitu aku ingin bertanya padamu. Apa kau juga tahu bagaimana jalan hidup Quinn? Sehingga kau bisa seenaknya mengatakan bahwa hidupnya lebih mudah dibandingkan hidupmu?" Dimitri membalikkan pertanyaan yang dilemparkan oleh Sherly.
"Bukankah begitu?" Sherly terlihat menyeringai.
Wanita itu tidak merasa bersalah karena sudah berpikir buruk tentang Quinn dan membandingkan hidup Quinn dengan kehidupannya.Dimitri berusaha menahan emosinya.
"Ada banyak orang yang mengincar nyawa Quinn. Salah satunya adalah kau. Dia bahkan tidak bisa hidup bebas sepertimu. Menikmati makanan enak tanpa harus khawatir ada orang yang sedang mengintainya. Jika kau sangat takut dengan seseorang yang mengancammu, Quinn justru diincar oleh banyak orang. Mereka semua bahkan merupakan pembunuh bayaran terkenal. Bagaimana? Apakah sekarang kau mengerti seperti apa kehidupan Quinn yang selalu diincar bahkan oleh pembuluh bayaran sekalipun! Setiap saat nyawanya juga terancam!" Dimitri tidak bisa lagi menahan emosinya.
Saat Dimitri hendak marah apabila Sherly tidak lagi bersedia mendengarkan penjelasannya, terlihat Sherly begitu terkejut. Ekspresi spontan itu tertangkap oleh kedua mata Dimitri.
"Sebenarnya dia bukan orang jahat. Hanya saja dia dimanfaatkan oleh seseorang dan dia sendiri sudah memilih jalan tersebut. Aku tidak bisa membantunya. Apalagi dia sudah melukai Quinn. Jika saja dia tetap membungkam mulutnya, terpaksa aku harus melenyapkannya." Dimitri membatin dalam hati. Ia sudah memutuskan tindakan apa yang akan Ia berikan pada Sherly.
"Tuan Nio. Aku memang tidak tahu di mana dia menyembunyikan diri. Akan tetapi kau bisa mencari tahu melalui saudara kembarnya. Dia adalah Tuan Neo yang bekerja di perusahaan Quinn. Selama ini Tuan Nio mengamati Quinn juga dari informasi yang diberikan oleh Tuan Neo." Sherly mengungkapkan fakta yang mengejutkan. Terlihat Dimitri sangat shock mendengar penuturan yang diberikan Sherly.
__ADS_1
"Aku tidak bercanda. Kau bisa mencari Tuan Neo di perusahaan Quinn." Sherly berusaha untuk meyakinkan Dimitri.
"Aku pikir mereka berdua adalah orang yang sama! Jadi mereka berdua ternyata saudara kembar?"