My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 142 Musuh yang Sama


__ADS_3

Sherin segera mendorong tubuh Zack Lee hingga menjauh darinya. Wanita itu segera beranjak dari sana. "Apa yang Anda lakukan?" Sherin merasa kesal karena harus di peluk Zack Lee seperti tadi. Meskipun tujuan pria itu menyelamatkan nyawanya.


"Anda masih sanggup bertanya? Apa tidak ada niat sedikitpun untuk mengucapkan terima kasih?" protes Zack Lee dengan wajah marah.


Zack Lee juga segera berdiri dan merapikan penampilannya. Kali ini pria itu lebih banyak memalingkan wajahnya dari Sherin. Dia menatap ke arah Joa yang sudah berhasil mengalahkan musuh. Hanya dengan satu tusukan saja, pria yang tadi ingin mencelakai Sherin tewas mengenaskan.


Joa segera menyingkirkan tubuh musuhnya lalu berjalan menghampiri Sherin dan Zack Lee. Pria itu kali ini tidak langsung menuduh Zack Lee karena memang ini semua bukan ulah dari Zack Lee.


"Apa kau mengenal mereka?" tanya Zack Lee.


"Tidak," jawab Joa singkat. Pria itu segera mendekati Sherin untuk memeriksa keadaannya. "Apa kau baik-baik saja?"


"Ya, aku baik-baik saja." Sherin masih tidak menyangka kalau malaikat maut hampir saja menjemputnya tadi. Dia merasa beruntung sekarang. Meskipun keberuntungan itu karena adanya Zack Lee.


"Kau ini ceroboh sekali. Bisa-bisanya tidak tahu kalau ada orang lain di dalam mobilmu!" ketus Joa dengan wajah marah. Kali ini ekspresi pria itu berubah. Tidak lagi bersahabat seperti sebelumnya.


"Mobilku dalam keadaan terkunci. Jelas saja aku tidak curiga. Dan kau sendiri kenapa bisa tahu kalau ada orang yang ingin mencelakaiku?"


Sherin memandang ke arah Zack Lee. "Begitupun dengan Anda, kenapa tiba-tiba muncul di sini?"


"Karena seseorang juga berniat untuk mencelakaiku," jawab Zack Lee santai.


"Benarkah?" tanya Sherin penuh curiga.


"Aku tidak peduli kau mau percaya padaku atau tidak. Yang penting aku sudah mengatakan yang sebenarnya terjadi," sahut Zack Lee. Pria itu segera pergi meninggalkan Joa dan Sherin yang masih berdiri di sana. Saat ingin masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Zack Lee mendengar suara tembakan yang begitu keras.

__ADS_1


DUARRR DUARRR


Zack Lee memandang Joa yang kini mengangkat senjata apinya. Pria itu segera memutar tubuhnya ke arah samping. Dia melihat seorang pria yang baru saja roboh karena tertembak oleh Joa. Jika saja Joa tidak menembak musuhnya itu, mungkin dia akan celaka.


"Terima kasih. Tapi ini bukan sebuah hutang budi karena aku tadi yang sudah menyelamatkan kekasih anda," ucap Zack Lee sebelum masuk ke dalam mobil. Pria itu segera pergi meninggalkan lokasi tersebut.


"Kau belum menjawab pertanyaanku. Kenapa kau bisa tahu kalau aku ada di sini?" Sherin mengguncang tubuh Joa.


"Kenapa dia bisa ada di perusahaanmu hari ini?" tanya Joa tanpa mau menjawab pertanyaan yang baru saja dikatakan oleh Sherin.


"Hari ini seharusnya aku ada di ruang rapat dan sedang membicarakan masalah kerja sama dengan investor asing. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata klien yang ingin aku temui itu adalah dia. Ini semua karena ulah sekretarisku. Dia yang sudah mengajukan proposal kepada Zack Lee hingga akhirnya pria itu datang ke perusahaanku. Aku sama sekali tidak tahu akan hal ini. Bahkan aku sempat berpikir kalau Zack Lee yang sudah merencanakan semua ini," jawab Sherin. Meskipun ada beberapa kebohongan di sana.


"Tadinya aku memang ingin menemuimu. Tetapi setelah melihat Zack Lee keluar dari perusahaan aku lebih tertarik untuk mengikutinya. Aku ingin tahu sebenarnya apa yang ia rencanakan. Kenapa dia harus ada di kota ini. Dia berhenti di tempat ini. Itu membuatku semakin curiga. Tapi sayangnya belum juga aku tahu apa tujuan dia berhenti di tempat ini, tiba-tiba mobilmu sudah berhenti di sana. Aku melihat seseorang sedang mencekikmu dari belakang," jawab Joa apa adanya.


Joa membuang tatapannya karena kesal dengan ucapan Sherin. "Jika pada kenyataannya dia adalah pria yang baik, lalu apa yang akan kau lakukan?


"Tidak ada. Semua akan tetap sama karena aku tidak suka mengenal orang lain terlalu dekat. Terutama seorang pria."


"Lalu bagaimana denganku?"


"Kau pikir saja sendiri. Sekarang aku ingin pulang. Kepalaku cukup pusing karena masalah hari ini!"


DHOOMMMM


Sherin dan Joa memandang ke depan ketika mendengar suara ledakan yang begitu dahsyat. Dari kejauhan mereka bisa melihat kepulauan asap yang begitu mengerikan.

__ADS_1


"Ikut denganku," ajak Joa. Pria itu segera menggandeng tangan Sherin dan membawanya masuk ke dalam mobil sport miliknya. Mereka segera pergi menuju ke lokasi ledakan itu terjadi.


Joa memberhentikan mobilnya ketika melihat segerombolan pria bersenjata yang kini berkumpul di tengah jalan tidak jauh dari ledakan itu terdengar. Ternyata ledakan itu berasal dari sebuah mobil.


"Joa, sebaiknya kita putar balik saja. Kita tidak perlu ikut campur dengan masalah mereka. Aku tidak mau kau celaka," ucap Sherin dengan wajah yang sangat khawatir.


"Tidak bisa. Kita sudah ada di sini," tolak Joa. Pria itu masih fokus dengan pandangan di depan.


Sherin sangat kesal mendengar jawaban dari Joa. Wanita itu juga memandang ke depan dan memperhatikan mobil yang baru saja meledak. Kedua matanya melebar ketika menyadari kalau mobil yang baru saja meledak adalah mobil yang ditumpangi oleh Zack Lee.


"Joa, bukankah mobil itu adalah mobil yang ditumpangi oleh pria tadi?" tanya Sherin.


"Ya, mobil itu milik Zack Lee. Sekarang aku ingin tahu apa yang terjadi padanya. Kenapa semua orang yang ada di sana mengincar nyawanya."


Joa dan Sherin masih bertahan di dalam mobil. Mereka tidak mau gegabah dalam mengambil keputusan. Meskipun Joa tidak segera pergi dari sana tetapi pria itu juga tidak segera turun untuk menolong Zack Lee dan anak buahnya.


Zack Lee tersenyum ketika melihat Joa dan Sherin kini memperhatikannya dari jauh. Pria itu berhasil kabur dari mobil yang hampir saja meledak. Zack Lee sudah memperhitungkan semuanya dengan begitu rinci. Saat di perusahaan anak buahnya sudah menghubungi Zack Lee dan mengatakan kalau seseorang dengan sengaja meletakkan bom di bawah mobilnya. Itulah yang membuat Zack Lee segera pergi meninggalkan Sherin dan tidak mau banyak bicara lagi.


"Kalian yang benar-benar hebat, sampai-sampai tahu kalau sekarang aku ada di tempat ini," ujar Zack Lee kepada musuhnya di depan.


"Kau harus ikut dengan kami. Ada hutang yang harus kau bayar!" jawab salah satu pria bersenjata.


"Lalu, bagaimana jika aku tidak mau ikut dengan kalian?"


"Kami akan tetap membawamu pergi. Entah itu dalam keadaan hidup atau mati!"

__ADS_1


__ADS_2