
Mr. Zeno memandang Peiyu sambil tersenyum. Dia seperti tidak takut sama sekali dengan belatih tajam yang ada di depan lehernya. Padahal sedikit saja dia bergerak maka senjata tajam itu bisa merobek lehernya dan membuat Dia kehilangan nyawa.
"Ternyata kau tidak sebodoh yang aku pikirkan. Biar aku ulangi sekali lagi. Jika kau membunuhku maka sebelum malaikat maut mencabut nyawaku aku akan mengaktifkan bom ini. Kita berdua akan mati. Bukan hanya kita berdua saja Tetapi semua orang yang ada di dalam pesawat ini akan mati," ancam Mr. Zeno.
Peiyu mengernyitkan dahinya mendengar ancaman Mr. Zeno. Wanita itu lalu menarik belatihnya dan duduk menghadap ke depan. Bukan karena dia takut dengan ancaman Mr. Zeno. Akan tetapi, inilah rencana dia dan juga Zack Lee.
Mr. Zeno lagi-lagi merasa senang. Dia berpikir kalau ancamannya lagi-lagi berhasil membuat wanita di sampingnya menyerah. "Kau hanya tinggal duduk diam sampai pesawat ini mendarat. Setelah itu semua akan kembali normal," ucap Mr. Zeno lagi.
"Di pesawat ini ada berlian yang sangat berharga. Aku sempat melihat berlian itu. Bagaimana kalau kita rebut berlian itu?" tawar Peiyu. Wanita itu memandang Mr. Zeno dengan wajah yang serius.
__ADS_1
Mr. Zeno tersenyum kecil. "Anda ingin menjebak saya, Nona?"
Peiyu mengangkat kedua bahunya. "Anda boleh percaya boleh juga tidak. Saya hanya ingin memberi saran saja. Jika berhasil kita bagi dua. Bagaimana?" Wajah Peiyu yang serius membuat Mr. Zeno menjadi yakin. Pria itu juga tidak mau membuang kesempatan emas ini begitu saja. Sejak di sandera oleh Joa dia tidak lagi memiliki harga benda. Meskipun dia masih bisa mengandalkan keahliannya. Tapi tetap saja dia butuh waktu yang lama.
"Oke. Tapi ingat, jika kau berani macam-macam. Pesawat ini akan meledak. Kita semua akan mati!" ujar Mr. Zeno.
Peiyu mengangguk. "Deal!"
"Memindahkan semua penumpang yang ada di kelas ekonomi ke kelas bisnis!" jelas Peiyu. Dia akan lebih mudah mengalahkan Mr. Zeno jika semua penumpang sudah berkumpul di tempat yang berbeda.
__ADS_1
Mr. Zeno mengangguk. "Oke. Tidak buruk." Pria itu memperhatikan satu persatu penumpang yang ada di kelas ekonomi. Karena memang saat itu Mr. Zeno hanya memesan kursi di kelas ekonomi agar tidak ada yang curiga.
"Sekarang waktunya. Kita harus mengancam semua penumpang dan memaksa mereka pindah. Tapi aku butuh senjata api," ucap Peiyu lagi.
Mr. Zeno memberikan senjata api yang dia punya. Meskipun harus memberikan satu-satunya senjata yang ia miliki, tetapi pria itu masih bisa tenang karena ada bom di tubuhnya.
"Aku akan beraksi!" ujar Peiyu penuh semangat. Wanita itu langsung beranjak dari kursinya. Dia memamerkan senjata api yang ada di tangannya. "Pesawat ini kami bajak! Jika kalian ingin selamat, turuti perkataanku!" teriak Peiyu dengan tatapan yang sangat tajam. Dia meminta Mr. Zeno berdiri. Pria itu pun langsung berdiri.
"Ada bom di sini!" Mr. Zeno memamerkan bom di tubuhnya. "Jika kalian berani menentang kami. Kami akan langsung meledakkan pesawat ini!" ancam Mr. Zeno.
__ADS_1
Pramugari yang sudah bekerja sama dengan Zack Lee terlihat tenang. Namun mereka tetap memperlihatkan ekspresi ketakutan agar Mr. Zeno tidak curiga.
"Sekarang cepat semua berdiri!" teriak Peiyu. "CEPAT!"