
Lagi-lagi Audy harus menginjakkan kakinya di mansion serba hitam milik Aldo. Pertama tiba di sana, hal yang pertama kali dicari oleh Audy adalah keberadaan Xander. Karena memang mereka berada di mobil yang berbeda. Mobil yang ditumpangi Audy tiba lebih dulu.
"Audy, Apa yang sedang kau tunggu?" tanya Aldo ketika Audy tidak kunjung melangkah masuk ke dalam.
"Sepertinya rumah ini terlihat keren saat malam hari," jawab Audy sambil tersenyum. Perlahan wanita itu mulai melangkah menuju ke posisi Aldo kini berada. Namun berulang kali tatapannya tertuju ke pintu gerbang yang masih terbuka lebar. Pertanda kalau masih ada beberapa mobil yang sedang mereka tunggu.
Sorot lampu mobil yang terlihat di kejauhan sana membuat Audy kembali menahan langkah kakinya. Dia hanya ingin memastikan kalau Xander masih baik-baik saja.
"Bos, ada yang ingin bicara dengan anda." Seorang pria berdiri di hadapan Aldo dan menyodorkan sebuah ponsel. Tanpa bertanya lagi Aldo segera menerima ponsel tersebut dan pergi menjauh dari posisi Audy berada saat ini.
Bersamaan dengan itu, Xander turun dari salah satu mobil yang baru saja berhenti. Pria itu tersenyum memandang ke arah Audy. Dia seperti sedang meledek wanita itu.
__ADS_1
Aldo kembali muncul dengan wajah yang panik. Pria itu memegang tangan Audy dan segera memeluknya. Audy kaget bukan main. Dia juga tidak suka dipeluk Aldo. Akan tetapi mendorong pria itu secara sengaja akan membuat Aldo curiga.
"Aldo, apa terjadi sesuatu?" tanya Audy hati-hati.
"Audy, Aku harus pergi ke luar negeri malam ini juga. Bisnisku mengalami masalah. Seseorang dengan sengaja meledakkan kapal barang milikku. Aku harus mengurus masalah ini dan menangkap pelakunya. Aku tidak tahu kapan akan kembali. Setelah masalahku selesai Aku akan segera menemuimu. Tetaplah disini. Jangan pergi kemana-mana. Anak buahku akan menjagamu dengan baik."
Rasanya Audy ingin melompat kegirangan setelah mendengar penjelasan dari Aldo. Namun Ia tetap memasang ekspresi setenang mungkin. Bahkan kini dibumbui dengan wajah sedih seolah-olah ia tidak rela jika Aldo pergi.
Xander rasanya mau muntah melihat rengekan Audy. Dia segera memalingkan wajahnya.
"Jangan sayang. Di sana sangat berbahaya. Aku senang melihatmu seperti ini. Sepertinya kita tidak perlu bertunangan lagi. Setelah aku pulang nanti kita langsung menikah saja." Aldo seperti sudah tidak tahan untuk memiliki Audy. Tanpa peduli ada banyak orang di sana. Pria itu memegang dagu Audy dan menariknya. Dia ingin mencium bibir merah yang menggoda itu.
__ADS_1
"Hati-hati," ucap Audy. Wanita itu melangkah mundur. Dia tidak mau sampai di cium oleh Aldo. Apa lagi di depan Xander seperti ini.
Aldo menggertakkan giginya. Ada tatapan kecewa ketika Audy menolaknya. Namun, dia juga tidak mau memaksa Audy.
"Baiklah. I love you Audy," ucap Aldo. Dia memeluk Audy lagi sebelum masuk ke dalam mobil. Anak buah Aldo juga kembali masuk ke dalam mobil. Mereka semua pergi mengawal mobil Aldo yang kini meluncur menuju ke bandara.
Audy melipat kedua tangannya melihat Xander yang masih belum mau memandang wajahnya. "Kenapa kau harus menginap di rumah ini? Besok pagi kau harus segera tinggalkan tempat ini! Aku tidak mau kau berada dalam masalah!" ucap Audy dengan nada yang pelan agar anak buah Aldo nggak mendengarnya.
"Tidak. Aku akan pergi jika kau pergi bersamaku!" jawab Xander mantap.
"Dasar gila!" umpat Audy sebelum melangkah masuk ke dalam. Xander juga ikut masuk ke dalam bersama dengan Audy.
__ADS_1