My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 68 Orang Suruhan


__ADS_3

Dimitri yang kesal segera mencekik leher Zero. Jelas saja dia tidak akan membiarkan pria berbadan kekar itu lolos begitu saja setelah berhasil mencelakai kekasihnya. Karena kesulitan bernapas, Zero berusaha memukul tangan Dimitri. Berharap pria itu segera melepasnya.


"Aku dibayar besar untuk misi ini. Aku tidak pernah memiliki niat untuk mengusik kehidupan White Snake."


Dimitri segera melepasnya. Zero terbatuk untuk beberapa saat sebelum memandang Dimitri yang kini masih diselimuti emosi. "Dunia hitam memang kejam. Memiliki kekasih hanya akan membuat hidup kita sulit. Tadinya aku pikir pria yang membayar kamu ini memiliki dendam kepada Luca. Tidak aku sangka ternyata dia memiliki dendam pada anda!"


"Mungkin orang yang menyuruhmu itu memang memiliki dendam pada calon mertuaku. Tapi apapun yang berhubungan dengan Quinn, sekarang akan menjadi urusanku." Dimitri mengangkat senjata apinya lalu menodongkannya di depan dahi Zero. "Katakan padaku, siapa dalang semua ini! Aku ingin bertemu dengannya. Aku pastikan dia akan menyesal karena sudah membuat kekasihku terbaring di rumah sakit!"

__ADS_1


Zero yang memang memiliki watak sebagai seorang pemimpin, tidak mudah diancam hanya dengan senjata api. Pria itu justru mengangkat senjata apinya dan mengarahkannya ke arah Dimitri tanpa beban sedikitpun.


"Lalu jika aku jawab kalau aku tidak mengenalnya apa kau percaya?" Zero ingin mengetahui reaksi Dimitri selanjutnya.


Dimitri seperti sedang memikirkan sesuatu sebelum akhirnya dia mengeluarkan jawaban, yang disertai dengan diturunkannya senjata api yang sempat di angkat setinggi dahi. "Aku tahu dia orang yang cerdas. Tidak semudah itu baginya untuk menyebarkan identitasnya. Yang dia hadapi sekarang bukan mafia kelas teri yang baru terjun di dunia gelap. Aku yakin, Tuan Luca sudah cukup banyak menguasai strategi perang. Jadi, kalau kau jawab tidak tahu. Aku percaya dan aku tidak akan mempersulit hidupmu lagi."


"Tidak ada!" sahut Dimitri cepat. Pria itu membersihkan senjata apinya dengan kain kecil. "Karena kau sendiri yang akan rugi. Aku memang tidak mengenal pria itu. Tetapi aku yakin kalau harta yang aku miliki jauh lebih banyak dari dia." Dimitri menepuk pundak pria itu dengan sopan. "Kau pasti tahu apa maksudku!"

__ADS_1


Dimitri menarik pasukannya untuk pergi meninggalkan lokasi tersebut. Robin yang sudah tidak sabar untuk menghancurkan tempat itu terlihat kecewa. Pria itu tetap berjalan mengikuti Dimitri di belakang sampai mereka tiba di dalam mobil. Sepanjang jalan pria itu tidak ada mengeluarkan kata meskipun ada sejuta pertanyaan di kepalanya.


"Tuan, kenapa-"


"Aku tidak sebodoh itu. Sekarang ayo kita ke rumah sakit. Aku sangat mengkhawatirkan Quinn," potong Dimitri cepat.


Robin yang tidak memiliki hak untuk menentang memutuskan untuk segera menghidupkan mesin mobil dan melajukannya. Pria itu tidak lagi mau membahas masalah musuh. Justru sekarang dia ingin tahu sebenarnya rencana besar apa lagi yang akan dilakukan oleh Dimitri.

__ADS_1


"Sepertinya tidak semudah yang aku bayangkan. Pria ini benar-benar misterius. Dia memiliki orang-orang hebat yang bekerja untuk membunuh targetnya. Aku tidak bisa gegabah. Bisa saja setelah ini Zero menelepon pria misterius itu lalu pria misterius ini membuat strategi baru." Dimitri ingat akan sesuatu. Pria itu langsung melebarkan kedua matanya. "Sherly. Aku yakin wanita itu memiliki sebuah petunjuk!"


__ADS_2