My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 157 Peiyu Kembali


__ADS_3

Di parkir rumah sakit, Sherin menahan tubuh Joa agar tidak masuk ke dalam mobil. Wanita itu ingin mengetahui informasi yang sudah didapatkan Joa tentang Peiyu. Dia sudah sangat penasaran dan ingin segera mengetahuinya.


"Joa, apakah kau sudah berhasil menyelidiki Peiyu? Lalu, bagaimana hasilnya? Kenapa kau tidak cerita padaku?" Sherin menatap Joa dengan serius. Dia tidak mau Joa menghindar lagi. Detik ini juga Sherin harus mengetahui semuanya.


Joa mengangguk. "Peiyu masih hidup. Mulai sekarang dia yang akan merawat Zack Lee," jawab Joa apa adanya.


Sherin melebarkan kedua matanya karena sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Zack Lee. "Benarkah? Lalu sekarang dia ada di mana? Apa dia sudah ada di rumah sakit ini?" Lagi-lagi wanita itu mendesak Joa.


"Ya. Ayo kita masuk ke dalam mobil. Aku akan menceritakannya di dalam," ajak Joa. Pria itu membukakan pintu mobil dan meminta Sherin untuk masuk ke dalam. Tanpa menunggu lagi, wanita itu segera masuk ke dalam mobil karena dia sudah sangat antusias mendengar informasi yang ingin diceritakan oleh Joa.


Beberapa hari yang lalu ...


Joa kembali datang untuk menemui Quinn. Baru saja Dimitri menghubunginya dan memintanya untuk datang ke mansion. Pria itu hanya datang sendirian. Dia tidak mau membawa Sherin. Setibanya di mansion, Joa segera berjalan menuju ke ruang keluarga yang menjadi tempat Quinn dan Dimitri menunggunya.


Di ruangan itu sudah ada Quinn dan Dimitri yang memang sudah sejak tadi menunggu kehadiran Joa. Di atas meja ada sebuah laptop dan beberapa berkas yang terlihat sedikit berserakan. Sepasang suami istri itu tersenyum melihat Joa muncul di sana.


"Duduklah. Kenapa kau berdiri seperti patung!" ujar Dimitri hingga membuat Joa segera duduk di sofa yang ada di seberang Dimitri.


"Joa, Aku punya kabar baik untukmu." Quinn angkat bicara. Dari ekspresi wanita itu saja Joa sudah tahu kalau informasi yang ingin dia sampai adalah informasi yang membahagiakan.

__ADS_1


"Kabar baik apa, Nona?" tanya Joa penasaran.


"Aku telah selesai menyelidiki Peiyu. Ini benar-benar informasi yang sangat membahagiakan. Sebenarnya Peiyu masih hidup," ujar Quinn dengan penuh semangat.


"Benarkah?" Joa semakin bersemangat mendengar informasi yang baru saja diucapkan oleh Quinn.


"Apakah itu benar Nona? Lalu sekarang dia ada di mana? Sebenarnya apa yang terjadi. Bukankah dari cerita yang dikatakan oleh Sherin kalau Peiyu sudah ditembak mati oleh Zack Lee dan itu disaksikan semua orang. Jasadnya langsung masuk ke dalam lautan dan dipastikan tewas detik itu juga." Joa kembali memperjelas keadaan Peiyu saat itu.


"Ya, seharusnya memang kejadiannya seperti itu. Tetapi semua yang terjadi di sana sudah direncanakan sendiri oleh Peiyu. Dia menggunakan pakaian anti peluru hingga tembakan yang diberikan sama sekali tidak menyentuh kulitnya. Akting Peiyu yang sangat meyakinkan membuat semua orang percaya. Wanita itu dibantu oleh pria ini. Aku tidak tahu siapa namanya kerena bagiku informasi itu sangat tidak penting." Quinn menunjukkan foto seorang pria di depan Joa.


"ini Aigu. Orang kepercayaan Zack Lee. Aku sama sekali tidak menyangka kalau ternyata Aigu sudah mengetahui semua rahasia ini. Tetapi kenapa dia tidak pernah memberitahu Zack Lee kalau Peiyu masih hidup," tanya Joa bingung.


Joa memandang ke arah Dimitri. "Dia sudah tewas, Bos."


"Mungkin Aigu mencari waktu yang tepat untuk mengatakan semuanya kepada Zack Lee. Tetapi belum sempat untuk memberitahunya dia sudah tewas lebih dulu," ujar Quinn yang saat itu berusaha berpikiran positif.


"Menurut saya itu tidak mungkin, Nona. Saya yakin Aigu sengaja merahasiakan semua ini dan menutupnya rapat-rapat dari Zack Lee. Kejadian ini sudah bertahun-tahun lamanya. Itu berarti Aigu tidak pernah memiliki niat untuk membongkar rahasia ini," jelas Joa.


Quinn mengangguk setuju. "Ya, mungkin saja seperti itu," ucap Quinn pada akhirnya.

__ADS_1


"Nona, lalu di mana keberadaan Peiyu saat ini? Apa dia baik-baik saja?" tanya Joa ingin tahu.


Peiyu pergi ke tempat yang sangat terpencil. Sepertinya dia benar-benar menjauh dari kehidupan Zack Lee dan orang-orang yang pernah kenal dengannya. Ini alamat tempat Peiyu tinggal. Kau harus segera menemuinya. Jika kau memiliki niat untuk mempertemukan Peiyu dengan Zack Lee lagi.


Lebih baik tidak memberi informasi alamat ini kepada Zack Lee karena sepertinya secara diam-diam Peiyu juga memiliki mata-mata yang membuat dia tahu hal-hal apa saja yang berhubungan dengan Zack Lee. Aku yakin 100% jika kau menyampaikan informasi ini sekarang juga kepada Zack Lee, Peiyu pasti akan segera membuat rencana baru untuk mencari tempat persembunyian yang lain. Dan ini pasti akan sangat merepotkan kita semua." Quinn memperingati Joa agar tidak mengambil keputusan yang salah.


"Baiklah, saya akan mengurus semuanya sendirian tanpa memberitahu Zack Lee lebih dulu. Nona, terima kasih atas bantuan anda. Informasi ini sangat berguna bagi saya," ucap Joa dengan wajah yang ceria.


"Ya jelas saja berguna karena dengan adanya informasi kalau Peiyu masih hidup, itu berarti Zack Lee tidak akan lagi mengejar-ngejar Sherin. Bukankah begitu Joa?" ledek Dimitri sambil menahan tawa.


Joa menunduk lalu tersenyum kecil. Jarang-jarang pria itu tersenyum seperti itu setelah mendengar pernyataan dari Dimitri.


"Oh iya, aku lihat hubunganmu dengan Sherin sama sekali belum mengalami kemajuan. Sampai kapan kau mau seperti ini? Aku sudah memberitahumu semua trik yang dulu aku gunakan untuk mendapatkan Quinn. Tetapi kenapa kau masih belum juga berhasil?" protes Dimitri kesal.


"Saat ini saya hanya ingin fokus untuk menolong Zack Lee, Bos. Saya ingin balas budi kepadanya karena dia sudah dua kali menolong saya. Yang pertama saat dia membebaskan kami dari pulau terpencil itu. Dan yang kedua saat ia membunuh Chen Li."


"Kami menghargai keputusanmu Joa. Tetapi jika boleh memberi saran, lebih baik segera perjuangkan Sherin. Jangan sampai kalah cepat dengan Xander," ucap Quinn sambil tersenyum.


"Xander? Kenapa aku bisa lupa dengan perjodohan itu!" umpat Joa di dalam hati. "Aku harus segera memperjuangkan Sherin sebelum terlambat."

__ADS_1


__ADS_2