My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 129 Tidak Mau Pergi


__ADS_3

"Apa jauh lagi?" tanya Quinn mulai kesal. Pasalnya kini dia harus berjalan dengan mata tertutup. Quinn merasa sudah cukup jauh kakinya melangkah. Namun kejutan yang disiapkan oleh suaminya tidak juga ada di depan mata.


"Sabar Sayang, sebentar lagi. Sebenarnya kita sudah tiba di lokasi. Tetapi kau harus berdiri di posisi yang pas," jawab Dimitri. Pria itu sangat telaten ketika sedang membawa istrinya melangkah. Dia memastikan kalau jalan yang diinjak oleh Quinn tidak ada duri maupun benda apapun yang bisa menghalanginya dan membuatnya tersandung.


"Sejak tadi hanya itu saja kalimat yang bisa kau katakan. Jangan-jangan kau hanya membawaku berputar-putar di tempat yang sama. Kenapa harus menutup mataku seperti ini. Aku ingin segera melihat pemandangan yang aku lewati untuk memastikan kalau kau tidak sedang mengerjaiku!" protes Quinn lagi. "Sayang, cepat buka," rengeknya setelah marah.


Dimitri tersenyum. "Oke. Berdiri di sini dan jangan buka penutup matamu sebelum Aku perintahkan," bisik Dimitri. Pria itu segera melangkah mundur untuk menjauh dari posisi Quinn berada.


"Sayang, jangan pergi jauh-jauh dariku. Aku tidak mau ditinggal sendirian di tempat ini," teriak Quinn. Dia tahu kalau langkah Dimitri semakin jauh darinya.


"Sayang, sekarang kau bisa membuka penutup matanya!" teriak Dimitri yang saat itu posisinya hanya beberapa meter saja dari posisi Quinn berada.

__ADS_1


Quinn mengatur nafasnya agar kembali tenang sebelum akhirnya ia membuka penutup matanya. Wanita itu tidak langsung membuka kedua matanya lebar-lebar. Dia diam sejenak sebelum kedua kelopak matanya bergerak ke atas.


Quinn melihat sesuatu yang sangat mustahil baginya. Karena tidak percaya dengan apa yang dia lihat, sampai akhirnya Quinn memutuskan untuk mencari keberadaan suaminya.


"Sayang, apa sekarang Aku bermimpi?" tanya Quinn sembari memandang Dimitri. Namun karena penasaran ia kembali memandang ke depan lagi.


"Nggak, Nona. Memang ini saya. Saya dan penduduk desa lainnya tinggal di pulau yang sama dengan Anda," ucap Nenek Su.


"Nona, Saya senang melihat anda dan Tuan Dimitri bulan madu di tempat ini. Selamat ya Nona. Maafkan kami karena kami tidak bisa berlama-lama di kota saat itu. Jadi kita hanya bertemu sebentar saja. Bahkan tidak sempat untuk mengobrol," ucap Nenek Su.


Quinn mengangguk dengan mata berkaca-kaca. "Tapi sekarang kita memiliki waktu yang banyak untuk bercerita."

__ADS_1


Nenek Su mengernyitkan dahinya. "Bukankah Tuan Dimitri sendiri yang bilang kalau anda dan Tuan Dimitri akan segera pergi meninggalkan Pulau ini?"


"Itu karena aku bosan di vila. Jika saja sejak awal aku tahu kalau Nenek Su juga ada di pulau ini, mungkin aku tidak akan merasa bosan," sahut Quinn.


"Jadi sekarang mau pergi atau tidak?" tanya Dimitri untuk kembali memastikan keputusan istrinya.


"Jelas saja tidak. Aku ingin bersama dengan Nenek Su dan penduduk pulau lainnya," jawab Quinn tanpa ragu lagi.


Dimitri hanya tersenyum mendengarnya. Pria itu memasukkan kedua tangannya ke dalam saku. "Sayang, tapi kau harus ingat satu hal. Sekarang masih momen bulan madu kita. Jika sedang bergosip, ingatlah suamimu ini!" Nenek Su dan Quinn tertawa geli mendengarnya.


"Nona, ayo kita ke desa. Penduduk lainnya pasti senang bisa bertemu dengan anda lagi," ajak Nenek Su. Tanpa menolak Quinn segera pergi mengikuti langkah Nenek Su.

__ADS_1


__ADS_2