My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 155 Sahabat Baru


__ADS_3

Zack Lee membuka matanya secara perlahan. Pertama kali membuka mata, wajah Sherin yang pertama kali dia lihat. Pria itu tidak lagi memandang Sherin sebagai Peiyu. Dia sudah sadar kalau Sherin dan Peiyu adalah dua wanita yang berbeda. Tidak boleh disamakan.


"Sherin, apa yang kau lakukan di sini? Apa kekasihmu itu tidak cemburu?" ledek Zack Lee. Pria itu ingin duduk. Namun dia merasakan sakit yang luar biasa hingga sulit untuk duduk seperti biasanya.


"Dokter melarangmu banyak gerak," protes Sherin. "Sebaiknya kau tetap seperti ini sampai kondisimu benar-benar membaik."


Zack Lee tidak banyak protes. Pria itu memandang ke jendela. Dia merasa lega sekarang karena sudah berhasil membunuh Chen Li.


"Sherin, menurutmu Peiyu masih hidup atau tidak?" tanya Zack Lee tanpa memandang.


Sherin kaget mendengar pertanyaan Zack Lee. Memang selama beberapa hari ini saat tidak sadarkan diri, hanya nama Peiyu yang dipanggil oleh Zack Lee. Hal itu membuat Sherin tidak tega hingga akhirnya dia memutuskan untuk merawat pria itu. Tetapi Sherin tidak melakukannya sendirian. Joa selalu ada di samping Sherin untuk menjaganya.


"Aku tidak tahu," jawab Sherin. Wanita itu beranjak dari kursi. "Aku mau keluar sebentar. Jangan banyak gerak. Nanti aku akan kembali."


Zack Lee segera menggenggam tangan Sherin. "Tunggu!" tolak Zack Lee. Pria itu terbatuk-batuk sampai kesulitan bernapas.


"Minumlah!" Sherin segera mengambil air putih lalu memberikannya kepada Zack Lee. Dia merawat Zack Lee dengan hati-hati.


Zack Lee meneguk air putih itu secara perlahan sebelum melepas tangan Sherin. "Apa aku bisa minta tolong?"


"Minta tolong?" Sherin mengernyitkan dahinya.


"Kau pasti tahu dimana kamar hotel yang menjadi tempat istirahatku. Di dalam sana ada ponsel yang aku buang ke lantai. Sherin, tolong ambil ponsel itu. Di atas meja juga ada ponsel. Itu milik Aigu." Zack Lee tidak mau sampai dua benda itu hilang. Karena dari situ dia akan memulai pencarian Peiyu.


"Tapi untuk apa? Kenapa tidak nanti saja setelah kau sudah sembuh. Jadi kau bisa mengambilnya sendiri." Sherin seperti tidak setuju. Dia juga tidak mau terlalu akrab dengan Zack Lee seperti ini.


"Saat itu aku menekan nomor Peiyu. Lalu seorang wanita mengangkat panggilan teleponnya. Suaranya sangat mirip dengan Peiyu," jelas Zack Lee singkat. Kali ini pria itu berharap kalau Sherin mau membantunya. "Aku hanya ingin memastikan kalau suara itu bukan sekedar ilusiku saja."


"Sebenarnya Peiyu ini beneran masih hidup atau memang sudah tewas sih. Kenapa sekarang aku jadi penasaran," gumam Sherin di dalam hati.


"Apa kau bisa membantuku lagi?" Ada penekanan di dalam pertanyaan Zack Lee hingga membuat Sherin menjadi semakin tidak tega.


Sherin mendengus kesal. "Baiklah."


Zack Lee tersenyum bahagia mendengarnya. "Terima kasih, Nona Sherin."


...***...


Di mansion, Quinn sedang ada di halaman samping rumahnya. Wanita itu terlihat cantik dengan gaun biru yang ia kenakan. Dia sendirian karena Dimitri baru saja pergi ke kamar. Wanita itu dijaga ketat oleh Bebe pengawal dan ada juga sniper yang melindunginya secara rahasia.


Joa berjalan mendekati Quinn yang saat itu masih sibuk memberi makan ikan. Karena sangat fokus dengan ikan-ikan yang ada di kolam sampai-sampai dia tidak menyadari kalau ada Joa dibelakangnya.


"Nona," sapa Joa hati-hati. Ini pertama kalinya Joa memberanikan diri untuk menemui Quinn saat Dimitri tidak ada di sisi wanita itu.

__ADS_1


Quinn memutar tubuhnya mendengar suara Joa. Wanita itu langsung tersenyum manis dan meletakkan makanan ikan yang sempat ada di tangannya. "Dimitri lagi mandi. Sebentar lagi dia juga akan turun. Joa, kau tunggu saja di sana," ucap Quinn sembari menunjuk kursi. Wanita itu berpikir kalau Joa sedang mencari suaminya.


Joa masih terlihat ragu. Pria itu mendekat lagi. "Nona, saya butuh bantuan Anda kali ini."


Quinn mengernyitkan dahinya. "Bantuanku? Apa yang bisa aku bantu?"


"Bukankah Anda adalah malaikat komputer? Anda bisa mengetahui kejadian yang pernah terjadi sebelumnya jika di lokasi kejadian ada CCTV dan ponsel." Joa kembali memperjelas kemampuan Quinn.


Quinn diam sejenak. Sebenarnya sekarang dia sudah meninggalkan kebiasaannya itu. Wanita tersebut tidak lagi menerima orderan sebagai malaikat komputer sejak menikah dengan Dimitri. Akan tetapi tidak kemampuan itu tidak bisa dihilangkan dan dilupakan begitu saja. Quinn masih sanggup melakukannya jika memang dia menginginkannya.


"Sebenarnya itu hal yang sangat berat untuk aku lakukan. Karena secara sadar aku harus mencuri informasi seseorang tanpa izin darinya. Aku akan melakukannya jika dalam keadaan terdesak saja," ucap Quinn. "Apa kali ini kau berada dalam masalah? Kenapa Dimitri tidak tahu?"


"Tidak, Nona. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Bos Dimitri maupun White Snake. Bahkan sebenarnya masalah ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan saya. Kali ini saya ingin meminta bantuan anda untuk membantu Zack Lee."


Wajah Quinn menjadi serius. "Zack Lee? Pria kemarin itu? Joa, sebenarnya apa yang harus aku lakukan?"


"Ini soal Peiyu, Nona. Wanita yang wajahnya mirip dengan Sherin. Sherin sempat cerita kepadaku kalau wanita bernama Peiyu ini ditembak mati oleh Zack Lee karena berkhianat. Namun jasad wanita ini tidak pernah ditemukan. Saya hanya ingin tahu sebenarnya apa yang sudah dilakukan oleh wanita ini dan apakah benar dia sudah benar-benar tewas. Jika dia masih hidup, sekarang dia ada di mana." Tadi Sherin menceritakan semuanya. Bahkan wanita itu juga yang meminta Joa agar menemui Quinn dan meminta bantuannya.


Quinn duduk di kursi yang tidak jauh dari posisinya berdiri. "Kau memiliki petunjuk yang bisa aku gunakan untuk menjadi titik awal pencarian?"


Joa mengeluarkan ponsel milik Zack Lee dari sakunya yang tadi dia ambil dari hotel. Setelah Sherin menceritakan semua yang terjadi, Joa segera ke hotel dan mengambil ponsel tersebut. Dia tidak hanya membawa ponsel milik Zack Lee. Tetapi ponsel Aigu yang sempat di simpan oleh Zack Lee.


"Baiklah. Tapi aku tidak janji bisa menyelesaikannya hari ini juga. Apa aku boleh meminta waktu selama beberapa hari? Jika Aku gagal Aku akan memberitahumu begitupun jika aku berhasil. Aku juga harus melakukan semua ini atas pengetahuan Dimitri. Aku tidak mau melakukan segala sesuatunya yang bersifat rahasia. Bagaimanapun juga aku telah menikah dengan Dimitri. Jadi apapun yang aku lakukan dia juga harus mengetahuinya." Quinn menjelaskan semuanya agar Joa tahu.


Joa mengangguk setuju. Karena dia yakin, meskipun Dimitri mengetahuinya, pria itu tidak akan marah. "Anda tidak perlu meminta waktu kepada saya Nona. Biar saya yang menunggu hasil dari Anda. Entah itu seminggu lagi ataupun sebulan lain."


Joa menunduk hormat di hadapan Quinn. "Terima kasih, Nona. Saya permisi dulu."


Quinn mengangguk. Setelah itu Joa segera pergi meninggalkannya di sana. Wanita itu memperhatikan ponsel milik Aigu yang kini ada di genggaman tangannya. Untuk penyelidikan awal ia lebih tertarik untuk melihat kontak telepon tersebut dan membaca beberapa email yang masuk.


Saat itu tanpa sengaja Quinn melihat video Peiyu dan Aigu. Detik itu diaerasa sedih melihat Zack Lee. Dia tahu betul bagaimana sakitnya dikhianati.


"Peiyu tidak setia. Sebagai wanita dia tidak bisa menjaga dirinya. Ini cukup aneh. Kenapa Zack Lee masih begitu tergila-gila padanya?" Namun Quinn tidak hanya melihat satu bukti saja.


Wanita itu memeriksa ponsel Zack Lee kali ini. Dia melihat Peiyu diperkosa dan diperlakukan dengan begitu kasar. Hal itu membuat jiwa Quinn meronta. Wanita itu menjadi emosi. Namun dia tahu kalau Chen Li yang sudah melakukan semua ini. Quinn tidak bisa menyalakan siapapun lagi saat ini karena musuh telah berhasil dikalahkan.


"Apa ini wanita yang bernama Peiyu? Wajahnya benar-benar mirip dengan Sherin. Bedanya dia memiliki rambut yang panjang sedangkan Sherin sejak dulu lebih menyukai rambut pendek," gumam Quinn. Wanita itu tidak sanggup untuk melihat videonya sampai akhir. Dia membuka email yang lainnya.


Kali ini wanita itu membuka email yang ada di ponsel Aigu. Membaca pesan panjang yang dikirimkan oleh Peiyu membuat Quinn tersentuh. Wanita itu sampai menangis setelah membacanya.


"Kisah hidup yang menyedihkan. Kenapa cinta selalu membuat sakit?" lirih Quinn. Sejak menikah memang wanita itu menjadi sangat sensitif.


"Sayang, apa yang terjadi? Kenapa kau tiba-tiba menangis seperti ini?" tanya Dimitri dengan wajah khawatir. Pria itu cepat-cepat duduk di samping Quinn dan menghapus air mata yang masih tersisa di pipi istrinya. Dia melihat ponsel yang kini ada di genggaman Quinn. "Ponsel siapa ini?"

__ADS_1


"Zack Lee," jawab Quinn. Dia berusaha mengatur napasnya agar kembali tenang.


"Ponsel Zack Lee? Untuk apa ponsel pria itu ada padamu?" Dimitri semakin serius.


"Tadi Joa datang menemuiku dan memintaku untuk menyelidiki seorang wanita bernama Peiyu. Wajahnya sangat mirip dengan Sherin. Namun kematiannya masih menjadi sebuah misteri karena jasadnya tidak ditemukan," jelas Quinn apa adanya.


"Bukankah itu masalah yang sangat mudah? Dalam hitungan detik saja kau pasti bisa menyelesaikannya. Lalu kenapa sekarang kau menangis. Apa hubungannya wanita itu denganmu? Kenapa tiba-tiba kau sedih setelah mendengar ceritanya?" Dimitri terus saja menyelidiki sampai dia benar-benar puas dengan jasa istrinya. Tidak boleh ada sedikitpun informasi yang tidak dia ketahui.


"Peiyu ini sebenarnya wanita yang baik. Karena kesalahan satu malam hidupnya menjadi berantakan. Dia bahkan rela mengakui dirinya sebagai seorang penghianat demi menghukum dirinya sendiri yang sudah melakukan kesalahan. Di dunia ini jarang menemukan wanita seperti dia. Bahkan di saat posisinya sangat mendesak wanita itu masih bersikeras untuk melindungi rahasia kekasihnya yaitu Zack Lee."


"Tapi aku masih tidak menyangka kalau Joa berani menemuimu tanpa ada aku. Bagaimana cara dia bicara?" tanya Dimitri lagi


"Tadi Joa tiba-tiba muncul sini saat aku memberi makan ikan. Dia memintaku untuk membantu mereka menyelidiki keberadaan Peiyu. Sayang, wanita ini wajahnya benar-benar sangat mirip dengan Sherin. Pantas saja Zack Lee terus mengejar Sherin kemarin.


Setelah mendengar cerita dari Joa, aku juga jadi penasaran. Wanita itu sempat dinyatakan tewas setelah ditembak oleh Zack Lee. Akan tetapi ada beberapa bukti yang justru menunjukkan kalau Peiyu masih hidup."


Dimitri kembali diam karena penjelasan Quinn sudah cukup baginya. Tiba-tiba ia teringat dengan kalimat yang pernah ia ucapkan di depan Joa dan itu sama sekali belum diketahui oleh Quinn. Dia tidak mau sampai rencananya terbongkar karena kini ketika Joa ingin menemui Quinn, tidak lagi melalui dirinya. "Sayang, sebenarnya ada satu hal penting yang belum aku sampaikan kepadamu."


"Ada apa? Kenapa wajahmu seperti sedang menahan tawa? Apa ini sebuah cerita lucu?" Quinn menyipitkan kedua matanya.


"Sangat-sangat lucu. Aku yakin kau juga tertawa setelah mendengarnya." Dimitri bahkan tertawa kecil saat sebelum menceritakan apa yang ia katakan kepada Joa.


Quinn menarik lengan Dimitri dengan wajah yang sangat penasaran. "Sayang, cepat katakan. Jangan membuat aku semakin penasaran," protes Quinn.


"Waktu itu saat di London, Aku membawa Joa ke balkon untuk bercerita. Apakah kau ingat?" tanya Dimitri.


Quinn mengangguk. "Ya aku ingat. Bukankah saat itu seharusnya kalian membahas soal rencana penyerangan?"


"Tidak. Saat itu aku sedang mengerjai Joa. Aku katakan padanya kalau Xanders dan Sherin dijodohkan dan jika Sherin setuju, dalam waktu dekat mereka akan segera menikah," sambung Dimitri.


"Sayang, dari mana kau mendapatkan ide seperti itu? Lalu bagaimana reaksi Joa setelah mengetahuinya?" Quinn semakin antusias.


"Dia langsung memintaku untuk mengajarinya cara meluluhkan hati seorang wanita." Dimitri tertawa lepas. Dia tidak bisa menahan tawa ketika membayangkan ekspresi Joa saat itu.


"Bagus. Itu berarti cerita bohongmu mendapat respon yang baik dari Joa. Tapi kita tidak bisa merahasiakan semua ini dari Xander. Dia juga harus tahu agar rencana besar kita sukses. Bila perlu kita juga bekerja sama dengan Sherin!"


"Aku akan segera memberitahu informasi ini kepada Xander. Aku juga akan meminta dia untuk membantu kita. Tetapi sebaiknya jangan sampai Sherin mengetahuinya. Wanita itu sangat tidak pintar menjaga rahasia. Dia pasti akan segera mengatakan kepada Joa apa yang sebenarnya terjadi daripada Joa marah padanya," ucap Dimitri tidak setuju.


Quinn mengangguk. "Ya, aku setuju. Kalau begitu secepatnya kita harus membuat Joa dan Sherin jadian. Aku sudah sangat gregetan melihat mereka berdua. Saling mencintai tapi tidak mau mengakui," ucap Sherin.


Dimitri tersenyum lalu menarik pinggang istrinya. "Seperti kita dulu?"


Quinn mengangguk malu-malu. "Tapi bedanya kau lebih gentleman daripada Joa."

__ADS_1


Dimitri mengecup pipi Quinn. "Itu karena aku tidak mau kalah dari Xander."


Quinn hanya tersenyum saja. Jika di ingat kembali bagaimana hubungan mereka sebelum menikah, rasanya sangat lucu dan menggemaskan. "Kasihan Xander. Lagi-lagi dia terlibat," batin Quinn di dalam hati.


__ADS_2