My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 133 Cerita Masa Lalu


__ADS_3

Sherin langsung memberikan foto Peiyu yang sempat ia genggam kepada Zack Lee. Wajahnya terlihat tidak suka mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh pria di depannya itu.


"Tuan, sejak tadi saya berusaha menyakinkan diri saya untuk memandang anda sebagai pria baik. Jadi tolong jaga sikap dan bicara anda agar saya tetap memandang anda sebagai pria baik-baik. Saya dan Peiyu berbeda. Bukankah anda sendiri yang bilang kalau anda yang sudah menembak Peiyu. Wanita itu tewas di hadapan anda. Lalu, bagaimana bisa anda mengatakan kalau saya adalah Peiyu?" Nada bicara Sherin tidak lagi bersahabat.


"Tapi sampai detik ini aku tidak menemukan jenazahnya. Setelah ku tembak, dia terjatuh ke lautan dan hilang." Zack Lee menyimpan kembali foto Peiyu. Dia tidak mau jika satu-satunya foto Peiyu yang ia miliki hilang. "Maafkan saya. Saya janji tidak akan mengatakan kalimat seperti itu lagi. Anda dan Peiyu sangat jauh berbeda. Kalian juga bukan orang yang sama. Jika memang Anda adalah Peiyu, sejak awal kita bertemu pasti anda sudah membunuh saya karena dendam."


"Anda ini benar-benar pria yang aneh. Anda sangat mencintai Peiyu dan tidak rela jika ia sampai mati. Tetapi anda menembaknya. Memangnya separah apa kesalahan yang sudah dia perbuat sampai-sampai anda tidak mau memaafkannya lagi? Bukankah masih ada cinta di dalam hati Anda. Kenapa Anda tidak menggunakan cinta itu untuk memaafkan kesalahannya?" Sherin mulai geram melihat tingkah laku pria di depannya ini.


"Itu karena saya seorang pemimpin dan Peiyu adalah bawahan saya. Di dalam sebuah organisasi ada sebuah aturan yang tidak boleh di langgar. Jika salah satu dari mereka berkhianat maka mereka semua harus dibunuh dan disaksikan oleh semua anggota.


Apa kau tahu betapa beratnya aku saat itu. Jika saja aku bisa menggantikannya mungkin aku siap untuk menggantikannya. Jika saja saat itu aku bisa pergi mungkin aku sudah membawanya pergi. Sayangnya keadaan sangat tidak berpihak kepadaku saat itu. Ditambah lagi Peiyu yang terus saja berkata jujur atas penghianatan yang sudah dia lakukan." Wajah memelas Zack Lee lagi-lagi membuat Sherin tidak tega. Dia tahu berapa besarnya cinta Zack Lee terhadap Peiyu. Dia juga tahu apa yang dirasakan Zack Lee saat menembak Peiyu.


"Apa Anda sudah menyelidikinya dengan benar? Bagaimana kalau kenyataannya Peiyu tidak bersalah. Dia sengaja mengatakan kalau dirinya adalah seorang penghianat karena ingin melindungi anda?" Entah kenapa Sherin bisa memiliki pemikiran seperti itu.


Zack Lee mengernyitkan dahi mendengar pernyataan Sherin. "Kenapa anda bisa memiliki pemikiran seperti itu?"


"Karena menurut saya seorang wanita tidak akan mungkin mengkhianati pria yang dicintainya. Kalaupun ia harus berkhianat mungkin ada alasan di balik semua itu. Kecuali dia memang tidak benar-benar tulus mencintai anda selama ini. Semua itu hanya anda yang tahu." Sherin memalingkan wajahnya karena tidak mau berlama-lama dipandang oleh Zack Lee seperti itu.


Zack Lee ingin melanjutkan ceritanya namun sopir mereka sudah berhenti di salah satu parkiran restoran mewah yang ada di kota tersebut. Pria itu tersenyum kecil lalu menghela nafas panjang.


"Ayo Nona kita turun. Kita sudah sampai," ajak Zack Lee. Bersamaan dengan itu pintu mobil terbuka lebar. Dua pengawal Zack Lee telah berdiri di sisi kanan dan kiri mobil untuk menjaga mereka berdua.


Sherin mengangguk pelan lalu turun dari mobil. Wanita itu tidak langsung melangkah. Dia melirik pengawal yang tadi membukakan pintu untuknya sebelum memandang ke arah Zack Lee yang kini berjalan menghampirinya.


"Tuan, Anda harus ingat satu hal kalau saya akan segera pergi setelah makan siang ini. Jadi anda jangan mengganggu saya lagi karena saya memiliki banyak urusan," ucap Sherin memperingati.

__ADS_1


Zack Lee hanya mengangguk. Pria itu lalu berjalan lebih dulu di depan Sherin. Sherin menahan langkah kakinya ketika melihat mobil yang biasa dikemudikan oleh Joa terparkir di sana. Wanita itu kaget sampai-sampai terlihat gugup.


"Bukankah itu mobil Joa? Apa dia juga ada di restoran ini?"


"Nona, ayo." Zack Lee kembali berhenti ketika Sherin tidak juga melangkah.


Sherin memandang ke depan lalu mengangguk. Sambil berjalan Sherin kembali memandang ke arah mobil itu untuk memastikan kalau memang mobil tersebut milik Joa. "Tidak salah lagi. Ada logo White Snake di sana. Lalu, dimana Joa? Apa dia di dalam?"


...***...


Sherin tidak bisa menghabiskan makanan yang tersaji di meja. Entah kenapa dia merasa kenyang ketika tahu kalau Joa juga ada di lingkungan restoran itu. Meskipun dia tidak bertemu langsung, tetapi Sherin yakin Joa ada di sana.


"Anda tidak menyukai makanan yang saya pesan, Nona?" tanya Zack Lee.


"Makanan ini enak. Tapi sepertinya saya sudah kenyang." Sherin mendorong piring lalu meneguk air putih di dekatnya. "Tuan, sesuai dengan perjanjian. Saya harus segera pergi."


Sherin yang merasa tidak enak kembali duduk di kursinya. Lagi-lagi wanita itu memandang ke segala arah untuk mencari keberadaan Joa.


"Anda mencari seseorang, Nona?" Zack Lee memasukkan makanannya ke mulut. Pria itu terlihat sangat menikmati makan siangnya.


"Tidak. Bisakah anda lebih cepat lagi?" ketus Sherin.


Zack Lee tersenyum tipis mendengarnya. Pria itu mengangkat kepalanya lalu memandang ke arah Joa yang kini berjalan menuju ke arahnya. Ekspresi wajah Zack Lee tetap terlihat tenang. Kini pria itu tahu kalau sejak tadi Sherin mencari Joa. Dan dia berpikir kalau Sherin sudah memberi tahu Joa dimana mereka berada.


"Anda masih tidak percaya pada saya, Nona?"

__ADS_1


Sherin mengernyitkan dahinya. "Maksudnya?"


"Kenapa harus memanggil pacar anda ke sini?" ucap Zack Lee lagi.


"Pacar?" Sherin segera memandang ke belakang. Bersamaan dengan itu Joa sudah tiba di samping Sherin dan memandang wanita itu dengan sinis. "Tadinya aku pikir kau di culik olehnya dan di paksa untuk makan di sini. Tetapi melihat sikapmu yang sekarang, aku tahu kalau kau tidak sedang dalam keadaan tertekan!"


Sherin yang kelabakan langsung berdiri dan mendekati Joa. "Kenapa kau bisa ada di sini?"


"Kenapa kau bilang?" Joa menaikan satu alisnya. "Kau takut aku mengganggumu?"


"Tuan, anda tidak perlu menyalahkan pacar anda. Saya yang sudah-"


"Diam! Saya tidak bicara dengan anda!" potong Joa. Pria itu memandang ke arah Sherin. "Nona Sherin bukan pacar saya. Jadi dia bebas dekat dengan siapapun! Silahkan melanjutkan makan siang kalian." Joa segera pergi karena tidak tahan lagi. Sebenarnya pria itu ingin memukul Zack Lee karena sudah membawa Sherin makan siang. Namun dia juga tidak memiliki hak untuk melakukannya karena dia bukan pacar Sherin.


"Joa, tunggu!" Sherin segera mengejar Joa tanpa mau berpamitan dengan Zack Lee. Dari meja Zack Lee hanya tersenyum bahagia melihat pemandangan di depannya.


"Ternyata dia belum milik siapapun. Bukankah itu berarti aku masih memiliki kesempatan untuk memilikinya?" ujar Zack Lee sebelum melanjutkan makan siangnya yang belum selesai.


Di luar, Sherin berhasil meraih tangan Joa. Wanita itu berdiri di hadapan Joa dan menghalangi pria tangguh itu masuk ke dalam mobil.


"Kau sudah salah paham," ucap Sherin.


"Aku tidak peduli!" ketus Joa.


"Jika tidak peduli, kenapa kau ada di sini?"

__ADS_1


Joa kali ini kehabisan kata-kata untuk membela diri. "Menyingkirlah!"


Sherin memang menyingkir. Tetapi wanita itu masuk ke dalam mobil lalu duduk di jok penumpang. Joa mendengus kesal sebelum masuk ke dalam mobil. Setelahnya pria itu melajukan mobil tersebut dengan kecepatan tinggi.


__ADS_2