My Perfect Hero

My Perfect Hero
Bab. 154 Gerak Cepat


__ADS_3

Zack Lee memberhentikan mobilnya di pinggir jalan. Kini mereka melihat mobil yang sebelumnya dikemudian Chen Li berhenti di pinggir jalan. Zack Lee segera turun dari mobil. Begitupun dengan Joa. Dua pria itu mencari keberadaan Chen Li ke segala arah.


"Apa dia sudah kabur? Tapi kemana?" tanya Joa di dalam hati.


"Aku tahu dia pasti bersembunyi di satu tempat," ujar Zack Lee. "Aku akan benar-benar mencincang tubuhnya!" umpat Zack Lee. Pria itu melangkah maju untuk memeriksa lokasi sekitar.


Seorang wanita muncul. Wanita itu memegang rantai dan menatap Zack Lee dengan senyuman penuh arti. Zack Lee berhenti di dekat mobil yang dikemudikan Chen Li. Pria itu memperhatikan wanita di depannya dengan tatapan sepele.


"Menyingkirlah. Daripada kau berdiri di sana, lebih baik beri tahu aku dimana Chen Li berada saat ini," ujar Zack Lee.


"Pergilah cari Chen Li. Biar aku yang menghadapi wanita ini," ucap Joa. Pria itu berdiri di samping Zack Lee. Rasanya dia tidak merasa keberatan jika harus membantu Zack Lee dengan cara seperti ini.


Zack Lee mengangguk. Dia memang tidak mau sampai kehilangan jejak Chen Li.


Di udara, mereka melihat sebuah helikopter. Zack Lee memandang ke depan. Dia tahu kalau helikopter itu datang karena ingin menjemput Chen Li.


"Aku harus bisa menangkapnya!" Zack Lee segera berlari kencang mengikuti laku helikopter di udara.


Seperti yang sebelumnya dipikirkan oleh Zack Lee. Kini dia melihat Chen Li yang ingin segera naik ke dalam helikopter. Zack Lee mengeluarkan senjata apinya lalu menembak helikopter itu hingga berulang kali. Karena tidak berhasil melumpuhkan helikopter itu akhirnya Zack Lee kembali berlari kencang. Peluru yang ia miliki juga tinggal satu. Pria itu harus memanfaatkannya dengan sebaik mungkin.


Bersamaan dengan itu, Chen Li sudah berhasil naik ke dalam helikopter dan duduk dengan tenang. Sudah ada senyum kemenangan di sana. Dia merasa yakin kalau kali ini pasti berhasil kabur dari Zack Lee.


Ketika helikopter siap untuk terbang dan pergi meninggalkan lokasi tersebut di saat itu juga Zack Lee melompat. Pada akhirnya ia berhasil bergantung pada kaki helikopter.

__ADS_1


Chen Li tidak mau sampai Zack Lee berhasil menghalanginya untuk pergi. Pria itu menginjak tangan Zack Lee yang masih berpegangan kuat. Meskipun sudah dipijak hingga berulang kali. Tapi tetap saja Zack Lee masih sanggup untuk berpegangan.


Zack Lee mengeluarkan senjata api lalu menembak pria yang mengendalikan helikopter. Kali ini tembakan Zack Lee tepat sasaran. Peluru terakhir yang dia miliki masih bisa membantunya. Pria yang mengendalikan helikopter langsung tewas di tempat. Zack Lee tersenyum puas saat itu.


"Sial!" umpat Chen Li.


Zack Lee segera melepas pegangannya di kaki helikopter. Pria itu terjatuh di tanah. Ternyata Zack Lee tidak melompat sendirian. Chen Li juga melompat karena pria itu tidak mau sampai celaka karena tidak bisa mengendalikan helikopter.


Zack Lee sudah tahu kalau Chen Li tidak bisa mengendalikan helikopter. Tadinya pria itu berpikir kalau Chen Li akan meledak bersama dengan helikopter yang ditumpanginya. Tidak di sangka pria itu melompat di waktu yang tepat.


DHOMMM


Suara ledakan helikopter terdengar dengan sangat jelas karena memang helikopter itu terjatuh dan meledak di lokasi yang tidak jauh dari posisi mereka berada.


Chen Li dan Zack Lee saling memandang satu sama lain. Kali ini Chen Li hanya bisa mengandalkan dirinya sendiri. Pria itu berdiri dengan senjata api di tangannya.


"Apa kau baik-baik saja?" tanya Sherin. Dia merasa ngeri melihat luka yang kini ada di sekujur tubuh Zack Lee.


"Kenapa kau ke sini? Apa kau tidak tahu kalau tempat ini berbahaya?" protes Zack Lee.


Chen Li berdiri dengan wajah tidak percaya. Dia memandang Sherin tanpa berkedip lagi. "Peiyu? Kau masih hidup?"


Ternyata selama ini Chen Li tidak tahu bagaimana wajah Sherin. Dia menyerahkan semua urusan yang berhubungan dengan Sherin ke anak buahnya langsung. Pria itu percaya kalau Yakuza yang kini menjadi temannya pasti akan berhasil membunuh wanita yang sudah merenggut nyawa adiknya.

__ADS_1


"Chen Li belum tahu kalau Sherin memiliki wajah yang mirip dengan Peiyu," batin Zack Lee.


"Peiyu? Oh iya aku hampir lupa. Zack Lee dan Chen Li berteman. Sudah pasti dia juga mengenal Peiyu. Sekarang aku harus bagaimana? Diam saja seperti ini atau mengakui identitas asliku?" tanya Sherin di dalam hati.


"Ya. Peiyu masih hidup. Dia sudah menceritakan semuanya!" Zack Lee berdiri. Dia memegang tangan Sherin. Pria itu menatap Sherin dengan tatapan memohon agar kali Sherin membantunya. Tidak lagi berontak.


"Tidak! Ini tidak mungkin. Aku melihat sendiri Peiyu tewas. Aku yang sudah menguburkannya!" teriak Chen Li.


Detik itu Zack Lee baru tahu kalau Peiyu memang benar-benar sudah tewas. Lalu, suara siapa yang dia dengar di hotel semalam? Hilangnya jasad Peiyu kini bukan lagi sebuah misteri yang harus dipecahkan. Chen Li sendiri sudah mengakui kalau dialah yang sudah mengambil jasad Peiyu di lautan dan menguburkannya.


"Kau yang sudah membuatku seperti ini Chen Li!" teriak Sherin. Ternyata wanita itu juga heran melihat kelakuan Chen Li hingga akhirnya memutuskan untuk membantu Zack Lee.


"Peiyu! Kau sudah mati. Kau seharusnya ada di neraka!" teriak Chen Li. Pria itu mengangkat senjata apinya karena ingin menembak Sherin. Tetapi Zack Lee segera melempar tangan Chen Li dengan belatih hingga senjata api pria itu terlepas. Kesempatan itu diambil Zack Lee untuk menyerang Chen Li. Kali ini pria itu tidak akan membiarkannya lolos lagi.


"Bunuh dia! Bunuh dia Zack Lee!" teriak Sherin.


Zack Lee memandang ke arah Sherin beberapa detik sebelum mengangguk. Pria itu segera menghajar Chen Li habis-habisan. Darah segar keluar dari hidung Chen Li. Pria itu kali ini tidak bisa berbuat banyak karena memang malaikat maut sudah ada di depannya. Bahkan untuk berbicara saja Chen Li tidak sanggup lagi.


Zack Lee mengeluarkan belatihnya lalu menusuk dada Chen Li hingga cairan merah segar mengalir dengan deras. Pria itu bukan hanya menusukkannya sekali saja. Zack Lee melakukannya hingga berulang kali untuk memastikan kalau Chen Li benar-benar tewas.


Sherin mengepal kuat gaun yang ia kenakan sebelum memalingkan wajahnya. Sebenarnya dia tidak sanggup melihat pemandangan itu. Tetapi mau bagaimana lagi? Sherin sudah lama terlibat di dalam lingkaran mafia. Siap tidak siap dia harus menerima resikonya.


Melihat Chen Li sudah tewas membuat Zack Lee tertawa kencang. Pria itu bahagia. Namun setelah itu dia ambruk di samping tubuh Chen Li. Zack Lee sebenarnya juga sudah kehabisan banyak darah dan tenaga. Pria itu tetap kuat karena dendamnya terhadap Chen Li.

__ADS_1


"Zack Lee," teriak Sherin. Wanita itu berjalan mendekati Zack Lee. "Bangunlah. Apa kau masih bisa mendengar suaraku?"


Zack Lee masih memejamkan mata. Denyut nadi pria itu mulai lemah. "Gawat! Aku harus membawanya ke rumah sakit."


__ADS_2