Natasya

Natasya
Hubungan Rumit


__ADS_3

"Kenapa sih, mama gak pernah mau ngertiin Vira?


Sebenarnya Vira itu putri mama apa bukan?" Vira menangis sambil emosi di depan mama Sarla.


Sepertinya ada sesuatu yang baru saja terjadi.


"Vir, Kevin itu bukan orang baik. Kamu ingat kan apa yang dia lakukan sama Tasya. Mama gak mau kamu menikah dengan orang seperti Kevin" mama Sarla mencoba sabar dan menasehati putrinya tersebut.


"Kevin udah berubah, Ma. Vira dan Kevin saling mencintai" Vira masih saja bersikeras.


"Tidak. Pokoknya mama tidak setuju" mama Sarla tak mau kalah.


"Mama jahat" Vira berlari ke kamarnya sambil membanting pintu.


Mama Sarla hanya bisa menghela nafas.


Tasya yang baru datang dan sedikit mendengar keributan barusan, bergegas menghampiri mama Sarla.


"Ma, ada apa?" Tanya Tasya prihatin.


"Tasya, kamu pulang, nak? Kenapa gak ngabarin mama?" Mama Sarla segera memeluk putri angkatnya tersebut dan meluapkan segala kerinduannya. Sudah hampir satu tahun Tasya tidak pulang.


"Mama kenapa sedih? Ada masalah apa?" Tasya bertanya sekali lagi.


Hatinya ikut sedih melihat kesedihan di mata mama Sarla.


"Tidak ada apa-apa. Hanya saja, Vira..." mama Sarla tidak melanjutkan kata katanya.


Ia bingung bagaimana harus menjelaskan pada Tasya.


"Vira kenapa, ma?" Tanya Tasya penasaran.


"Tadi Kevin datang kesini. Dia meminta restu pada mama untuk menikah dengan Vira" ujar mama Sarla menjelaskan.


Tasya mengernyit,


Kevin menjalin hubungan dengan Vira?


Sejak kapan?


"Kevin dan Vira berpacaran?" Tanya Tasya bingung.


"Sebenarnya sudah cukup lama. Padahal mama sudah melarang, tapi Vira bersikeras. Dan sekarang mereka malah minta ijin untuk menikah" jelas mama Sarla.


"Mama gak setuju, Sya. Kevin itu kan udah pernah berbuat jahat sama kamu. Mama gak mau dia menikah sama Vira" lanjut mama Sarla sedikit emosi.


Meskipun Kevin adalah anak dari mama Wina yang merupakan sahabat dekat mama Sarla, tetap saja mama Sarla keberatan.


Mengingat masalalu Kevin yang kurang baik dan pernah melakukan tindak kejahatan pada Tasya.


"Vira memang sudah sejak SMA menyukai Kevin, Ma. Jadi wajar jika sekarang dia bersikeras" Tasya mencoba membela Vira.


Entah mengapa, Tasya begitu peduli dengan perasaan Vira.


Ia sendiri tidak tahu bagaimana Kevin sekarang. Apakah masih jahat atau sudah berubah menjadi orang baik setelah keluar dari penjara?

__ADS_1


"Tetap saja, mama tidak suka. Meskipun Vira bilang Kevin sudah berubah. Mama tetap tidak akan percaya semudah itu" ujar mama Sarla ketus.


"Biar Tasya yang bicara sama Vira" usul Tasya.


Mama Sarla mengangguk.


Segera Tasya menuju ke kamar Vira.


Masih terdengar tangis sesenggukan dari gadis tersebut.


Tasya membuka pintu kamar Vira perlahan.


Terlihat Vira yang masih menangis sambil menyembunyikan wajahnya di bawah bantal.


Tasya menghampiri Vira.


"Vir, apa kamu baik-baik saja?" Tanya Tasya selembut mungkin.


Vira,yang mendengar suara Tasya segera mengangkat kepalanya dan menghentikan tangisannya.


"Aku baik baik saja" jawab Vira sambil menghapus airmatanya.


Tasya menghela nafas,


"Kau ingin menceritakannya padaku?" Tanya Tasya lagi.


"Tidak perlu. Kau pasti hanya akan menghakimiku sama seperti mama" jawab Vira ketus.


Wajahnya merah padam menahan amarah.


"Bukankah setiap orang itu bisa berubah. Dulu Kevin jahat sama kamu mungkin karena kamu pernah menyakiti hatinya. Tapi sekarang Kevin sudah menjadi orang baik. Kenapa mereka selalu menilai seseorang dari masalalunya?" Vira meluapkan segala uneg-uneg di hatinya.


Tasya duduk di ranjang milik Vira.


"Kamu benar, orang bisa berubah seiring berjalannya waktu. Apa kamu sudah lama menjalin hubungan dengan Kevin?" Tasya mulai menyelidik.


"Bukan urusan mu. Yang jelas, aku tahu kalau Kevin sudah berubah jadi orang baik. Kevin menyesali semua perbuatannya padamu, Sya." Ujar Vira masih dengan nada ketus.


Tasya menghela nafas.


Kenangan buruk tentang perlakuan Kevin kepadanya, terkadang masih hadir di mimpi Tasya.


Kenangan buruk yang membuat hubungan Tasya dan Dion menjadi berantakan.


Andai hal itu tidak terjadi, mungkin sekarang Tasya sudah merencanakan pernikahan indahnya bersama Dion.


Tasya sudah berusaha keras menghapus semua memori-memori itu. Namun tetap saja, semua itu seperti sudah melekat erat di benaknya.


Hanya kesibukan yang membuat Tasya bisa mengabaikan itu semua dan tidak terlalu memikirkannya.


"Aku yakin kamu masih membenci Kevin. Jadi aku tidak akan minta pendapat darimu" ucap Vira pedas.


Tasyahanya berdecak.


"Kamu sudah bicara dengan tante Wina, mamanya Kevin? Mungkin jika tante Wina yang membujuk, mama akan luluh."ucap Tasya sambil beranjak berdiri.

__ADS_1


"Menurutmu begitu?" Vira tampak ragu.


"Kenapa tidak mencobanya? Mama dan tante Wina adalah sahabat baik. Jika memang Kevin sudah berubah seperti katamu tadi, mungkin penjelasan dari tante Wina bisa sedikit melunakkan hati mama" Tasya mengemukakan pendapatnya.


"Soal hal buruk yang pernah dilakukan Kevin kepadaku, aku sudah memaafkannya. Kamu bisa sampaikan itu pada Kevin" ujar Tasya sebelum berlalu keluar dari kamar Vira tersebut.


Vira hanya termenung mencoba mencerna saran dari Tasya barusan.


*****


"Benar kamu kemarin menemui tante Sarla dan berniat melamar Vira?" Mama Wina bertanya pada Kevin yang sedang memakan sarapannya.


"Iya, tapi tante Sarla menolak Kevin. Padahal Kevin kan serius dan benar-benar mencintai Vira" jawab Kevin dengan lesu.


"Mungkin tante Sarla masih trauma dengan apa yang pernah kamu lakukan pada Tasya. Bagaimanapun, Tasya juga putrinya maka Sarla" ucap Mama Wina mencoba bijak.


"Bisakah Mama membantu Kevin untuk bicara pada mama Sarla?" Pinta Kevin sedikit memohon.


Mama Wina menghela nafas,


"Apa kamu yakin? Mama takut kamu hanya jadiin Vira sebagai pelarian kamu" ucap mama Wina ragu.


Kevin berdecak,


"Kevin cuma mau melanjutkan hidup Kevin, ma. Apa mama masih belum percaya kalau Kevin udah berubah? Kenapa mama gak mau dukung Kevin" ucap Kevin mulai emosi.


"Bukan begitu, Kev. Mama percaya. Tapi menurut mama ini terlalu cepat" mama Wina masih ragu.


"Kevin sama Vira udah lama saling mengenal, Ma. Lagipula selama di penjara, Vira juga beberapa kali jengukin Kevin" cerita Kevin.


"Oh, ya? Kamu gak pernah cerita sama mama?" Mama Wina merasa terkejut.


"Awalnya Kevin memang ragu, ma. Tapi seiring berjalan waktu, Kevin mulai ada rasa sama Vira. Lagipula dengan masalalu Kevin yang kelam, apa ada gadis yang mau sama Kevin selain Vira?" Kevin bercerita dengan sedih.


"Jadi Kevin memutuskan untuk belajar mencintai dan menerima Vira. Tapi saat kami sudah sama sama saling menerima dan mencintai, kenapa tante Sarla malah menentang hubungan kami" lanjut Kevin masih dengan mimik sedih.


Rasa bersalahnya seperti tak pernah bisa hilang.


Kevin sudah membuat mama dan papanya kecewa, Kevin sudah menyakiti Tasya dan membuat hubungan Tasya bersama Dion porak poranda.


Jujur, rasa bersalah itu selalu saja menghantui pikirannya.


Dulu ia begitu bersemangat untuk memisahkan Tasya dari Dion. Namun kini, saat Tasya dan Dion sudah tidak bersama lagi, Kevin merasakan rasa bersalah yang sangat besar.


Mama Wina menepuk punggung Kevin.


"Nanti mama akan coba bicara pada tante Sarla" ucap mama Wina pada akhirnya.


"Makasih, Ma" Kevin langsung memeluk mamanya.


"Kevin ke kantor dulu, ma. Udah telat" Kevin melihat arloji yang melingkar di tangannya.


"Ya Udah hati hati. Ayo mama antar ke depan" mama Wina dan Kevin berjalan beriringan menuju ke arah teras.


Namun saat keduanya sampai diteras, ada Dion yang sepertinya baru saja sampai.

__ADS_1


Kevin dan mama Wina sama-sama terkejut.


__ADS_2