Natasya

Natasya
Menemukan Tasya


__ADS_3

Ronny merebahkan tubuh lelahnya di atas sofa di dalam apartement sederhana miliknya.


Pikirannya menerawang. Rasa cemas masih belum hilang dari dalam hati dan pikirannya.


Ia belum menemukan petunjuk apapun tentang Tasya.


Meskipun tadi Ronny sempat melihat rekaman CCTV di kafe milik Denny, namun itu juga tak memberi petunjuk apapun.


Hanya ada rekaman Tasya yang berjalan ke arah pojok halaman parkir. Entah siapa yang ditemui oleh gadis itu.


CCTV tak menangkap gambar yang ada di pojok halaman parkir.


Ronny berusaha untuk memejamkan matanya.


Ia sudah terjaga semalaman berkeliling kota mencari keberadaan Tasya. Namun hasilnya nihil.


Ronny juga sudah melaporkan hilangnya Tasya pada polisi.


Ronny berharap Tasya akan segera ditemukan.


*****


Sinar matahari yang masuk ke dalam mobil, membuat Kevin terjaga.


Kevin mengucek matanya. Kepalanya terasa sangat sakit sekarang.


Kevin melihat keadaan di dalam mobilnya yang sudah tak karuan.


Semuanya berantakan bak kapal pecah.


Kevin meraih kaosnya yang semalam ia lempar hingga ke jok belakang.


Kevin sekali lagi melihat ke setiap sudut dalam mobilnya.


Tasya sudah tidak ada.


Kevin memeriksa pintu mobil. Sudah tidak terkunci. Berarti Tasya sudah kabur saat Kevin masih terlelap.


Kevin keluar dari dalam mobil denga sedikit sempoyongan.


Ia menyapukan pandangannya ke berbagai arah. Tak ada tanda tanda keberadaan Tasya.


"Kenapa gadis itu cepat sekali kabur" Kevin bergumam pada dirinya sendiri.


Kevin kembali masuk ke dalam mobil yang sebebarnya adalah milik Dion tersebut.


Setidaknya semalam Kevin berhasil menjebak Tasya dengan mobil ini.


Sesaat pandangan Kevin tertuju pada sebuah tas coklat kecil yang ada di salah satu sudut mobilnya.


Itu adalah tas milik Tasya. Gadis itu pasti lupa membawanya.


Kevin membuka tas milik Tasya tersebut, ada dompet dan ponsel milik Tasya.


Kevin menyalakan ponsel Tasya.


Ada ratusan pesan serta panggilan tak terjawab.


Kevin tersenyum simpul dan segera memasukkan lagi barang barang Tasya ke dalam tas coklat itu.


Kevin melemparkan tas milik Tasya jauh ke tengah rimbunnya pepohonan yang ada di kiri kanan jalan setapak tersebut.

__ADS_1


Sebentar lagi Dion akan meninggalkan Tasya dan Kevin akan bisa memiliki Tasya untuk selamanya.


Kevin bahkan sudah memiliki Tasya tadi malam.


Kevin masih bisa menghirup aroma tubuh Tasya di dalam mobil ini.


Setelah sedikit merapikan penampilannya, Kevin bergegas mengemudikan mobilnya dan meninggalkan tempat tersebut.


Kevin mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sambil mengedarkan pandangannya ke pinggir pinggir jalan.


Kevin masih berharap akan bertemu dengan Tasya sebelum gadis itu sampai ke rumahnya.


Kevin tidak tahu kalau Tasya sudah pergi sejak hari masih gelap.


Kevin terus menyusuri jalan yang ia lalui.


Kevin sengaja mengambil jalan ke arah rumah Tasya.


Ia yakin pasti Tasya akan langsung pulang kerumahnya dan meratapi nasib malangnya.


Kevin berhenti tepat di depan tumah Tasya.


Ada Vira yang sedang menyiram bunga di halaman.


Kevin sedikit ragu, tapi ia merasa harus meneriksa apa Tasya sudah pulang atau belum. Jadi Kevin memutuskan untuk bertanya pada Vira.


"Pagi, Vir" sapaan dari Kevin membuat Vira terlonjak kaget.


Entah angin apa yang membawa lelaki pujaannya itu datang kerumahnya.


"Kak Kevin? Tumben kesini pagi pagi?" Tanya Vira berbasa basi. Ia sedikit salah tingkah melihat Kevin yang bertamu ke rumahnya.


"Apa Tasya ada?" Tanya Kevin.


Ternyata kak Kevin mencari Tasya bukan dirinya.


"Tasya belum pulang dari semalam" jawab Vira sedikit ketus.


Kevin terkejut, namun sebisa mungkin Kevin menutupi keterkejutannya tersebut.


"Hmmm, begitu ya. Baiklah terima kasih untuk infonya, Vir" ucap Kevin berbasa basi. Ia bingung harus bersikap bagaiman kepada gadis dj depannya itu.


Dulu Kevin sangat membencinya, namun sekarang Kevin malah berbasa basi dengannya.


Vira hanya mengangguk samar. Bibirnya mencebik karena kesal.


Sejak semalam, orang orang yang datang kerumahnya hanya mencari Tasya.


Vira heran, apa istimewanya seorang Tasya sampai banyak sekali yang peduli padanya.


Ya, meskipun selama ini hubungan Vira dan Tasya sudah membaik, namun dalam hati kecilnya Vira masih saja merasa iri pada Tasya.


Vira tak tahu kenapa Tuhan menciptakan gadis sesempurna Tasya yang selalu dikerumuni oleh orang orang yang peduli padanya.


Vira sungguh ingin menjadi seperti Tasya.


Namun harapan itu sepertinya hanya bisa Vira pendam dalam dalam.


Bahkan tak ada satu orangpun yang peduli kepadanya.


*****

__ADS_1


Salsa mondar mandir di teras rumahnya.


Hari ini ia akan lanjut mencari Tasya bersama Ronny. Namun Ronny tak juga datang untuk menjemputnya.


Salsa meremas remas tangannya karena cemas.


Belum ada kabar apapun mengenai Tasya.


Bim bim,


Suara klakson mobil milik Ronny mengejutkan Salsa.


Mobil Ronny masuk ke halaman rumah Salsa.


Salsa masih berdiri di tempatnya semula menunggu Ronny keluar dari mobil.


Ia berharap Ronny membawa kabar baik pagi ini.


"Hai, Sal" sapa Ronny lesu.


Melihat raut wajah Ronny, harapan yang baru saja Salsa panjatkan mendadak menguap tertiup angin.


Belum ada kabar tentang Tasya.


"Kita mau cari kemana, kak?" Tanya Salsa sedikit ragu.


Ronny menggeleng. Ia sendiri juga bingung harus mencari Tasya kemana lagi.


"Aku dan Denny sudah lapor polisi semalam. Tapi belum ada perkembangan apapun" jelas Ronny lesu.


Salsa menarik nafas panjang,


"Apa belum ada kabar dari Vira?" Tanya Ronny pada Salsa.


"Tadi aku sudah menelponnya. Tapi kata Vira Tasya masih belum kembali" jawab Salsa.


Ronny duduk di kursi yang ada di teras rumah Salsa. Ia mengusap wajahnya dan menyugar rambutnya berulang kali.


"Kemana kamu, Sya?" Gumam Ronny bertanya pada dirinya sendiri.


Ronny tak mengerti kenapa Tasya tiba tiba menghilang seperti ini.


Ponsel Ronny berbunyi...


"Iya, hallo" jawab Ronny


"Apa benar ini dengan saudara Ronny?" Sebuah suata di seberang telepon terasa asing di telinga Ronny


"Iya benar saya Ronny. Ada apa?" Tanya Ronny penasaran


"Sepertinya kami menemukan Tasya, bisa kerumah sakit sekarang?" Jawab suara di seberang telepon


"Rumah sakit mana? Saya segera kesana pak" jawab Ronny bersemangat.


"Rumah sakit Harapan." Jawab sebuah suara di seberang telepon.


"Baik saya kesana sekarang" ucap Ronny cepat sebelum menutup telepon.


"Ada apa kak?" Tanya Salsa penasaran


"Kita kerumah sakit sekarang. Polisi sudah menemukan Tasya" jawab Ronny terburu buru.

__ADS_1


Ronny dan Salsa bergegas masuk ke dalam mobil milik Ronny dan segera melaju menuju ke arah rumah sakit.


__ADS_2