Natasya

Natasya
Tentang Vira


__ADS_3

"Mama! Tolongin Vira, Ma. Vira mau sama Mama" seorang gadis kecil meronta-ronta sambil melambaikan tangannya pada wanita yang sekarang sedang menangis karena tak bisa berbuat apapun untuk menolong putrinya tersebut.


Vira masih terus berteriak teriak memanggil mamanya.


Mama Sarla berusaha berontak dari cengkeraman dua lelaki besar yang sekarang sedang menahannya agar tidak menghampiri putrinya.


Vira di paksa masuk ke dalam sebuah mobil mewah. Gadis kecil itu terus saja menangis dan berteriak memanggil mamanya.


Saat mama Sarla berhasil lepas, semuanya sudah terlambat.


Mobil yang membawa Vira sudah pergi jauh.


Kini Mama Sarla hanya bisa menangis meratapi putrinya yang entah dibawa kemana.


Mobil yang membawa Vira terus melaju menuju ke sebuah perumahan mewah.


Mobil berbelok masuk ke dalam gerbang tinggi yang di dalamnya terdapat sebuah rumah mewah.


Setelah sampai di halaman, seorang kakek membuka pintu mobil yang membawa Vira dan membimbing gadis kecil itu agar turun perlahan.


Vira baru tahu kalau inilah rumah kakek dari ayahnya.


Meskipun Vira diperlakukan bak tuan putri di rumah tersebut, tetap saja Vira merasa sedih. Vira rindu pada mama Sarla. Vira butuh mama Sarla.


Semua orang di rumah tersebut terus meracuni pikiran Vira bahwa mama Sarla tak pernah menyayangi Vira, karena tak pernah menengok Vira ke rumah tersebut.


Kebencian demi kebencian kepada mama kandungnya, mereka tanamkan di dalam pikiran Vira kecil.

__ADS_1


Tanpa pernah Vira tahu, kalau setiap hari mama Sarla datang ke rumah tersebut, demi bisa bertemu Vira.


Namun mama Sarla selalu diusir setiap akan masuk ke dalam.


Mama Sarla sungguh putus asa.


Hingga suatu hari, sang kakek mengajak Vira bepergian.


Entah bagaimana ceritanya, Vira diculik oleh musuh dari kakeknya.


Vira yang ketakutan, mencoba melarikan diri dan melompat dari mobil pencuri tersebut.


Vira jatuh berguling guling hingga akhirnya tak sadarkan diri.


Darah segar mengucur dari kepala Vira.


Para penculik yang merasa ketakutan, langsung pergi meninggalkan Vira yang terluka parah.


Hingga akhirnya seorang wanita paruh baya yang turun dari sebuah mobil menemukan tubuh Vira.


Wanita itu merasa iba dan membawa Vira ke rumah sakit.


Vira kecil sempat koma selama satu minggu.


Dan saat Vira sadar, ia tak mengenali lagi siapa dirinya. Bahkan namanya sendiri pun Vira tak bisa mengingatnya.


Wanita yang bernama ibu Sandra itu sempat kebingungan dan berniat akan meninggalkan Vira di rumah sakit. Namun entah karena sebab apa, ibu Sandra mengurungkan niatnya tersebut.

__ADS_1


Ia pun membawa Vira pulang dan memilih memanggil gadis kecil iti dengan nama Rara.


Awalnya semua baik baik saja, saat Rara baru pulang ke rumah ibu Sandra. Hingga beberapa bulan berlalu, suami ibu Sandra di PHK dari tempat kerjanya.


Suami ibu Sandra yang temperamental ditambah ibu Sandra yang juga tidak mau mengalah, membuat setiap harinya, rumah yang ditinggali oleh Rara tersebut terasa seperti neraka.


Setiap hari Rara harus menyaksikan orang tua angkatnya yang bertengkar dan membanting barang barang di rumah.


Belum lagi Rara yang kadang menjadi pelampiasan emosi mereka berdua dan sering mendapat omelan saat melakukan kesalahan kesalahan kecil membuat Rara tumbuh menjadi gadis yang keras hati.


Yang sebenarnya, Rara hanya iri pada teman temannya yang mempunyai orang tua yang menyayangi mereka.


Rasa iri itu lama kelamaan berubah menjadi rasa benci.


Rara membenci teman temannya.


Rara membenci mereka yang memiliki keluarga bahagia.


Bahkan kadang Rara merasa asing pada dirinya sendiri dan ia akan mulai membenci dirinya.


Rara tak pernah tahu kalau dirinya mengalami hilang ingatan.


Rara tak pernah tahu kalau ibu Sandra bukanlah ibu kandungnya.


Rara tak pernah tahu kalau rumah yang terasa seperti neraka itu bukanlah rumahnya.


Entah sampai kapan...

__ADS_1


Entah sampai kapan Rara akan menjadi pribadi yang keras hati.


Entah kapan Rara akan menemukan kembali ingatan masa kecilnya.


__ADS_2