Natasya

Natasya
Ternyata...


__ADS_3

"Sya, ada apa?" Tanya Salsa sedikit khawatir karena melihat Tasya yang mendadak menjauh dari teman temanya. Sepertinya Tasya habis menerima telepon penting.


"Sal, kalo aku cabut sekarang, yang lain marah gak kira kira?" Tasya malah balik bertanya pada Salsa.


Wajah Tasya menampilkan raut kekhawatiran.


Tentu saja hal ini membuat Salsa bingung.


"Apa Dion..."


"Enggak. Ini gak ada hubungannya sama Dion. Ada hal lain yang harus segera aku selesaikan.


Kapan kapan aku cerita sama kamu. Tapi sekarang aku lagi buru buru" Tasya memotong kata kata Salsa dengan cepat.


Ia merasa belum bisa menceritakan perihal kak Ronny pada Salsa sekarang.


Tasya berjanji akan mencari waktu yang tepat untuk menceritakan semuanya pada sahabatnya tersebut.


"Yaudah, kamu pamit dulu aja sama Silvi dan Vina. Aku yakin mereka bakalan ngerti kok." Saran dari Salsa.


Tasya mengangguk dan segera menghampiri dua sahabatnya tersebut.


Kevin tidak telihat berada di antara Silvi dan Vina.


Entahlah, Tasya tidak mau memikirkannya. Yang ia pikirkan sekarang ia harus secepat mungkin tiba di panti.


"Gaes, aku balik duluan ya," Tasya sedikit ragu berpamitan pada kedua temannya.


"Ya, Sya. Kok balik? Ada apa?" Tanya Silvi sedikit kecewa.


"Iya ada urusan penting. Mama udah nungguin di bawah" Dan sekali lagi Tasya terpaksa berbohong.


Hanya alasan atas nama sang mama yang selalu membuat teman temannya percaya.


"Mau kemana, Sya?" Entah darimana datangnya, Kevin mendadak muncul di dekat mereka membawa popcorn dan minuman.


"Ada urusan penting, Kak.


Maaf banget semuanya ya" Ucap Tasya menampilkan mimik merasa bersalah.


Sesungguhnya ia benar benar merasa bersalah karena sudah membohongi teman temannya untuk kesekian kali.


"Aku antar ya, Sya" ucap Kevin cepat. Menurutnya ini adalah kesempatan bagus untuknya untuk semakin dekat dengan Tasya.


"Gak usah kak. Mama udah di bawah kok nungguin" jawab Tasya cepat.


Seketika raut kekecewaan nampak jelas di wajah Kevin.


Ia kecewa karena rencana sudah gagal sebelum sempat ia laksanakan.

__ADS_1


"Yaudah, Sya. Hati hati ya. Lain kalo kita kan bisa hang out bareng lagi" Vina mencoba menengahi situasi yang mendadak menjadi tegang.


Tasya hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Yaudah, aku dulan ya. Bye semua" Tasya melambaikan tangannya sembari pergi meninggalkan teman temannya.


*****


Dion dan Julian sedang asyik bermain playstation di rumah mewah Denny.


Teman mereka yang satu ini memang lumayan tajir.


"Jadi gimana, Di. Perkembangan hubungan loe ama Tasya" Julian mulai kepo.


"Apanya yang bagaimana? Kami baik baik saja" jawab Dion masih sambil sibuk memainkan stick game yang ada di tangannya.


"Udah loe apain aja si Tasya?" Denny ikut menimpali dan mulai bertanya ngawur


"Sialan loe. Tasya itu gadis baik baik. Baru gue cium pipinya aja udah ngomel dari sabang sampai merauke" ucap Dion keceplosan.


Sontak Julian dan Denny langsung tertawa terbahak bahak.


"Wah wah. Hebat loe Di. Bisa sekuat itu sama Tasya. Kalo gue udah gue ajak check in di hotel" ujar Denny blak blakan


Sontak Dion langsung menoyor kepala sahabatnya tersebut.


Denny masih terkekeh.


"Emangnya elo Den, tiap minggu gonta ganti cewek. Mantan loe udah berapa?" Tanya Julian tetap pada ke kepo annya.


"Mereka yang datang ke gue. Ya gue enakin aja.


Lagian mereka semua bukan pacar gue.


Status cuma bikin ribet dan gue jadi gak bebas.


Jadi ya kalo jalan, jalan aja gak perlu pake status" jawab Denny panjang lebar.


"Awas kuwalat loe, ngerjain anak orang berkali kali" Dion mencibir.


Dan sekali lagi Denny hanya terkekeh mendengar nasehat sok bijak dari Dion.


Ponsel Dion berbunyi...


"Halo, Nat. Ada apa?" Jawab Dion santai


"Di, lagi dimana sekarang?" Tanya Tasya di seberang telepon.


"Lagi kumpul aja sama anak anak di rumah Denny. Kamu dimana?" Dion balik bertanya.

__ADS_1


"Barusan Bu Ranti telepon. Kata beliau kak Ronny sekarang lagi di panti nungguin aku. Kamu bisa anterin aku kesana gak?" Tanya Tasya sedikit ragu.


"Oke aku anter. Kamu dimana? Aku jemput sekarang" Dion melempar stick game nya dan buru buru mengambil jaketnya.


"Aku di mall kota. Aku tunggu di depan" jawab Tasya sebelum mengakhiri panggilan.


Dion sudah akan keluar dari kamar Denny, saat Julian bertanya pada Dion.


"Di, loe mau kemana?" Tanya Julian.


"Mau jemput Tasya. Ada urusan penting" jawab Dion tergesa


"Loe kan gak bawa motor. Mau terbang loe?" Julian tertawa terbahak bahak.


Seketika Dion baru ingat kalau dirinya tadi kesini memang gak bawa motor.


"Den, pinjem mobil loe" ucap Dion akhirnya. Sedikit memohon pada Denny yang terkekeh.


"Ni. Hati hati" pesan Denny sambil melemparkan kunci mobilnya pada Dion.


"Thanks, bro" ucap Dion sambil berlalu meninggalkan kedua temannya tersebut.


Dion segera memacu mobil milik sahabatnya tersebut menuju mall kota untuk menjemput Tasya.


*****


Tasya masih menunggu dengan sabar di area depan mall.


Sebuah mobil sport mewah bewarna putih berhenti di depan Tasya.


Dion menurunkan kaca depan dan segera menyapa Tasya yang teelihat bingung.


"Nat, ayo naik" ucap Dion dari kursi pengemudi.


Tasya sedikit ternganga. Namun bergegas ia membuka pintu mobil dan masuk ke dalam.


Dari kejauhan, Kevin melihat Tasya yang naik ke dalam mobil mewah.


"Bukankah tadi Tasya bilang dijemput oleh sang mama?" Gumam Kevin pelan.


Kenapa Tasya malah masuk ke dalam mobil mewah yang entah bersama siapa.


Tadinya Kevin merasa khawatir karena Tasya yang mendadak minta pulang duluan.


Makanya Kevin sengaja mengikuti Tasya sampai ke lobi.


Namun saat melihat Tasya yang naik ke dalam mobil mewah asing, mendadak segala pikiran buruk berkecamuk di kepala Kevin.


"Apa yang kamu sembunyikan, Tasya?" Kevin bertekad untuk mencari tahu.

__ADS_1


__ADS_2