Natasya

Natasya
Belum Terlambat


__ADS_3

Tasya menyeka air mata yang jatuh di pipinya.


Cerita Dion membuat hatinya mendadak menjadi sedih.


"Aku harus bagaimana, Nat?" Tanya Dion putus asa.


Tasya merangkul pundak Dion, mencoba memberikan kekuatan pada lelaki itu.


"Belum terlambat untuk meminta maaf, Dion" ucap Tasya lembut.


"Aku tahu, kamu laki-laki baik.


Hatimu tidak sejahat yang orang orang katakan. Kamu pasti bisa melakukannya Di" ucap Tasya lagi mencoba memberikan semangat untuk Dion.


"Menurutmu begitu?" Dion mengangkat wajahnya dan kini memandang wajah Tasya dengan lekat.


Tasya mengangguk dengan sungguh sungguh.


Dion langsung menarik Tasya ke dalam pelukannya.


Mendadak, Dion merasa beruntung memiliki Tasya sebagai sahabat dekat sekaligus pacarnya.


Pacar?


Dion bahkan tak pernah menyatakan perasaanya pada Tasya. Tapi entahlah, hubungannya dengan Tasya memang lebih dari sahabat.


Apapun itu, Dion merasa senang sekarang karena Tasya selalu ada untuknya.


*****


Dion masuk ke dapur untuk mengambil air minum.


Mama Wina sepertinya sedang memasak di dapur.


Dion melihat sekilas pada mama Wina yang sekarang tampak kesulitan saat akan mengambil sesuatu di kitchen set bagian atas.


Dion memghampirinya dan segera mengambilkan barang tersebut.

__ADS_1


"Ini, Ma" ucap Dion sambil mengangsurkan toples berisi tepung pada mama Wina


"Makasih ya, Di" ucap mama Wina sambil tersenyum tulus.


"Apa kamu butuh sesuatu?" Tanya mama Wina lagi. Ia heran kenapa mendadak Dion masuk ke dapur.


"Dion mau mengambil minum, Ma" jawab Dion sambil memperlihatkan gelas kosong yang kini sudah ada ditangannya.


Nada bicara Dion yang tak lagi ketus seperti biasanya, tentu saja membuat mama Wina sedikit heran.


Dion mengambil minuman dingin dari dalam kulkas dan meneguknya.


"Ada yang bisa Dion bantu, ma?" Tanya Dion berbasa basi seraya menghampiri mama Wina yang terlihat sedikit kerepotan.


Mama Wina menoleh ke arah Dion dan mengernyitkan dagu, seolah tak percaya dengan kata kata Dion barusan.


Tidak biasanya Dion mengajaknya mengobrol apalagi berbasa basi seperti sekarang.


"Benar mau bantuin?" Tanya mama Wina tak percaya.


Dion mengangguk sedikit ragu. Ia menggaruk kepalanya yang tak gatal. Mendadak jadi salah tingkah.


Dion mengangguk. Lalu dengan cekatan, Dion memotong sayuran tersebut. Sedangkan mama Wina sepertinya sedang menumis sesuatu.


"Ma, Dion mau minta maaf"ucap Dion lirih.


Sejenak mama Wina menghentikan aktivitasnya dan memandang ke arah anak lelaki di sampingnya tersebut.


"Minta maaf untuk apa?" Tanya mama Wina tak mengerti.


"Maaf atas sikap buruk Dion selama ini ke mama dan Kevin" jelas Dion.


Kepalanya masih menunduk, seakan enggan menatap wajah ibu sambung nya tersebut.


Mama Wina tersenyum kecil.


"Mama tak pernah memikirkan hal itu.

__ADS_1


Mama menyayangimu Dion. Jadi semua itu hanya mama anggap sebagai keisengan kamu" jawab mama Wina terkekeh. Ia mencoba mencairkan suasana yang tegang antara dirinya dengan Dion.


Kini Dion mengangkat kepalanya dan menatap wajah mama Wina.


Ada ketulusan di sana. Papa Rian benar, mama Wina tak pernah membenci dirinya sekalipun Dion selalu bersikap kasar dan ketus.


"Mama senang, kamu sekarang mau bicara sama mama" Mama Wina mengusap lembut bahu tegap milik Dion.


Ada rasa haru dan sedikit penyesalan di hati Dion.


Kenapa selama ini Dion tak mau melihat ketulusan mama Wina yang benar benar menyayanginya?


Kenapa baru sekarang Dion menyadarinya?


Sungguh telah banyak waktu yang ia sia siakan hanya karena rasa benci yang tak beralasan.


Dion meraih tangan mama Wina,


"Makasih, ma. Udah menyayangi Dion dengan tulus selama ini" ucap Dion bersungguh sungguh. Matanya berkaca kaca menahan rasa haru.


"Kamu kan anak mama. Jadi sudah semestinya mama menyayangi dan memberimu kasih sayang yang berlimpah" kata mama Wina tulus.


Butir butir bening jatih di kedua pipi mama Wina.


Tentu saja itu adalah airmata kebahagiaan. Mama Wina bahagia karena pada akhirnya, Dion bisa melihat bagaimana dirinya benar benar tulus menyayangi Dion.


Kesabarannya selama ini akhirnya berbuah manis.


Doa doanya terjawab sudah.


Kerasnya hati Dion akhirnya bisa mama Wina luluhkan dengan kasih sayang.


Dan semua pemandangan mengharukan itu tak luput dari perhatian papa Rian.


Tanpa sengaja tadi papa Rian melihat Dion dan mama Wina yang sedang berbicara serius di dapur.


Papa Rian sengaja menguping dan akhirnya dia ikut bahagia karena Dion sekarang sudah bisa menerima kehadiran mama Wina.

__ADS_1


Lengkap sudah kebahagiaan dalam keluarganya. Papa Rian berkali kali mengucapkan rasa syukur.


__ADS_2