Natasya

Natasya
Dijemput Dion


__ADS_3

Tasya mematut dirinya di cermin dan memastikan sekali lagi bahwa tidak ada yang salah dengan penampilannya sore ini.


"Baiklah, sepertinya sudah semua" Tasya mengecek kembali barang-barang di tas kecilnya untuk memastikan tak ada barang penting yang tertinggal.


Setelah semua siap, Tasya keluar dari kamar.


Dia akan menunggu Dion di teras saja. Dion sudah janji untuk menjemputnya.


"Sya, mau kemana?" Mama Sarla yang baru keluar dari dapur langsung bertanya penasaran. Hari ini mama Sarla memang pulang lebih cepat.


"Mau nonton pertandingan basket, Ma" jawab Tasya jujur.


"Sama temen-temen kamu?" Tanya mama Sarla lagi.


"Enggak. Tasya dijemput sama Dion" jawab Tasya sambil memakai sepatunya.


"Hmm, katanya gak pacaran, tapi kencan melulu" sindir mama Sarla sedikit terkekeh.


"Mama" Tasya mulai mencebik. Mama Sarla hanya tertawa melihat tingkah Tasya yang selalu mencebik setiap kali ia membahas soal Dion.


"Mama sendiri mau kemana? Kok udah rapi?" Gantian Tasya yang menginterogasi sang mama.


"Mama mau ketemuan sama jeng Wina, mamanya Dion. Sekalian mau belanja bulanan" jawab mama Sarla.


Tasya hanya ber oh ria.


"Tadinya mama mau ngajak kamu, tapi kamu nya udah kencan sama Dion. Ya udah mama pergi sendiri aja" lanjut mama Sarla menjelaskan.


"Tasya gak kencan, Ma. Tasya nonton pertandingan" bantah Tasya tak terima.


"Tetep aja nanti ujung-ujungnya duduk jejer pegangan tangan" mama Sarla kembali terkekeh.


"Duduk jejer apanya. Orang Dion ikutan main kok" bantah Tasya sedikit lirih.


"Oooh jadi ceritanya nungguin Dion main nih. Uuh romantis" mama Sarla masih tak berhenti menggoda Tasya.


Kali ini Tasya memilih diam dan tak mau menanggapi tingkah absurd sang mama.

__ADS_1


Bim bim,


suara klakson mobil terdengar dari depan rumah Tasya.


Buru buru Tasya melongok keluar.


Mobil asing berhenti tepat di depan pagar rumah Tasya.


"Siapa itu, Ma?" Tanya Tasya pada mamanya.


Mama Sarla hanya mengendikkan bahu. Ia pun tak tahu itu mobil siapa.


Tak berapa lama, sang empunya mobil turun dari kursi kemudi.


"Pacar kamu tu. Sekarang naik mobil?" Ucap mama Sarla setelah melihat bahwa ternyata yang turun dari mobil itu adalah Dion.


Giliran Tasya yang mengendikkan bahu.


Ia pun tak tahu kalo Dion sekarang naik mobil bukan motor.


Tasya dan mama Sarla keluar menuju teras.


Mama Sarla tersenyum menyambut sapaan dari Dion.


"Mau jemput Tasya, Di?" Tanya mama Sarla sedikit berbasa-basi.


"Iya Tante" jawab Dion malu-malu.


Mama Sarla hanya terkekeh.


"Udah, Sya. Sana pergi" ucap mama Sarla pada Tasya.


"Mama ngusir Tasya?" Tanya Tasya tak terima.


"Udah sana. Hati-hati ya, Dion" pesan mama Sarla


"Iya Tante" jawab Dion sambil mencium punggung tangan mama Sarla.

__ADS_1


Tasya ikut mencium punggung tangan mamanya dan berpamitan.


Kedua muda mudi itupun berjalan menuju ke arah mobil yang Dion parkir di depan rumah Tasya.


Mobil Dion segera melaju membelah jalanan menuju lapangan basket di pusat kota.


"Mobil siapa, Di?" Tanya Tasya polos.


Dion langsung terkekeh.


"Mobil aku. Kenapa? Kaget ya?" Jawab Dion sedikit sombong.


Tasya mencibir


"Tumben bawa mobil" ucap Tasya merasa heran.


"Kita jemput duo jomblo dulu. Makanya aku bawa mobil" jelas Dion.


Iapun membelokkan stir mobilnya masuk ke kompleks perumahan.


Setelah masuk beberapa meter, terlihat Julian yang melambaikan tangannya di depan sebuah rumah.


"Eh, ada tuan putrinya Dion" Julian yang tadinya akan naik di jok depan di sebelah Dion, mengurungkan niatnya dan segera membuka pintu belakang, kemudian duduk di jok belakang.


"Bisa aja loe" ucap Dion menanggapi guyonan dari Julian tadi.


"Thanks Di, udah jemput gue" ucap Julian selanjutnya.


"Sama sama bro. Kita jemput Bagas juga ya. Biar loe ada temen mojok di belakang situ" kata Dion sambil tertawa.


Tasya ikut tertawa mendengar ejekan Dion untuk Julian.


"Sialan loe" Julian merasa tak terima.


Namun bukannya minta maaf, Dion malah tertawa semakin keras.


Dion pun melajukan mobilnya menuju rumah Bagas.

__ADS_1


Setelah Bagas naik ke mobil Dion mereka pun melanjutkan perjalanan langsung menuju lapangan basket di pusat kota.


__ADS_2