Natasya

Natasya
Menjenguk Kevin


__ADS_3

Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi.


Keempat sahabat itu baru saja keluar dari kelas mereka.


Mereka langsung naik ke mobil Silvi untuk selanjutnya pulang menuju rumah masing masing.


Namun baru setengah perjalanan, Silvi mengambil arah yang berbeda dari biasanya.


"Gaees, kita jenguk kak Kevin dulu yuk. Udah tiga hari dia sakit gara gara ujian akhir" Silvi mengomando kawan kawannya.


Tanpa menunggu persetujuan dari teman temannya, ia langsung saja mengambil jalan ke arah rumah Kevin


Tasya merasa khawatir sekarang. Ia meremas remas tangannya karena gugup. Bagaimana kalau Dion ada?


"Gak bisa anter kita balik dulu kah, Sil? Kita kan bukan sepupunya kak Kevin" Salsa mulai protes.


Ia sungguh malas bertemu ketua OSIS nya itu.


"Udah terlanjur jauh. Udah ikut aja" jawab Silvi santai.


Salsa melihat ke arah Tasya yang hanya diam sedari tadi.


"Sya" ucap Salsa berbisik.


Tasya hanya menggeleng. Ia berharap Dion belum sampai di rumah dan tak perlu bertemu dengan dirinya.


Mobil Silvi masuk ke dalam sebuah gerbang tinggi.


Ada rumah besar yang tersembunyi di dalamnya.


Tasya belum pernah sekalipun datang ke rumah Dion.


Ia merasa takjub melihat rumah Dion yang besar.


Setelah memarkirkan mobilnya di halaman, bergegas Silvi memgajak teman temannya untuk turun.


Silvi langsung saja masuk seperti di rumahnya sendiri.


Ketiga teman Silvi setia mengekor di belakang.


"Eh Silvi, tumben kesini rame rame" mama Wina yang melihat kedatangan Silvi langsung menyapa Silvi.


"Siang, Tante. Kita mau jenguk kak Kevin" ucap Silvi menyampaikan maksud kedatangannya.


Silvi mencium punggung tangan mama Wina diikuti oleh ketiga temannya.

__ADS_1


"Kevin ada di kamarnya. Kamu langsung naik aja ya." ujar mama Wina sambil menyalami teman teman Silvi.


"Siap tante" jawab Silvi.


"Loh, Natasya?" Mama Wina terkejut saat mendapati Tasya yang ikut datang bersama Silvi.


"Iya, tante apa kabar?" Tasya,sedikit berbasa basi. Jantungnya berdegup tak karuan. Ia sangat berharap mama Wina tak menyebut nama Dion di depan teman temannya.


"Tante sehat. Mama kamu gimana kabarnya? Udah lama belum ketemu lagi" tanya Mama Wina akrab.


Hal ini tentu saja memunculkan berbagai pertanyaan di benak Silvi dan teman teman Tasya yang lain.


Sejak kapan Tasya akrab sama mama Wina?


"Mama juga sehat tante" jawab Tasya sambil tersenyum.


"Ya sudah kalian ke atas gih." Kata mama Wina lagi.


Keempat gadis itupun segera menaiki tangga menuju ke lantai atas.


"Sya, loe kenal sama tante Wina?" Tanya Silvi sedikit curiga.


Ia berpikir jangan jangan Tasya sudah ada "something" sama kaka Kevin sampai sampai Tasya sudah akrab sama tantenya tersebut.


"Tante Wina sahabatnya mama Sarla." Jawab Tasya singkat.


Dugaan nya salah ternyata.


"Hai, ada apa ini? Kok rame rame kesini?" Suara dari Kevin yang kini sudah berdiri di ujung tangga mengagetkan keempat gadis itu


"Eh, kak Kevin. Kita mau jenguk kakak" Salsa yang terlebih dahulu menjawab.


"Wah wah jadi ngrepotin. Ayo masuk sini" kak Kevin memberikan isyarat agar keempat gadis itu mengikutinya masuk kedalam kamarnya.


Tasya dan teman temannya bergegas mengikuti langkah Kevin.


Saat melewati kamar yang ada di sebelah kamar Kevin, Tasya memandangnya sekilas.


Pintunya tertutup rapat. Tapi ada stiker bola basket besar di pintu.


Tasya yakin itu adalah kamarnya Dion.


'Mungkin Dion sedang tidur di dalam' gumam Tasya dalam hati.


Ah, di saat seperti ini bahkan Tasya masih memikirkan apa yang sedang dilakukan oleh Dion

__ADS_1


Suasana di dalam kamar Kevin sedikit canggung.


Tasya hanya diam menyimak obrolan Kevin dan Silvi.


Sesekali ia mengedarkan pandangan ke setiap sudut kamar tersebut.


Kamar dengan suasana maskulin. Ada pintu besar yang mengarah ke balkon sepertinya.


"Jadi kakak sakit apa? Bukan lagi patah hati karena cinta kakak bertepuk sebelah tangan kan?" Silvi yang bertanya pada Kevin seperti sengaja mengeraskan suaranya seperti ada nada menyindir juga.


'Mungkinkah Silvi sedang.menyindir Tasya?'


"Hahaha" Kevin tersenyum kaku sembari memandang ke arah Tasya yang kini duduk di sofa di dalam kamarnya bersebelahan dengan Salsa.


Sedangkan dirinya, Silvi, dan Vina duduk santai diatas ranjang.


"Hanya demam biasa mungkin karena terlalu lelah belajar" jawab Kevin kemudian. Silvi mengangguk saja.


Tiba tiba ponsel Tasya berbunyi.


Buru buru gadis itu mengangkat telpon sembari menjauh dari teman temannya.


Tasya berjalan menuju ke balkon kamar Kevin.


"Iya, ma" jawab Tasya.


Rupanya mama Sarla yang menelpon


"Kamu dimana, Sya? Kok belum pulang?" Tanya mama Sarla khawatir


"Tasya lagi jenguk teman yang sakit, ma. Bentar lagi Tasya pulang" jawab Tasya.


Ia memandang ke arah bawah. Rupanya ada halaman belakang serta kolam renang di bawah sana.


Tapi pemandangan lain di kolam renang sekarang sungguh membuat konsentrasi Tasya menjadi buyar.


Ada Dion yang baru selesai berenang. Sedang mengeringkan badannya dengan santai.


Tasya sampai melongo dibuatnya.


"Yaudah hati hati ya pulangnya" pesan mama Sarla. Tasya sudah tak lagi menghiraukan suara sang mama di seberang telpon.


Ia hanya fokus melihat ke arah Dion.


Pikiran pikiran aneh mulai berkelebat di otak Tasya namun buru buru gadis itu membuangnya jauh jauh.

__ADS_1


Namun melihat Dion yang sekarang, sungguh membuat hati Tasya benar benar meleleh.


"Astaga, apa yang ku pikirkan?" Tasya mengetuk ngetuk kepalanya sendiri berusaha membuang jauh jauh pikiran pikiran mesum itu.


__ADS_2