Natasya

Natasya
Kebahagiaan dan Kehilangan


__ADS_3

Tidak semua kehidupan pernikahan selalu berjalan mulus. Itulah yang pernah dialami oleh mama Sarla.


Mama Sarla pernah menjalani hubungan pernikahan yang rumit.


Awalnya kehidupan rumah tangga mama Sarla dam Papa Bram baik baik saja.


Meskipun mereka tak memiliki harta berlimpah dan hanya tinggal di sebuah rumah sederhana.


Kebahagiaan itu makin lengkap dengan hadirnya seorang putri cantik di tengah tengah keluarga kecil mereka.


Namanya Vira, gadis manis nan menggemaskan yang selalu bisa mencuri perhatian setiap orang yang melihatnya.


Vira tumbuh menjadi gadis kecil yang baik hati dan selalu ceria.


Mama Sarla dan papa Bram sangat menyayangi Vira.


Papa Bram sebenarnya adalah anak dari pengusaha kaya, namun ia tak pernah menggantungkan hidupnya pada kekayaan orang tuanya.


Ia lebih suka memulai semuanya dari nol dan berusaha sendiri.


Semuanya berjalan seperti seharusnya,


Rumah tangga harmonis,


Anak yang tumbuh dengan sehat dan ceria


Setelah kehadiran Vira, mama Sarla memilih untuk resign dari kantornya dan fokus merawat Vira.

__ADS_1


Saat itu hanya kebahagiaan yang selalu mewarnai kehidupan keluarga kecil mereka.


Hingga akhirnya musibah itu datang.


Tidak tahu awalnya bagaimana, papa Bram mengeluhkan sakit di dadanya lalu jatuh pingsan.


Tentu saja mama Sarla panik dan langsung membawa papa Bram ke rumah sakit.


Namun semuanya sudah terlambat. Papa Bram telah pergi untuk selamanya.


Dunia Mama Sarla seakan runtuh. Kebahagiaan yang awalnya selalu menyelimuti keluarga kecilnya mendadak lenyap begitu saja.


Tak cukup sampai disitu, kesedihan mama Sarla semakin lengkap saat keluarga besar papa Bram memaksa untuk mengambil Vira dari mama Sarla.


Mereka menganggap mama Sarla tak akan mampu membiayai kehidupan Vira karena ia seorang pengangguran.


Mama Sarla mencoba mempertahankan putrinya, namun semua hanya sia-sia.


Mama Sarla pun mencari pekerjaan agar bisa merebut Vira kembali.


Namun saat dirinya sudah berhasil mandiri dan punya pekerjaan tetap, Vira sudah tidak berada di kota itu.


Vira sudah dibawa pergi oleh keluarga papa Bram ke kota lain.


Sebanyak apapun mama Sarla mencari informasi hasilnya tetaplah buntu.


Mama Sarla tidak pernah menemukan keberadaan Vira.

__ADS_1


Sampai suatu hari, mama Sarla berjumpa seorang gadis kecil yang usianya sama seperti Vira, sedang menangis di pinggir jalan.


Gadis itu menangis karena di ejek oleh teman temannya.


Saat mengantar gadis itu pulang, saat itulah mama Sarla tahu bahwa gadis itu yatim piatu dan dibesarkan di sebuah panti asuhan.


Jiwa keibuannya terketuk. Mama Sarla akhirnya mengadopsi gadis kecil bernama Natasya itu.


Sementara merawat Natasya, mama Sarla masih terus mencari informasi tentang keberadaan Vira meskipun hasilnya masih saja nihil sampai sekarang.


Namun hati kecilnya selalu mengatakan bahwa putri kandungnya tersebut masih hidup dan mama Sarla akan menemukannya suatu hari nanti.


Satu bulan setelah mengadopsi Tasya, mama Sarla pindah keluar kota karena dipindah tugaskan oleh kantor tempatnya bekerja.


Hidupnya yang semula hampa dan hanya diliputi kesedihan karena kehilangan papa Bram dan tidak adanya kabar dari Vira, lambat laun kian berwarna karena kehadiran Tasya.


Mama Sarla menyayangi Tasya seperti hal nya ia menyayangi putri kandungnya.


Baginya, Tasya adalah gadis yang baik dan penurut. Tasya jarang mengeluh ataupun membuat masalah.


Tasya tumbuh menjadi gadis cantik dan periang. Mama Sarla selalu merasa beruntung memiliki Tasya sebagai anak angkatnya.


Delapan tahun berlalu dan mama Sarla sekarang kembali ke kota ini lagi.


Ia masih terus berharap akan dipertemukan kembali dengan Vira, putri kandungnya.


Ia yakin putrinya sekarang sudah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan manis.

__ADS_1


"Semoga aku masih diberi kesempatan untuk berjumpa dengan putriku" itulah doa yang selalu dipanjatkan oleh mama Sarla.


Harapan sekecil apapun akan selalu dia perjuangkan demi bisa menemukan kembali putrinya yang hilang.


__ADS_2