Natasya

Natasya
Saudara yang Tidak Akur


__ADS_3

Kevin memainkan pulpen yang ada di tangannya.


Bayangan Tasya terus saja berkelebat di pikirannya.


Pertama kali melihatnya, Kevin merasakan perasaan yang tidak biasa pada Tasya


Gadis itu sungguh lugu dan pendiam.


Tidak seperti gadis lain yang biasanya suka tebar pesona ke sana kemari, Tasya adalah gadis kalem dan sederhana.


"Apakah aku mulai tergila-gila padanya?" Kevin bergumam sendiri.


Ia menggeleng-gelengkan kepalanya demi menghilangkan pikiran aneh serta bayang-bayang Tasya yang sedari tadi terus berputar-putar di kepalanya.


Kadang bibirnya akan menyunggingkan senyuman saat mengingat senyuman Tasya yang menurutnya sungguh menawan.


Mama Wina masuk ke kamar anak lelakinya tersebut. Sedikit heran karena mendapati Kevin yang sedang senyum-senyum sendiri.


"Hayo mikirin apa?" Mama Wina menepuk bahu Kevin.


Hal tersebut sontak membuat Kevin terkejut dan semua bayangannya tentang Tasya mendadak menjadi buyar.


"Mama ih, ngagetin aja" ucap Kevin sedikit kesal


"Lah kamu, senyum-senyum sendiri begitu mikirin apa coba?" Tanya mama Wina masih penasaran.


"Nggak mikirin apa-apa, Ma" sangkal Kevin.


"Yakin?" Mama Wina tetap tak mau menyerah.


Ia duduk di tepi ranjang anak lelakinya tersebut.


Mengedarkan pandangan ke kamar Kevin yang banyak didominasi oleh poster-poster bergambar mobil.


Kamar bernuansa maskulin yang khas dengan gaya remaja yang masih mencari jati dirinya.


"Udah ah. Mama ganggu Kevin aja" Kevin sedikit mencebik.


Mama Wina hanya tertawa melihat Kevin yang merajuk.

__ADS_1


"Dion udah pulang, Vin," lanjut mama Wina. Kali ini wajahnya menunjukkan ekspresi serius.


"Trus?" Kevin acuh. Seakan hal tersebut sudah biasa.


"Kamu gak mau ajak dia ngobrol gitu?" Tanya mama Wina.


Kevin hanya mendengus.


"Males Ma, palingan juga di ketusin sama dia" ucap Kevin masa bodo.


Sesungguhnya Kevin juga tak paham kenapa Dion begitu membenci dia dan mamanya.


"Jangan gitu lah Vin, Dion kan saudara kamu" nasehat mama Wina.


"Dia aja gak pernah nganggep Kevin saudaranya" ucap Kevin berapi-api.


"Kevin juga heran. Dion itu di sekolah bisa haha hihi sama temen-temen tim basketnya. Tapi kalo ngomong sama Kevin kayak musuh aja. Ketus dan kasar" Kevin menumpahkan kekesalannya.


Mama Wina menepuk lembut punggung anaknya tersebut.


"Ya, kamu yang sabar Vin." Hanya itu yang bisa mama Wina katakan.


"Udahlah gak perlu dibahas, Ma" Kevin mulai kesal saat mamanya membahas soal Dion.


Mama Wina hanya menghela nafas.


Dion sebenarnya hanya salah paham.


Ah, andai saja semuanya bisa dijelaskan pasti keluarganya tidak perlu mengalami konflik seperti ini.


Kebencian di hati Dion seperti sudah mendarah daging.


Dion bahkan jarang berbicara dengan mama Wina maupun Kevin.


Hanya sikap kasar dan ketus yang selalu Dion tunjukkan saat di rumah ini.


Padahal mama Wina selalu menganggap Dion seperti anaknya sendiri, berusaha memperlakukan Dion dan Kevin dengan sama tanpa membeda-bedakan.


Tapi tetap saja anggapan Dion pada mama Wina selalu negatif.

__ADS_1


"Wanita perebut suami orang"


"Wanita perusak keluarga orang"


Sebutan-sebutan itu yang selalu Dion lontarkan pada mama Wina.


"Andai dia tahu cerita yang sesungguhnya" Gumam mama Whina lirih.


"Ma!" Kevin mengibas-ngibaskan tangannya di hadapan mamanya.


Sedari tadi mamanya terlihat melamun.


Dan sekarang mamanya masih tak menunjukkan reaksi apapun


"Ma!" Kevin menepuk lembut bahu samg mama dan seketika membuat mamamya terlonjak kaget.


"Eh, iya Vin" ucap mama Wina gelagapan.


"Mama ngelamun? Udahlah Ma, gak usah terlalu dipikirin." Kevin menasehati mamanya.


Seringkali mamanya itu terlalu memikirkan sikap Dion yang dingin.


Dan ujung-ujungnya mamanya akan jatuh sakit.


"Enggak, mama gak melamun" sangkal mama Wina. Jelas sekali nampak kebohongan di wajahnya.


"Mama istirahat gih, Kevin mau lanjut ngerjain tugas" usir Kevin dengan nada sehalus mungkin pada sang mama.


"Iya iya. Mama keluar. Kerjain tugas yang bener. Jangan senyum-senyum sendiri" ucap mama Wina sambil terkekeh. Ia pun berjalan menuju pintu dan hendak keluar dari kamar anaknya tersebut.


"Mama sok tahu" ucap Kevin sambil berdecak kesal.


Masih terdengar tawa dari sang mama yang sudah keluar dari kamar Kevin.


Kevin hanya mendengus.


"Gara-gara mikirin Tasya," gumam Kevin sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Tasya oh Tasya.

__ADS_1


__ADS_2