Natasya

Natasya
EXTRA PART: Kevin dan Vira (1)


__ADS_3

Kevin menatap kosong ke arah tembok putih yang sudah hampir tiga bulan ini menjadi temannya.


Lantai sel yang dingin juga masih setia menemani Kevin melewati hari-harinya.


Kevin masih tak mengerti, mengapa dia melakukan hal bodoh itu.


Kevin hanya jatuh cinta.


Jatuh cinta?


Apakah benar selama ini dirinya jatuh cinta atau dirinya hanya dendam pada Dion yang hidupnya begitu sempurna?


Yang jelas, Kevin sudah membuat hancur hati dua wanita karena perbuatan bejatnya itu.


Masih terngiang di benak Kevin, saat mama Wina menangis meraung-raung menyaksikan dirinya yang digelandang menuju kantor polisi yang pada akhirnya kini Kevin harus mendekam di dalam jeruji besi yang dingin ini.


Belum lagi bayang-bayang Tasya yang ketakutan saat melihat dirinya.


Kevin sudah menorehkan luka yang dalam pada gadis lugu itu.


Kevin tidak tahu bagaimana akhirnya hubungan Tasya dan Dion.


Kevin hanya bisa menyesal sekarang.


Dia iri pada Dion, lalu mengapa dia harus menyakiti Tasya?


Kevin merasa bersalah,


Bahkan setiap malam, mimpi buruk tentang Tasya dan rasa berdosanya itu selalu saja hadir.


Membuat Kevin semakin tersiksa saja.


*****


"Kevin, ada tamu untukmu" seorang sipir yang menyebutkan namanya, membuat Kevin tersentak dari lamunannya.


Segera Kevin beranjak dan mengikuti sipir tersebut je sebuah ruangan, dimana para tahanan menemui tamu atau keluarga yang menjenguk mereka.


Biasanya hanya mama Wina yang datang menjenguk Kevin.


Namun kali ini, Kevin sedikit terkejut saat tahu siapa tamu yang menjenguknya.


"Vira?" Ucap Kevin tak percaya.


Sebenarnya Kevin enggan bertemu ataupun bicara dengan gadis itu, namun kali ini sepertinya Kevin terpaksa harus menemuinya.


"Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Kevin dengan nada ketus dan dingin.


Vira hanya berekspresi datar, seperti tidak terpengaruh dengan nada ketus dari Kevin.


Atau mungkin gadis itu memang sudah terbiasa?


"Menjengukmu, apalagi? Aku juga membawakan makanan untukmu" Vira menyodorkan kotak makanan tiga susun yang ia bawa untuk Kevin.


"Aku tak membutuhkannya. Disini sudah banyak makanan" jawab Kevin masih ketus.


Kevin pernah sangat membenci gadis di hadapannya ini.


Perbuatan konyol yang pernah dilakukan gadis ini saat dirinya masih duduk di bangku SMA, benar-benar sukses membuat Kevin malu dan kehilangan muka di hadapan teman-temannya.


"Baiklah, kalau begitu aku ingin berterima kasih kepadamu" Vira masih berbicara dengan nada santai dan tatapan datar.


Kevin berdecak,


"Aku tak pernah melakukan perbuatan apapun untukmu. Lalu untuk apa kau berterima kasih?" Kevin mulai tak mengerti arah pembicaraan dari Vira.


Vira terdiam sejenak, sebelum melanjutkan kembali kata-katanya.


"Kau pernah menyelamatkan nyawaku. Tapi aku belum sempat berterima kasih saat itu, jadi aku berterima kasih sekarang" jelas Vira.


Kevin mengernyit bingung.


Ia benar-benar tak paham sekarang.


Kapan dirinya pernah menyelamatkan nyawa Vira?


"Gadis berambut panjang yang kau selamatkan dari gerombolan preman di halte bus di depan sekolah, itu aku" lanjut Vira lagi, seperti bisa membaca kebingungan di wajah Kevin, jadi Vira memperjelas ucapannya.


Kevin sedikit tersentak mendengar pengakuan dari Vira.


Kejadian itu?


Kevin tidak pernah menceritakan kejadian itu pada siapapun.


Jika Vira sampai tahu dengan detail kejadian itu, berarti memang Vira adalah.... gadis itu.


Gadis yang langsung kabur saat Kevin masih melawan para preman-preman itu.


Gadis yang selalu membuat Kevin merasa penasaran.


"Kenapa kau kabur saat itu? Membiarkanku pulang dalam keadan babak belur karena berusaha menyelamatkanmu.Bukankah seharusnya kau menungguku lalu berteeima kasih kepadaku" Tanya Kevin akhirnya.


Vira sedikit terkekeh mendengar pertanyaan Kevin yang panjang.


"Ya, aku memang bodoh. Aku hanya ketakutan saat itu. Jadi saat situasi aman karena kalian sibuk berkelahi aku memutuskan untuk kabur saja" jawab Vira masih terkekeh.


Kevin berdecak.

__ADS_1


"Lalu kenapa baru sekarang kau mengatakannya?" Tanya Kevin lagi.


"Aku berusaha memberitahumu saat kita duduk di bangku SMA, namun kupikir caraku saat itu memang keliru. Aku malah mempermalukanmu di hadapan siswa satu sekolah" Vira kembali menerawang mengingat tingkah konyolnya saat itu.


"Dan kau langsung membenciku dan tak pernah mau bicara kepadaku" lanjut Vira lagi.


Kevin tersenyum kecil mengingat kejadian konyol itu.


Pemberitahuan waktu kunjungan yang telah habis memecah keheningan di antara Kevin dan Vira.


"Aku harus pergi" pamit Vira pada Kevin. Gadis itu pun beranjak berdiri dan sudah hendak pergi meninggalkan Kevin.


"Kau meninggalkan sesuatu, Vira" ucapan dari Kevin menghentikan langkah Vira.


Vira menoleh dan melihat Kevin menunjuk ke arah kotak makan yang tadi Vira bawa.


"Aku sengaja memasak dan membawakannya untukmu. Kau bisa membuangnya jika kau tidak mau" ujar Vira sebelum akhirnya gadis itu pergi berlalu meninggalkan ruangan tersebut.


Kevin mendengus kesal, namun pada akhirnya, Kevin tetap membawa masuk kotak makanan itu ke dalam sel nya.


*****


Sejak saat itu Vira selalu rutin mengunjungi Kevin dua kali dalam sebulan.


Kevin yang awalnya merasa enggan dan malas berbicara pada Vira, lama kelamaan menjadi terbiasa.


Kini Kevin tak lagi ketus pada Vira.


Kevin memilih untuk berdamai dengan perasaannya sendiri.


Setidaknya Vira peduli padanya dan masih mau menjadi temannya.


Hari ini Vira kembali mengunjungi Kevin.


"Aku membawakan makanan sesuai permintaanmu" Vira menyodorkan kotak makanan pada Kevin.


Kevin mengintip isinya sebelum tersenyum tulus pada Vira.


"Terima kasih. Maaf sudah merepotkan" ucap Kevin tulus.


Vira hanya tersenyum sembari mengangguk.


"Apa kau tahu, Tasya mengandung anakmu" ucap Vira dengan nada bergetar.


Ada sesak di dadanya saat mengucapkan kalimat itu.


Kevin langsung terkejut mendengar perkataan Vira barusan.


Ada sedikit kebahagiaan, namun lebih banyak rasa sakit di relung hatinya.


Kevin benar-benar sudah menghancurkan hidup Tasya. Lalu bagaimana nasib hubungan Dion dan Tasya?


Dan sekali lagi Kevin dibuat terkejut dengan berita besar ini.


"Apa kondisi Tasya baik-baik saja sekarang? Bagaimana dengan Dion? Apa hubungan mereka baik-baik saja?" Tanya Kevin bertubi-tubi. Ada nada kekhawatiran dari cara Kevin menyampaikan pertanyaannya.


Vira menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan dari Kevin.


Seperti yang ia duga, Kevin masih saja mengkhawatirkan Tasya.


Mungkin Kevin memang masih menyimpan perasaan pada Tasya.


"Aku rasa hubungan mereka masih baik-baik saja. Dion ada di rumah sakit dan menemani Tasya sepanjang hari saat aku datang menjenguk" jawab Vira datar.


Kevin sedikit bernafas lega sekarang.


Setidaknya hubungan Dion dan Tasya masih baik-baik saja. Semoga akan begitu seterusnya.


Kevin akan merasa semakin bersalah jika hubungan Dion dan Tasya berakhir karena perbuatan bejatnya.


"Boleh aku tanya sesuatu?" Kevin memilih untuk mengalihkan topik pembicaraan.


Ada hal yang mengganjal di hatinya sejak pertama kali Vira datang menjenguknya.


Vira mengangguk,


"Ya, apa yang ingin kau tanyakan?" Jawab Vira berusaha santai.


"Kenapa kau peduli padaku? Kau datang menjengukku secara rutin, padahal kita tidak ada hubungan apapun" tanya Kevin sambil memasang wajah serius.


Sesaat, Vira terdiam.


Ia sudah menduga Kevin pasti akan menanyakan hal ini cepat atau lambat.


Tapi Vira masih bingung bagaimana harus menjelaskan.


Dirinya dan Kevin memang tak ada hubungan apapun. Tapi jauh dalam lubuk hatinya, Vira masih menyimpan rasa cinta pada Kevin.


"Aku hanya ingin membalas kebaikanmu waktu itu. Apa itu salah?" Vira akhirnya menemukan alasan yang sesuai.


Gadis itu masih terlalu takut untuk mengungkapkan isi hatinya pada Kevin.


Ia takut hubungan yang baik ini akan kembali rusak.


Kevin menatap ke dalam netra milik Vira.


Kevin menemukan alasan lain disana.

__ADS_1


"Vir, aku bukan pria baik-baik. Jika kamu berharap bisa menjalin suatu hubungan denganku, ada baiknya kamu kubur dalam-dalam keinginan itu. Kamu bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari aku" tukas Kevin panjang lebar.


Vira sungguh tak percaya Kevin akan mengatakan ini.


Bahkan Vira belum mengungkapkan isi hatinya, namun Kevin sudah menolak dirinya mentah-mentah.


*****


"Bukankah setiap orang punya masa lalu dan setiap orang juga bisa berubah?" Vira mengemukakan pendapatnya.


"Aku juga bukan orang baik. Aku pernah hampir mencelakakan Tasya. Bahkan sampai sekarang aku masih sering merasa iri pada Tasya" lanjut Vira lagi. Mata gadis itu mulai berkaca-kaca.


Kevin masih diam.


"Aku tidak merasa keberatan dengan masalalu kelammu. Aku hanya ingin menjadi teman berbagi beban untukmu. Apa itu salah?" Kali ini butir airmata sudah jatuh meluncur di kedua pipi Vira.


Kevin merasa serba salah sekarang.


"Maaf jika aku sudah mengganggu hidupmu" Vira menghapus airmatanya dengan kasar dan segera beranjak pergi meninggalkan Kevin yang masih mematung.


Dan sejak kejadian hari itu, Vira tak pernah lagi datang untuk menjenguk Kevin.


Kevin hanya bisa termenung memikirkan tentang Vira.


Ada satu sisi di hatinya yang kini terasa kosong. Apakah Kevin sudah jatuh cinta pada Vira sekarang?


Atau Kevin hanya menjadikan Vira sebagai pelarian dari perasaannya yang tak pernah terbalas pada Tasya?


*****


Setelah dua tahun menjalani hukuman karena perbuatannya, akhirnya hari ini Kevin bebas.


Mama Wina dan Papa Rian sudah datang menjemput Kevin.


Mereka langsung pulang ke rumah setelah Kevin menyelesaikan semua berkas.


Kevin turun dari mobil dengan hati berbunga. Setelah dua tahun tak menginjakkan kaki di rumah besar ini, Kevin akhirnya bisa pulang kembali kesini.


Kevin benar-benar sudah mengambil banyak pelajaran atas kesalahannya di masalalu.


Papa Rian langsung kembali ke kantor setelah mengantar Kevin dan mama Wina karena ada rapat penting.


Kevin masuk ke dalam rumah besar itu bersama mama Wina.


Sepi...


"Mama senang akhirnya kamu bisa pulang lagi ke rumah ini. Setidaknya rumah ini tidak akan terasa sepi lagi" ucap mama Wina sambil tersenyum.


"Apa Dion jarang pulang?" Tanya Kevin pada mama Wina.


Wanita paruh baya itu menggeleng.


"Dion tidak pernah pulang lagi, sejak hubungannya dengan Tasya berakhir. Setiap libur panjang, Dion memilih tinggal di mess. Sepertinya ia menghindari bertemu dengan Tasya" cerita mama Wina sedih.


Kali ini Kevin benar-benar terkejut dengan penjelasan dari mama Wina.


Hubungan Dion dan Tasya sudah berakhir?


Tapi bukankah kata Vira mereka baik-baik saja?


Ah,


Tapi itu setahun yang lalu. Tentu saja banyak yang berubah setelah setahun berlalu.


Rasa bersalah kembali membuncah di dada Kevin.


"Apa ini semua gara-gara perbuatan Kevin waktu itu?" Tanya Kevin lirih.


Mama Wina mengelus lembut punggung Kevin.


"Itu semua masa lalu, Kev. Mama yakin kamu sudah mengambil hikmah dari ini semua." Ujar mama Wina berusaha bijak.


Kevin menghela nafas panjang.


"Istirahatlah di kamarmu. Kamu pasti lelah" ucap mama Wina lagi.


Kevin hanya mengangguk dan segera naik ke lantai dua menuju ke kamarnya.


*****


"Apa mama tahu keluarga Tasya sekarang pindah kemana?" Pertanyaan dari Kevin membuat mama Wina sedikit terkejut.


"Kamu mau ngapain lagi, Kev? Tolong jangan mengganggu Tasya lagi" ujar mama Wina khawatir.


"Tidak, Ma. Sebenarnya Kevin ingin menemui Vira." Jelas Kevin.


Mama Wina sedikit bernafas lega.


"Mama akan memberikan alamat mereka padamu. Tapi mama mohon kamu jangan membuat masalah lagi dengan keluarga itu." Pesan mama Wina.


Kevin langsung mengangguk patuh.


Ia hanya ingin menemui Vira sekarang dan memperjelas perasaannya pada Vira.


Sejak kunjungan Vira yang terakhir waktu itu, hati Kevin benar-benar bimbang.


Kevin merasa bersalah karena saat itu dirinya sudah membuat Vira menangis.

__ADS_1


Kevin ingin menemui Vira dan meminta maaf.


__ADS_2