Natasya

Natasya
Telepon dari Bu Ranti


__ADS_3

Ronny mengendarai motor besarnya membelah jalanan yang lumayan padat.


Tujuannya sekarang adalah satu tempat yang sudah hampir dua bulan belum ia kunjungi karena jadwalnya yang padat.


Ronny membelokkan motornya ke halaman panti asuhan, yang menjadi tempat ia dibesarkan.


Suara Riuh anak-anak menyambut kedatangan Ronny.


Anak-anak selalu senang saat Ronny datang, karena pasti mereka akan diajari main basket atau permainan lain.


Ronny akan kembali ingat saat dulu ia seusia mereka, dan tentu saja Ronny akan kembali ingat pada adik kecilnya, Tasya.


Sampai sekarang bahkan Ronny tak tahu dimana keberadaan Tasya.


Dulu, Ronny dibawa ke panti ini saat usianya 4 tahun.


Kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan. Dan semua saudara-saudara dari ayah dan ibunya menolak untuk merawat Ronny.


Hingga akhirnya mereka menitipkan Ronny ke tempat ini.


Sungguh masa lalu yang memilukan.


Beruntung di tempat ini Ronny di rawat dan di besarkan dengan penuh kasih sayang oleh Bu Ranti.


Dan disinilah Ronny bertemu adik kecilnya, Tasya.


Usia mereka berdua memang terpaut 5 tahun.


Namun mereka sungguh dekat dan akrab. Ronny dan Tasya saling menyayangi


Hingga akhirnya takdir lah yang memisahkan mereka.


Tasya diadopsi oleh seorang wanita baik hati dan di bawa keluar kota.


Ronny tetap tinggal di panti ini membantu Bu Ranti mengurus adik adiknya.

__ADS_1


Ronny bekerja sambil sekolah.


Ronny tak pernah berhenti mengejar cita citanya sebagai pemain basket profesional.


Ia rajin berlatih, hingga akhirnya ia berhasil masuk ke salah satu klub basket dan mulai bermain sebagai pemain profesional.


Sekarang Ronny bahkan mencoba menjadi pelatih tim basket sekolah di sela-sela kesibukannya.


Ronny merasa senang bisa membagi ilmunya pada mereka yang lebih muda dan memiliki potensi.


Ronny menarik nafas panjang. Berada di tempat ini selalu sukses membuat ingatan Ronny akan lika-liku kehidupannya kembali mencuat.


Namun tetap saja, Ronny masih merindukan Tasya. Ronny selalu berharap, Tasya akan datang kembali ke panti ini sekedar untuk menanyakan kabarnya sekarang.


"Ronny," bu Ranti yang melihat kedatangan Ronny tersenyum senang. Sudah lama anak muda itu tidak datang ke panti.


"Sore, bu" Ronny mencium punggung tangan Bu Ranti.


"Ayo masuk! Ibu senang kamu datang" bu Ranti mengajak Ronny masuk ke dalam panti.


"Apa semuanya baik baik saja bu?" Tanya Ronny berbasa-basi.


"Iya, semuanya baik. Dan ibu punya kabar baik buat kamu" ucap Bu Ranti dengan mata berbinar-binar.


Ia sungguh tak sabar menyampaikan berita besar ini pada Ronny.


"Berita apa, Bu?" Tanya Ronny penasaran.


"Tasya kesini beberapa minggu yang lalu" ucap bu Ranti sambil tersenyum bahagia.


Ronny sedikit terkejut, namun langsung menyimak penjelasan bu Ranti dengan antusias.


"Tasya? Dia di kota ini?" Ujar Ronny tak percaya. Raut bahagia langsung nampak di wajah Ronny.


"Iya. Dan dia mencari kamu.

__ADS_1


Ibu akan menelponnya biar dia datang kesini" bu Ranti beranjak dari tempat duduknya dan berjalan masuk ke dalam meninggalkan Ronny.


Ronny masih tersenyum bahagia.


Akhirnya dia akan bertemu dengan Tasya setelah sekian lama mereka berpisah dan tak saking bertukar kabar.


*****


Tasya, Silvi, Vina, Salsa, dan Kevin naik menuju lantai tempat bioskop berada.


Sampai di tujuan, mereka berdiskusi kecil untuk memutuskan akan menonton film apa.


Tiba-tiba ponsel Tasya berdering.


Tasya sedikit menjauh dari teman temannya untuk mengangkat telpon.


"Halo," jawab Tasya sopan


"Halo, ini Tasya ya?" Suara seorang wanita terdengar di seberang telepon.


"Iya, maaf ini dengan siapa ya?" Tanya Tasya. Nomer yang menelepon masuk adalah nomer baru.


"Ini bu Ranti, Sya." Jawab wanita di seberang sana.


"Oh. Iya bu, ada apa?" Sudah sebulan lebih sejak terakhir Tasya berkunjung ke panti dan Tadya belum sempat kesana lagi.


"Ibu mau ngasih tahu, ini Ronny sudah datang ke panti. Dia ingin ketemu kamu. Apa kamu bisa ke panti sekarang?" Tanya Bu Ranti di seberang sana.


Tasya tak dapat lagi menyembunyukan raut kebahagiaan di wajahnya.


Segera Tasya menjawab


"Iya, bu. Tasya ke sana sekarang" ucap Tasya sedikit tergesa.


Ia sungguh tak sabar untuk segera berjumpa dengan kak Ronny nya.

__ADS_1


__ADS_2