Natasya

Natasya
Kembali


__ADS_3

Tasya memeluk erat papa Anton.


Hari ini dirinya sudah harus kembali dan melanjutkan kuliahnya yang hanya tinggal beberapa tahap lagi sebelum masa wisuda.


Tasya sudah berada di bandara bersama tante Desi dan om Bimo.


Dion dan papa Anton memgantar mereka ke bandara.


"Mungkin Papa bisa datang saat Tasya wisuda nanti. Tasya akan kirim undangannya" ucap Tasya dengan mata berkaca-kaca.


Papa Anton tampak mengangguk.


"Papa pasti datang. Semoga semuanya di mudahkan" papa Anton mengusap lembut kepala putrinya tersebut.


Tasya hanya mengangguk.


Papa Anton menghampiri tante Desi dan om Bimo.


"Terima kasih karena sudah menjadi orangtua asuh untuk Tasya dan membiayai semua kuliah dan kehidupan Tasya di sana" ucap Papa Anton tulus.


Tante Desi dan Om Bimo tersenyum bersamaan.


"Tasya sudah kami anggap putri kami. Jadi kami senang melakukan itu semua" jawab tante Desi bersungguh-sungguh.


"Bapak harus datang saat Tasya wisuda nanti" timpal om Bimo.


Papa Anton sekali lagi mengangguk sambil tersenyum.


Tasya ganti memeluk Dion.


"Kapan kau akan kembali?" Tanya Tasya serius.


"Mungkin lusa. Aku akan mengabarimu" Dion mengacak puncak rambut Tasya.


"Jaga dirimu baik-baik. Jangan sering begadang" pesan Tasya pada Dion.


Dion mengangguk,


"Siap tuan putri" ucap Dion sambil memberi sikap hormat.


Hal itu tentu saja langsung membuat Tasya tertawa.

__ADS_1


"Kamu akan datang juga kan saat aku wisuda nanti?" Tanya Tasya pada Dion.


"Aku usahakan, oke" jawab Dion sedikit ragu.


Sesaat Tasya mengernyit sebelum akhirnya gadis itu mencebik.


"Aku akan ikut pemusatan latihan saat kembali nanti, dan di bulan itu aku ada jadwal pertandingan bersama timnas. Tapi akan terap kuusahakan untuk datang" Dion mencoba menjelaskan.


Tasya semakin mencebik,


"Aku usahakan, oke. Jangan melihatku seperti itu" ucap Dion memohon.


"Baiklah, semoga pertandinganmmu sukses" jawab Tasya akhirnya.


"Jaga dirimu baik-baik. Telpon aku saat sudah sampai" Dion memeluk Tasya sekali lagi.


Gadis itu hanya mengangguk.


"Ayo, Sya" ajak tante Desi.


Panggilan terakhir untuk semua penumpang sudah terdengar dari pengeras suara.


Kini hanya tinggal papa Anton dan Dion di tempat itu.


"Mari om, saya antar pulang" ucap Dion akhirnya memecah keheningan diantara mereka.


Papa Anton hanya tersenyum.


"Apa kamu dan Tasya sudah lama menjalin hubungan?" Selidik papa Anton.


Ia melihat Tasya yang begitu dekat dengan Dion.


Dion tersenyum canggung dan menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Sebenarnya, kami pacaran sejak SMA om" ucap Dion malu-malu.


Namun papa Anton hanya menepuk punggung Dion, ia seperti bisa menangkap kegugupan di wajah anak muda tersebut.


"Tasya sungguh beruntung bertemu dengan pria baik seperti kamu" ucap papa Anton bersungguh-sungguh.


Sejak awal dirinya bertemu dengan Dion, pak Anton yakin jika Dion adalah pria baik yang kelak akan bisa melindungi putrinya.

__ADS_1


"Sebenarnya, Dion yang merasa beruntung om, karena bertemu dengan gadis sebaik dan setegar Tasya" ucap Dion merendah.


Namun, jauh di lubuk hatinya, Dion memang merasa beruntung memiliki Tasya yang sejak dulu selalu sabar menghadapi sikapnya yang kadang kekanak-kanakan.


Papa Anton hanya tersenyum.


"Ayo kita pulang" ajak papa Anton akhirnya.


Dion mengangguk saja.


Kedua pria itupun berjalan menuju tempat parkir dan segera melaju meninggalkan kawasan bandara.


.


.


.


DIKIT BANGET THOR?


HAHAHAHA, MAAF YA YANG SEDIKIT KECEWA.


SAMBIL MENUNGGU TASYA YANG UJIAN, HABIS INI KITA BACA EXTRA PART DULU AJA YA..


TENTANG KISAH CINTA SAHABAT- SAHABATNYA TASYA SEMASA SMA.


TERUS HUBUNGAN TASYA DAN DION BAGAIMANA?


MASA MENGGANTUNG?


TENANG, AUTHOR BUKAN ORANG YANG SUKA MENGGANTUNG-GANTUNG CERITA.


NANTI ADA KELANJUTAN KISAH TASYA DAN DION SETELAH EXTRA PART.


APAKAH MEREKA AKHIRNYA MELENGGANG KE PELAMINAN ATAU PUTUS DITENGAH JALAN?


SIMAK TERUS POKOKNYA.


TERIMA KASIH YANG SUDAH MAMPIR, LIKE, KOMEN, DAN VOTE.


YANG BELUM LIKE JANGAN LUPA LIKE YA KARYA SAYA.

__ADS_1


__ADS_2