Natasya

Natasya
Orang Asing


__ADS_3

Sudah beberapa bulan berlalu sejak kepergian Dion.


Tasya tetap melanjutkan hidupnya di kota kecil ini. Ia masih bekerja di kafe milik Denny di sela sela jadwal kuliahnya yang lumayan padat belakangan ini.


Hari ini Tasya terpaksa mengambil shift sore lagi.


Meskipun Dion melarangnya dan Denny juga sudah memberi keringanan. Tetap saja Tasya merasa tak enak hati pada karyawan lain di kafe tersebut.


Ia sudah sering diperlakukan istimewa di kafe tersebut hanya karena dirinya berteman baik dengan Denny.


Tasya selalu menerima gaji full padahal kadang dirinya pulang lebih cepat atau terlambat datang ke kafe.


Dan belakangan ini tersebar kabar kurang mengenakkan.


Banyak yang mengira Tasya menjalin hubungan diam diam dengan Denny, sang pemilik kafe. Padahal Tasya dan Denny hanya berteman biasa dan tak ada hubungan istimewa apapun.


Ah, namanya gosip. Selalu saja cepat menyebar meskipun itu tak sesuai kenyataan yang terjadi.


Kebetulan ini malam minggu, dan tadi seharian Tasya sibuk di kampus. Jadi malam ini Tasya memutuskan untuk bekerja hingga kafe tutup.


Tasya baru saja tiba di kafe, saat ponselnya tiba tiba berbunyi.


"Iya, kak" jawab Tasya. Rupanya Ronny yang menelpon.


"Sya, kamu dimana? Aku sama Salsa mau nonton. Kamu ikut ya" ajak Ronny di seberang telepon.


Belakangan ini sepertinya usaha Ronny untuk mendekati Salsa sedikit berhasil.


Apalagi diam diam Ronny meminta bantuan papanya Salsa agar usahanya berjalan mulus.


Mungkin sebentar lagi mereka akan naik ke pelaminan. Satu hal konyol yang selalu terbersit di pikiran Tasya setiap melihat kedekatan Ronny dan Salsa.


"Aku kerja malam ini. Kalian pergi berdua saja" jawab Tasya cepat.


"Apa kamu mengambil shift malam lagi? Dion bisa marah besar, Sya" Ronny sedikit khawatir.


"Aku akan pulang sebelum jam sembilan, kak. Dan tolong jangan lapor ke Dion" pinta Tasya penuh harap.


Terdengar Ronny berdecak di seberang telepon.


"Baiklah, aku dan Salsa akan mampir ke kafe setelah dari bioskop. Dan kamu jangan kemana mana sebelum kami datang. Aku akan mengantarmu pulang." Pesan Ronny.


"Iya, iya. Dasar bawel" gerutu Tasya sedikit kesal.


Ayolah, Tasya bukan lagi anak anak yang harus dijaga dan diawasi.


Tasya juga bisa menjaga dirinya sendiri.


"Baiklah, kakak jalan dulu." Kata Ronny sebelum menutup telepon.

__ADS_1


Setelah Ronny menutup telepon, Tasya bergegas memasukkan ponselnya kembali ke dalam tas.


Tasya sedikit merapikan penampilannya sebelum bergabung dengan teman temannya yang lain dan mulai bekerja.


*****


Malam minggu adalah malam yang sibuk di kafe.


Pengunjung datang silih berganti.


Saat melayani salah satu meja, Tasya sedikit terhenyak mengetahui siapa yang duduk di meja tersebut.


Kevin,


Tasya sebisa mungkin tetap bersikap profesional dan bertanya seperti biasa tentang menu yang akan Kevin pesan.


Sepertinya lelaki itu datang sendirian ke kafe ini.


"Sya? Kamu kerja disini?" Tanya Kevin sedikit terkejut.


Tasya tersenyum canggung.


"Iya, kak. Part time aja sambil kuliah juga" jawab Tasya sambil menunduk.


Kevin terus memandang Tasya dengan tatapan aneh.


Tasya merasa salah tingkah.


"Kopi" jawab Kevin singkat. Tasya mengangguk dan bergegas pergi dari hadapan lelaki itu.


Entahlah, ada atmosfer aneh saat Tasya berada di dekat Kevin.


Tasya merasa Kevin tak lagi seperti Kevin yang dulu yang selalu hangat dan murah senyum.


Kevin seperti sudah menjadi pribadi lain.


Apa mungkin patah hati bisa membuat orang baik menjadi dingin dan ketus?


Entahlah, Tasya tak mau memikirkannya sekarang.


Sudah hampir jam sembilan malam. Belum ada tanda tanda kedatangan dari Ronny dan Salsa. Mungkin mereka sedikit terlambat atau mungkin jalanan memang macet?


Tasya terus saja melanjutkan pekerjaannya.


"Tasya" pelayan senior yang ada di kafe tersebut memanggil Tasya.


"Iya, kak?" Tanya Tasya bingung. Apa dia melakukan kesalahan?


"Temanmu udah nungguin kami di parkiran. Kamu pulang aja gak papa" kata pelayan senior tersebut.

__ADS_1


Tasya sedikit bingung.


Teman?


Kalau itu kak Ronny dan Salsa bukankah biasanya mereka berdua akan masuk ke kafe seperti tamu tamu pada umumnya dan menunggu Tasya di dalam kafe?


Lalu kenapa sekarang mereka menunggu di parkiran?


"Sya?" Pelayan senior itu membuyarkan lamunan Tasya.


"Eh, iya kak. Apa kakak bertemu dengannya?" Tanya Tasya menyelidik.


"Iya, dan tadi dia berpesan agar aku menyampaikannya padamu." Jelas pelayan senior itu.


Tasya mengangguk.


"Yasudah, Tasya pulang duluan, kak" pamit Tasya akhirnya.


"Hati hati, Sya" pesan pelayan senior itu yang membuat Tasya mengangguk saja sambil berlalu menuju ruang ganti.


Setelah mengganti bajunya, dan mengambil tas, Tasya keluar dari kafe lewat pintu belakang yang langsung terhubung ke parkiran.


Tasya mengedarkan pandangannya mencari cari mobil kak Ronny. Namun Tasya tak menemukannya.


Tapi pandangannya tertuju pada satu mobil yang sungguh tak asing baginya. Mobil itu terparkir di pojok halaman parkir.


Ada seseorang yang tengah bersandar di mobil tersebut. Sepertinya ia tengah menunggu seseorang.


Tasya tak bisa melihat dengan jelas wajah orang tersebut karena selain penerangan yang terbatas, orang tersebut juga menutupi kepalanya dengan hoodie jaket yang ia kenakan.


Namun Tasya mengenal sekali mobil itu dan plat mobil itu.


Itu adalah mobil milik Dion yang dulu sering Dion pakai untuk mengantar jemput Tasya.


Dion memang memberikan kabar pada Tasya kalo bulan ini dia dapat cuti dari pelatihannya dan akan segera pulang.


Namun Dion tak memberitahu kapan tepatnya ia akan pulang. Dion selalu bilang ingin memberikan kejutan pada Tasya.


"Apa Dion sedang memberiku kejutan sekarang?" Gumam Tasya masih ragu.


Tasya berjalan mendekat ke arah mobil Dion.


Orang yang bersandar di mobil tersebut masih terlihat santai dan belum menunjukkan wajahnya ke arah Tasya.


Tasya sudah semakin dekat dengan mobil tersebut.


"Dion?" Suara Tasya sedikit tertahan.


Kini orang asing itu menoleh ke arah Tasya, dan seketika Tasya langsung terkejut saat melihat wajah orang tersebut.

__ADS_1


Tasya memang mengenalnya, tapi bukan orang ini yang ingin Tasya temui saat ini.


__ADS_2