Natasya

Natasya
Berbohong Lagi


__ADS_3

"Nonton yuk nanti sore, ada film baru lho" Vina dengan antusias mengajak teman-temannya untuk menonton film di bioskop.


"Tugas banyak, kenapa gak nunggu weekend aja sih" protes Salsa merasa malas.


"Tugas mulu dipikirin sih Sal, kita kan juga perlu hepi-hepi" bantah Vina mencari pembenaran.


Salsa hanya memutar bola matanya.


"Sil, Sya gimana? Kalian berdua ikut kan?" Vina beralih bertanya pada Silvi dan Tasya yang sedari tadi hanya diam dan khusyuk menikmati makanan mereka.


Keempat sahabat itu sedang menghabiskan jam istirahat di kantin sekolah.


"Gue gak bisa. Maaf ya!" jawab Tasya merasa bersalah. Dirinya sudah janji akan menonton pertandingan Dion sore ini.


"Emang mau kemana, Sya? Hang out terakhir loe gak ikut juga.


Perasaan belakangan ini loe sibuk mulu deh" tanya Silvi penasaran.


Tasya menghentikan aktivitas makannya.


Sedikit berpikir akan menjawab dan mencari alasan apa kali ini.


"Gue tahu..." Vina tiba tiba berkata dengan semangat.


"Tahu apa?" Tanya Salsa yang bingung.


Silvi dan Tasya pun ikut mengernyitkan dahi menunggu Vina melanjutkan kata katanya.


"Loe pasti mo jalan sama kak Kevin kan" Vina menaik turunkan alisnya demi menggoda Tasya.


Tasya langsung ternganga tak percaya dengan tebakan ngawur sahabatnya tersebut.


Baru saja Tasya akan menjawab dan membantahnya,


Kak Kevin udah datang nyamperin ke meja mereka.

__ADS_1


"Hai semua, wah lagi cerita seru nih kayaknya" kak Kevin langsung duduk di kursi disamping Tasya yang memang kosong.


"Kak Kevin, nanti sore nonton yuk!" Ajak Vina langsung nyeplos


"Wah, kayaknya gak bisa. Kakak ada acara" jawab Kevin sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.


Dalam hati sebenarnya Kevin ingin ikut. Tapi dia memang sudah ada rencana untuk rapat sore ini bersama anak-anak OSIS.


"Tu kan bener!" Vina langsung menggebrak meja sambil berdiri dari duduknya.


Hal ini sontak membuat empat orang lain yang duduk di meja yang sama kaget dengan tingkah laku Vina.


Belum lagi suaranya yang lumayan keras menarik perhatian para pengunjung kantin yang lain.


"Apaan sih loe Vin. Lebay. Apanya yang bener?" Tanya Silvi sedikit emosi.


Kuah bakso yang ia nikmati sedikit tercecer karena ulah Vina barusan


"Kak Kevin mo jalan sama Tasya pasti. Buktinya, gue ajak nonton kalian berdua kompak nolaknya" lanjut Vina penuh percaya diri.


"Bener, Sya?" Tanya Silvi menginterogasi.


"Aku mau nemenin mama belanja. Gak ada hubungannya sama kak Kevin" mendadak alasan itu yang terbersit di pikiran Tasya.


Ia merasa harus segera membantah tuduhan dari Vina sebelum tuduhan-tuduhan lain di layangkan padanya.


Yang benar saja, ia belum pernah sekalipun pergi bersama Kevin. Meskipun beberapa kali Kevin mengajaknya jalan. Tapi Tasya selalu berhasil menolaknya dengan halus.


"Aku juga mau rapat sama anak-anak OSIS. Kevin ikut-ikutan membantah.


Sontak Silvi dan Salsa langsung melotot tajam ke arah Vina. Namun Vina malah seperti tidak merasa bersalah dan hanya nyengir.


"Gue juga gak bisa ikut sore ini. Loe pergi sendiri aja, Vin" Salsa memberi saran.


Vina hanya manyun.

__ADS_1


"Kalian emang gak setia kawan. Baiklah Gue pergi sendiri" ujar Vina sambil mencebik.


Teman temannya hanya terkekeh melihat ekspresi Vina yang menurut mereka sungguh menggelikan itu.


"Tenang, Vin. Kan masih ada gue. Ntar kita pergi bareng. Kali aja nemu cowok ganteng di sana" Silvi merangkul pundak Vina.


Mencoba menghiburnya.


"Cowok aja dipikirin. Tugas jangan lupa di kerjain. Gue ogah ngasih contekan kalo kalian lupa" ancam Salsa sambil melotot tajam ke arah dua sahabatnya tersebut.


"Siap bu guru galak" ucap Silvi dan Vina serempak.


Tawa keduanya seketika meledak karena berhasil membuat Salsa semakin marah.


Dan mereka berdua buru-buru beranjak dari kursinya untuk segera kabur sebelum Salsa mengamuk.


"Awas kalian berdua" ucap Salsa geram


Kevin dan Tasya yang masih duduk di tempatnya hanya terkekeh.


"Kami ke kelas duluan ya, kak" pamit Tasya sembari berdiri dan menarik tangan Salsa agar ikut bersamanya.


Dan Salsa hanya menurut.


"Oke" jawab Kevin singkat sambil tersenyum manis ke arah Tasya.


Kevin hanya memandang Tasya yang kian menjauh meninggalkan kantin.


'Kenapa Tasya selalu saja seperti menghindar dari gue. Apa yang seharusnya gue lakukan biar Tasya bisa jatuh ke pelukan gue' Kevin bergumam pada dirinya sendiri.


Ia merasa semakin penasaran pada Tasya.


Ia yakin, suatu hari nanti Tasya pasti akan menyukainya dan menjadi pacarnya.


Bel tanda masuk kelas sudah berbunyi.

__ADS_1


Kevin segera beranjak meninggalkan kantin dan berjalan menuju kelasnya.


__ADS_2