Natasya

Natasya
Khawatir


__ADS_3

Dion sudah menyelesaikan putarannya yang ke seratus.


Nafasnya ngos-ngosan nyaris putus. Dion berhenti sebentar untuk mengatur nafasnya.


Pelatih Ronny memandang Dion dengan tatapan datar. Tadinya dia berpikir anak itu akan protes atau menyerah atau bahkan pingsan.


Namun di luar dugaan, ternyata fisiknya begitu kuat.


Pelatih Ronny hanya tersenyum simpul.


Pelatih Ronny memberi kode pada Dion agar ikut bergabung bersama teman-temannya.


Dion segera mengambil bola dan bergabung bersama anggota tim yang lain.


Mereka melanjutkan berlatih hingga hari beranjak sore.


Tasya masih menunggu Dion di pinggir lapangan.


Novel yang sedari tadi ia baca bahkan sudah hampir tamat sekarang.


"Apa kau pacarnya Dion?" Pelatih Ronny tiba-tiba menghampiri Tasya dan melontarkan pertanyaan yang membuat Tasya benar-benar


terkejut.


"Kami berteman, Pak" jawab Tasya berusaha sopan.


"Teman? Teman yang selalu berboncengan saat pulang dan pergi sekolah?" Ronny berkata sarkas.


Sedikit berdecak seolah mencibir jawaban dari Tasya.


Tasya hanya menunduk. Bingung harus menjawab apa sekarang.


Dan keheningan Tasya seakan membenarkan segala perkataan dari pelatih Ronny.


Sementara itu dari tengah lapangan, Dion dan anggota tim yang lain sudah selesai berlatih.

__ADS_1


Dion duduk selonjor dan mengistirahatkan kakinya.


Memandang ke arah Tasya yang sepertinya sedang berinteraksi dengan pelatih Ronny


Dion menggeram kesal.


"Tu pelatih baru lagi godain cewek loe, Di" perkataan iseng dari Rizky malah membuat amarah Dion terpancing.


Dion mengepalkan erat tangannya mencoba menahan amarahnya.


Dion sudah akan berdiri dan hendak menghampiri Tasya serta pelatih Ronny.


Namun teman-teman Dion mencegahnya


"Santai, bro. Jangan terpancing. Itu kayaknya mereka cuma ngobrol biasa" Bagas menahan Dion agar tidak tergesa menghampiri Tasya ataupun melabrak pelatih Ronny.


Bagas dan yang lainnya tentu saja tak ingin


menyaksikan pertarungan antara Dion dan pelatih Ronny hanya karena salah paham.


Namun semakin dekat, Dion semakin bisa menangkap keganjilan pada obrolan keduanya.


Tasya tampak menunduk ketakutan, berbeda dengan pelatih Ronny yang menatap tajam pada Tasya.


'Apa yang di lakukan pelatih baru itu?' Gumam Dion dalam hati. Ia mempercepat langkahnya dan menghampiri keduanya.


"Pak, latihan sudah selesai. Apa kami sudah boleh pulang?" Tanya Dion kepada pria di depannya itu.


Pelatih Ronny berbalik dan beralih menatap pada Dion.


Tatapan tajam keduanya bertemu.


Pelatih Ronny tersenyum simpul.


"Pulanglah, sekalian antar pacarmu ini pulang ke rumahnya" kata pelatih Ronny sambil berlalu meninggalkan Dion dan Tasya. Sempat terdengar suara tawa yang sumbang dari pelatih Ronny.

__ADS_1


Sepertinya pria itu memang sedang menertawakan Tasya dan Dion.


"Nat, kamu baik-baik saja?" Dion mengusap lembut puncak kepala Tasya.


Gadis itu masih diam dan menunduk.


"Nat?" Ulang Dion sekali lagi.


"Iya, aku baik. Ayo pulang" Ajak Tasya.


Dion meraih tangan Tasya dan segera membawanya meninggalkan lapangan basket itu.


Sampai di halaman parkir,


"Di, aku minta maaf" ucap Tasya lirih. Kepalanya menunduk.


"Minta maaf buat apa, Nat?" Tanya Dion bingung


"Gara-gara aku ngajak kamu ngobrol di loker tadi, kamu jadi terlambat ke lapangan, trus kamu di hukum.


Apa kakimu sakit?" Tanya Tasya dengan nada khawatir.


Tapi bukannya menjawab, Dion malah tertawa sambil mengacak rambut Tasya.


"Di, kenapa kamu tertawa?" Tanya Tasya sedikit kesal. Tadinya ia begitu khawatir. Namun saat melihat Dion yang malah tertawa mendadak Tasya berubah kesal.


"Aku baik baik saja, Nat. Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan ku" jawab Dion pada akhirnya. Tak lupa sebuah senyuman manis yang melengkung di bibir Dion membuat Tasya sedikit menarik nafas lega.


"Ayo pulang" Kata Dion selanjutnya.


Tasya pun mengangguk.


Dion menstarter motornya, Tasya segera naik ke jok belakang.


Motor Dion pun melaju meninggalkan sekolah.

__ADS_1


Membelah jalanan sore yang sedikit padat untuk mengantar Tasya pulang menuju rumahnya.


__ADS_2