Natasya

Natasya
EXTRA PART: Kevin dan Vira (2)


__ADS_3

Kevin yang melihat Vira sudah keluar dari pintu utama kampusnya, segera turun dari mobil dan menghampiri gadis itu.


Ya,


sedari pagi Kevin memang mengikuti Vira saat gadis itu baru keluar dari rumahnya dan berangkat menuju kampusnya.


Kevin bahkan setia menunggu hingga Vira selesai kuliah.


"Vir," Kevin menyapa Vira.


Gadis itu langsung melengos dan membuang mukanya saat tahu yang datang adalah Kevin.


Vira sudah akan pergi, namun Kevin mencegahnya dan memegang tangan Vira.


"Vir, aku mau bicara" ucap Kevin dengan nada memohon.


Vira tak menjawab, gadis itu hanya mendengus kesal.


"Vir, aku minta maaf atas sikapku. Aku benar-benar ingin bicara padamu sekarang" Kevin masih memegang erat tangan Vira.


Vira akhirnya tak bisa menolak lagi.


"Baiklah, kau ingin bicara dimana?" Ucap Vira akhirnya.


Kevin bernafas lega dan segera menggandeng tangan Vira masuk ke dalam mobilnya.


Kevin membawa Vira ke kafe tak jauh dari kampus.


Setelah memesan makanan dan minuman, Kevin mulai buka suara.


"Apa kau masih marah padaku?" Tanya Kevin membuka obrolan.


"Kenapa aku harus marah? Tasya dan Dion sudah putus sekarang. Kau bisa mulai mendekati Tasya seperti impianmu selama ini" jawab Vira dengan nada ketus.


Kevin tak mengerti, kenapa Vira malah membawa-bawa nama Tasya sekarang.


"Aku tak lagi menyimpan perasaan pada Tasya, Vir. Kau salah paham" Kevin berusaha menjelaskan.


"Bukan urusanku" Vira masih ketus.


"Vir," Kevin meraih tangan Vira dan menggenggamnya erat.


"Aku sungguh minta maaf karena sudah menyakiti perasaanmu dan menjadi pria yang tidak peka" lanjut Kevin lagi.


Vira masih diam.


"Terima kasih karena kau sudah peduli padaku, aku..." Kevin menghela nafas panjang.


Sedikit ragu antara ingin melanjutkan kata-katanya atau tidak.


"Aku ingin kita memulai semuanya dari awal, Vir. Aku ingin kita menjalin sebuah hubungan yang serius" ucap Kevin akhirnya.


Pria itu sudah memantapkan hatinya untuk menerima Vira dan berdamai dengan perasaannya.


Kevin ingin membuang jauh semua perasaannya pada Tasya, Kevin ingin benar-benar memulai hubungan sebuah hubungan dengan gadis yang mau menerima dirinya apa adanya.


Vira seperti tak percaya dengan apa yang diucapkan oleh Kevin barusan.


"Apa kau sedang menjadikanku pelarian cintamu?" Tanya Vira sedikit ragu.


Kevin langsung menggeleng cepat.

__ADS_1


"Tidak, Vir. Aku serius. Tolong beri aku kesempatan" Kevin memohon.


Vira menarik nafas panjang.


"Baiklah, kau bisa langsung mengatakannya pada mama Sarla, jika kau benar-benar serius" ucap Vira menantang Kevin.


Pria itu mengangguk. Seperti tidak ada keraguan dalam hatinya.


'Semoga Kevin benar-benar serius. Aku akan membuat Kevin jatuh cinta dan terus mempertahankan hubungan ini' tekad Vira dalam hati.


"Aku akan menemui mama kamu hari ini" ucap Kevin besungguh-sungguh.


Vira benar-benar terkejut dengan ucapan Kevin barusan.


"Apa tidak terlalu terburu-buru?" tanya Vira ragu.


"Bukankah tadi kau ingin bukti keseriusanku. Jadi, kenapa aku harus menundanya?" Ucap Kevin lagi.


Vira berdecak sambil memutar bola matanya.


"Terserah kau saja" tandas Vira akhirnya.


Ia malas berdebat lagi dengan Kevin.


*****


Saat sebuah hubungan terhalang restu, mendadak semuanya terasa begitu rumit.


Kevin yang datang menemui mama Sarla dan menyampaikan niat baiknya langsung mendapat penolakan dari wanita paruh baya tersebut.


Mama Sarla menentang keras hubungan Vira dan Kevin, mengingat di masa lalu Kevin pernah menyakiti Tasya dan membuat hidup gadis itu hancur.


Namun tetap saja, mama Sarla menolak merestui hubungan mereka.


Setiap hari Vira dan mama Sarla terus saja berdebat tanpa ujung, karena secara diam-diam Vira masih menjalin hubungan bersama Kevin.


*****


Di sebuah restorant,


"Kevin dan Vira saling mencintai, Sar. Tidak bisakah kamu membwrikan restu untuk mereka berdua" pinta mama Wina memohon.


"Tidak" mama Sarla masih pada pendiriannya.


"Kevin sudah menghancurkan hidup Tasya" mama Sarla bersikeras.


"Itu masa lalu, Sar. Kevin sudah mendapatkan hukuman. Dan sekarang Kevin benar-benar sudah berubah" mama Wina masih terus membujuk.


Mama Sarla berdecak.


"Dia anakmu, wajar jika kau membelanya" ucap mama Sarla sinis.


Mama Wina diam tak menjawab. Sepertinya usahanya ini akan sia-sia belaka.


"Apa kau tidak memikirkan perasaan Vira? Bukankah Vira juga berhak bahagia dan mendapatkan cintanya?" Ucap mama Wina akhirnya sebelum beranjak berdiri.


Mama Wina tak tahu lagi bagaimana membujuk mama Sarla agar memberikan restunya.


Mungkin Kevin dan Vira memang tidak seharusnya menjalin sebuah hubungan.


"Aku pamit, Sar. Selamat siang" pamit mama Wina sambil berlalu meninggalkan mama Sarla yang masih termenung.

__ADS_1


Mama Sarla memikirkan ucapan terakhir mama Wina. Ia dan Vira memang jadi sering berdebat belakangan ini karena hubungan Vira dan Kevin.


Terakhir Vira mengancam akan kabur dari rumah jika sang mama tetap tudak mau merestui hubungannya bersama Kevin.


Vira juga mengancam kalau dirinya tak akan pernah menikah kalau tidak dengan Kevin.


Sungguh suatu pilihan yang berat.


Mama Sarla hanya berpikir bagaimana nantinya perasaan Tasya jika Kevin dab Vira menikah.


Apa gadis itu tidak akan merasa sakit hati?


Bahkan hubungan Tasya dan Dion berakhir gara-gara perbuatan bejat Kevin.


Entahlah, mama Sarla merasa bingung sekarang.


*****


"Ma," Tasya menghampiri sang mama yang terlihat melamun.


"Iya, Sya. Ada apa?" Tanya mama Sarla menutupi kekagetannya.


Tasya duduk di sofa disamping mama Sarla.


"Jika Vira dan Kevin saling mencintai, kenapa mama tidak memberikan restu saja untuk mereka?" Tasya berkata dengan nada datar.


"Tapi Kevin sudah menghancurkan hidup kamu, Sya. Bahkan sekarang hubungan kamu dan Dion juga berakhir gara-gara Kevin." Mama Sarla masih berusaha mencari pembenaran.


Tasya menghela nafas panjang,


"Tasya sudah baik-baik saja, Ma. Vira juga adalah putri mama. Dia juga berhak bahagia. Tasya sudah memaafkan Kevin dan melupakan semua perbuatannya pada Tasya" ucap Tasya berbohong.


Tentu saja ia tak benar-benar bisa lupa pada apa yang sudah di lakukan Kevin. Mimpi buruk itu masih sering menyapanya saat malam.


Mama Sarla tampak berpikir sejenak.


"Bukankah setiap orang bisa berubah? Kita tidak bisa terus menghakimi mereka karena masa lalunya" lanjut Tasya lagi.


Kali ini mama Sarla mengangguk.


"Istirahatlah, Sya. Sudah malam" ucap mama Sarla akhirnya.


Tasya mengangguk dan segera beranjak menuju ke kamarnya.


'Semoga akan ada kabar baik setelah ini' gumam Tasya dalam hati.


*****


Pada akhirnya meskipun sedikit ragu, mama Sarla memutuskan untuk memberi restu pada hubungan Kevin dan Vira.


Mama Sarla tak mau menyakiti hati Vira untuk kesekian kalinya.


Putrinya itu sudah dewasa, mama Sarla yakin Vira sudah bisa memilih mana yang terbaik untuk dirinya sendiri.


Jika pada akhirnya Vira memilih Kevin, mama Sarla yakin Vira juga sudah siap menanggung semua resikonya.


*****


Malam ini saya upload yang season kedua.


Sampai jumpa

__ADS_1


__ADS_2