Natasya

Natasya
Sudah Berakhir


__ADS_3

"Aku mau kamu cari info sebanyak-banyaknya tentang gadis yang bernama Natasya atau siapapun itu" Laura berkata pada seorang pria yang memakai setelan jas serba hitam yang penampilannya lebih mirip bodyguard.


Laura merasa kesal dengan sikap Dion di pesta tadi yang jelas jelas menyangkal semua rumor yang selama ini beredar.


Tentu saja Laura juga malu karena semua berita yang selama ini ia sebarkan tentang hubungannya dengan Dion terbukti hanya omong kosong belaka.


"Baik, Nona. Akan segera kami laksanakan" ucap pria tersebut.


"Tidak lagi, nona muda" Mr Lim tiba-tiba masuk ke ruangan itu dan menegur dengan keras kelakuan putrinya tersebut.


"Sudah cukup kamu bermain-main selama ini. Papi tidak mau lagi mendengar semua omong kosong mengenai kamu dan Dion" ucap Mr Lim tegas.


"Tapi Papi... Laura suka sama Dion" Laura mencoba membela diri.


Mr Lim langsung menggeleng.


"Papi tidak mau kehilangan pemain terbaik di klub papi hanya karena tingkah konyolmu itu. Lagipula kamu lihat sendiri Dion sudah punya tunangan. Papi tidak pernah mengajari kamu untuk jadi wanita perusak hubungan orang lain, Laura" Mr Lim masih bersikap tegas.


Laura semakin mencebik.


"Papi ingin kamu kembali ke luar negeri dan menyelesaikan studimu. Kamu akan dapat pria yang jauh lebih baik dari Dion. Sudah cukup kamu bermain-main" Mr Lim berkata sambil menatap rajam pada putri semata wayangnya tersebut.


"Papi jahat" ucap Laura sambil berlalu meninggalkan sang papi.


Mr Lim hanya menggeleng-gelengkan kepala.


Begitulah Laura, semua yang ia mau harus ia dapatkan. Sungguh gadis yang keras kepala.

__ADS_1


"Batalkan apapun perintah Laura tadi. Kamu urus saja keberangkatan Laura ke luar negeri." Mr Lim berkata pada bodyguard Laura tadi.


"Baik, Sir" ucap pria itu sebelum keluar dari ruangan tersebut untuk segera melaksanakan perintah dari atasannya tersebut.


*****


Dion dan Tasya masih saling diam. Keduanya kini sedang dalam perjalanan pulang dari tempat pesta tadi.


"Di..." sedikit Ragu, Tasya mencoba membuka obrolan.


"Iya, Nat. Ada apa?" Tanya Dion datar. Dion masih fokus memperhatikan jalan di depannya.


"Aku khawatir tentang posisimu di klub. Bagaimana jika Mr Lim marah besar dan mengeluarkanmu dari klubnya?" Raut kekhawatiran tampak jelas di wajah Tasya.


Dion menghela nafas, lalu menepikan mobilnya sebelum menjawab pertanyaan dari Tasya.


"Dengar, itu bukan sebuah masalah besar. Aku sudah memikirkan itu semua. Kamu tidak perlu khawatir" Dion mengusap lembut kepala Tasya.


"Tapi, Di..." Tasya masih saja khawatir.


"Saat ini, hubungan kita yang paling penting. Aku tidak mau membuatmu cemburu atau tertekan dengan berita-berita bohong itu.


Lagipula Laura pantas menerima semua itu. Dulu aku memang diam saja saat dia mulai menyebarkan berita-berita bohong itu, tapi sekarang. Aku benar-benar sudah muak" jelas Dion panjang lebar.


Tasya hanya menghela nafas.


"Baiklah kalau menurutmu begitu. Semoga semuanya baik-baik saja" ucap Tasya penuh harap.

__ADS_1


Dion hanya tersenyum dan menggenggam erat tangan Tasya.


"Apa aku akan jadi terkenal setelah ini?" Tanya Tasya dengan mimik polos.


Seketika Dion langsung tergelak.


"Mungkin kamu akan jadi trending topic seminggu ke depan. Hahaha" jawab Dion sambil tertawa.


Tasya langsung mencebik.


"Baiklah, aku akan bersembunyi setelah ini." Ucap Tasya sambil bersedekap.


Dion sudah berhenti tertawa, pria itu mengusap puncak kepala Tasya.


"Tetaplah menjadi dirimu apa adanya. Apapun yang dikatakan oleh orang, tak usah terlalu kamu pedulikan. Aku akan tetap mencintaimu apa adanya" Dion meraih kedua tangan Tasya, menggenggamnya dan mencium kedua tangan Tasya.


Gadis itu hanya tersenyum sambil mengangguk.


Benar kata Dion, Tasya tak perlu menjadi orang lain hanya agar terlihat sempurna di mata semua orang.


Tasya akan terus menjadi dirinya sendiri.


Tasya yang apa adanya.


"Kita pulang sekarang?" Tanya Dion membuyarkan lamunan Tasya.


"Iya. Aku sudah mengantuk" jawab Tasya sambil terkekeh.

__ADS_1


"Baiklah." Dion segera melajukan mobilnya menuju ke arah hotel tempat Tasya akan menginap malam ini.


Besok siang Tasya sudah harus kembali pulang.


__ADS_2