Natasya

Natasya
Tak Ingin Memberi Harapan


__ADS_3

"Eh, kita jadi kan ke mall?" Tanya Vina antusias pada ketiga sahabatnya.


"Jadi dong" jawab Silvi bersemangat.


"Kalian berdua bagaimana?" Vina bertanya pada Salsa dan Tasya.


"Kita ikut aja deh" jawab Tasya akhirnya.


Salsa hanya mengendikkan bahu sebelum akhirnya ikut mengangguk.


Tasya merasa harus mulai belajar membagi waktu untuk sahabatnya dan untuk Dion.


Tasya tak mau terus terusan berbohong pada sahabat sahabatnya hanya demi bisa bertemu Dion.


Lagi pula hari ini Dion juga akan kumpul bersama teman-temannya merayakan kemenangan tim mereka kemarin lusa.


Jadi Tasya rasa tak ada salahnya jika ia juga berkumpul bersama teman-temannya.


Keempat sahabat itupun berjalan menuju halaman parkir.


"Kak Kevin?" Sapa Silvi pada Kevin yang sekarang sedang berdiri di dekat mobil Silvi.


"Hai, Sil. Boleh aku menumpang pulang? Aku gak bawa mobil hari ini" ucap Kevin sedikit berbasa basi.


"Tumben" ucap Silvi sedikit heran.


"Mobilku masuk bengkel. Ayolah, Sil. Rumah kita kan searah" ucap Kevin dengan nada memelas.


Silvi bisa menangkap maksud terselubung dari sepupunya tersebut. Apalagi kalo bukan mau modus ke Tasya.


"Tapi kita mau ke mall dulu. Kak Kevin mau ikut?" Tanya Silvi sambil mengangkat alisnya.


"Ya, gak masalah sih. Kapan lagi kan bisa hang out bareng empat cewek cantik" jawab Kevin santai sambil sedikit terbahak.


"Gombal. Paling juga mau modusin Tasya" timpal Vina sok tahu. Kevin hanya nyengir.


"Namanya juga usaha" jawab Kevin lirih.


Salsa yang berdiri disamping Tasya langsung menyenggol lengan Tasya.


Namun Tasya hanya menggeleng, tak tahu harus berkata apa.


"Kakak yang bawa mobil" Silvi melempar kunci mobilnya ke arah Kevin.


Dengan sigap Kevin menerimanya dan langsung masuk ke kursi pengemudi.

__ADS_1


Salsa sudah naik ke jok mobil bagian belakang. Sedikit berlari, Silvi dan Vina bergegas naik juga ke jok belakang.


Tasya yang sudah ingin ikut naik, hanya dibuat melongo.


"Penuh, Sya. Loe didepan gih nemenin kak Kevin" ucap Silvi dengan muka polos.


Tasya memutar bola mata. Sedikit kesal karena sepertinya dua temannya itu memang sengaja mengusili dirinya.


Namun Tasya tak dapat berbuat banyak.


Akhirnya Tasya masuk ke jok depan di samping Kevin.


Tasya Sedikit menarik nafas panjang berharap dirinya tidak salah tingkah kali ini.


Di kursi belakang, Silvi dan Vina heboh bercerita hingga membuat Salsa menyumpal telinganya dengan headset.


Salsa merasa malas mendengarkan obrolan unfaedah dari cewek-cewek di sampingnya tersebut.


Di kursi depan suasana hening. Kevin masih fokus menyetir.


Tasya hanya diam dan melihat jalan di depannya. Tasya tak berniat mengawali obrolan dengan Kevin.


Ia merasa tak ada bahan untuk diobrolkan.


Jalanan di depan mereka lumayan macet sekarang.


"Belakangan ini sibuk ya, Sya?" Kevin membuka obrolan diantara dirinya dan Tasya. Mencoba mencairkan keheningan yang sejak tadi melanda.


"Eh, iya kak. banyak tugas dari sekolah" jawab Tasya sedikit salah tingkah.


Tasya menggaruk kepalanya yang tak gatal demi menghilangkan rasa gugupnya.


"Oh, begitu. Pantas chat dari kakak jarang kamu balas" ujar Kevin sedikit terkekeh.


Dalam hati Kevin merasa kecewa sebenarnya karena sampai sekarang Tasya seperti tak merespon perasaannya.


Tasya selalu saja mengacuhkan dirinya.


Jalanan yang tadi tersendat, sekarang kembali lancar.


Kevin mengemudikan mobilnya berbelok ke sebuah mall yang ada di kota tersebut.


Mobil berjalan menuju parkiran di basement.


Mereka berlima berjalan beriringan masuk ke dalam mall.

__ADS_1


"Makan dulu yuk, gue lapar" ajak Silvi.


Yang lain hanya mengangguk. Karena sekarang mereka juga lapar.


Mereka pun berjalan menuju food court yang ada di mall tersebut.


"Habis ini mau kemana?" Vina bertanya pada teman temannya sekaligus meminta pendapat.


Perut mereka sudah kenyang sekarang karena sudah menghabiskan beberapa piring makanan.


"Gimana kalo nonton aja" usul Silvi.


"Gue ikut aja" ucap Salsa dengan malas. Ia masih sibuk mengotak atik ponselnya.


"Kak Kevin sama Tasya? Mau nge date berdua?" Silvi menggoda Tasya yang entah mengapa bisa duduk di samping Kevin selama mereka makan tadi.


Tasya benar benar merasa kurang nyaman.


Ia tak pernah bisa bertukar tempat dengan teman-temannya yang lain.


Silvi dan Vina selalu saja bisa membuatnya duduk dekat dengan Kevin.


"Aku ikut kalian" jawab Tasya dengan cepat.


Yang benar saja. Berduaan dengan Kevin adalah hal yang sebisa mungkin Tasya hindari.


Meskipun Dion tak melihat tetap saja Tasya merasa tak nyaman.


Tasya juga tak mau memberi harapan pada Kevin.


Tasya takut jika ia terlalu menanggapi sikap baik Kevin, nantinya Kevin akan berpikir kalau Tasya juga menaruh perasaan padanya.


Padahal dalam hati Tasya sudah ada Dion.


Tasya tak mau menjadi penghianat ataupun cewek yang suka memainkan perasaan banyak cowok.


"Ciyee... yang masih malu-malu" Vina tertawa puas melihat Tasya yang selalu gugup bila berada di dekat Kevin.


Berbeda dengan Tasya yang selalu berusaha menahan perasaannya, Salsa yang duduk di dekat Vina terlihat mendengus kesal.


Salsa kesal karena Tasya dan Dion yang menyembunyikan hubungan mereka. hingga sekarang.


Andai saja Tasya mau jujur pada teman temannya,mungkin Kevin tak akan lagi berusaha mendekatinya dan Silvi serta Vina akan berhenti nyomblangin Tasya dengan Kevin.


Namun tetap saja, semua itu adalah keputusan Tasya dan Dion.

__ADS_1


Salsa tak mau terlalu ikut campur.


Kini yang bisa Salsa lakukan hanyalah menahan rasa geram di hatinya.


__ADS_2