Sajak Sang Simpanan

Sajak Sang Simpanan
115 - SEASON 2


__ADS_3

Benar saja apa yang dikatakan Jasmine. Beberapa hari kemudian, setelah William dan Jasmine mengamati tentang keadaan rumah, mereka menemukan bahwa orang-orang yang mencurigakan dan mengamati rumah Alice pada akhirnya tiba pada dua hari selanjutnya ketika hari menjelang petang.


Ada seorang lelaki dengan pakaian hitam seluruh tubuh, mengenakan semacam masker, dan topi khusus berwarna gelap untuk melindungi wajahnya dari kamera CCTV. Sehingga baik Jasmine dan William, mereka semua tidak tahu siapa yang telah mengawasi rumah Alice selama ini.


Sebagai pengamat dan orang yang telah mengawasi rumah Alice, dia termasuk orang yang sangat profesional. Dia melakukan tugasnya dengan baik dan memastikan tidak ada seorang pun yang melihatnya. Tetapi, dia tidak mengetahui bahwa ada kamera tersembunyi yang mengawasi setiap tindakannya sehingga baik Jasmine dan William mengetahui secara detail Setiap tindakan orang tersebut.


William mencoba untuk membesarkan Zoom yang ada di layar CCTV, berharap hal tersebut bisa menjelaskan lebih detail tentang siapa orang yang telah mengamati rumah Alice. Tetapi, agaknya hal itu sia-sia. Orang yang telah mengamati rumah Alice merupakan orang yang sangat-sangat tertutup baik secara fisik maupun tindak-tanduknya. Sehingga William dan Jasmine hanya bisa melihat secara kasar tentang fisik orang tersebut.


Jasmine mengamati orang tersebut berdiri cukup lama di depan rumah Alice. Mungkin sekitar lima hingga tujuh menit. Setelah waktu berlalu, Jasmine segera mengenakan pakaian hitam-hitam tidak jauh berbeda dengan orang tersebut, dan segera keluar untuk membuntuti orang tersebut dengan sebuah mobil SUV hitam milik Alice. SUV hitam merupakan mobil yang sangat pasaran di manhatan, sehingga keberadaan mobil tersebut tidak akan mudah untuk dicurigai dan diperhatikan oleh orang lain karena.


"Kau yakin akan melakukan ini, Jasmine?" Tanya William sedikit tak yakin dengan keputusan yang telah Jasmine ambil.


Jasmin menatap William dan merasa lelaki itu terlalu mengkhawatirkan dirinya. Ada rasa kehangatan tersendiri melingkupi hatinya ketika menyadari ada orang lain yang memperhatikan tentang keselamatan dirinya. Jadi, Inikah Rasanya diperhatikan? Setelah ia melalui banyak kehidupan seorang diri dan akhirnya, dia baru merasakan bagaimana rasanya diperhatikan dan menjadi orang yang penting.


"Aku sudah mengambil keputusan ini, William. Jadi, aku harus tetap melakukan hal ini sekalipun kau tidak setuju terhadap apa yang aku lakukan saat ini. "Jasmine tersenyum penuh kemantapan hati, merasa bahwa apa yang telah ia lakukan merupakan keputusan paling baik untuk melindungi Alice.


Jasmine telah bersedia menerima kesepakatan dengan Klayver sebelumnya. Dia telah berjanji akan menjaga Alice dengan segenap kekuatan dan semua hal yang bisa ia lakukan untuk Alice. Jadi, sebagai bukti kesepakatan tersebut, dia harus melakukan hal ini. Jasmine yakin, kemampuannya pasti akan melindunginya kali ini sehingga Ia tidak akan berakhir dengan ditangkap secara cuma-cuma oleh organisasi gelap lainnya.


"Aku hanya bisa berdoa yang terbaik untukmu, semoga kamu dalam lindungan Tuhan." William akhirnya merelakan kepergian Jasmine.


Sebelum William melepaskan kepergian Jasmine. Dia membekali Jasmine dengan seperangkat alat kecil yang dipasang di telinga dalam Jasmine untuk bisa selalu berkomunikasi dengannya. Sehingga jika terjadi apapun nantinya, William bisa mengetahui semua keadaan Jasmine dan semua gerak-gerik wanita itu. Jadi, jika terjadi sesuatu hal yang buruk, meskipun William tidak mengharapkannya, William bisa segera bertindak untuk menyelamatkan Jasmine.


"Terus pakai alat ini, Jasmine! Kabarkan kepadaku semua keadaan yang kamu lalui. Jika terjadi hal yang buruk padamu, katakan segera sehingga aku bisa segera mengambil tindakan untuk menyelamatkan dirimu!" perintah William tegas.


"Baiklah, William. Terkadang kau pun juga bisa cerewet ini dalam mengatur orang lain. Aku cukup terkejut dengan sifatmu yang seperti ini." Jasmine tersenyum kecil, menyadari bahwa William ternyata bisa protektif ini kepada orang lain dibalik setiap tindakan datarnya selama ini.


Jasmine segera keluar dari rumah Alice dengan langkah-langkah cepat dan dia melihat ke mana arah kepergian orang berpakaian hitam tersebut. Matanya yang tajam bisa menangkap bahwa orang berpakaian hitam tersebut berjalan ke arah utara menuju jalan utama.


Dengan cekatan, Jasmine mengambil SUV hitam dan mengemudikan mobil tersebut dengan kecepatan sedang menuju arah kepergian orang tersebut.


Ternyata, lelaki berpakaian hitam itu berjalan menuju dua blok jauhnya dari perumahan yang Alice miliki dan berhenti di sebuah tempat seperti halaman bobrok rumah yang lama tak terpakai. Lelaki itu rupanya sebelumnya telah memakirkan mobil metalik hitam dengan body ramping dan memasuki mobil tersebut untuk mengemudikannya menuju jalan raya.

__ADS_1


Jasmine mengikuti orang tersebut dengan hati-hati. Dia berusaha mempertahankan jarak agar tak terlalu dekat sehingga tidak mencurigakan, tetapi juga tidak terlalu jauh sehingga bisa tertinggal.


"William, Aku sedang mengikuti orang tersebut. Dia ternyata menggunakan mobil yang diparkir tak jauh dari rumah Alice dan mengarah menuju Jalan Raya. Nanti jika aku mendapatkan perkembangan baru, aku akan segera menghubungimu." Kata Jasmine menjelaskan.


"Baiklah, terus kabari aku. Jika terjadi sesuatu, jangan lupa segera menghubungiku." William membalas dengan perasaan sedikit khawatir.


Jasmine tetap mengikuti orang tersebut dengan kecepatan sedang. Sepertinya orang tersebut tidak terlalu menyadari bahwa dirinya sedang diikuti. Mereka berdua memasuki kawasan jalanan yang padat lalu lintas, sehingga keberadaan Jasmine yang terus mengekor di belakang mobil metalik hitam itu tidak terlihat mencurigakan.


Setelah mereka berkendara selama kurang lebih dua puluh menit dalam perjalanan, orang tersebut berhenti di sebuah rumah dengan gaya minimalis untuk menemui seseorang.


Jasmine sedikit merasa bimbang. Dia tak yakin apakah harus ikut turun dan mendekati rumah tersebut, atau harus menunggunya di dalam mobil. Setelah menimbang-nimbang keputusannya selama beberapa menit, dia memutuskan untuk segera turun dan mencoba menguping apa yang orang tersebut sampaikan kepada orang yang tengah ia temui. Siapa tahu saja orang tersebut bisa mengarahkan Jasmine menuju dalang dibalik semua ini.


Jasmine turun dari mobil SUV, berjalan perlahan mengendap-endap ke balik jendela rumah itu dari arah samping. Jasmine tak tahu pengamanan apa yang digunakan di rumah ini. Dia hanya bisa bersikap hati-hati demi keselamatan dirinya sendiri.


Rumah ini berada di kawasan perumahan sedang yang tak terlalu ketat. Jasmine dengan mudah menyusup tanpa harus dicegat oleh security. Dia mencari celah untuk bisa digunakan dalam mencari dengar semua aktifitas rumah ini. Dengan keahlian menyelinapnya, Jasmine berhasil berdiri di balik jendela samping yang sepertinya merupakan jendela ruang tengah. Samar-samar, terdengar suara dari dalam rumah.


"Aku membawa hasil pengamatan hari ini di rumah Mrs.Vakuez. Pengamanan rumah ini terlalu sulit untuk kudeteksi. Pintunya saja menggunakan sensor sidik jari dan pin khusus yang hanya Mrs. Vaquez, teman-teman, dan pelayannya saja yang terdaftar. Setiap kali aku mengamati rumah bagian dalam, penglihatanku terbatas. Akhir-akhir ini kepala pelayan rumah itu menambahkan semacam perangkat keamanan canggih." kata seseorang. Jasmine menebak ini adalah lelaki berpakaian hitam yang mengawasi rumah Alice tadi. Suara lelaki ini seperti seorang pemuda berusia dua puluh dua tahun.


Rupanya mereka berdua merupakan anak buah sari Segnor Martinez. Nama yang cukup asing bagi telinga Jasmine. Tetapi ketika ia mendengar tentang Black Hell, semua itu jadi sedikit masuk akal.


Balck Hell merupakan sebuah organisasi mafia yang berada di kawasan Amerika latin yang anak organisasinya berada di banyak negara. Pusatnya ada di sekitar Sao Paulo jika Jasmine tidak salah. Organissi itu cukup sensitif dan banyak menyembunyikan informasi. Termasuk siapa kepalanya juga jarang orang tahu.


Mungkinkah Segnor Martinez merupakan kepala dari organisasi ini? Kepala organisasi yang selama ini selalu dirahasiakan dam diburu oleh banyak penegak hukum. Mereka bergerak dalam banyak bidang kejahatan. Penyelundupan, pelacurán, narkotika, penjualan orang, pembunuhan, dan masih banyak lagi.


Jika demikian, kondisi Alice sekarang sedang genting. Dia tengah dijadikan sasaran dari organisasi mafia besar. Sayangnya, keamanan rumah Alice sangatlah kuat sehingga mereka sedang mencari cara untuk masuk.


Jasmine segera menghentikan tindakan mengupingnya, dan berlalu pergi dengan hati-hati. Dia memasuki SUV-nya kembali dan segera memutar arah. Bunyi mesin mobil yang dihidupkan membuat dua orang yang berada di rumah minimalis itu membisu cukup lama.


"Ada mobil yang pergi tak jauh dari sini. Mobil itu suaranya sedikit asing, seperti bukan bagian dari penduduk perumahan sini. Tadi juga saat kau tiba suara mobil itu seperti mengikutimu. Apakah kau diikuti?" tanya lelaki tinggi besar menatap lelaki berpakaian hitam dengan sorot mata tak terima.


Lelaki berpakaian hitam itu menunduk dalam dan menggeleng dengan cepat. Dia masih berada di usia awal dua puluhan tahun. Memasuki organisasi Black Hell dengan banyak peruntungan dan koneksi kuat. Kemampuannya sendiri sebenarnya masih amatir. Instingnya belum setajam anggota Black Hell pada umumnya. Dia takut kali ini ia tanpa sadar membuat masalah dan diikuti oleh orang yang tidak seharusnya.

__ADS_1


Menjadi anggota Black Hell ternyara tak semudah yang ia bayangkan. Ada banyak prosedur rumit yang harus ia jalani. Kadang, lelaki muda itu merasa menyesal juga. Kemampuannya sangatlah terbatas. Para koneksi yang memasukkannya memuji-muji kemampuannya dengan banyak kebohongan. Jika ada di antara anggota Black Hell menyadari kemampuannya yang sebenarnya, apakah ia masih cukup aman tetap berada di sini? Bisa-bisa ia ditebnang dan dihajar habis-habisan.


Ya Tuhan. Sepertinya ia telah salah memilih karir. Dia hanya lelaki muda yang suka sesumbar dan masih memiliki sisi ceroboh dalam banyak hal. Jangan sampai dia melakukan kesalahan berarti. Nyawanya bisa terancam sewaktu-waktu.


"Tidak. Aku tidak diikuti. Mungkin itu tamu warga salah satu perumahan ini." Lelaki berpakaian hitam itu menjawab sekenanya.


"Kau yakin? Kau sudah pastikan kau tak diikuti orang lain?" tanya lelaki besar itu merasa tak yakin.


Lelaki itu mengangguk meyakinkan. Meskipun dalam hati ia menggurutu panjang lebar. Dia berkendara selama dua puluh menit di wilayah Manhattan dan melalui banyal jalur berlalu lintas padat. Dari mana dia bisa memastikan tidak diikuti? Bahkan dia juga belum bisa membedakan suara mobil yang satu dengan yang lain dan menyimpulkan banyak hal seperti lelaki besar di hadapannya ini.


"Aku yakin. Jika aku diikuti, tentu saja aku memilih untuk tak ke mari." Lelaki berpakaian hitam itu berkata meyakinkan.


Mendengar jawaban ini, lelaki besar tersebut mengangguk dengan rasa puas. Bagus. Diikuti merupakan sebuah aib tersendiri bagi orang yang menjadi organisasi gelap. Banyak musibah datang setelah diikuti orang tak dikenal. Dia tak ingin dirinya ikut terseret masalah hanya gara-gara menerima informan baru di rumahnya untuk melanjutkan informasi ini kepada Black Hell pusat. Beginilah prosedurnya. Orang-orang baru meskipun diijinkan mengetahui nama Luiz Martinez, tetapi mereka masih belum diijinkan untuk bertatap muka secara langsung.


Jika ada informasi yang perlu diteruskan, Luiz lebih memilih menggunakan perantara yang terpercaya dari pada mengekspos dirinya atau pun menerima telepon asing. Sekarang teknologi jika tak digunakan hati-hati bisa merugikan Luiz. Banyak percakapan bocor dan bisa dibajak melalui benda kecil yang disebut ponsel. Jika pun Luiz harus menggunakan ponsel, ia akan menggunakna saluran aman khusus miliknya sendiri.


"Bagus. Aku tak ingin mendapat masalah hanya gara-gara dirimu. Pergilah. Cari celah yang baik untuk menembus keamananan rumah Ms. Vaquez."


Lelaki muda itu hanya bisa bersungut-sungut. "Kenapa harus susah-susah jika hanya ingin melumpuhkan wanita itu. Kita kan bisa mencegatnya di tengah jalan dan menahannya tiba-tiba."


"Tidak semudah itu, bodoh! Kau pikir jika Segnor Martinez hanya menginginkan Ms. Vaquez, kenapa dia repot-repot menyuruhmu mengawasi rumah itu? Rumah itu pastilah menyimpan sesuatu yang ingin didapatkan oleh Segnor Martinez. Entah apa yang ia incar. Kita hanya bisa melakukan apa pun yang ia perintahkan dengan baik."


Lelaki bertubuh besar itu melambaikan tangan, menyuruh lelaki muda di hadapannya untuk segera pergi. Dia lama-lama merasa informan itu memiliki kemampuan yang minimal. Entah siapa orang yang merekomendsikan dia untuk melakukan job ini. Dua bulan lebih dia mengamati rumah Ms. Vaquez tanpa ada perkembangan sama sekali. Bisa-bisa jika lelaki itu masih belum memberikan hasil, Segnor Martinez akan marah dan melanpiaskan emosinya kepada mereka berdua. Benar-benar merepotkan.


"Baik, Marcel." kata lelaki berpakaian hitam itu, menunduk dalam-dalam.


Mengesalkam ternyata bekerja sebagai anak buah orang lain. Dia harus selalu menunduk, merendah, dan siap sedia melakukan apa pun yang atasannya inginkan.


Gajinya memang banyak. Tetapi tuntutannya cukup besar. Seolah-olah jiwa raganya telah dipersembahkan untuk iblis dan menunggu waktu ketika iblis mengkalim dirinya secara penuh. Benar-benar menakutkan.


"Pergilah! Seret bokóngmu segera pergi dari sini. Wajahmu membuatku tak berselera makan!" usir Marcell dengan nada sinis. Dia membutuhkan waktu untuk menyendiri dan menikmati musim dingin dengan lebih berkualitas tanpa gangguan lelaki lain yang kerjanya tak becus.

__ADS_1



__ADS_2