
Pagi ini Violin mendapatkan kabar tentang apa yang tengah terjadi pada Alice, menantunya. Jasmine yang menghubunginya pada dini hari tadi. Semua rencana yang telah Violin agendakan, runyam karena pikirannya hanya terfokus untuk Alice.
Alice hampir saja terkena bahaya yang sangat fatal. Kemarin dia sempat diincar oleh organisasi gelap bernama Black Hell, sebuah organisasi yang pernah Violin dengar dan memiliki predikat yang luar biasa kejam. Violin merasa sangat beruntung Alice tidak mengalami hal-hal yang fatal karena telah berurusan dengan organisasi tersebut. Itu merupakan sebuah peluang yang hanya bisa terjadi satu dibandingkan dengan sepuluh dari semua peluang yang ada.
Violin adalah wanita yang telah mengalami dan menjalani banyak hal dalam dunia gelap cukup lama. Dia mengetahui semua seluk beluk dunia gelap yang menyertainya. Dari resiko, akibat, dan hal-hal fatal lainnya yang bisa saja terjadi dalam hidup ini.
Karena pengetahuan yang Violin miliki, wanita itu semakin cemas dan khawatir terhadap keadaan Alice. Tidak mudah bagi seorang wanita biasa seperti Alice untuk berurusan dengan Black hell dan terseret kasus menjadi buronan organisasi besar seperti itu. Violin perlu mendalami semua masalah ini lebih jauh lagi. Dia perlu mengantisipasi hal-hal yang bisa saja terjadi di kemudian hari. Jangan sampai Violin kecolongan dan membiarkan hal-hal buruk lainnya terjadi kepada menantunya, Alice.
Dengan wajah yang menggelap, Violin berjalan ke ruang kerja di dalam rumahnya untuk menemui suaminya, James. James adalah lelaki yang bisa Violin jadikan sebagai sandaran dari setiap keluh kesah yang ia miliki.
Pagi ini Violin melihat James sedang sibuk dengan berbagai macam laporan. Layar komputer di hadapannya menampilkan banyak tabel-tabel angka. Matanya juga menunjukkan keseriusan, menandakan bahwa ia sedang fokus dalam meneliti apa yang tengah Ia kerjakan. Mendengar pintu ruang kerja di buka oleh istrinya, James segera menoleh sepintas kepada Violin.
"James," sapa Violin dengan wajah tegang.
James kembali menoleh ke arah Violin dengan ekspresi yang mulai serius. Dia melihat ada ketegangan baru di wajah istrinya. Sesuatu yang selama ini jarang terjadi. Jika sampai Violin memberi ekspresi wajah seperti itu, maka itu artinya pasti terjadi hal-hal yang tidak menyenangkan. Dia menunjuk sebuah kursi yang tak jauh dari dirinya dan meminta Violin dengan tanpa kata untuk duduk di tempat tersebut.
"Sayang, apakah ada hal buruk yang terjadi?" tanya James dengan lembut.
Fitur-fitur wajah James menampakan keseriusan. Wajah tuanya menunjukkan kehangatan yang selalu Violin peroleh dari dirinya. Lelaki ini masih sama saja seperti dulu. Penuh kehangatan, ketenangan, dan pengertian. Berpuluh-puluh tahun mereka mengarungi keluarga bersama, sikap James ini tak pernah sedikit pun berubah dari semenjak awal pertemuan mereka. Itu adalah salah satu hal yang Violin syukuri karena Tuhan telah memberikan berkah sebesar ini. Wanita sekasar dia, diberi mukjizat untuk bisa mendapatkan suami yang sebaik James.
"James, aku baru saja mendapat panggilan dari Jasmine dan dia mengatakan bahwa Alice kemarin baru saja dalam bahaya. Alice diincar oleh organisasi Black Hell. Beruntung William, kepala pelayan Alice, segera bertindak cepat dan menyelamatkan Alice dengan cara memanggil polisi sehingga mereka berhasil menangkap kepala Back Hell, Luiz Martinez. Seseorang yang selama ini selalu menjadi teka-teki dalam dunia gelap. "
James yang mendengar fakta ini dari istrinya, merasa terkejut dan tak pernah menyangka sedikit pun. Dia segera berdiri dan melupakan pekerjaan yang tengah ia tangani.
"Tunggu! Tunggu! Apa yang baru saja kau h
jelaskan? Alice kemarin dalam bahaya dan dia sedang diburu oleh Black Hell, sebuah organisasi yang selama ini kita ketahui sebagai mafia kejam dan bisa berbuat apa pun sekehendaknya?" James kembali mengulangi apa yang baru saja Violin jelaskan.
Violin dan James saling menatap lama. Mata mereka mengkomunikasikan banyak hal-hal secara otomatis. Setelah beberapa saat, James mengusap lengan istrinya dengan penuh sayang dan menuntunnya untuk duduk di atas kursi yang tak jauh dari dirinya. Tatapan James menyiratkan kelembutan, seakan memberikan ketenangan baru bagi Violin. Cara seperti inilah yang ia gunakan untuk mengurangi beban yang istrinya rasakan.
__ADS_1
Pernikahan mereka berdua telah berjalan lama. Sehingga James mengetahui dengan baik bagaimana cara menenangkan istrinya sendiri. Wanita ini adalah wanita yang sangat unik. Gabungan dari keagresifan, kekejaman, keberanian, kemurniaan, dan banyak hal lainnya. Violin adalah wanita yang sangat kompleks. Dia juga merupakan harta yang paling berharga bagi James. Di dunia ini, hanya wanita inilah yang mampu merebut hatinya secara luar biasa. Karena itu, James akan melakukan apa pun untuk membahagiakan istrinya dan mengurangi setiap kepedihan yang istrinya rasakan.
"Iya, James. Alice telah menjadi buronan bagi organisasi Balck Hell. Aku belum tahu bagaimana cerita lengkapnya sehingga ia menjadi buronan organisasi tersebut. Tetapi dilihat dari keadaan ini, sepertinya kita tidak bisa tinggal diam
tanpa berbuat apa pun. Beberapa waktu yang lalu, Klayver telah mempercayakan Alice kepadaku. Seandainya ada suatu bahaya yang nyata, maka kita harus membawanya ke sini dan melindunginya dengan cara kita. Bukankah kita memiliki sumber daya untuk bisa melindungi Alice lebih baik dari pada Jasmine? Aku percaya kemampuan wanita itu. Tetapi jika dilihat dari siapa musuhnya sekarang, aku tak yakin Jasmine bisa mengatasi organisasi Black Hell dengan baik," jelas Violin dengan sorot mata khawatir.
James terlihat merenung untuk beberapa saat lamanya. Dia kemudian melontarkan pertanyaan untuk meneliti lebih jauh kejadian ini.
"Apakah kepala Black Hell, siapa tadi namanya? Luiz Martinez? Apakah dia berhasil ditangkap oleh kepolisian Amerika?" tanya James mengulangi kembali apa yang telah dijelaskan oleh istrinya sebelum ini.
"Ya. Orang itu telah berhasil ditangkap oleh kepolisian kita. Tetapi melihat dari latar belakang orang tersebut, aku tak yakin penjara akan bisa menahan lelaki seperti itu terlalu lama. Biasanya, lelaki seperti Luiz Martinez merupakan orang yang sulit untuk ditahan lama-lama. Dia memiliki koneksi yang bagus, memiliki uang, juga memiliki kekuasaan untuk bisa menebus hukum dan mencurangi hukum yang ada."
Inilah yang ditakutkan oleh Violin sebenarnya. Banyak penjahat-penjahat kelas kakap yang berhasil ditangkap oleh lembaga hukum Amerika Serikat. Tetapi bukan berarti penjahat-penjahat itu kehilangan fungsi dan tidak bisa bergerak dengan leluasa. Banyak para penjahat-penjahat itu yang meskipun berada di balik jeruji penjara, tetapi memiliki tangan-tangan ahli di luar sana untuk menyelesaikan setiap permasalahan yang ada.
Yang ditakutkan Violin adalah luiz Martinez memiliki banyak orang-orang untuk menghabisi Alice meskipun Luiz berada dalam penjara. Jika hal itu terjadi, maka hidup Alice dalam bahaya lagi. Violin tak ingin hal itu terjadi. Untuk mengantisipasi hal ini, maka dia harus memikirkan setiap peluang yang ada. Dia akan mencoba untuk membujuk Alice agar bisa tinggal bersamanya di sini, atau jika Alice tidak mau, maka Violin bisa menawarkan diri untuk melindungi Alice bersama James di rumah Alice, Manhattan.
"Kau tak perlu memaksa Alice untuk datang dan berlindung ke rumah ini. Kita bisa langsung menuju ke rumah Alice dan biarkan kita saja yang mengalah untuk datang ke kesana."
James dan Violin bisa mengatur beberapa hal demi kepentingan Alice. James berencana akan membawa sebagian orangnya untuk menambah kekuatan mereka dalam melindungi Alice. Meskipun James memiliki kepribadian yang baik dan ramah, tetapi bukan berarti James tidak bisa mengambil tindakan. James adalah orang yang telah berkecimpung dalam dunia gelap lebih lama dari pada Violin. Ia memiliki insting yang lebih tinggi dan kuat. Dan dia juga memiliki bakat berbaur dan bertindak normal lebih luwes dari pada Violin.
"Apakah kau pikir lebih baik kita mengambil langkah sedrastis itu?" tanya Violin. Dia sedikit ragu.
Akar organisasi Violin dan James ada di Washington. Mereka telah membentuk organisasi ini lama sebelumnya. Sehingga secara struktural, mereka cukup kuat dan dipandang meskipun mereka telah lama tidak menerjunkan diri dalam hal-hal illegal. Nama mereka masih sekuat dulu. Tidak sembarangan orang mampu melawan mereka dengan sengaja.
"Apakah menurutmu tidak akan apa-apa jika kita datang kepada Allice secara tiba-tiba? Karena bagaimana pun juga, Klayver telah menutupi kenyataan bahwa Alice merupakan bagian dari anggota Liecester. Kedatangan kita secara langsung kepada Alice merupakan sebuah bukti bahwa Liecester memiliki keterkaitan dengannya."
Violin mencoba memikirkan ulang tentang hal tersebut. Keluarga Liecester merupakan salah satu keluarga yang memiliki keterkaitan dengan dunia gelap. Seperti halnya organisasi Black Hell, keluarga liecester juga memiliki musuh dan memiliki pesaing. Keadaan mereka tak pernah selamanya baik-baik saja. Karena itu, Violin dan Klayver berhati-hati dalam mengaitkan Alice dengan mereka. Karena ditakutkan, Alice akan ikut menjadi sasaran bagi setiap musuh-musuh keluarga licester.
Violin hanya takut keadaan tersebut akan semakin membahayakan Alice dan putranya. Karena bagaimana pun juga, Alice merupakan wanita biasa dari keluarga normal pada umumnya. Alice tak terbiasa dengan persaingan dalam dunia gelap seperti yang telah Violin lalui. Menjadi sasaran bagi setiap musuh-musuh organisasi gelap, akan memberikan dampak yang tidak sedikit pada kehidupan nyata. Violin mencoba tidak mengaitkan Alice sebagai bentuk perlindungannya kepada menantunya.
__ADS_1
"Dengan datang kepada Alice, mungkin kita telah menarik beberapa pihak dan menjadikan Alice sasaran mereka karena mereka mengetahui keterkaitan dia dengan kita." James memikirkan kemungkinan ini.
"Tetapi situasi kita telah cukup terdesak. Dengan atau pun tanpa kita menampilkan diri secara langsung di hadapan Alice, kehidupan Alice sudah cukup terpapar bahaya. Dia sudah menjadi incaran Black Hell. Kenapa juga kita harus menahan diri. Alice sudah mendapatkan bahaya lebih besar dari pada sekadar menanggung resiko dikaitkan dengan anggota keluarga Liecester." James menjelaskan.
James mampu berpikir secara kritis. Dia adalah pengamat keadaan yang handal. Otaknya bekerja dengan cepat dan tepat. Dalam banyak hal, lelaki itu merupakan pengatur strategi yang baik. Violin pun mengakui akan kehebatan suaminya itu. Di balik kehangatan dan kelembutan James, tersimpan otak yang sangat brilian. Keluarga Liecester memang tidak ada yang abal-abal.
"Kau benar. Sudah saatnya kita muncul ke permukaan." Violin mengangguk mengakui ide sang suami.
Mereka kemudian bertatapan dengan lembut dan saling memandang dalam. Mata mereka berkomunikasi dalam diam. Inilah indahnya pernikahan. Kau memiliki seseorang yang bisa membahasakan keadaanmu tanpa perlu kata-kata secara langsung. Setiapa ekspresi sudah mampu menjadi sebuah bahasa.
"Anak kita adalah orang-orang tangguh. Begitu pun juga menantu kita. Alice bukan orang sembarangan." James berkata serius.
"Kau benar. Alice adalah wanita hebat yang tak goyah oleh ancamanku sekali pun. Dia pasti bisa berdiri teguh menantang setiap bahaya yang ada. Klayver sudah melakukan hal yang benar dengan memilihnya sebagai teman hidup." Violin mengangguk menyetujui.
James menyentuh sisi kepala Violin dan mengarahkan kepala istrinya untuk bersandar di bahunya yang kekar. Wanita ini telah menemani hidupnya selama berpuluh-puluh tahun. Memberinya anak-anak yang mengagumkan, memberinya banyak kehangatan, dan memberinya tentang arti kehidupan. Dia bukan hanya sekadar istri bagi James. Tapi juga separuh jiwanya dan juga merupakan inti dari hidupnya sendiri.
Mereka adalah bagian dari satu sama lain. Violin merupakan pelengkap bagi jiwa James. Tanpa Violin, hidupnya akan mengalami kekosongan dan kehampaan yang panjang. Karena itu, dia selalu menghargai terhadap keberadaan Violin yang konsisten dan tak pernah absen berada di sisinya. Mereka telah melewati banyak masa-masa panjang dan sulit.
"Percayalah! Kita pasti akan bisa melewati semua ini, Violin! Bukankah kita selama ini telah melewati banyak hal dan melalui banyak kesulitan? Percayalah padaku semua ini pasti akan segera berlalu dan kita akan tetap baik-baik saja, demikian dengan Alice dan putranya."
James mencoba menenangkan violin. Meskipun Violin menampakan ketenangan dan ketidakacuhan di permukaan, pada dasarnya wanita itu sangatlah sensitif terhadap setiap masalah yang dialami oleh putra-putrinya. Alice sudah dianggap sebagai putri sendiri oleh Violin. Dia tak ubahnya puteri kandung.
Violin bagaikan seorang macan yang memiliki temperamen keras dan ganas. Tetapi seganas-ganasnya macan, dia tetaplah seorang ibu, dimana setiap hari yang ia pikirkan adalah kelangsungan hidup anak-anaknya.
Setiap orang selalu memiliki sisi lembutnya tersendiri. Begitu juga dengan Violin. Kelembutan Violin merupakan sesuatu yang ia persembahkan untuk keluarganya. Kepada merekalah hati Violin berlabuh. Kepada mereka jugalah Violin mampu melakukan segalanya.
"Aku percaya. James, kau adalah penguatku dalam semua keadaan. Aku beruntung memilikimu. Aku berharap Klayver juga beruntung memiliki Alice sebagai istrinya. Aku ingin kehidupan mereka tak jauh berbeda dengan kita. Saling melengkapi, mengisi, berbagi, dan menerima. Aku hanya ingin kesempurnaan hubungan yang kita miliki bisa diwariskan kepada anak-anak kita kelak."
"Kau adalah ibu yang cukup baik, Alice. Anak-anak kita merupakan anak-anak yang beruntung. Nanti, aku akan mengabari anak-anak kita tentang kepergian kita ke Manhattan."
__ADS_1
Violin menatap James dengan kelembutan di matanya. Dia tahu, lelaki ini pasti bersedia melakukan segalanya demi dirinya dan anak-anak.
…