Sajak Sang Simpanan

Sajak Sang Simpanan
117 - SEASON 2


__ADS_3

Klayver telah berdiri di sudut jalan raya yang ramai lalu lintas. Dia menatap mobil yang berlalu lalang untuk mencari sebuah mobil yang ia tuju selama seperempat jam terakhir ini. Dia sudah mengingat-ingat mobil yang dipakai oleh Arnold. Saat ini, Arnold dan beberapa pengawalnya sedang menuju ke tempat pertemuan pesta amal untuk mengikuti kegiatan sosial. Inilah kesempatan yang bisa diperoleh untuk melakukan misinya.


Benar saja. Tak Berapa lama kemudian, Klayver melihat mobil hitam menuju jalan yang mengarah kepada tempat pesta amal yang akan diadakan. Klayver segera saja membuntutinya dan mengekor di belakang mereka. Kali ini, Klayver memakai pakaian khas jurnalis, kemeja hitam pas badan dengan celana senada, lengkap dengan kamera yang ia kalungkan di lehernya bersama name tag dan nama sebuah media cetak lokal yang cukup terkenal. Sebuah bolpoin hitam ia selipkan di saku kemeja dengan buku jurnal kecil untuk mencatat sesuatu. Tak lupa tas ransel besar menghias punggungnya.


Tidak ada yang mencurigai Klayver. Meskipun ia mengejar Arnold dengan membabi buta. Bagi mereka, wajar mantan hakim dikejar oleh jurnalis. Berita memang selalu haus akan perkembangan orang politik, meskipun pensiunan hakim sekali pun.


Klayver membuntuti Arnold hingga tiba di tempat pesta diadakan. Lelaki itu langsung disambut oleh sekumpulan orang ketika ia tiba di halaman utama. Baik repoter, jurnalis, dan orang-orang umum ikut menyambutnya. Identitas sebagai pensiunan hakim ternyata masih memiliki nilai tersendiri di hadapan masyarakat.


Orang-orang semakin ramai bejubel saat Klayver mendekat ke arah Arnold. Dia tersenyum sejenak. Inilah moment yang ia tunggu-tunggu. Keramaian yang tak terkendali dan kurangnya perhatian para pengawal terhadap Arnold.


Dengan santai, Klayver berjalan menuju bangunan yang berada di lantai dua. Tempat pesta amal ini merupakan sebuah museum pendidikan yang tadinya mau ditutup. Tetapi berhubung masyarakat masih memiliki minat, mereka bersedia menggalang dana bersama pemerintah agar fungsi museum ini masih tetap terjaga. Malam ini merupakan malam amal yang rencananya, hasil uang dari penggalangan pesta akan disumbangkan seratus persen pada pihak museum.


Lantai dua bangunan ini sebenarnya merupakan area terlarang bagi tamu. Tetapi Klayver telah merencanakan hal ini dengan cukup baik.


Beberapa hari yang lalu ia berhasil menilik email miliki Arnold dan mengetahui agenda yang lelaki itu miliki untuk datang dalam pesta amal. Karena itu, Klayver mulai merencanakan sesuatu. Dia mengumpulkan banyak informasi tentang musem, mencari celah setiap kerangka bangunan, dan mendapatkan hasil mengejutkan.


Ada sebuah ruangan yang berada di lantai dua yang memiliki potensi untuk digunakan sebagai tempat mengawasi dengan seksama. Dari sudut ini, Klayver bisa melihat dengan jelas setiap peserta pesta amal dan serasa berada di atas angin.


Selain ruangan ini memiliki sudut sempurna dalam mengintai target, ruangan ini juga memiliki akses yang mudah untuk kabur. Ada balkon kecil yang sedikit tersembunyi dengan tembusan tangga di sisi barat dan langsung menuju halaman samping tempat parkir berada. Tangga ini juga mrlingkar ke timur, memberikan alternatif bagi Klayver untuk kabur ke arah mana pun yang ia mau.


Dengan situasi ruangan yang Klayver gunakan, dia akan mudah mengatasi segala masalah yang ada. Dia hanya perlu mengeksekusi Arnold di depan umum. Lelaki tua itu pasti tak mengira musuhnya akan berani beraksi dengan berani di hadapan publik. Dia kalah dari Klayver dan patut dikasihani.


Salah satu kelebihan yang dimiliki Klayver adalah selalu berpikir keluar dari kotak. Ia tak suka bertindak pasaran dan mudah ditebak setiap langkahnya. Penjahat yang tindakannya selalu mudah ditebak, akan mudah tertangkap dan memiliki akhir yang tragis.


Untuk pembunuh yang menawarkam jasa seperti Klayver, pemikiran dan kesigapan merupakan nyawa paling utama. Seseorang yang berkali-kali ditempa bahaya, selalu bersinggungan dengan kematian, pada akhirnya akan melawan keadaan dengan kegilaan yang sama. Jika orang lain pergi ke barat, maka Klayver memilih pergi ke selatan. Jika orang lain memilih berjalan, maka Klayver akan menghilang. Dia menantang logika dan dirinya sendiri untuk selalu bertindak di luar nalar. Itulah salah satu alasan ia bisa lolos terus dan tetap hidup. Karena musuh-musuhnya tak pernah berhasil mengidentifikasi langkah selanjutnya yang akan ia ambil. Membuat mereka semua kelimpungan dan seperti menabrak tembok kosong.


Violin pernah bilang mungkin Klayver memiliki sisi psikopat tersendiri. Dia tenang di saat orang lain panik. Dia bisa fokus di saat orang lain hilang sadar. Bahkan, dia adalah satu-satunya dari anak Violin yang masih bisa berceloteh saat ia membunuh target. Seolah-olah tindakannya merupakan sebuah prosedur dasar yang tak penting.


Karena hal ini, Violin pernah merasa takut. Dia takut jika tiba-tiba Klayver memiliki masalah intern dengan saudaranya, Klayver mampu gelap mata dan menghabisinya.


Tetapi Klayver membuktikan bahwa dirinya masih memiliki batas. Dia tahu di mana tindakannya harus berhenti dan menarik mundur semua kegilaannya. Salah satu area terlarang baginya untuk ia sentuh adalah keluarga dan orang-orang terdekatnya. Semarah-marahnya Klayver, dia tak pernah melukai saudaranya sendiri dan orang-orang yang telah ia anggap sebagai keluarga.


Setelah Violin tahu di mana batas Klayver berada, dia baru merasa tenang. Setidaknya ia tidak membahayakan orang terdekatnya. Klayver tentu saja saat itu hanya bisa tertawa lebar menyaksikan ketakutan tak berdasar ibunya. Tak lama kemudian, ia membuktikan ketakutan ibunya hanya omong kosong. Dia dipertemukan dengan wanita yang menjadi mantan istrinya dulu, dan bersedia berkorban apa pun untuknya. Termasuk meninggalkan keluarganya karena dinilai menjadi penyebab kematian mantan istrinya dulu.

__ADS_1


Semua itu telah berlalu. Kini, Klayver telah berhasil memperbaiki hubungan dengan keluarganya, menyatukan kembali ikatan mereka yang pernah rusak, dan menciptakan hubungan yang lebih baik dari sebelumnya.


Sekarang yang terpenting untuk saat ini, Klayver harus segera menuntaskan masalahnya. Dia harus segera mengeksekusi Arnold di tempat ini, di tengah kerumunan, dengan sekali tembak. jika Klayver beruntung, maka ia bisa segera menutup semua masalahnya dengan Arnold pada titik ini. Tetapi jika tidak beruntung dan Arnold masih hidup, maka artinya Klayver harus mulai dari awal lagi untuk mengeksekusi Arnold dan merencanakan hal-hal yang pastinya akan lebih sulit dari pada apa yang telah ia rencanakan sekarang.


Arnold adalah orang yang cukup cerdas. Jika ia lolos dari eksekusi ini, maka ia pasti akan meningkatkan kewaspadaan keamanan di sekelilingnya, sehingga Klayver akan memiliki hambatan untuk menembus keamanan Arnold nantinya. Bisa jadi, Klayver yang akan kusulitan sendiri dan jatuh dalam masalah baru.


Klayver mulai memfokuskan pandangannya, menatap pada kerumunan orang di bawah dan menggunakan sebuah alat kecil untuk melihat dalam kegelapan. Dia butuh ketepatan dalam mengarahkan tembakannya.


Klayver mengeluarkan sesuatu dari tas ransel. Di dalam tas ini, dia menyimpan senapan yang belum dipasang sempurna. Dengan cekatan, dia menyatukan bagian-bagian senapan dan mulai meletakkannya dengan tembok balkon sebagai penahan. Klayver melepas alat kecil yang ia pakai di matanya, dan ganti menggunakan lensa senapan yang memiliki kemampuan perbesar objek sepuluh kali dan bisa digunakan pada malam hari.


Klayver mulai serius. Dia melihat setiap orang yang berlalu lalang, mencari target yang ia inginkan. Salah satu di stand makanan, Klayver berhasil menemukan targetnya. Arnold tengah berbincang dengan seorang wanita muda yang merupakan model peraih penghargaan nomor satu nasional tahun kemarin.


Bibir Klayver berdecih kecil. Lelaki tua itu sama saja. Asal disuguhi wanita cantik, dia tetap bisa bertekuk lutut dan bersujud memohon. Istrinya di rumah sejenak terlupakan dan tak dianggap.


Wanita yang sedang diajak berbincang Arnold itu merupakan wanita molek dengan lekukan-lekukan tubuh yang menggoda. Rambutnya digelung tinggi, menampakkan lehernya yang jenjang. Sebuah kalung dari kristal bertengger dengan angkuh menampakkan seolah-olah wanita itu merupakan jebolan dari tangga sosial atas.


Dress wanita itu berwana putih gading, berbelahan dada rendah, dan panjang hingga mata kaki dengan lebar bak bunga mekar. Sungguh menggoda. Mantelnya tak ia pakai dan lebih suka menantang dinginnya udara.


Klayver melihat keadaan sekitar. Para pengawal Arnold yang paling dekat berada tiga meter jaraknya dari lelaki tua itu. Orang-orang di sekitar Arnold sedang sedikit. Setidaknya, objek yang ia tuju tidak mudah dihalangi orang lain.


Klayver mulai mengunci target, menghitung mundur dalam hati. Ia memastikan objek yang ia tuju adalah dahi Arnold.


Kenapa dahi? Karena itu adalah salah satu tempat yang mematikan. Bisa saja Klayver mengincar bagian dada lelaki tua itu, tetapi ia khawatir Arnold memakai pelindung peluru di balik kemeja putih yang ia kenakan. Jadi, dari pada mengambil resiko yang tak perlu, Klayver akhirnya memilih dahi sebagai pilihan terakhir.


Tiga


Dua


Satu


Klayver menyipitkan mata, kemudian


Door

__ADS_1


Sebuah tembakan persis mengenai di dahi Arnold. Lelaki itu sempat melotot kaget, merasa terkejut dengan apa yang ia alami sebelum akhirnya roboh ke depan, ke arah wanita model yang sebelumnya ia ajak berbincang.


Sungguh lelaki yang licik. Bahkan dalam akhir hayat saja, Arnold lebih memilih meninggal dalam pelukan wanita cantik. Dress yang dikenakan wanita itu berubah merah dalam sekejap. Klayver bertaruh pasti setelah ini wanita itu akan merasa trauma setiap kali memakai dress warna putih.


Suasana menjadi kacau. Setiap orang dalam jarak terdekat Arnold menjerit dan berteriak heboh. Pengawal Arnold segera bertindak sigap, tetapi sayangnya mereka telah terlambat. Nyawa yang melayang tidak akan mungkin bisa ditolong oleh ribuan pengawal sekali pun. Jika kematian telah datang, tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali menerima dengan lapang dada.


Saat suasana mulai tak terkendali, Klayver segera turun menuju tangga yang telah ia rencanakan sebelumnya dengan kecepatan luar biasa sembari memasukkan senapan ke dalam ransel kembali. Klayver mengambil mantel di dalam tas, memakaianya dengan cepat untuk mengatasi rasa dingin yang mulai menggigit dan mencoba berbaur dengan kerumunan masa setelah sebelumnya memutar arah ke timur bangunan.


Dari sini, Kalyver bisa melihat beberapa pengawal Arnold mulai menyelidiki di ruangan yang ia gunakan untuk menembak. Klayver tersenyum kecil, merasa berhasil mempermainkan mereka. Orang yang mereka buru telah berada di bawah. Mereka hanya akan bertindak sia-sia dengan naik ke lantai atas. Tidak ada jejak apa pun yang akan mereka temukan, kecuali angin yang menjadi saksi bisu di tengah musim dingin.


Klayver berjalan memutar kembali menuju area parkir. Dia harus segera keluar dari wilayah ini sebelum akhirnya para pihak pengaman memutuskan untuk menahan setiap orang dan mengintrogasi mereka satu per satu. Bisa saja setelah ini para tamu akan digeledah dan dimintai keterangan oleh polisi.


Security yang ada di area parkir sedang sibuk mengurusi keributan yang terjadi atas penembakan yang diterima Arnold. Dengan begini, Klayver bisa keluar dengan mudah melalui tanda pengenal jurnalis yang ia pakai.


Mobil Klayver segera saja memasuki jalan utama. Lelaki itu bersiul kecil, menandai keberhasilannya dengan senyum penuh kemenangan. Dunia telah menjadi saksi bagi aksi Klayver yang menang melawan Arnold. Malam ini telah menjadi pembuktian sekuat apa pun penjaga dan uang yang dimiliki seseorang, selama alam sudah memilih untuk mengalahkannya, maka ia akan tetap tumbang juga.


Ada masanya ketika uang tak lagi memiliki arti. Pengawal tak memiliki fungsi. Jabatan dan nama tak memiliki makna. Ketika Tuhan mengambil nyawa, orang akan tetap tersungkur dan tak memiliki pilihan lain.


Untuk apa merasa angkuh hanya karena dilindungi tahta dan kesenangan semu. Apa yang menjadi jubah sementara, sejatinya akan tetap terlepas dan membiarkan orang dalam ketelanjangan sejati.


Suara sirine polisi mulai mengaum, menembus lalu lintas malam yang dingin. Salju mulai turun perlahan di tanah London. Mereka semua sedang heboh menuju tempat pesta amal penggalangan dana. Apa yang tadinya diniatkan untuk kebaikan, sekarang berakhir tak terkendali.


Mungkin Klayver telah bertindak melawan hukum dengan cara membunuh orang lain dan mengambil nyawa kehidupan orang lain. Tetapi, terkadang dalam kehidupan ini tidak selamanya hal-hal bisa dinilai dengan hukum yang kasat mata. Ada kalanya, seseorang seperti Klayver memang harus turun ke lapangan untuk mengeksekusi orang-orang jahat seperti Arnold. Arnold, seseorang yang dinilai sebagai hakim dan dianggap sebagai logo dari keadilan, terkadang memiliki sisi buruk yang bahkan orang lain tak menyangkanya.


Arnold telah bertindak jahat dengan cara bersembunyi di balik nama hukum selama bertahun-tahun. Ada saatnya ketika kejahatan seseorang bisa langsung terbalaskan di dunia. Meskipun Klayver adalah pembunuh Arnold, tetapi ia merasa mungkin dirinya hanya tangan yang dipinjam oleh alam untuk memangkas banyak ketidakadilan yang ada dari orang-orang seperti Arnold.


Mungkin, Klayver telah melakukan tidakan yang salah. Mungkin, Klayver melakukan dosa. Mungkin, Klayver memang iblis. Tetapi musuhnya sama iblis dengannya. Memang beginilah alam bekerja. Saling menyeleksi satu sama lain, hingga akhirnya hanya menyisakan satu orang tunggal sebagai pemenangnya.


Klayver menatap jalanan kota London dengan melayang. Ada sebuah impian yang mulai terbentuk di dalam hatinya. Mungkin, suatu hari nanti jika Tuhan mengijinkan, ia ingin hidup tanpa darah di tangan. Ia ingin hidup tanpa merampas kehidupan orang lain. Ia ingin bahagia tanpa menaburkan penderitaan pada orang lain.


Impian seperti itu merupakan impian yang mewah untuk sebagian orang, khususnya untuk Klayver yang telah lama menjalani hidup dalam kegelapan tanpa dasar. Tetapi, bukankah seseorang berhak bermimpi? Dia hanya ingin menjalani hari normal bersama Alice dan anak-anak mereka. Menatap matahari di jalanan kota Mnahattan yang istimewa setiap tahun.


Sederhana, tetapi itulah yang ia inginkan untuk masa depannya.

__ADS_1



__ADS_2