
Alice dan Jasmine, beserta dua orang pengawalnya, telah tiba di rumah Alice. Mereka berdua tampak sedikit berantakan meskipun mereka hanya diserang sekejap oleh bawahan Luiz.
Jasmine membukakan pintu mobil Alice dan menuntun temannya menuju ruangan di dalam rumah. Agaknya Alice mengalami syok. Jasmine mengantisipasi. Dia mungkin perlu menghubungi dokter jika kondisi Alice cukup parah.
"Alice, kau baik-baik saja, bukan?" tanya Jasmine memastikan.
"Ya. Aku hanya sedikit kaget. Tapi selebihnya, aku baik-baik saja, Jasmine. Kau tak perlu khawatir." Alice mencoba tersenyum, menampakkan wajahnya yang masih tampak pucat.
Jasmine menatap perut Alice dan mengusapnya dengan lembut. "Dia baik-baik saja, bukan?" tanya Jasmine dengan sedikit khawatir.
"Baik-baik saja. Baru saja aku merasakan dia bergerak dengan aktif. Kau tak perlu khawatir, Jasmine. Percayalah, aku baik-baik saja."
"Baiklah, Alice. Aku percaya padamu. Jika terjadi apa-apa, katakan padaku secara terus terang. Aku tak ingin sesuatu terjadi kepadamu terutama hal yang buruk." Jasmine menyampaikan kepeduliannya terhadap Alice.
Alice adalah amanah yang telah diberikan oleh klayver kepada Jasmine untuk sementara ini. Dia tak ingin terjadi hal-hal buruk kepada Alice. Terutama ketika Alice berada dalam pengawasannya.
Setelah Jasmine cukup yakin bahwa Alice baik-baik saja, maka mereka kemudian memutuskan untuk beristirahat di rumah ini. Jasmine telah memastikan keberadaan William. Dari Helena, mereka mendapatkan kabar bahwa William tengah mengurus tentang masalah Luiz Martinez.
Alice merasa tak tenang sepanjang sore ini. Dia menunggu kepulangan William dengan sedikit rasa khawatir. Setelah menghabiskan waktu dua jam lebih untuk menunggu kepulangam William, akhirnya Alice berhasil menemui lelaki itu ketika jam menjelang makan malam. Wajah William menunjukkan keletihan. Kedua matanya menunjukkan dia telah melakukan banyak kegiatan yang melelahkan.
Setelah membiarkan William berganti baju untuk sesaat, Alice kemudian menunggu penjelasan William di ruang makan. Dia telah mendengar dari Jasmine bahwa William mengatasi masalah Luiz Martininez setelah kepergian mereka.
"William, Bagaimana keadaanmu? Kudengar kau yang mengatasi masalah tentang Luiz setelah kepergian kami." Alice mulai bersiap memberondong William dengan pertanyaan.
Lelaki tua itu hanya bisa tersenyum kecil mendengar kekhawatiran yang Alice rasakan. Pasti tak mudah bagi Alice untuk mengalami semua itu. Bagi wanita biasa yang jarang bersinggungan dengan bahaya, merupakan hal yang cukup sulit untuk berhadapan secara langsung dengan organisasi gelap seperti Black Hell.
Dengan sabar, William mulai menjelaskan semua kronologisnya.
"Aku mendapat informasi jika kalian diikuti oleh orang asing dari Jasmine. Sehingga aku meminta Jasmine untuk mengirimkan lokasinya kepadaku melalui ponsel. Aku sempat curiga jika yang mengikuti kalian adalah salah satu dari organisasi Black Hell. Tadinya aku berniat untuk membiarkan anak buahku yang membuntuti lokasi kalian. Tapi aku mengurungkan niat. Aku takut situasinya jadi tak terkendali, jadi kuputuskan untuk ikut serta. Sebelum aku mengikuti arah lokasi yang Jasmine kirimkan, aku menghubungi pihak berwenang dan mengatakan tentang kemungkinan adanya anggota Black Hell."
Karena anggota Black Hell merupakan anggota mafia yang paling diburu dan diincar, maka pihak berwenang dengan cepat menanggapi laporan William.
__ADS_1
"Saat itu, aku sebenarnya sudah tiba di tempat kalian ketika kalian tengah ditembaki oleh para pengawal Luiz. Tetapi polisi menbutuhkan bukti pidana sebelum menbutuhkan bukti-bukti lainnya yang lebih kuat lagi. Jadi, akhirnya aku hanya bisa menunggu kalian keluar dari situasi tersebut dan membekuk Luiz beserta anak buah yang tersisa."
Jasmine meradang mendengar pengakuan William. Jadi, lelaki itu memang sudah ada di sana saat Jasmine tengah memperjuangkan hidup Alice yang sebelumnya ia pikir terancam.
"Jika tahu begini, Leon dan Leo tak perlu repot-repot melawan mereka. Hanya menghabiskan peluru saja."
"Oh, ayolah. Hanya itu yang diperlukan polisi saat ini. Ada kamera pengintai yang merekam kalian sehingga serangan Luiz bisa menjadi bukti di pengadilan nanti. Seandainya pun kalian terdesak tadi, aku dan polisi yang mengintai pasti akan menolong kalian."
Jasmine yang mendengar penjelasan William hanya bisa menggelengkan kepala dengan lemah. Keadaan terdesak? William menunggu mereka dalam keadaan terdesak dulu sebelum akhirnya turun tangan? Jadi menurut William keadaan mereka tadi belum dikategorikan terdesak? Oh, sungguh lucu.
"Sepertinya, kita memiliki perbedaan definisi tentang arti terdesak dalam kamus kita sendiri." Jasmine terlihat tak senang.
"Maafkan aku, Jasmine. Tapi itu adalah satu-satunya hal yang bisa aku lakukan saat itu. Seandainya saja ada cara lain untuk bisa membekuk Luiz, maka aku pasti akan melakukannya tanpa membiarkan kalian terdesak terlebih dahulu." William sungguh menyesal mengatakan hal ini. Dia sebenarnya juga tak terlalu nyaman untuk melakukan hal tersebut. Tetapi mau bagaimana lagi, mau tak mau memang itu yang harus ia lakukan.
Alice yang mendengar perkataan William, hanya bisa menunduk dalam. Sebenarnya, dia juga memahami dan memaklumi tindakan William. William adalah lelaki yang sangat perhatian dan sangat melindungi dirinya. Jika ia melakukan hal-hal seperti itu, maka itu artinya, pasti untuk kebaikan diri Alice juga.
"Tidak apa-apa William. Aku mengerti dan aku memaklumimu. Yang aku khawatirkan adalah, apakah Luiz Martinez hanya akan didakwa atas kekerasan yang ia lakukan padaku? Tidakkah ia didakwa dengan dakwaan yang lebih berat lagi? seperti pembunuhan, narkotika, pelacuran, ataupun kejahatan-kejahatan mafia lainnya yang telah ia lakukan sebelum ini?"
"Pada akhirnya nanti, pemerintah pasti akan mendakwa Luiz dengan banyak tuntutan. Pemerintah telah memiliki banyak bukti tentang kejahatan yang ia miliki, terutama tentang organisasi gelap Black Hell. Tetapi untuk menangkap di tempat, bukankah lebih baik dakwaan tambahan seperti penyerangan secara langsung juga bisa meningkatkan nilai tambah bagi kepolisian?" William menjelaskan.
Alice yang mendengar penjelasan William hanya mengangguk kecil. Dia merasa lega lelaki itu didakwa dengan berat dan tidak mudah untuk bebas dari hukum begitu saja. Dia takut orang seperti Luiz akan memiliki kekuatan untuk memanipulasi hukum di mana pun ia berada.
Sudah banyak terjadi hal-hal seperti itu. Para tersangka ditangkap, didakwa, kemudian karena memiliki kekuatan uang dan jabatan, serta koneksi, ia bisa dibebaskan begitu saja oleh hukum.
Jika Luiz bisa melakukan hal-hal seperti itu, apa artinya tertangkap? Bukankah sama saja? Tetap saja ia akan bisa keluar dengan mudah dan akan melakukan kejahatan lainnya lagi tanpa jera.
"Kau tak perlu khawatir, Nyonya. Kali ini aku pastikan bahwa Luiz bisa mendapatkan hukuman penjara. Meskipun entah bagaimana nanti pengacaranya bisa saja mengajukan keringanan hukuman, tetapi yang jelas untuk kejahatan yang telah ia lakukan, ia pasti tetap harus membayarnya dengan berada di kurungan minimal beberapa tahun."
"Hanya beberapa tahun?" Alis bertanya tak terima.
Jika Luiz bisa ditahan selama beberapa tahun saja, maka kejahatan-kejahatan yang telah ia lakukan selama ini sama saja tidak ditebus olehnya. Beberapa tahun untuk Luiz tidak akan membuatnya Jera. Bahkan yang lebih parah, Luiz bisa saja menyimpan dendam. Sekeluarnya ia dari penjara, bukan tidak mungkin Luiz akan mencari Alice, William, Jasmine, dan membuat perhitungan kepada mereka semua dengan cara yang kejam.
__ADS_1
Jika hal itu terjadi, Alice tak tahu lagi harus berbuat apa. Memasukkan Luiz ke dalam penjara bukan merupakan solusi yang permanen. Lelaki itu cukup menakutkan dan bisa saja memiliki potensi akan membahayakan kehidupan Alice dan orang-orang terdekatnya.
"Nyonya, kau tak perlu khawatir tentang semua itu. Aku tahu kekhawatiran yang kau takutkan saat ini. Luiz memang bisa saja ditahan selama beberapa tahun di penjara. Tetapi, setelah Klayver pulang nantinya dan mengetahui semua hal yang ia lakukan padamu, apakah kau pikir dia akan membiarkan Luiz hidup di penjara begitu saja?" tanya William retoris. Sudut bibirnya membentuk simpul kecil, menciptakan senyuman penuh arti.
"Maksudmu ...." Alice dan Jasmine berkata secara bersamaan. Mereka bertiga saling menatap paham dan mengerti ke mana arah William.
"Maksudku, Nyonya. Serahkan saja masalah itu nantinya kepada suamimu. Selama Luiz berada di penjara, ia tidak akan bisa kabur untuk beberapa tahun ke depan. Kau cukup paham maksudku, bukan?" William mengedipkan salah satu matanya dan tersenyum penuh kemenangan.
Klayver adalah orang yang cukup kompeten. Dia juga lelaki yang sangat memuja Alice. Mustahil lelaki itu tak berbuat apa pun setelah tahu Alice pernah hampir dilukai sebegitu rupa oleh Luiz.
Orang-orang dalam kehidupan gelap, biasanya memiliki satu hal yang sama. Yaitu pendendam. Mereka diberkahi dengan ingatan yang cukup tajam terhadap segala bentuk kesalahan masa lalu dan biasanya akan menuntut balas atas hal-hal tersebut. Sudah menjadi hal wajar dan rumus umum. Tak terkecuali Klayver. Dia sudah lama menggeluti dunia gelap seperti itu.
"Oh, baiklah. Aku paham. Entah kenapa, saat ini aku jadi merasa sedikit tenang. Terimakasih, William, telah menjagaku." Alice menatap hangat kepala pelayan yang telah lama menemaninya dalam tahun-tahun terakhir ini.
William mengangguk sopan, merasa setidaknya dalam masa tuanya dia masih memiliki kegunaan dan manfaat.
Alice menatap Jasmine dan ingin mengucapkan sesuatu yang serupa, tetapi segera dipotong oleh wanita itu.
"Jangan ucapkan hal-hal sentimentil seperti itu. Aku sedang tak berminat. Suruh saja Caterine untuk membuatkan pai apel untukku saat ini sebagai bentuk rasa terimakasihmu." Jasmine mengacungkan sendoknya ke arah Alice, teringat akan pai apel buatan Rachel tadi pagi yang sangat lezat.
"Baiklah. Tetapi dalam masalah kue, Rachel tetap nomor satu."
"Kalau begitu, minta saja Rachel membuatkan pai apel khusus untukku."
"Oh."
"Itu jika kau memang mau benar-benar mengucapkan terimakasih padaku."
"Baiklah. Aku lakukan apa pun maumu."
…
__ADS_1