
Malam ini, Violin dan kedua mertuanya melakukan makan malam di luar, di sebuah restoran ternama bersama para pengawal violin. Mereka semua berniat untuk merayakan anniversary pernikahan James dan Violin yang ke tiga puluh lima tahun. Tak terasa, Violin dan James telah membentuk kehidupan bersama selama itu. puluhan tahun lebih mereka saling berbagi banyak hal dan membina rumah tangga bersama. Banyak asam manis kehidupan yang telah James dan Violin rasakan.
Alice menangkap gurat-gurat kebahagiaan di wajah Violin ketika wanita itu duduk bersanding dengan James di sebuah restoran ternama di Manhatan. Pandangan wanita itu menyiratkan tentang cinta dan kasih sayang. Sebuah keberuntungan bagi seorang wanita seperti Violin memiliki pendamping hebat seperti James yang selalu memiliki karakter baik dan bersikap lembut untuk istrinya. Tampaknya James juga mengalami merasakan hal yang sama. Lelaki itu juga menatap Violin dengan penuh pemujaan, seolah-olah wanita di dunia ini hanya ada Violin seorang. Mereka berdua seperti sepasang burung yang saling jatuh cinta dan tak bersedia melepaskan satu sama lain. Alice heran sendiri bagaimana bisa dalam usia mereka yang telah menua, cinta itu masih mereka rasakan secara kuat. Alice berharap kehidupan dirinya dengan Klayver tidak berbeda jauh dengan Violin dan James. Semoga saja Tuhan memberikan momen-momen yang indah ke depannya untuk Alice dan Klayver hingga mereka menuai nantinya.
Malam ini, Jasmine memilih untuk tidak ikut mereka. Sepertinya beberapa hari terakhir ini, Jasmine sedikit berubah sikap karena rencana pernikahan mendadak yang Daniel minta untuknya. Alice berusaha memahami Jasmine dengan baik. Pasti psikis Jasmine saat ini masih cukup terguncang menyadari bahwa sebentar lagi dia akan menikah bersama lelaki yang mungkin saat ini terasa tidak cocok sama sekali dengan dirinya. Butuh waktu bagi Jasmine untuk menenangkan diri dan merenungkan semuanya.
Mau tak mau, Alice berfikir Jasmine pasti harus menikah juga dengan Daniel. Itu adalah langkah yang terbaik bagi mereka semua agar anak yang dikandung Jasmine memiliki kehidupan yang layak. Dia berharap semoga Jasmine dan Daniel bisa mengatasi perbedaan-perbedaan yang mereka miliki dan bisa membangun keluarga yang baik. Tidak mustahil sebuah kebahagiaan dan cinta yang sebenarnya bisa hadir melalui kesepakatan-kesepakatan pernikahan yang tadinya terasa dibuat-buat.
Takdir bisa terjadi untuk siapa pun dan dalam kondisi apa pun. Dulu, Alice juga mendapatkan cinta dari Anson dan Klayver dengan cara melalui kesepakatan dangkal sebelumnya. Pada akhirnya, malah membuat mereka saling menyatu dan memahami satu sama lain. Akhirnya, merekamenemukan cinta yang sesungguhnya.
Hal-hal seperti itu memang terjadi dalam kehidupan nyata. Alice tak ingin menjadi orang yang munafik. Memang segalanya sudah terjadi dan digariskan oleh Tuhan melalui banyak caranya masing-masing. Tidak selalu pernikahan yang bahagia harus diawali dengan sesuatu yang penuh perencanaan. Toh, banyak juga kasus perceraian untuk pernikahan yang sebelumnya terjadi karena cinta. Jadi, bisa saja pernikahan justru menghasilkan cinta untuk kesepakatan yang awalnya terasa dangkal.
"Alice, pesan apa pun yang kau mau. Malam ini adalah malam istimewa bagi kami berdua. Kuharap, ke depannya kau dan Klayver juga akan merasakan hal yang serupa. Klayver adalah putra kami yang cukup tangguh dan lain dari pada yang lain. Dan kau adalah wanita yang paling cocok untuk menyandingnya selama hidup kalian. Kuharap, kalian mendapatkan kehidupan yang penuh kebahagiaan hingga akhir hayat nanti." Violin menatap Alice dengan penuh harap.
Alice mengangguk kecil, dalam hati berdoa agar apa yang diharapkan oleh Violin bisa terjadi pada dirinya. Dia juga menginginkan kebahagiaan yang sesungguhnya bersama Klayver hingga akhir hayat nanti. Sebuah kebahagiaan yang akan mereka rasakan untuk selamanya. Semoga saja kebahagiaan ini akan menjadi sebuah awal bagi kebahagiaan-kebahagiaan lainnya untuk anak-anak mereka kelak nantinya.
"Terima kasih atas doamu, Violin. Kuharap kalian juga akan langgeng selamanya hingga akhir hayat nanti. Kalian adalah sebuah contoh pasangan yang saling melengkapi satu sama lain dan memberikan warna kebahagiaan tersendiri yang istimewa. Semoga alian bisa bertahan selama-lamanya. Bahkan hingga ke dimensi kehidupan selanjutnya." Alice tersenyum hangat dan memberikan doa khusus dari dalam hatinya untuk Violin dan James.
Alice mengangsurkan sebuah kotak kecil terbuat dari beludru berwarna merah kepada Violin dan James. Dia tersenyum kecil dan mempersilahkan Violin tuk membuka kotak tersebut. Ini adalah hadiah darinya untuk anniversary pernikahan mertuanya. Alice berharap James dan Violin menyukai apa yang ia bawa. Alice sedikit malu, karena merasa dia tak terlalu mengetahui selera Violin dalam banyak hal. Bisa jadi tanda wanita itu menyukai hal-hal yang Alice tidak duga sama sekali.
"Kau benar-benar memberiku kejutan kejutan, Alice! Aku dan James sama sekali tak menyangka kau akan memberikan hal ini kepada kami. Sepertinya ini sesuatu yang sangat menarik dan berharga, " balas Violin menatap kotak beludru kecil di hadapannya.
Perlahan, Violin membuka kotak kecil tersebut dan menggesernya sedikit ke samping kiri agar James juga ikut melihat isinya. Sepasang cincin dari batu istimewa terlihat menakjubkan. Cincin itu bukan berasal dari emas melihat warnanya yang biru gelap dengan uura berkelas yang tinggi. Sepertinya itu merupakan batu mulia istimewa. Violin sendiri kagum dengan hadiah yang Alice berikan.
__ADS_1
"Wow, ini …."
"Itu merupakan cincin dari batu mulia yang kudapatkan dari temanku, Violin. Apakah kalian menyukainya? "Alice bertanya dengan nada khawatir kepada Violin dan James. Dia takut kedua orang tersebut tidak terlalu menyukai apa yang ia berikan. Jika demikian, Alice bisa mengubahnya menjadi hadiah lain yang lebih sesuai dengan selera mertuanya..
"Tentu saja kami sangat menyukainya, Sayang." James berkata dengan nada gembira yang tidak disembunyikan. Dia mengambil salah satu cincin tersebut dan mengamatinya dengan seksama. Sepertinya James mendapatkan benda yang sangat ia sukai. Alice merasa lega hadiah itu bisa diterima oleh mereka berdua. Dia tersenyum kecil dan memberikan tambahan pengharapan dan doa yang baik untuk kedua orang tersebut.
"Aku sangat berterima kasih padamu, Alice" Violin berkata dengan tulus. Dia benar-benar tak menyangka Alice adalah menantu yang sangat perhatian kepada mertuanya. Memiliki Alice sebagai menantu merupakan sebuah poin tersendiri. Selain cantik dan cerdas, Alice juga memiliki hati yang sensitif dan mudah memahami keadaan orang lain. Klayvver tak pernah salah dalam memilih. Kali ini, ia berhasil memberikan menantu yang sangat Violin dan James puja. Dalam hati, Violin berharap bisa memiliki menantu serupa dari anak-anaknya yang lain. Menantu yang pengertian dan bisa memahami mereka semua dengan baik.
Setelah mereka melakukan makan malam selama kurang lebih dua jam, James kemudian berpamitan sebentar untuk keluar. Katanya dia mendapat telepon penting dari temannya. Violin hanya mengangguk kecil mempersilahkan James untuk melakukan apa pun yang lelaki itu inginkan. Saat James kembali tak lama kemudian, dia berkata dengan Violin secara serius.
"Sayang, bagaimana jika aku mengambil pengawal-pengawal kita untuk aku salurkan ke tempat lain yang tak jauh dari sini. Aku memiliki teman yang saat ini sedang membutuhkan tambahan pengawal karena situasi darurat. Sepertinya saat ini kita sudah cukup aman. Jadi, sepertinya tidak akan terlalu berbahaya jika pengawal ini kita pinjamkan sebentar untuk temanku. Bagaimana? "James bertanya dengan raut wajah khawatir.
Sepertinya saat James keluar, dia membahas tentang sesuatu yang cukup penting dengan temannya. Teman James berada tak jauh dari Manhatan. Saat ini katanya dia sedang mengalami kesulitan dengan beberapa masalah sehingga membutuhkan tambahan pengawal baru. Karena itulah teman James menghubunginya dan meminta bantuannya karena ia tahu James berada tak jauh dari dirinya.
"Sayang, tolong maafkan aku. Aku tidak bisa melakukan hal itu. Kau tahu, bukan? Membiarkan kita tanpa pengaman merupakan sebuah kelemahan tersendiri. Saat ini kita harus selalu waspada di setiap keadaan. Kita tak bisa membiarkan terekspos begitu saja di luar tanpa perlindungan sama sekali. "Violin mencoba menjelaskan tentang situasi mereka kepada James. Meskipun sebenarnya Violin dan James cukup memiliki kemampuan dalam beladiri dan menggunakan senjata, tetapi jika mereka dihadapkan dengan segerombolan pengikut Luiz yang entah jumlahnya berapa, Violin takut mereka akan tersudutkan tanpa pengawal-pengawal mereka. Luiz bukanlah orang yang sembarangan. Mereka harus selalu waspada jika berhadapan dengan lelaki kejam seperti itu.
"Violin, saat ini kita sedang dalam kondisi aman. Aku adalah lelaki yang memiliki insting kuat dalam banyak situasi. Jika aku melihat situasi kita tidak aman, tidak mungkin aku akan meminta hal ini kepadamu. Saat ini, kita bisa bergerak bebas untuk sementara waktu. Luiz Martinez belum memberikan pertanda bahwa dia juga bergerak untuk menyudutkan kita." James mencoba bersikap objektif. Dia mengutarakan apa yang saat ini ia pikirkan.
Akhir-akhir ini, keadaan mereka cukup stabil tanpa kehadiran gangguan-gangguan dari Luiz Martinez. Tidak ada orang yang mencurigakan, tidak ada orang yang membuntuti, dan tidak ada aktivitas-aktivitas lain yang mereka perlu waspadai. James beranggapan memberikan pengawal mereka sebentar kepada temannya bukanlah sesuatu hal yang bisa membahayakan bagi keselamatan mereka, terutama keselamatan Alice. Karena itulah dia memberanikan diri untuk meminjam pengawal demi temannya. Bagaimanapun juga, teman James merupakan orang yang telah banyak membantu James. Sudah saatnya juga James melakukan balasan sesuai dengan apa yang telah temannya itu berikan untuknya dulu.
Violin terdiam lama. Dia sedang menimbang-nimbang sesuatu. Sepertinya James benar. James adalah seseorang yang memiliki insting tinggi dalam banyak hal. Dia tidak akan mungkin melakukan sesuatu yang menurutnya bisa menimbulkan sebuah bahaya atau keadaan darurat. Karena itulah, setelah dipikir-pikir, Violin kemudian bertanya kepada Alice.
"Bagaimana menurutmu, Alice? Apakah kau baik-baik saja jika aku kirimkan sebagian besar pengawal kita kepada teman James? Jika kamu memiliki keberatan tertentu, tidak apa-apa. Katakan saja jika memang kau berpikir bahwa lebih baik itu tetap kepada kami. "
__ADS_1
Violin mencoba melakukan pertimbangan-pertimbangan dengan Alice. Bagaimanapun juga, Alice adalah orang yang saat ini mereka lindungi. Pendapat Alice merupakan salah satu pendapat yang mereka dengarkan.
"Violin, James adalah orang yang memiliki kemampuan tinggi dalam memahami situasi bahaya. Jika dia berpikir bahwa kita memang tidak bahaya sama sekali dan berada dalam keadaan yang aman, maka memang demikianlah adanya. Berikan saja sebagian besar pengawal yang sedang menjaga kita saat ini kepada teman James. Mungkin, teman James saat ini membutuhkan pengawal itu lebih besar dari pada kita membutuhkannya. Ada baiknya jika kita memberikan kontribusi yang baik kepada teman James. Kalian sudah sering membantuku, sehingga aku pun juga ingin melakukan sesuatu yang bisa membantu kalian atau pun teman-teman kalian." Alice berusaha menjabarkan apa yang saat ini tengah ia pikirkan. Di tak ingin bersikap Egois dengan menahan pengawal yang bisa saja sebenarnya memiliki fungsi lebih berguna kepada orang lain daripada kepada mereka. Saat ini, keadaan juga cukup aman. Sehingga Alice bisa mengijinkan permintaan James diluluskan begitu saja.
James menarik nafas lega. Dia kemudian tersenyum kecil sebagai bentuk rasa terima kasihnya kepada Alice. James sama sekali tak pernah menyangka bahwa menantunya memiliki pemikiran yang cukup terbuka dan masuk akal terhadap segala keadaan. Dia bersyukur memiliki menantu yang seperti Alice. Alice bisa memahami pemikiran-pemikiran terdalam James tanpa harus James jabarkan secara penuh.
"Terima kasih, Alice. Kau benar-benar wanita yang sangat hebat. Aku benar-benar kagum terhadap dirimu."
"Sama-sama, James. Kau telah melakukan banyak hal untukku. Untuk apa apa aku menahan sesuatu yang sebenarnya bisa kulakukan saat kau membutuhkannya? Kita bisa saling membantu mulai sekarang. "
Begitulah kehidupan berlangsung. Kita tidak bisa meminta sesuatu kepada orang lain tanpa kita tidak melakukan sesuatu apa pun untuk orang lain tersebut sebagai bentuk rasa terima kasih kita kepada mereka. Begitulah apa yang saat ini Alice rasakan. James dan Violin merupakan dua orang yang telah banyak berjasa untuknya sehingga Ia juga akan melakukan banyak hal untuk mereka saat ia mampu. Menyerahkan pengawalnya kepada James merupakan hal kecil yang bisa ia lakukan saat ini. Jika ia bisa melakukan hal lain yang lebih besar lagi, pasti akan ia lakukan demi James dan Violin.
"Baiklah. Sebentar! Aku akan mengurus hal ini dulu. Kau dan Violin duduklah di sini dan lanjutkan makan malam kalian."
James keluar dari restoran dengan memberikan instruksi kepada pengawal-pengawal mereka. Semua pengawal yang James panggil mengikuti James ke sebuah tempat tak jauh dari restoran tersebut untuk membicarakan sesuatu hal yang penting. Alice dan Violin memilih melanjutkan pembicaraan mereka.
"Kau benar-benar wanita yang sangat hebat, Alice. Kau benar-benar tidak egois dalam setiap situasi. Banyak wanita yang jika berada dalam posisi mu, mereka akan bersikap egois dan tidak memberikan izin untuk menyerahkan pengawal mereka dalam keadaan apa pun juga." Violin memuji keberanian Alice karena berani mengambil resiko.
Alice hanya bisa membalas pujian Violin dengan senyuman kecil. Menurut Alice, dia hanya melakukan hal-hal kecil. Dia tak pernah menyangka hal ini akan dinilai sebagai hal yang besar di mata James dan Violin. Sepertinya mereka berdua sungguh menilai pengawal Alice sebagai sesuatu hal yang sangat penting saat ini.
"Tidak apa-apa, Violin. Aku hanya melakukan apa yang aku mampu."
Mereka melanjutkan kembali makan malam mereka. Mereka tak pernah tahu bahwa keputusan Alice saat ini membawa dampak yang sangat buruk baginya. Sebuah keputusan yang nantinya akan ia sesali.
__ADS_1
…