SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pertikaian


__ADS_3

Camelia, menatap tajam ke Doni. Ayah kandungnya Clara,beliau adalah pamannya Katrina. Sudah membunuh kedua orangtuanya, bahkan dirinya dan sang buah hati. Di susul lagi Rendy dan keluarganya yang berhati iblis.


Gejolak amarah berkobar-kobar, ingin menghabisi mereka secara langsung. Namun baginya, terlalu mudah jika mereka secepat itu. Setidaknya memberikan pelajaran, mati secara perlahan dan saling membunuh.


"Hahahaha.... Hahahaha...". Gelak tawa Doni, meremehkan keluarga Rendy. "Lihatlah Rendy, walaupun Clara tidak terpopuler di dunia hiburan dan kalah dengan Jessica. Tetapi, anakku bisa masuk kedalam kelurga Allen. Bahkan Camelia, berpihak kepada kami". Ucap Doni, dengan sombongnya.


Rendy, mengepalkan kedua tangannya dengan erat."Ck, adikku akan meluluhkan hati tuan Jhonny. Jangan sombong dulu,pak tua". Ejeknya Rendy.


Mata Katrina, berkaca-kaca memandang kearah Rendy. Sesosok pria yang begitu dicintainya,di kehidupan sebelumnya. Namun kali ini,dia ingin sekali mengarahkan belati tajam, menusuk-nusuk perutnya beberapa kali.


"Apa yang di katakan kakakku,memang benar. Tuan Jhonny, sudah mempromosikan produk dan menawarkan jasa kepadaku". Sahut Jessica, tidak kalah sombongnya.


Camelia, tersenyum kecut mendengar ucapan mereka berdua."E'ehmmm....Paman Jhonny,bisa berubah pikiran kok". Kata Camelia,duduk manis di sofa.


"Kalian dengar apa kata, Camelia? Dia akan membantuku untuk mengambil posisi, Jessica. Jangan sombong dulu,karena kami akan pergi dari tempat ini". Tegas Clara, mengibas-ngibas rambutnya.


"Apa! Camelia, jangan ikut campur dalam urusan orang dewasa. Lebih baik kamu, mendukung Jessica". Kini Lena,sang ibu Jessica angkat bicara.


Sontak membuat Camelia, semakin murka melihat wajahnya. Ck, ingin sekali aku mencabik-cabik wajahmu, wahai ibu mertuaku.Batin Katrina, menggeretakkan giginya. "Oh, masalah itu gampang sih". Jawab Camelia, tersenyum semanis mungkin.


Clara dan keluarganya, tampak heran mendengar ucapan Camelia. "Maksudnya apa, Camelia? Bukankah kamu, mendukung Tante". Sahut Clara, langsung.


"Diam kau Clara! Hak Camelia,mau mendukung siapapun". Bantah Lena, langsung.


"Eee...Bu Lena,jangan harap Jessica masuk di keluarga Allen. Yang pantas masuk adalah anakku, Clara". Sahut Linda,ibu kandungnya Clara.


"Ckckck.... Tante Clara,mana mungkin aku berpihak kepada mereka. Karena martabat mereka jauh beda dengan martabat keluarga kami.Seandainya kakak Jessica,tidak menikahi Alm.Katrina. Mana mungkin nama keluarga mereka, terkenal dan memiliki martabat tinggi. Keluarga Tante Clara, sudah pasti bermartabat tinggi,karena masuk di keluarga Sean. Menjijikkan sekali Jessica,masuk kedalam keluarga Allen. Sangat tidak pantas,". Camelia, menggeleng kepalanya.


"Hahahaha... Hahahhaa...". Orangtuanya Clara, tertawa terbahak-bahak. Mendengar ucapan Camelia,yang berpihak kini kepada mereka.


Ryan, tersenyum kecil karena Camelia memilih keluarganya di bandingkan keluarga Rendy.

__ADS_1


"Dengarkan,kalian mendengar kannya? Ayolah, Rendy jangan berharap besar kepada keluarga Allen. Perusahaan mendiang istri mu,akan bangkrut jika tuan Jhonny tidak menjalin kerjasama dengan mu" ledek Doni, sontak membuat Camelia terkejut mendengarnya.


"Perusahaan mendiang istrinya,mau bangkrut? Masalahnya apa? Camelia, manggilnya kakek yah,bukan Om". Tanya Camelia,karena penasaran.


"Camelia, panggil saja kakek dan dia nenekmu". Doni, merangkul pundak istrinya. Sungguh pemandangan memuakkan baginya, Katrina. "Yah...karena menghidupi keluarganya, terlalu royal dan boros".


Camelia, tersenyum sumringah. Dia berniat untuk menghancurkan perusahaan tersebut,agar mereka semua mendapatkan ganjaran yang setimpal.


"Oh,kalau paman Jhonny tidak menjalin kerjasama. Apa yang terjadi?". Kekehnya Camelia,melirik ke arah keluarga Rendy.


Keluarga Rendy, sudah ketakutan dan gelisah gusar.


"Camelia,jangan main-main dengan perusahaan. Kamu masih muda,nak. Biar orangtua,yang menyelesaikan masalahnya. Ayo,kita makan sama-sama. Masalah ini, cukup sampai di sini paman. Jangan sampai kemana-mana,". Rendy, memberikan kode dan ancaman sekaligus. Kenapa aku merasakan sesuatu,ketika memandang wajah Camelia? Sesuatu yang sangat dekat,di hatiku.


Doni dan Linda,saling melirik dan mengangguk kepalanya.


Pertikaian antara mereka semua, akhirnya selesai sudah. Membuat Camelia, kehilangan mood jadinya.


"Aku tidak paham,kenapa kamu ke sini? Katakan apa tujuan mu, Camelia?". Bisik Ryan, membuat keluarga Rendy tidak terima.


"Ayolah,aku cuman pendekatan antara dua keluarga. Jangan membuatku semakin rumit,aku tidak yakin apa terjadi. Jika keluargamu, mengetahui semuanya". Jawab Camelia, tersenyum smrik. Membuat Ryan,diam dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


Ryan, mengepalkan kedua tangannya. Rupanya Camelia,tengah mengancam dirinya.


"Kenapa diam, Ryan? Kamu takut, ketahuan kedok kejahatan mu ha. Astaga,aku benar-benar tidak tahu? Bagaimana dengan keluarga mu,hemmm..". Kekehnya Camelia, menyuapkan makanan ke mulutnya.


"Baiklah,aku serahkan semuanya kepadamu. Jangan mengungkit masalahku dan jangan libatkan kepadaku, apapun akan aku lakukan". Ryan, terpaksa harus mengalah dan mengalah.


"Sepakat demi kebaikan keluarga mu,tapi kamu harus melakukan sesuatu. Tapi, tidak sekarang pokoknya". Camelia, menyunggingkan senyumnya. ketika Ryan, mengangguk kepala dan pasrah. lihatlah Gladis,salah satu teman kerjasama mu. Akan berkhianat dan menuruti kemauan ku.


Camelia, menatap satu persatu ke arah mereka yang duduk di meja makan. Hatinya memanas melihat Rendy, perhatian kepada buah hatinya. Dia mulai menyusun rencana liciknya, bagaimana rasanya kehilangan buah hati.

__ADS_1


Rendy, Bella, aku membuat kalian menangis tersedu-sedu.Aku akan mulai balas dendam,dari anak kalian.Batin Katrina, tersenyum manis.


"Camelia,makan yang banyak yah". Tiba-tiba Vanya, menyodorkan makanan kepadanya.


"Benar sekali Camelia,kami senang atas kedatangan mu". Sambung Jessica, tersenyum sumringah.


"Camelia,jangan dengarkan perkataan mereka berdua. Mereka berdua berbicara sok manis, demi mencari perhatian mu". Ucap Clara, tidak akan membiarkan mereka berdua mengambil hati Camelia.


"Clara,kami iri yah? Aku tau, menikah dengan Jordan untuk mengalahkan ku. Hahahaha... Tidak semudah itu, sayang". Kekehnya Jessica, tersenyum lebar.


Clara, semakin murka kepada Jessica. Walaupun dia memang menikah dengan Jordan,masih belum bisa mengalahkan dirinya.


"Tante Clara, tenang saja kok. Masih ada aku, berlahan-lahan pasti bisa menyingkirkan mereka berdua". Sahut Camelia, membuat kedua orangtuanya Clara tersenyum.


"Camelia,jangan main-main dengan pekerjaan. Kamu masih muda,tolong jangan ikut campur". Bantah Rendy, langsung. Seketika Camelia, menoleh ke arah sumber suara itu.


Glekkkk..


Rendy, tampak ketakutan karena sudah menyinggung perasaan Camelia.


"Camelia, fokus dengan kehidupan masa mudamu. Biarkanlah mereka menyelesaikan masalah sendiri,mana yang pantas mana yang gak". Sambung Bella, istrinya Rendy. Membuat Camelia, semakin murka kepada mereka berdua.


"Tenang saja,pak Rendy dan bu Bella. Aku sudah mulai dewasa kok,jangan terlalu membantah perkataanku. Apa tidak takut dengan paman Jhonny,". Ancam Camelia, membuat nyali Rendy langsung ciut.


"Sudah,sudah,jangan membahas tentang ini lagi. Selesaikan makan kita,jarang sekali Camelia ke sini". Tentu saja Lena, menghentikan pembicaraan mereka. Karena Lena,takut jika anaknya lebih menyinggung perasaan Camelia.


"Ngomong-ngomong nih,siapa wanita tua ini? Dari tadi menyahut pembicaraan kita,membuat moodku berantakan". Tanya Camelia, sengaja menyinggung perasaan Lena.


"Beliau adalah ibu kandungnya Rendy dan kedua wanita itu". Jawab Clara, sambil melirik ke arah Jessica dan Vanya.


"Oh, pantesan aja. Kaya burung beo, selalu menyahut gak jelas". Gerutu Camelia, sontak Clara dan keluarganya cekikikan tertawa.

__ADS_1


Tidak dengan keluarga Rendy, marah padam dan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap Camelia.


__ADS_2