
Buughh....
"Aaarghhh...!". Trevino, memejamkan matanya menahan rasa sakit luar biasa. Bagaimana tidak sakit,aset pribadinya di tendang Camelia.
"Uuuhh...Ngilu sekali". Kata JJ Abrams dan anak buahnya, masing-masing memegang aset pribadi.
"Ayo, masih bungkam dimana anak-anak ha?". Bentak Camelia, menatap tajam ke arah Trevino. "Rupanya kau tangguh juga, Trevino. Sanggup menahan rasa sakit yang aku berikan,masih tidak mau mengatakan dimana anak-anak? Ck, benar-benar menguras tenaga ku saja".
"Sayang,siksa terus-terusan pasti Trevino akan mengakui dimana anak-anak kita". Sahut JJ Abrams, langsung.
"Trevino, lebih baik beritahu yang sebenarnya! Apa kamu sanggup menahan siksaan dari,nona". Pak Xyil, geser-geser kursi karena geram sikapnya Trevino. Bahkan dirinya menjadi sasaran Camelia, wajahnya memerah kebiruan kena lemparan Camelia.
"Rrrggghhh... Sampai kapan pun, aku tidak mengakuinya!". Teriak Trevino, dadanya naik turun mengontrol diri.
"Oh, tidak mau mengakuinya. Bagus, haruskah aku memanggil seorang mucikari,hmmm?". Ucap Camelia, tersenyum sumringah. Matanya tertuju pada ponsel Trevino, ada sesuatu di pikirannya. "Membiarkan mucikari memperkosa mu,lalu menyebarkan video panas itu. Tenang saja, aku banyak rencana lain untuk memberikan pelajaran kepada mu".
"Ponsel siapa ini? Hmmm...Aku memiliki ide cemerlang". Kedip mata Camelia, membuat Trevino meronta-ronta di kursi.
"Jangan berani mengotak-atik ponselku! Letakan kembali ponselku, nona Camelia!". Teriak Trevino,namun tidak di hiraukan peringatannya itu. Sialan,dia akan tahu dimana anak-anaknya. Aaarghhh...Awas kau nona Camelia,aku sangat mengingat apa yang kau lakukan kepada ku!.
Penuh dengan semangat Camelia, mengotak-atik ponselnya dan mengetahui dimana anak-anaknya sekarang. "Huuu... Aku capek-capek memberikanmu pelajaran, nyatanya begitu mudah dimana anak-anak ku. Trevino,kau bukan lawanku dan tidak akan pernah mengalahkan diriku ini. Lihatlah, suamiku tercinta tidak berani keluar dari jeruji besi itu". Camelia,melirik tajam ke arah suaminya.
"Sayangku, cintaku,kau adalah segalanya dan kami tidak berani dengan mu. Jadi,kami menyerahkan diri". Kekehnya JJ Abrams.
"Hussssttttt.... Belum saatnya untuk memberikan pelajaran kepada mu, JJ Abrams. Aku tidak akan memberikan jatahmu,selama satu bulan bulan kalau perlu setahun sekalian!". Kata Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Glek!
"Sayang,mana sanggup aku menahannya. Aku tidak salah apapun, anak-anak aman bersamaku. Aku sudah meminta seseorang untuk menjemput anak-anak,tapi kamu lebih dulu sampai ke sini". JJ Abrams, membujuk istrinya dari kejauhan. Dia tidak berani keluar dari jeruji besi,takut dengan istrinya itu.
__ADS_1
Camelia,marah padam terhadap suaminya itu. Mengambil ember kosong,lalu melemparkannya ke dalam Trevino dan pak Xyil.
"Hei... Kenapa kami di lempar, menggunakan ember? Nona Camelia, bukannya kamu sudah mengetahui dimana anak-anak kalian". Pak Xyil, pening kepala terkena ember yang dilempar Camelia.
Trevino, mengerjapkan bola matanya itu. Wajahnya berlumur darah, bengkak tak karuan juga.
"Aku marah kepada suamiku,dia berada di dalam sana. Aku tidak bisa memberikan pelajaran kepadanya,lalu aku melempiaskn amarahku kepada kalian!". Tegas Camelia, bersiap mengambil sebotol minuman alkohol yang sudah kosong.
"Nona,kau apakan botol itu? Jangan di lempar ke arah kami, atau memukul kepala kami lagi". Pak Xyil, memohon kepada Camelia.
Sedangkan JJ Abrams dan anak buahnya,semakin mengundurkan diri ke tembok. Takut Camelia, melempar botol kaca itu ke dalam jeruji besi.
"JJ Abrams,keluar dari situ! Atau aku lempar botol kaca ini,ke arah mereka berdua!". Teriak Camelia,mengancam suaminya agar keluar.
JJ Abrams, menggeleng langsung tak mau mendapatkan hukuman dari istrinya.
"Nona Camelia,mana ada mengancam seseorang seperti itu. Sudah pasti Tuan JJ Abrams, tidak mau keluar dari sana. Nona,jangan lempar ke arah kami!". Pak Xyil memohon terus-terusan.
"Rrrggghhh... Nona Camelia, lihatlah kondisi ku saat ini. Wajahku penuh luka,darah terus keluar, sungguh perih sekali. Tetap,nona masih menghukum ku". Trevino, keadaannya sudah lemah dan pasrah di perlakukan Camelia.
"Lempar saja botol kaca itu,ke arah mereka sayangku. Trevino dan pak Xyil, sudah keterlaluan terhadap anak-anak kita". JJ Abrams, semakin mempengaruhi pikiran istrinya.
"Tuan JJ Abrams,jangan berkata aneh-aneh aku tidak sanggup menerima hukuman ini. Nona, lemparkan ke arah Trevino,dia senang hati menerimanya". Pak Xyil, menggeleng kepalanya ke kanan,ke kiri.
Camelia, membawa dua botol kaca dan mendekati mereka berdua tersebut.
Buughh
Prang!
__ADS_1
Buughh
Prang!
"Aaarghhh....!". Rintih Trevino dan pak Xyil,kepala mereka lagi-lagi mengeluarkan darah. Botol kaca tersebut, dipecahkan menggunakan kepala mereka berdua.
Prok!
Prok!
Camelia, bertepuk tangan karena musuhnya masih bertahan. "Aku ada sesuatu untuk kalian berdua, tunggu sebentar". Kekehnya, mengeluarkan sesuatu di kantong celananya.
"Lihatlah, sebuah serbuk gatal yang di berikan pada gaun ku malam itu. Kalian tau,serbuk gatal ini darimana? Yah..Dari Maira dan Laure, mereka melaksanakan perintah dari putri Eloisa. Ngomong-ngomong tentang putri Eloisa, bagaimana keadaannya sekarang?". Camelia, melirik ke pak Xyil.
"Pembohong! Mana mungkin adik-adikku, melakukan hal itu. Kau jangan mengada-ada nona Camelia,aku tidak percaya dengan ucapan mu!". Bantah Trevino,dia kesusahan melihat karena darah menetes terus-terusan.
"Tidak percaya dengan ucapan ku, tidak masalah kok. Lihatlah, wajah mereka bentol-bentol dan gatal-gatal. Itulah efek dari serbuk ini,karena kecerobohan sendiri dan terkena batunya". Camelia, menggunakan sarung tangan untuk bisa memegang serbuk gatal ini.
"Mana mungkin putri Eloisa, berani melakukan sekeji itu. Apa jangan-jangan benar yang di katakan putri Eloisa,kau diam-diam masuk kedalam kamarnya dan merusak wajahnya itu! Jawab sejujurnya kepadaku, nona Camelia!". Teriak pak Xyil, dengan sorotan mata tajam.
"Hei...! Kalian jangan memarahi istriku!". Teriak JJ Abrams, ingin sekali menghajar mereka berdua.
"Hahahaha.... Hahahhaa...Apa kalian memiliki bukti,hmmm? Tidak ada kan, berarti aku tidak bersalah dong. JJ Abrams, aku meminta satu orang untuk membantu ku. Aku ingin menaruh bubuk gatal ini,ke aset pribadi mereka. Tidak terbayangkan, bagaimana rasa gatalnya di bawah itu". Mata Camelia, melirik ke aset pribadi mereka berdua.
"Sayang,aku tidak mau kau melihat barang mereka. Biarkanlah anak buahku yang menaruh bubuk gatal itu, aku tidak mau kau melihatnya. Cukup punyaku saja, yang aku lihat sepuas-puasnya". JJ Abrams, langsung menarik dua anak buahnya untuk keluar.
Mau tidak mau,anak buahnya keluar dari jeruji besi meskipun ke takutan dengan Camelia. JJ Abrams, langsung mengunci kembali jeruji besi tersebut.
"Tidak! Jangan lakukan itu,aku tidak mau! Singkirkan benda itu, nona Camelia! Aku tidak mau, hentikan! Aku minta nona, sudah melakukan kesalahan besar kepadamu. Mohonlah ampuni aku ini,jangan lakukan itu". Ucap pak Xyil, meronta-ronta di atas kursi.
__ADS_1